NovelToon NovelToon
Serpihan Cinta Di Atas Luka

Serpihan Cinta Di Atas Luka

Status: tamat
Genre:CEO / Anak Kembar / Pelakor / Teen Angst / Romansa / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:79k
Nilai: 5
Nama Author: Nay'ra

Senja Anjani, seorang gadis muda yang harus menjalani kehidupan penuh luka, air mata, serta cobaan hidup tidak ada habisnya.

di umurnya yang belum genap 22 tahun, ia kehilangan kesuciannya, di renggut secara paksa oleh Sagara Rahardian, yang tidak lain adalah kekasihnya.

Akibat kejadian satu malam, banyak kesalahpahaman terjadi pada perjalanan hidup mereka.
Benci dan cinta saling berebut untuk menguasai mereka.


"Sampai ragaku tak lagi bernyawa,
kebencian ku kepada mu akan tetap membara" (Senja)



Ayo...ikuti kisahnya 😍



*** hai Semuanya, mohon dukungannya ya, mohon kritik, serta sarannya 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nay'ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta

*** Selamat datang 🤗

Happy reading 😍

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Pesta pernikahan sederhana namun penuh akan keakraban masih berlangsung, sekarang giliran si centil Mahira yang tampil, dengan segala kelakuan ajaibnya.

"Kakek, Mbah, kalau Hira bernyanyi, jangan lupa sawerannya, Oke? harus duit biru, jangan duit hijau!" ujarnya memaksa.

Tergelak lah para penonton yang terdiri dari belasan bodyguard, pelayan serta karyawan inti perusahaan Rahardian MNC.

"Kakek Agam, ayo kita berduel bareng, nanti hasil saweran kita bagi dua, tetap harus Hira yang paling banyak dapatnya."

Mau tak mau Agam naik ke atas panggung mini "Nona kecil, tolong jangan panggil saya kakek!" walaupun tamu yang datang hanya terdiri dari para orang kepercayaan tuan Sagara, tetap saja Agam malu, bagaimana jika sampai sang tunangan tahu, kalau ia di panggil kakek, di umurnya yang belum genap 34 tahun.

"Siap lah, Hira akan merubah panggilannya, tapi gak gratis loh!" Agam cepat mengeluarkan dompet, mengambil lima lembar uang biru kesukaan nona kecilnya. langsung saja uang tersebut di sambar Hira, layaknya ikan mendapatkan makanan lezat.

"Terimakasih Mbah Kung, sudah baik sekali sama Hira."

Seketika Mulut Agam menganga, rahangnya jika tidak terlindungi oleh lapisan kulit, sudah pasti akan jatuh begitu saja.

Melihat Agam hanya diam seperti orang bodoh, Hira pun kembali memberikan kejutannya. "Mbah Kung Agam, pasti senang sekali kan? mendapatkan panggilan terbaru dari Hira, sampai gak bisa berkata-kata, saking gembiranya."

"I-ya Nona, saya sangat speechless."

"Apa itu sepaket?" Hira tak mampu mengucapkan kalimat Agam dengan benar.

"Artinya, Nona Hira sangat cantik." ucap Agam setelah mendapat tatapan tajam dari Sagara.

Tawa membahana memenuhi area taman, tempat di mana pesta pernikahan itu di gelar.

"Ya ampun, nona Hira menggemaskan sekali ya, Nyonya Senja" ucap Lidya yang duduk satu meja dengan Senja, Bintang, Mira & mama Nita.

"Maaf Bu Lidya, bisa tidak jangan memanggilku Nyonya, panggil nama saja" pinta Senja tak enak hati dengan gelar Nyonya.

"Tidak bisa Nyonya, walau bagaimanapun sekarang status anda adalah, Nyonya muda Rahardian!" kilah Lidya dengan sopan, Mira langsung setuju dengannya.

"Tetapi saya tidak nyaman, dengan sebutan nyonya, mohon pengertiannya Bu Lidya!"

Penuturan Senja bukan hanya membuat bingung Lidya, namun para pelayan yang duduk dekat mereka juga sama bingungnya. Harus bagaimana mereka memanggil sang Nyonya muda tersebut.

"Begini saja, jika Senja tidak mau di panggil Nyonya, kalian bisa memanggilnya dengan sebutan Ibu saja, karena Senja juga sudah menjadi seorang ibu, jadi mama rasa panggilan Ibu sudah tepat. bagaimana Senja?"

"Saya setuju dengan mama Nita, kalian cukup memanggil saya dengan sebutan Ibu, tanpa ada embel-embel Nyonya."

"Baik lah Bu Senja, sekarang giliran saya yang meminta pengertiannya, tolong jangan memanggil saya dan Lidya dengan sebutan Ibu, cukup nama saja!" pinta Mira.

"Gak bisa begitu Bu Mira, saya merasa gak sopan jika seperti itu, di karenakan umur kita terpaut cukup jauh. bagaimana kalau saya memanggil kalian berdua kakak saja?"

"Cocok itu Bu Senja, saya setuju!" timpal Lidya. Akhirnya perkara panggilan nama berhasil terselesaikan dengan baik.

"Kak Mira, kalau boleh tahu, ada berapa banyak orang yang tinggal di kawasan rumah danau ini?" tanya Bintang, ia heran saat dua hari yang lalu pindah ke rumah danau, begitu banyak para pekerjanya, baik laki-laki maupun perempuan.

"Kawasan danau buatan ini, hanya di peruntukkan bagi keluarga Rahardian saja, tidak ada orang luar yang di perbolehkan memasukinya"

"Di tanah seluas 2 hektar ini, terdapat lima bangunan rumah. satu rumah utama tiga lantai, yang nantinya akan di tinggali oleh keluarga inti Rahardian."

"Dekat pintu gerbang utama, terdapat bangunan dua lantai khusus untuk para bodyguard & pekerja laki-laki yang berjumlah 27 orang, sudah termasuk supir!"

"Lalu tidak jauh dari rumah utama, ada bangunan rumah dua lantai khusus untuk para pekerja wanita, berjumlah 21 orang sudah termasuk empat orang bodyguard wanita!"

"Ada juga bangunan klinik kesehatan, yang di jaga oleh tiga orang dokter, dan tiga orang suster, mereka berjaga secara bergantian!"

"Selain itu, area perumahan ini di lengkapi dengan fasilitas olahraga, hutan mini dengan tanaman pohon Cemara, tempat untuk bersepeda dan berjalan kaki, lapangan voli, dan landasan helikopter, serta taman bermain untuk Nona kecil, area berkuda, dan ada juga kebun binatang kecil!"

"Terakhir, di belakang rumah utama terdapat rumah panggung kayu berlantai satu, yang nantinya akan menjadi hunian pribadi, Tuan Sagara & Ibu Senja, sekarang masih dalam pengerjaan tahap akhir!" Mira menjelaskan dengan sedetail mungkin.

"Berarti, kawasan danau buatan ini seluruhnya milik, nak Sagara?" mama Nita bertanya.

"Iya Bu, tuan Sagara membeli seluruh kawasan danau ini, lihat saja tembok yang berdiri kokoh mengelilingi seluruh area ini, serta pintu gerbang utama, dindingnya terdapat lambang Rahardian MNC!" ujar Mira sambil mengarahkan wajahnya mengelilingi kawasan danau buatan tersebut.

"Apa tidak berlebihan?" tanya Senja entah kepada siapa

"Bagi Tuan Sagara, Tidak ada yang berlebihan Bu, jika menyangkut orang terkasihnya. sebenarnya pembangunan di kawasan ini, sudah di kerjakan lebih dari enam tahun yang lalu, namun banyak hal yang terjadi, sehingga terhambat penyelesaiannya. baru empat bulan yang lalu, tuan Sagara meminta para pekerja mempercepat finishing nya!" Lidya ikut menjelaskan.

"Enam tahun yang lalu, berarti setelah satu tahun kami menjalin kasih." batin Senja

Demi menghilangkan kecanggungan yang tiba-tiba terjadi, Bintang menyeletuk, "Kak Mira juga ikut tinggal disini, kan?"

"Iya Bintang, saya tinggal disni, sedangkan Agam hanya sementara waktu berada di sini, setelah ia menikah nanti, sudah tidak lagi tinggal di sini."

Lalu Bintang menoleh ke arah Lidya, "Jangan melihat ku seperti itu Bintang, sudah pasti aku gak bisa ikut meramaikan kawasan elit ini, sebenarnya sangat ingin, tetapi apa boleh di kata, aku sudah terlanjur bersuami." Lidya sudah menikah dua tahun yang lalu, namun belum di karuniai seorang anak.

"Kalau Mbak Mira sendiri, sudah berkeluarga belum? Maaf kalau pertanyaan saya tidak sopan" lirih Senja.

"Tidak mengapa Bu, saya sama sekali tidak keberatan" ujar Mira ramah.

"Saya seorang janda tanpa anak Bu, dulu sempat menikah, namun hanya bertahan satu tahun saja umur pernikahannya."

"Mantan suami Mira, seorang penjahat kelamin Bu, baru setahun menikah udah berani menunggangi rekan kerjanya sendiri!" ceplos Lidya tanpa filter.

"Auhh, sakit tahu Mir, cubitan mu pedes bener!" protes Lidya

"Mulut nya, kalau ngomong gak di saring dulu, lihat tuh Bintang, sampai tersedak air minum!"

Belum sempat Lidya melayangkan protesnya lagi, terlihat Sagara menghampiri meja mereka, sembari menggendong Maysarah yang sudah tertidur.

"Sayang, May sudah tidur, ayo kita taruh ke kamarnya!" ajak Sagara kepada Senja.

"Eh...i-ya Mas" betapa senangnya Sagara di panggil Mas lagi oleh Senja.

Senyum, siulan kecil & godaan ramah memenuhi aula kecil itu, mengiringi langkah Senja dan Sagara memasuki rumah utama.

"Sayang Kemari lah, dan bantu aku untuk menggosok punggung ku, Sayang..."

~ Bersambung ~

Mohon dukungannya ya kak 🤗, harap tinggalkan jejak like, subscribe 😍 terimakasih 🙏

1
𝐑𝐚'𝐳𝐢𝐞𝐥࿐
apa nama akun baru kkanya🥲🥲
Pie Yana
2 dukungan iklan dan 2 mawar untuk mu thor
Pie Yana
aduch Gusti ini anak ajaib bener
Pie Yana
tak semudah itu memang menghapus trauma masa lalu,apa lagi itu yg melakukan org yg paling kita cintai sebelumnya
Pie Yana
itu lebih baik
Pie Yana
ringan bener hukumannya
Pie Yana
hahaaaa😅🤣😂 nih anak kembar bikin sakit kepala ajah
Pie Yana
karma itu
Pie Yana
asal aja ngatai orang
Pie Yana
Tante mana yg gak ikut sedih melihat ponakan mengalami keadaan seperti itu,nyeksek lah
Pie Yana
nah ini type anak yg mudah di ajak kerja sama,TDK memperkeruh suasana dg kepanikan,yg ada dia santuy cuy😅
Nur Nuy
ko mau si sagara berhubungan badan ama iblis aturan mah kaga ya malas banget
Rey: mau gimana lagi kak. Si Anye pinter melobi ibunya Sagara 😊
total 1 replies
𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋yulia❤️⃟Wᵃfѕ⍣⃝✰❀∂я
yah... 😱😱😱 gpp deh kk... dtunggu lanjutannya... pasti seru.

padahal ini udh aku tunggu2 up nya... 🥰🥰 kngn sm si kembar . kangn bngt sm kakek agam..🤣🥰🥰🥰😘😘😘
𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋yulia❤️⃟Wᵃfѕ⍣⃝✰❀∂я: ok..👌
total 16 replies
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
maaf ya beb, hanya bisa kasih jempol
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
🌹+ 3 iklan untukmu, sayang ssnya lemot jd yg ketangkep mlh gambar yg lain🙏🙏🙏
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
😂😂😂😂😂
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
seram amat sisi lain sagara, apa semua pengusaha ky gitu ya?😲🤭
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
duuuh pinternya ngeles si Hira😍
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
😂😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!