Reina putri tunggal seorang CEO perusahaan besar yg sudah kehilangan ibunya saat melahirkannya harus menerima kenyataan bahwa Ayahnya sedang sakit parah. Ayahnya berencana menjodohkannya dengan seorang bodyguard.. Jaka adalah bodyguard yg akan dijodohkan dengannya. Tapi Jaka pun tidak tahu masalah perjodohan ini. Apakah perjodohan ini akan terjadi?? Akankah Reina ataupun Jaka akan jatuh cinta?? Akankah Reina menyetujui permintaan Ayahnya yg sedang sakit parah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hunny24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 Kabur
Reina yang sedang tidur terlelap pun bangun karena rasa lapar. Saat bangun sudah ada Bi Inah dan yang lain menyiapkan segalanya. Bau masakan khas koki yang membuat Reina berselera makan. Makanan itu pun sudah tersedia di atas meja dan tinggal disantap.
"Eh.. Bi Inah kapan sampai?" tanya Reina.
"10 menit yang lalu non.. sudah makan dahulu, tadi kata Mas Jaka non Rei sudah lapar" jawab Bi Inah sambil tersenyum.
"Iya Bii.. terimakasih ya semuanya" jawab Reina kepada semua asisten.
"Iya non.. Baju ganti sudah ada di kamar, nanti setelah makan non bisa ganti biar lebih nyaman" kata Bi Inah.
"Iya Bi" jawab Reina yang lalu mengunyah makanannya.
Setelah Reina makan, Jaka menelepon Pak Sis.
"Halo Mas Jaka bagaimana kondisi?" tanya Pak Sis khawatir.
"Iya Pak, keadaan berubah Pak. Reina siap-siap ganti pakaian agar tidak mencolok dan segera tinggalkan apartemen. Aku akan segera sampai kesana" jawab Jaka.
"Baik Mas" jawab Pak Sis.
Lalu Pak Sis memerintahkan Bi Inah dan yang lain bersiap-siap meninggalkan apartemen, sambil menunggu Jaka. Bi Inah pun menyuruh Reina untuk segera bersiap-siap.
"Non bersiap-siap lah, Mas Jaka sebentar lagi datang. Sepertinya kondisi tidak baik" kata Bi Inah.
"Baiklah Bii, sudah dimulai ya.." jawab Reina yang lalu masuk ke kamar untuk bersiap-siap.
"Ya Tuhan apalagi yang akan terjadi.. Kepergian Ayah membuat mereka semakin menjadi.. Beri aku kekuatan untuk menghadapi mereka ya Tuhan.." doa Reina dalam hati.
Reina pun bersiap-siap, namun ternyata sudah ada mata-mata Chandra yang mengikuti di bawah apartemen. Mata-mata tersebut sudah mengirim info lokasi dan meminta bantuan untuk segera datang menculik Reina.
Pak Sis dan anggotanya sudah berjaga dan bersiap di sekitar apartemen. Mereka melihat beberapa orang mencurigakan dan mengawasinya. Lalu datanglah Gatot dkk dengan pasukan tambahan dari tempat Bima. Mereka menyergap dan berkelahi dengan anggota Pak Sis. Anggota Pak Sis tidak mampu menahan mereka hingga mereka mampu masuk ke dalam gedung. Mereka berusaha mencari Reina, hingga kerusuhan pun terjadi. Orang-orang penghuni apartemen ketakutan dan memilih untuk mengunci pintu rapat-rapat.
Mereka langsung ke lantai 30 karena menurut info dari Chandra bahwa surya membeli semua apartemen di lantai 30. Dikamar Reina sudah bersiap-siap bersama Bi Inah dan beberapa orang ART di rumahnya. Pak Sis berusaha menahan mereka di pintu masuk sementara mereka bersembunyi di kamar. Reina pun menelpon Jaka.
"Ha-hallo.." kata Reina panik.
"Iya ada apa Rei?"tanya Jaka.
"Mereka sudah sampai di depan kamar Coach, kau ada dimana?"tanya Reina.
"Sudah dekat Rei, aku akan kesana secepatnya" jawab Jaka yang langsung melaju cepat ke apartemen.
"Cepatlah Coach, jumlah mereka banyak sekali. Pak Sis dan Pak Kus sedang menahan mereka di pintu masuk" jawab Reina.
"Baiklah tunggu aku disana" jawab Jaka yang lalu menutup teleponnya.
"Sialan ba***an2 itu sudah sampai di apartemen." gumam Jaka kesal.
"Hallo Bima.." kata Jaka yang langsung menelepon Bima.
"Iya senior, ternyata pasukan bantuan mengalami kemacetan di jalan. Aku rasa mereka sengaja membuat kemacetan. Tapi mereka berhasil lolos dan menuju apartemen. Aku dan timku juga akan segera kesana" jawab Bima.
"Baguslah Bima, cepatlah kesana.. kondisi disana sangat berbahaya." jawab Jaka.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kondisi Apartemen
"Bi jika mereka masuk, aku akan keluar dan menyerahkan diri biar kalian tidak jadi korban" kata Reina.
"Jangan Non.. mereka berbahaya. Biar Pak Sis dan pasukannya saja yang melawan" jawab Bi Inah sedih.
"Bibi tenang saja, ada Coach Jaka disini. Aku yakin Ayah memilihnya karena Ayah percaya padanya. Aku juga sedikit bisa beladiri, jadi Bibi dan yang lain tenang saja"kata Reina.
"Tidak non.. pokoknya tidak boleh" jawab Bi Inah melarang.
"Baiklah.. aku ada rencana" kata Reina.
"Apa non?" jawab Bi Inah.
"Pak Kepala koki.. apakah membawa bubuk lada, saus tomat atau cabai mungkin?"kata Reina.
"Ada non tapi cuma bubuk lada dan saus tomat" jawab kepala koki.
"Baiklah cukup. Kumpulkan semuanya disini" jawab Reina.
Setelah mengumpulkan bahan-bahan yang dibutuhkan, Reina meraciknya. Lada dicampurkan ke dalam air dan ditaruh di botol sprei. Dan saus tomat dibiarkan dibotol.
"Jadi begini, kalian pegang ini satu persatu. Jika dalam bahaya semprot saja ke wajah mereka lalu kabur. Kita akan turun dan masuk ke mobil kalian, lalu kabur. Barang-barang tinggalkan saja disini. Oh iya apa ada teflon disini?" tanya Reina setelah menjelaskan.
" Ada non.. di dapur tadi habis dicuci" jawab asisten koki.
"Baiklah saat kalian keluar lindungi aku.. aku akan mengambil teflon atau panci tambahan jika ada" kata Reina.
Lalu mereka keluar dan melindungi Reina.. mereka berjalan mengendap-mengendap agar tidak ketahuan. Begitu sampai di dapur, Reina lalu mengambil beberapa peralatan teflon, panci dan spatula. Reina membagi senjata dapur tersebut, setelah semua mendapat senjata masing-masing Reina melihat kondisi. Namun, sayangnya ketahuan oleh salah satu penjahat tersebut. Tapu dengan cepat Reina memukulnya dengan Teflon hingga orang itu pingsan. "makan tuh teflon, macem-macem aja" gumam Reina dalam hati.
Bi Inah dan beberapa staf dapur panik, namun Reina bisa menyelesaikannya dengan satu pukulan teflon. Tapi ternyata beberapa orang sudah masuk ke dalam apartemen. "Mau kemana nona cantik? hehe" kata salah satu penjahat bernama Gatot.
Jangan lupa mampir di novel q juga ya.. kita saling support