Ras Phoenix adalah ras yang paling Agung di antara Klan Burung lainnya, sampai akhirnya sebuah bencana menimpa Klan Phoenix yang menyebabkan ras mereka punah sepenuhnya.
Tuan Muda Klan Phoenix dalam keadaan putus asa memberikan bakatnya dan kekuatannya kepada seorang pemuda lemah dari Klan Siluman, Chen Fei.
Chen Fei yang semula sakit sakitan dan dianggap pecundang oleh keluarganya , berusaha untuk bangkit dari keterpurukannya dan mengungkapkan semua kebenaran.
Tapi, ternyata dia dihadapkan dengan sebuah misi yang tidak akan pernah dia bayangkan sebelumnya, yaitu.... MENYELAMATKAN DUNIA?!
Akankah Chen Fei berhasil menjalankan misinya?
Yuk ikuti kisah Chen Fei ~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kc, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21 - Tempat Tinggal
Gadis itu langsung banyak berterima kasih kepada Chen Fei karena mendapatkan banyak sekali Tael Emas yang bahkan sulit di dapatkannya setelah bekerja selama satu tahun penuh.
Gadis itu memandang Chen Fei dengan banyak penghargaan, Chen Fei tidak melakukan hal hal yang buruk padanya sejauh ini. Walaupun di awal terlihat agak agresif dan mesum tapi nyatanya Chen Fei tidak seperti itu.
Gadis ini tidak tahu asal pemuda ini tetapi pasti pemuda ini sangat kaya karena bisa mengeluarkan begitu banyak uang hanya untuk sekali kunjungan dengan gadis penghibur sepertinya.
Gadis itu tidak tahu bahwa Chen Fei awalnya juga hanya seorang pemuda miskin yang bahkan tidak memiliki satu koinpun, tetapi sejak dia menghancurkan Klan Chen, dia mendapatkan banyak uang dari harta harta Klan Chen.
Jadi, Chen Fei juga tidak ingin menyimpan harta ini sendirian. Orang bijak mengatakan bahwa harus saling membantu satu sama lain saat sedang menderita kesulitan, jadi Chen Fei menganggap bahwa dia harus membantu orang lain juga.
"Terima kasih banyak Tuan Muda , kelak jika ada informasi lain maka aku pasti akan memberikannya kepada Tuan Muda. Hanya saja, bagaimana aku bisa menghubungi Tuan Muda untuk memberikan gambar para pemimpin Sekte dan Klan di Kekaisaran Siluman ini? " Tanya gadis itu.
"Itu juga memerlukan bantuanmu, aku tidak terlalu mengenal tempat ini jadi aku mengira bagaimana jika aku memesan kamar ini beserta dirimu selama satu bulan ke depan?" Tanya Chen Fei.
Gadis itu tampak sangat terkejut ketika mendengar kata kata Chen Fei, tampaknya Chen Fei memang Dewa Kekayaan yang dikirim oleh langit untuknya.
"A-aku tidak bisa memutuskan hal ini, aku akan bertanya kepada Nyonyaku. " Jawab gadis itu sampai tergagap.
"Tanyakanlah, aku akan bernegosiasi mengenai harganya. Jika memungkinkan maka ini akan mempermudah kegiatanku. " Ucap Chen Fei.
Gadis itu langsung menganggukkan kepalanya dengan senang dan antusias sementara Chen Fei duduk di sana dengan santai, dia juga berpikir jika dia tinggal disini maka sangat mudah baginya untuk mencari informasi mengenai orang orang yang di incarnya, terutama Klan Chen.
Klan Chen disini berbeda dengan Klan Chen tempat tinggalnya sebelumnya, disini pastilah jauh lebih kuat dan lebih pintar, yang pasti tidak sebodoh Chen Ji dan lainnya itu.
Jadi, dia harus memikirkan strategi dan segala kemungkinan yang dapat terjadi di masa depan dengan penuh pertimbangan agar tidak terjadi kesalahan yang tidak di inginkan.
Tidak lama kemudian masuklah seorang wanita paruh baya dengan riasan yang tebal dan pewangi yang sangat menyengat sehingga orang orang bisa mengetahui dalam sekilas bahwa dia berasal dari rumah bordil.
Perilaku yang mencolok seperti ini...... agak terlalu menyakiti mata. Chen Fei berusaha untuk terlihat biasa saja agar tidak menyinggung perasaan pihak lain.
"Apakah Tuan Muda yang mengatakan ingin memesan putriku ini selama satu bulan? " Tanya Nyonya itu.
"Benar, Nyonya. Nona ini benar benar memikat hatiku dan aku ingin dia menemaniku selama satu bulan, sekaligus aku tidak memiliki tempat tinggal tetap disini. Jadi aku ingin menganggap ini sebagai penginapan, bagaimana? " Tanya Chen Fei.
Nyonya itu tidak langsung menjawab dan kedua alisnya yang sangat tebal itu naik ke atas seolah olah merasa tidak puas, wanita ini benar benar licik. Berbeda dengan gadis tadi yang polos dan tidak bisa menyembunyikan perasaan yang dia rasakan.
"Menghitung biaya putriku ini dan biaya tempat tinggal serta makanan Tuan Muda maka biayanya kurang lebih 10 Tael Emas, apakah Tuan Muda bersedia? " Tanya Nyonya itu dengan harga yang tinggi dan mengira bahwa Chen Fei akan merasa keberatan karena dia tidak tahu bahwa Chen Fei membayar gadis tadi 12 Tael Emas dengan santai.
"Tidak masalah, aku akan membayarnya sekarang. " Jawab Chen Fei tanpa beban dan menaruhnya di meja, tepat di hadapan Nyonya itu.
Emas itu berkilau dengan begitu terang sampai sampai membuat Nyonya itu hampir buta karena terlalu serakah. Nyonya itu langsung memeluk sepuluh tael Emas itu dengan erat seolah olah takut kehilangannya.
"Tuan Muda tinggallah disini dengan baik! Jiang Ying, rawat dan temanilah Tuan Muda ini. Jangan sampai Tuan Muda mengalami ketidak nyamanan disini. " Ucap Nyonya itu dengan senyum yang sangat manis sampai sampai membuat orang lain merasa takut.
Nyonya itu langsung pergi dan membawa uangnya karena takut kalau dia akan menghambat kegiatan Chen Fei dengan gadis muda yang dipanggil Jiang Ying itu.
"Tuan Muda, harap maklum dengan Nyonya. Walaupun dia seperti itu, tetapi dia sangat baik kepada kami semua. Kami hanya sekelompok gadis bernasib buruk yang harus menjual diri kami demi sesuap nasi. Jika Nyonya tidak seperti itu maka kami pasti sudah lama ditindas oleh orang orang jahat. Nyonya tahu bahwa dengan jalan yang kamu ambil ini, sulit untuk mendapatkan pernikahan yang baik jadi dia menekankan bahwa harus mengumpulkan banyak uang untuk hidup di masa tua. Setelah kami mencapai usia 30 tahun maka Nyonya akan membagikan uang setengah dari pendapatan gadis tersebut selama bekerja dan dibebaskan pergi kemana saja. " Ucap Jiang Ying bercerita dengan antusias.
Chen Fei menganggukkan kepalanya dan tidak menganggap bahwa Jiang Ying menjijikkan atau kotor, karena dia tahu betapa sulitnya bertahan hidup di dunia ini.
Dia tidak memiliki hak untuk menghakimi orang lain yang melakukan banyak upaya meskipun itu salah hanya untuk bertahan hidup.
Jiang Ying duduk di tepi dan mengambil sebuah kanvas lalu mulai melukis sementara Chen Fei duduk di sebelahnya dengan tenang dan tanpa suara. Dia menopang dagunya sembari memandang lukisan Jiang Ying.
"Sudah berapa lama kamu bekerja seperti ini ?" Tanya Chen Fei.
"Baru 1 hari, kamu adalah pelanggan pertamaku. " Jawab Jiang Ying.
"Oh, kalau begitu maka kita memang berjodoh satu sama lain. Paling tidak, selama satu bulan ke depan ini, kamu tidak perlu melakukan hal yang tidak kamu sukai. " Balas Chen Fei.
"Apakah Tuan Muda yakin benar benar tidak ingin melakukan sesuatu ? Dengan bayaranmu yang sangat mahal, bukankah kamu akan rugi ?" Tanya Jiang Ying dengan ragu.
"Bagiku, tidak ada rugi atau untung dalam hal ini. Sebagai gantinya kamu nyanyikan saja lagu untukku dan carilah beberapa informasi mengenai Klan Chen. " Jawab Chen Fei.
"Baik, aku mengerti Tuan Muda. " Balas Jiang Ying langsung paham, dia adalah seorang gadis yang sangat cerdas.
Tidak lama kemudian, sebuah lukisan terpampang dengan jelas dan menunjukkan seorang wanita yang sudah dewasa tetapi belum terlalu tua dan menunjukkan jejak kepahlawanan yang tergambar jelas di antara kedua alisnya.
...----------------...
Jangan lupa like, komen, dan vote ya 😊
ceritanya bagus and alur jelas