Berawal dari cinta yang manis berlanjut dengan pernikahan yang harmonis. Membuat rumah tangga Abi dan Salma di penuhi dengan kebahagiaan.
Sebagai suami yang baik, Abi tidak pernah menuntut apapun terhadap Sang istri mengenai keturunan, Walaupun sebenarnya ia sangat ingin.
Hingga hampir dua tahun usia pernikahan mereka, Sebuah rahasia terungkap bahwa selama ini ayah dari Salma adalah seorang pria yang pernah membunuh kedua orangtua Abi di masalalu.
Sikap yang semula manis, lemah lembut serta perhatian penuh yang biasa Abi berikan terhadap Salma berubah menjadi datar dan dingin seakan sulit di sentuh.
Sampai Akhirnya Salma memilih pergi meninggalkan kehidupan suaminya setelah ia mengetahui fakta bahwa ia akan di jadikan alat balas dendam atas kematian orangtua Abi Suatu rahasia yang tidak Salma ketahui sama sekali.
Lalu bagaimana kelanjutan hubungan mereka?
"Aku memang pergi tapi aku tidak akan pernah melupakan memori indah cinta kita " _Salma Rania
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pikirkan Matang-Matang
Dari sore hingga menjelang petang Salma belum melihat sang suami masuk kembali ke dalam kamarnya. Ia tau sang suami sekarang tengah berada di dalam ruangan pribadinya.
Entah apa yang pria itu lakukan Salma tidak tau. Tapi yang jelas, Sekarang wanita itu sedang berpikir apa salah dia kepada Abimana. Kenapa suaminya tiba-tiba berubah seperti itu.
Apa ini ada hubungannya dengan kepulangan Clara besok? Tapi jika di pikir-pikir bukan itu karena Salma tau sendiri keduanya hanya bicara lewat pesan.
"Kamu kenapa sih mas.. Kalo aku ada salah ngomong dong.."Gumam Salma dalam kesendirian. Sikap Abimana yang tiba-tiba seperti itu jelas membuat hati Salma sakit tentu saja. Terlebih pria itu melempar pakaian yang sempat Salma siapkan tadi ke keranjang kotor, Sebagai seorang istri tentu saja Salma merasakan panas di lubuk hatinya.
Apa yang di lakukan suaminya tadi sungguh sangat keterlaluan, Seolah-olah tangan Salma begitu menjijikkan di matanya.
Waktu terus berjalan, Kini jam sudah menunjukkan pukul 18.30. Salma masih menunggu Abimana di kamarnya tapi Anehnya sang suami belum masuk juga.
Salma menarik nafas dalam-dalam, Wanita itu bangkit dan berjalan menuju keluar. Begitu sampai di depan pintu Kamarnya, Salma melirik pintu ruangan pribadi sang suami yang tertutup sangat rapat.
Dengan wajah sedih Salma lebih memilih untuk menuruni anak tangga. Wanita itu berjalan menuju dapur dan melakukan apa yang biasa ia lakukan, Yaitu memasak untuk sang suami dan juga Uncle Charles. Karena suaminya pernah bilang bahwa dia sangat suka dengan masakan olahannya. Ya,Siapa tau dengan memasak makanan kesukaan suaminya Abimana kembali membaik.
"Nona.." Salma menunduk saat beberapa pelayan itu menunduk melihat kedatangannya.
"Kalian belum memasak...?" Tanya Salma pada para pelayan yang belum memulai apapun.
"Belum, Nona.. Kami sedang menunggu Nona..."Salma mengangguk, Wanita itupun mulai memasak untuk makan malam.
Salma berusaha fokus walaupun saat ini pikirannya melayang kemana-mana. Berulang kali Wanita itu menarik nafas serta meminum air agar pikirannya lebih tenang.
"Tenang Salma.. Mas Abi pasti hanya marah sebentar saja.. iya.." Batin Salma meyakinkan diri sendiri. Dia sangat yakin bahwa kemarahan sang suami akan mereda setelah ini. Setelah itu ia akan bertanya apa yang membuat Abimana seperti itu.
"Nona..Anda menangis..?
Salma gelagapan, Ia segera menghapus air matanya. Dia tidak berniat menangis, Sungguh! Tapi Entah kenapa cairan bening itu tiba-tiba mengalir begitu saja.
"Nona punya masalah dengan Tuan? Tadi saya sempat melihat Tuan yang sepertinya tidak sedang tidak baik-baik saja. Seperti sedang marah.. " Jelas Pelayan itu. Pelayan yang sudah cukup lama bekerja di rumah itu sangat paham seperti apa tabiat Abimana.
Mendengar pertanyaan itu, Salma sebagai seorang istri dari pria tersebut langsung menggeleng. Bukan ingin menutup-nutupi. Hanya saja Salma berusaha agar privasinya tidak di ketahui orang lain.
"Enggak kok bik.. Saya dan Mas Abi baik-Baik aja kok..."Sembari tersenyum Salma berucap. Wanita itu segera menghindar agar tak ada lagi yang bertanya.
Fokus Salma saat ini yaitu hanya memasak untuk sang suami itu saja.
.
.
.
Sementara di salah satu ruangan pribadi milik Abimana. Pria itu tampak diam seribu bahasa. Di sampingnya Uncle Charles dengan setia menemani putra kesayangan majikannya itu.
Charles sudah tau semuanya, Karena Abimana sempat bercerita tadi. Uncle Charles pun juga sempat terkejut, Nyatanya gadis yang mereka cari-cari selama ini adalah Salma. Istri dari Abimana sendiri.
Pantas saja para anak buahnya sangat kesulitan mencari keberadaan gadis itu. Ternyata gadis itu sudah di lindungi dan yang melindungi adalah Abimana sendiri.
Melihat Abimana yang tampak hancur jelas Uncle Charles merasa kasihan. Tuhan seakan tidak berpihak papanya. Dua puluh tahun pria itu merasakan penderitaan setelah kepergian orang tuanya yang meninggal sangat tragis.
Charles kira Abimana sudah sangat bahagia dengan kehadiran Salma di hidupnya. Tapi ternyata, Semua salah. Abimana justru menikahi anak dari Evan, Seorang pria pembunuh kedua orang tuanya.
"Lalu apa yang akan kau lakukan setelah ini nak.."Tanya Uncle Charles kepada Abimana yang masih diam. Dengan kondisi kacau Abi menoleh ke arah Charles.
"Seperti tujuan Awalku Uncle...Aku akan buat dia menderita hingga dia lebih memilih untuk menyerah sendiri pada akhirnya..Aku ingin dia mati secara perlahan karena tekanan batin "Uncle Charles menghela nafas panjang, Jujur pria itu kurang setuju dengan rencana Abimana.
"Kenapa Uncle? Uncle tidak setuju?"Mata Abimana menajam, Ia tidak suka dengan ekspresi Uncle Charles saat ini. Dengan secara gamblang Pria berjambang lebat itu tidak menyetujui rencana Abimana.
"Bukannya Uncle tidak setuju nak.. Tapi tolong pikirkan baik-baik lagi.. Pikirkan matang-matang. Dia tidak tau apa-apa nak.. Yang salah hanya orang tuanya..
"Apa menurut Uncle aku tau segalanya!! Aku tidak tau apa? Ada hubungan apa Daddy Mommy dengan mereka di masa lalu, Aku juga tidak tau!.. Tapi andai malam itu Uncle tidak membawaku bersembunyi..Apa Uncle yakin kita masih hidup?? Aku rasa kita juga akan ikut menjadi mayat Uncle.."Dengan sesak di dada Abimana berkata dan mengulas masa lalu itu.
"Uncle tau kau sangat terluka nak..Tapi sebagai seorang pria kau tidak boleh seperti ini terus... Pria itu sudah mati. Biarkan dia pergi dengan dosanya itu.. Tapi untuk yang satu ini.. Uncle kurang mendukung Abi.. Ingat, Pikirkan matang-matang jika kau tidak ingin menyesal pada akhirnya, Kau mencintainya, Dan kau sendiri yang membawanya masuk ke dalam rumah ini..."Usai mengatakan itu Charles bangkit dari duduknya. Pria itu enggan jika harus berdebat. Untuk itu Uncle Charles memilih keluar dari ruangan tersebut.
Begitu meninggalkan ruangan pribadi Abimana. Tanpa Charles sadari dibalik guci besar itu, Salma berdiri disana. Entah sejak kapan tapi yang pasti wanita itu sempat tak sengaja mendengar sebagian pembicaraan dua pria beda usia itu. Itupun tidak terlalu jelas Salma dengar.
"Dia? Dia siapa yang mas Abi maksud.. Dan siapa yang dibunuh?
.
.
.
TBC
LAGIAN CLARA KOK PERGI NAIK TAXI BUKAN DIANTAR SUPIR KAN ORANG KAYA. SDH HAMIL BESAR HRSNYA GAK USAHLAH ANTAR BEKAL BUAT SUAMI TOH SUAMI JG SDH MAKAN DI MEETING. MOHON MAAF YA THOR🙏🙏