IG : Srt_tika92
Kisah cintanya tak seindah yang ia bayangkan. Milly harus berusaha keras mendapatkan cinta dari seorang pria bernama Mario yang tak lain adalah Sean,putra yang dibesarkan oleh sang ayah. Putra dari mantan istri ayahnya.
Milly bertemu Mario pertama kalinya di sebuah club malam, dan Milly langsung menjatuhkan hatinya pada pria tersebut.
Disini juga menceritakan bagaimana kisah cinta Gavin dan Mike untuk mendapatkan cinta sejatinya. ( kisah cinta keluarga besar Nugroho dan Yamazaki)
Ikuti kisah selanjutnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susi sartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Milly dan Dinda
Sebelum membaca, jangan lupa berikan dukungan nya, kasih like, komen, vote.
Vote yang banyak ya biar Author semangat
Happy Reading
🌺🌺🌺
Hari ini liburan Milly akan berakhir, jadwal keberangkatan mereka pukul tiga sore hari.
Sebelum pulang, Milly dan Mora menyempatkan berkeliling di pusat perbelanjaan terdekat untuk membeli oleh oleh.
Sementara Justin dan Darren hanya mengantarnya, mereka memilih menunggu di sebuah cafe, ikut berkeliling dengan para gadis akan membuatnya bosan.
" Justin.. apa kau menyukai Milly? " Darren bertanya sebelum menyesap minumannya yang sudah ada di tangannya.
" Tentu saja aku menyukai Milly, pria mana yang tidak menyukai gadis cantik seperti Milly. " Justin mengakui perasaannya yang memang sudah tertarik pada pandangan pertama ketika melihat Milly.
" Tapi, kenapa kau tidak bertindak cepat, kau tidak takut Milly menjadi milik orang lain? " Darren.
" Aku tidak percaya diri, melihat latar belakang keluarga Milly yang bukan orang sembarangan. " jelas Justin. " Dan pria itu.. "
" Pria? siapa? "
" Pria yang waktu itu menolong Milly, dia bukan pria biasa.. " Justin.
" Siapa memang? kau mengenalnya? "
" Aku hanya sedikit tau tentang pria itu, sepertinya dia tertarik dengan Milly, aku hanya tidak mau mati konyol mengajar Milly yang belum tentu dia membalas perasaan ku. " Justin.
" Oh... " Darren mengangguk mengerti.
" Berteman saja sudah cukup. " Justin.
***
Di tempat lain.
Mike telah merubah penampilan nya. Rambut gondrongnya telah ia pangkas menjadi rambut bermodel kekinian. Jambang lebat yang biasanya menghiasi rahang tegasnya kini telah ia cukur tipis.
" Kak.. apa aku tidak salah lihat? " ucap Mario yang melihat Mike merubah penampilannya.
Mike adalah kaka tiri dari Mario, anak dari seorang perempuan keturunan Inggris yang menikah dengan Morgan.
Morgan dan Ibu kandung Mike menjalin hubungan pada saat mereka kuliah di Universitas yang sama di London.
Mereka cukup lama menjalin hubungan sampai akhirnya memutuskan untuk menikah.
Ibu kandung Mike meninggal setelah berhasil melahirkan Mike ke dunia ini.
" Tidak! " Mike.
Mario hanya bisa menatap heran Mike, karena baru kali ini dia berpenampilan berbeda.
Tidak hanya Mario, semua anak buahnya yang berjejer di belakangnya juga ikut terheran dengan sikap bosnya yang tidak biasa.
" Mau kemana kak? " Mario.
" Aku akan berkencan, kalian tidak usah mengikuti ku. " Mike berjalan meninggalkan Mario dan anak buahnya, berjalan dengan penuh percaya diri, wajah yang biasanya menakutkan bagi siapa pun yang melihatnya, sekarang terdapat seukir senyuman di wajah sangar itu.
Siulan yang ia ciptakan dari mulut yang sedikit tebal mengisyaratkan hatinya yang sedang berbunga, menemani setiap langkahnya.
" Milly... I am coming... " gumamnya.
Dengan hati yang bersorak gembira, Mike menuju ke Resort tempat Milly menginap.
Namun harapan nya pupus setelah sampai dan cukup lama menunggu kehadiran Milly yang tak kunjung menemuinya.
Dan bodohnya Mike tidak menanyakan nomor ponsel Milly untuk menghubunginya jika sesuatu seperti ini terjadi.
" Permisi.. apa kau kenal yang bernama Milly, dia menginap disini ? " Mike memutuskan bertanya kepada salah satu receptionist yang sedang bertugas.
" Maaf tuan, kami tidak di perbolehkan memberitahu informasi pengunjung Resort. " jawab receptionist itu.
Mike mendengus kesal karena tidak mendapat kan info tentang Milly.
Mike tidak punya banyak waktu untuk menunggu lebih lama lagi, sudah dua jam Mike menunggu di lobby berharap Milly segera keluar atau kembali dari suatu tempat. Namun, Milly tak kunjung menampakan dirinya. Akhirnya Mike menyerah dan meninggalkan Resort.
***
Satu minggu kemudian, kedua orang tua Mario datang ke Jakarta untuk menetap sebentar, guna menghindari musuh besar Mike yang siap kapan saja menyerangnya.
Mansion yang belum lama Mario beli, kini di tempati keluarga besar Yamazaki termasuk dirinya, Mario lebih memilih meninggalkan apartemen nya dan tinggal dengan kedua orang tuanya.
" Mario, bisa temani Bunda ke supermarket terdekat? " ucap sang ibu yang tidak lain adalah Dinda.
" Tidak usah repot bunda, suruh pelayan saja. " Mario.
" Bunda ingin keluar sebentar, sudah lama bunda tidak melihat kota ini, "
" Baiklah, aku antar bunda. " Mario bergegas mengganti pakaian rumahnya.
Mereka pun pergi ke supermarket terdekat, hanya butuh waktu 20 menit untuk sampai ketempat itu.
" Bunda, Mario tunggu di sini saja. " ucap Mario menunjuk sebuah cafe. " Jika bunda sudah selesai segera telfon Mario. "
" Oke. "
Dinda berkeliling supermarket mencari semua keperluan yang di butuhkan. Sudah satu troli di penuhi berbagai macam sayuran dan buah buahan.
Bruuukkkk... seseorang menabrak troli milik Dinda.
" Maaf tante... " cicit seorang gadis cantik yang tidak sengaja menabrak.
" Tidak apa, apa kamu baik baik saja. " Dinda membantu gadis itu untuk berdiri.
" Aku baik baik saja tante.. "
" Ada yang bisa tante bantu? " tanya Dinda yang melihat gadis itu tengah mencari sesuatu di rak panjang yang berjejer berbagai macam bumbu dapur.
" Em... tante sebenarnya aku mencari minuman kesukaan ku, tapi seperti nya aku tersesat. "
" Oh, ayo tante antar, rak minuman ada di sebelah sana. "
" Apa tidak merepotkan tante? "
" Tidak sama sekali, kebetulan tante juga ingin membeli yogurt. "
" Ah, tante baik sekali. Terimakasih tante. "
" Iya sama sama, siapa nama kamu? boleh tante tau? "
" Tentu saja boleh, nama ku Milly . Kalau tante? " Milly balik bertanya.
" Dinda.. "
Milly tersenyum menampilkan wajah cantik nan menggemaskan.
" Wajah itu mengingatkan ku pada seseorang. " batin Dinda.
" Milly, bersama siapa kau datang kesini? " tanya Dinda untuk membuka percakapan sembari menyusuri lorong untuk sampai ketempat yang mereka tuju.
" Sendiri tante, kampus Milly dekat di sekitar sini. " jelas Milly, " Tante juga sendiri ke tempat ini? " tebak Milly yang tidak melihat siapa pun yang menemani Dinda.
" Tante tidak sendiri, anak tante menunggu di cafe itu. " Dinda menunjuk sebuah cafe yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.
" Oh.. " Milly menganggukan kepalanya.
Mereka pun sampai di tempat yang di penuhi berbagai macam jenis minuman.
" Milly, bisa ikut tante sebentar, kita temui anak tante dulu. " Dinda terlihat sangat menyukai Milly, dan ingin lebih mengenalnya. Mengingat dirinya tidak memiliki seorang anak perempuan.
" Tapi... "
" Tante mohon, " ucap Dinda.
" Baiklah.. " Milly pun menyetujui permintaan perempuan setengah baya yang baru ia kenal.
Seusai membayar semua belanjaanya, mereka berdua menuju tempat dimana Mario tengah menunggu Dinda.
*
*
*
Jangan lupa Vote.. vote.. vote...
Karena Vote kalian membuat Author semangat up.
Nanti malam aku up lg.
Bye.. bye..