Berawal dari kesalahan Mike dan Sandra yang menyebabkan Sandra harus hamil di luar nikah. Mike pun di usir dari rumah. Lalu Mike membawa Sandra kabur dari rumah orang tua Sandra dan menikah tanpa restu orangtua. Lalu papa Mike berusaha membuat hidup mereka menderita agar Mike meninggalkan Sandra dan balik padanya.
Suatu saat Sandra kontraksi. Tak satu pun warga mau menolong mereka. Mike hanya menemukan gerobak dan membawa Sandra dalam kondisi hujan ke rumah sakit. Mike meminta tolong pada pihak rumah sakit untuk menolong Sandra dengan kekuatan terakhirnya lalu Mike pun pingsan. Lalu keduanya langsung di tangani. Mike pun meninggal. Sandra melahirkan bayi laki-laki yang lucu.
Mengetahui anaknya meninggal, Pak Anwar pun mengambil mayatnya Mike beserta anak mereka. Sandra yang masih lemah tidak dapat mengejar Pak Anwar dan terjatuh.
“Jangan Ambil Anakku” Ucap Sandra saat dia terjatuh .
Bagaimanakah nasib Sandra dan anaknya? Apakah Sandra masih bisa bertemu dengan anaknya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Jenius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Pak Budi & Mike Pergi Ke Bandung Menemui Intan. (Part 2)
Pak Budi dan Mike pergi ke Bandung dengan menggunakan bus. Mereka duduk bersebelahan. Perjalanan yang dilalui kurang lebih tiga jam tersebut dihabiskan Mike dengan tidur saja. Karena Mike sama sekali nggak bisa tidur dari semalam. Pak Budi yang di sebelahnya pun hanya diam saja dan tidak mengganggu Mike. Pak Budi tahu Mike yang memiliki beban berat belum tidur dari semalam. Ada rasa kasihan dan iba dalam diri Pak Budi untuk Mike tapi nggak tahu harus berbuat apa. Pak Budi hanya bisa menawarkan pekerjaan yang diberikan oleh keponakannya yang ada di Bandung. Ntah Mike diterima atau nggak nantinya, Pak Budi pun nggak bisa memastikannya.
Saat mereka hampir sampai di Bandung, Pak Budi pun dengan segera membangunkan Mike.
“Mike.. Bangun..!!” Pak Budi menggoyangkan badan Mike yang berada di sebelahnya tersebut.
“Hmmm…!!” Mike yang terlelap dengan nyenyaknya belum terbangun. Dia hanya menggumam saja.
“Mike.. Bangun. Kita sudah hampir sampai di Bandung. Kamu mau tiduran terus???” Pak Budi menggoyangkan badan Mike lebih keras dari sebelumnya.
Mendengar kata Bandung, Mike akhirnya tersadar kalau mereka sekarang ini masih di dalam bus dan sedang menuju ke Bandung. Mike pun terbangun dan menyadarkan dirinya sendiri.
“Eh.. maaf Pak. Mike kayaknya ketiduran.”
“Bukan kayaknya Mike. Memang kamu tidur mulai dari kita naik bus ini sampai barusan. Kalau bapak nggak bangunin kamu, bisa-bisa kamu ikut balik ke Jakarta lagi di bawa bus yang sama.” Ledek Pak Budi.
“Ahh.. Bapak bisa saja. Mike pasti tahu kok kalau sudah sampai di Bandung.”
“Hahaha.. Gimana mau tahu, orang kamu nya tidur kayak orang mati. Nggak bergerak sama sekali. Kamu benar-benar ngantuk ya?” Pak Budi bertanya penuh perhatian.
“Iya Pak. Entah kenapa rasanya Mike ngantuk banget nih.”
“Iya bapak tahu. Makanya bapak membiarkan kamu saja tidur sampai saat ini.”
“hahaha.. maaf pak. Ehh.. Kita udah sampai Bandung ya?” Mike celingak celinguk celinguk melihat keadaan sekitar.
“Belum. Kita masih di tol Cipularang Mike. Tapi kan bentar lagi sampai ke Bandung.”
“Ooo. Baiklah Pak.” Ucap Mike pada Pak Budi.
Tak lama kemudian, bus yang mereka tumpangi pun sampai di kota Bandung. Pak Budi dan Mike pun turun saat mereka sampai di terminal.
“Trus kita kemana Pak?”
“Kita mau pergi ke daerah Lembang Mike.”
“Ooo.. Baiklah Pak. Berarti kita naik bus lagi ya pak?’ Tanya Mike.
“Iya Mike.”
Pak Budi pun hendak membelikan karcis bus untuk pergi ke Lembang, Mike mengikutinya. Namun saat hendak membayar, Mike langsung menyodorkan uangnya dan tidak membiarkan Pak Budi yang membayarkannya untuk Mike.
“Pakai ini saja Pak. Mike masih punya sedikit uang. Paling tidak untuk ongkos dan makan beberapa bulan Mike ada kok pak.”
“Nggak usah. Simpan saja uang kamu. Nanti kamu pasti akan lebih membutuhkannya. Apalagi pacar kamu kan sedang hamil. Pasti butuh untuk anak kalian nanti.” Pak Budi menolak uang Mike.
“Tapi Pak, kita ke Bandung kan karena ada urusan Mike. Masak jadi bapak yang bayar?”
“Nggak apa-apa. Anggap saja bapak menolong kamu. Bapak itu kalau menolong orang selalu sampai tuntas nggak pernah tanggung-tanggung.”
“Astaga Pak. Bapak kok baik banget. Gimana caranya Mike membalas semua kebaikan bapak pada Mike?”
“Nggak usah di balas. Nanti saja kalau kamu sudah berhasil, jika ada orang yang membutuhkan bantuan kamu, kamu harus membantunya juga seperti bapak membantu kamu.”
“Iya pak. Baik. Aku akan mengingat pesan bapak tersebut.”
Lalu Pak Budi dan Mike pun menaiki bus yang menuju Lembang. Saat ini waktu sudah menunjukkan hampir pukul sepuluh pagi. Dan perjalanan ke Lembang membutuhkan waktu hampir satu jam.
Akhirnya mereka pun sampai di Lembang. Pak Budi langsung mengajak Mike ke Penginapan tempat dia akan bertemu dengan Intan.
Sesampainya di penginapan tersebut, Pak Budi langsung menelpon Intan.
“Halo..” Jawab Intan saat mendengar handphone nya berbunyi dan melihat Pak Budi yang memanggilnya.
“Halo Intan. Ini Pakde. Kamu ada di mana? Pakde sudah sampai di penginapan ini Intan.”Kata Pak Budi saat menelpon Intan.
“oo.. Kalian sudah sampai ya pakde? Bentar ya pakde, Intan sudah mau sampai ke sana kok.”
“Baiklah Intan. Pakde tunggu di sini ya.”
“Siap Pakde.”
Setelah itu Pak Budi pun melihat ke arah Mike yang masih duduk di sebuah bangku di depan penginapan tersebut.
“Gimana Pak? Apa Intan sudah mau ke sini?” Tanya Mike langsung setelah melihat Pak Budi sudah menutup telponnya.
“Sudah Mike. Katanya bentar lagi dia sudah sampai ke penginapan ini.”
“Baiklah Pak.”
Sambil menunggu Mike pun melihat ke sekeliling penginapan tersebut. Mike melihat penginapan itu cukup luas juga. View yang ditampilkan pun sangat bagus. Pastinya setiap tamu yang menginap di sini pasti merasa sangat nyaman dan dapat menghilangkan stress yang dia rasakan sebelum ke sini.
“Penginapannya bagus juga ya pak. Cuma kayaknya kurang terawatt.” Mike mengatakan pendapatnya pada Pak Budi.
“Iya. Dulu penginapan ini nggak seperti ini. Dulu penginapan ini sangat terawat dan teratur. Namun seperti yang bapak bilang kemaren. Semenjak si penjaga penginapan kemaren menikah dan memilih ikut suaminya. Penginapan ini seperti kehilangan nyawanya dan perlahan menjadi nggak terawat seperti ini Mike. Itulah makanya Intan, asisten pemilik penginapan ini ingin mencari seseorang yang bisa mengurus penginapan ini dengan baik agar tetap bisa berjalan dengan baik seperti dulu.” Jelas Pak Budi.
“Apa menurut bapak Mike sanggup mengerjakan dan bertanggung jawab atas ini semua?” Tanya Mike karena merasa dia kurang percaya diri untuk mengelola penginapan ini.
“Bapak yakin kok kamu pasti bisa mengurus penginapan ini hingga penginapan ini bisa maju dan berkembang seperti dulu lagi.” Jawab Pak Budi menyemangati Mike.
“Baiklah Pak. Walau Mike nggak cukup yakin tapi Mike akan berusaha mengerjakannya.
“Kamu pasti bisa. Yakinlah Mike.” Pak Budi meyakinkannya lagi.
“Iya Pak. Mike usahakan ya.”
“Oke Mike.”
Saat mereka masih bicara, tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti tepat di depan penginapan tersebut. Lalu seorang gadis yang berpakaian kerja formal pun turun dari mobil tersebut. Dan dia berjalan ke arah Pak Budi dan Mike.
“Pakde..” Intan langsung menyalam Pak Budi saat melihatnya.
“Intan. Wah.. kamu makin cantik saja ya..!” Puji Pak Budi.
“Ahh Pakde bisa saja.” Intan malu-malu akan pujian Pak Budi.
Intan pun melirik ke arah Mike. Ekspresi wajah Intan pun seakan ingin tahu siapa pria yang berdiri di samping Pak Budi.
“Eh.. Ini kenalin Intan. Ini namanya Mike. Pakde ingin kamu menginterview dia Intan.”
“Oh ini ya Pakde orang yang Pakde ceritain kemaren malam?”
“Iya Intan.”
Mike pun langsung berinisiatif mengulurkan tangannya ke arah Intan untuk memperkenalkan dirinya.
“Selamat siang bu Intan. Perkenalkan nama saya Mike.” Kata Mike sebagai ucapan perkenalannya.
“Selamat siang Pak Mike.”
Intan pun menjabat tangan Mike. Dia memperhatikan perawakan dari Mike tersebut dan juga penampilannya dari atas sampai ke bawan.
“Lumayan juga tampangnya..!!” Batin Intan dalam hati saat memperhatikan Mike.
telat mikir nya, makanya mikir sebelum berbuat
"aku dan teman kamarku"
terima kasih