"Dialah Raka Budiman"... harus menerima perjodohan yang sudah di atur oleh orang tuanya dengan Airin setyani yang masih duduk di bangku SMA kelas 3 .!....
Lalu bagaimana kisah mereka berdua...!?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yati Dami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 21
Ay... Ay.... panggil raka pada airin sambil menepuk pundak airin.
Merasa pundaknya di tepuk airin pun baru sadar kalau dirinya sedang melamun. Eh ya om ada apa.
"Kita sidak sampai di tempatnya pak ono jadi mau makan gak? "
Jadi lah om aku sudah laper banget nih, sambil mengelus perutnya sendiri.
Keduanya pun berjalan beriringan menuju tempat makan tersebut dan memesannya.
"Pak bebek goreng nya dia porsi ya sama minumnya es jeruk dua juga! "
"Siap mas, mohon di tunggu sebentar! " ucap bapak penjualnya.
Raka pun menghampiri istrinya yang sudah duduk di bawah yang memilih duduk di lesehan. Raka pun mendudukkan dirinya di depan istrinya.
Ay, mendengar suaminya memanggilnya.
Airin pun menoleh lagi lagi tatapan mereka bertemu satu sama lain,airin pun merasakan perasaan yang aneh dalam hatinya dan jantung nya selalu berdetak lebih cepat saat tatapan mereka bertemu tapi belum menyadari perasaan nya sendiri bahwa sudah tumbuh benih benih cinta dalam hatinya untuk suaminya. "Perasaan apa ini kenapa aku mulai nyaman saat bersamanya! " tentu hanya mampu di ucapkan dalam hatinya.
Ay, panggil raka lagi.
"Iya om ada apa?" sambil merutuki kebodohannya sendiri bisa bisanya melamun lagi di depan suaminya.
Akhir akhir ini aku perhatiin kamu sering melamun, memangnya ada masalah apa coba cerita ke aku biar beban mu sedikit berkurang.
"Masak iya aku cerita kalau aku merasa nyaman dengannya bisa besar kepala nanti.! ucapnya dalam hati.
Eh tidak ada apa apa om cuma lagi capek aja, karna sebentar lagi aku udah mau ujian sekolah. elaknya airin.
Oh, hanya itu yang keluar dari mulut raka, tapi mendengar jawaban istrinya seperti itu tentunya tidak percaya begitu saja, dia hanya diam tidak menanyakan lagi.
"Om,tadi kok tau kalau aku lagi nonton?" tanyanya sambil mengalihkan pikiran.
Dari anak buah ku, setelah aku tau langsung menyusul mu! jawabnya dengan jujur tanpa ada yang di tutupi.
Ketika airin hendak bicara pesanan mereka datang, bapak penjualnya pun meletakkan di meja tersebut.
Monggo mas, dek mohon di makan mumpung masih anget!
Terima kasih pak ucap keduanya bersamaan.
Ayo kita makan dulu bicaranya di lanjutkan nanti di rumah. ucapnya raka sambil mengelus kepala airin, airin hanya menggunakan kepalanya saja.
Mereka menikmati makanannya dengan tangannya langsung tidak menggunakan sendok, karna akan terasa nikmat kalau memakan langsung dari tangan bagi mereka berdua.
"Om ini enak boleh nambah gak? " punya ku sudah habis. mintanya airin dengan tampang memohon.
Tentu saja.
"Cepat amat makannya punya ku saja belum habi dia sudah mau nambah hehe."tentu hanya bicara dalam hati kalau gak istrinya pasti sudah marah marah.
Raka pun kembali memanggil penjualnya untuk memesankan permintaan istrinya, karna raka tidak mau kalau istrinya kelaparan nantinya.
"Pak mau nambah satu lagi ya pak! "
Baik mas saya siapin dulu.
Setelah pesanan keduanya datang airin pun kembali memakannya dengan lahab dan itu membuat raka merasa senang melihat istrinya makan dengan mulut yang penuh dengan makanan
"Mainnya pelan pelan saja tidak ada yang meminta makanan mu!"
Airin pun hanya menoleh sebentar dan kembali memakannya dengan pelan tidak seperti tadi. "Duh malu gue kenapa kamu ceroboh banten! "bicaranya pada diri sendiri.
Sudah habis om aku cuci tangan sebentar, airin pun berjalan ke samping yang ada orangnya untuk membersihkan tangannya yang terdapat sisa makanannya tadi. dan kembali menghampiri suaminya.
"Ayo om pulang, tapi om bayar dulu! "
"Pak sudah, berapa semuanya? "
Seratus lima belas mas.
Raka pun mengambil uang merah dua lembar dan memberikannya.
"Yang pas saja mas belum ada kembalinya karna baru buka! "
Tidak usah kembali pak, buat bapak saja. sambil meninggalkan warung makan tersebut.
Kalau begitu Terima kasih mas semoga rizki mas semakin lancar. raka mun mengamini nya.
Raka membuka pintu mobil dan masuk karna istrinya tadi masuk duluan saat dirinya membayar makanan mereka.
Bersambung....