NovelToon NovelToon
Lagu Cinta Untuk Mama

Lagu Cinta Untuk Mama

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:547.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sindya

Novel ini penuh air mata ya say...kalau tidak kuat Melo, tinggalkan saja...!

Penolakan sang suami untuk mengakui keberadaan putranya membuat Adis menyerah. Ia harus membesarkan putra semata wayangnya seorang diri.

Namun penderitaan makin sempurna yang harus ia alami saat putranya di vonis dokter mengalami sakit jantung membuat ia harus berpikir keras untuk mencari uang tambahan.


"Ya Allah. Dari mana aku harus mendapatkan uang 500 juta dalam sebulan?" desis Adis sambil mengelus dadanya yang terasa sangat sesak lagi sakit.


Bagaimana kisah ini selanjutnya antara Adis, suaminya Panji serta putra mereka Rian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Gagal Move On

Pagi harinya, seolah ingin menebus dosanya, Adis segera ke kamar Dina untuk menemui sahabat dan putranya itu. Usai sholat subuh, Adis hanya ingin memeluk putranya itu dan berharap Panji tidak menemui mereka.

Memang ada kemiripan wajah antara Rian dan Panji. Walaupun tidak begitu signifikan karena wajah Rian lebih dominan mirip dengan wajah Adis.

Adis menyapa keduanya begitu pintu kamar bagian dalam dibuka olehnya karena tidak di kunci. Hanya Dina yang sudah bangun sementara Rian masih tidur. Walaupun begitu Adis tetap menggoda putranya itu.

"Jam berapa kamu pulang semalam, Adis?" tanya Dina.

"Sekitar jam satu malam tiba di hotel," ujar Adis.

"Pantas saja aku tidak dengar kamu datang karena jam 12 aku sudah tidur," ucap Dina sambil memperhatikan wajah Adis yang terlihat sembab.

"Bagaimana dengan acaranya semalam? Apakah kamu bisa melewatinya?"

"Alhamdulillah. Aku sanggup melakukannya dengan baik karena aku tidak mau tuan Galih malu."

"Lalu, kenapa wajahmu terlihat sembab. Apakah kamu merasa kurang puas atau ...-"

"Aku bertemu lagi dengan bajingan itu," ucap Adis tanpa menyebutkan nama ayahnya Rian.

"Hahhh...? Serius kamu Adis?" wajah Dina tercengang parah karena tidak menyangka bakal ada perseteruan semalam.

Adis menceritakan bagaimana awal mulanya ia bertemu dengan Panji. Seseorang yang ingin ia lupakan dalam hidupnya. Dina begitu geram mendengarnya.

"Masih punya muka dia tiba-tiba datang mengakui mu sebagai istrinya. Beruntunglah tuan Galih mampu mengatasi situasinya dengan cepat. Jangan pernah lemah di depannya Adis. Kamu sudah keluar dari kubangan kesedihan yang selama ini menekan dirimu," ucap Dina memberi semangat.

"Tidak akan. Cukup sudah menjadi orang lemah. Mengemis cinta padanya namun sedikitpun dia tidak pernah menganggap aku ada," ucap Adis kembali menangis.

"Tolong jangan menangis lagi, Adis. Air matamu terlalu berharga untuk dirinya. Dia tidak pantas untuk kamu tangisi. Kamu punya kehidupan sendiri saat ini.

Kemarin kamu masih berharap padanya karena keterbatasan ekonomi dan cinta yang kamu punya untuknya masih ada. Dan sekarang, apakah kamu masih mencintainya?" tanya Dina.

"Entahlah. Aku tidak bisa menentukan perasaanku. Biarlah waktu yang akan membuktikan apakah aku masih mencintainya atau tidak.

Terlalu dini bagiku untuk sesumbar mengatakan tidak mencintainya sementara di lain hari mungkin saja mengkhianati prinsipku sendiri," jelas Adis.

"Baiklah. Tapi setidaknya jangan mencari perkara dengannya atau dia akan mengambil Rian darimu," ucap Dina menakuti Adis yang belum bisa move on dari Panji.

"Tidak akan ku biarkan itu terjadi. Aku sendiri yang membesarkan putraku dengan susah payah. Sementara dia tidak punya andil apapun. Mengingat penolakannya membuat hatiku sangat sakit," ucap Adis sambil menyeka air matanya.

"Kalau begitu, untuk masih belum move on darinya?" kesal Dina seraya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Adis tidak mau menjawabnya lagi karena suasana hatinya yang tidak bisa memberikan kepastian dirinya untuk mengambil keputusan. Adis menggoda lagi putranya agar segera bangun supaya mereka bisa sarapan pagi bersama.

"Baby....! Bangunlah...! Apakah kamu tidak lapar?" tanya Adis sambil menggelitik perut Rian yang reflek terkikik namun masih terlihat enggan membuka matanya.

Namun saat Adis beringsut bangun, Rian malah memeluk lehernya hingga kedua pipi mereka bersentuhan.

"Temani aku tidur sebentar mama..! Aku ingin merasakan pelukan mama," pinta Rian yang sudah mulai kehilangan momen kebersamaan mereka karena kesibukan Adis di dunia barunya. Yaitu seorang modeling.

"Ok. Ayo kita pelukan tapi hanya lima menit saja karena kita harus sarapan pagi. Mama sangat lapar saat ini." Memeluk tubuh putranya sangat erat.

"Baiklah mama." Keduanya memejamkan mata merasakan kehangatan kasih sayang diantara mereka dalam pelukan itu hingga terdengar pintu kamar mandi dibuka oleh Dina yang sudah terlihat rapi.

Adis melirik Dina yang mungkin saat ini sudah janjian dengan asisten Galih untuk sarapan bersama.

"Sayang. Bangunlah...! Tante Dina sudah terlihat sangat cantik. Apakah kamu tidak ingin menggodanya?" bisik Adis membuat Rian akhirnya bangun.

"Apakah Tante Dina akan kencan dengan om Andre, mama?" tanya Rian sambil cekikikan dengan wajah bantalnya.

"Sok tahu anak kecil. Kamu terlalu banyak nonton drama dewasa," geram Dina.

"Rian berkencan sama mama saja. Ayo sayang...! Kamu harus mandi...!" ucap Adis menarik selimutnya Rian.

Rian mengangguk pasrah saat tubuhnya sudah digendong oleh Adis dan masuk ke kamar mandi.

Ting....tong....

Dina tersenyum bahagia karena ia tahu itu adalah asisten Andre. Ia mematut lagi penampilannya di kaca lalu buru-buru membuka pintu kamarnya.

Dan sedetik kemudian asisten Andre terlihat sangat cool dengan penampilan santainya yang mengenakan kaus berkerah warna hijau di padu celana pendek santai.

"Kalau berpenampilan seperti ini kamu terlihat seperti anak kuliahan," puji Dina.

"Terimakasih. Apakah kamu menyukainya?" tanya asisten Andre.

"Hmm..!"

"Mau sarapan bersama denganku?" tawar asisten Andre seraya memberikan lengannya untuk di gandeng Dina.

"Dengan senang hati."

Baru saja keduanya melangkah, Galih sudah lebih dulu menegur keduanya.

"Maaf Dina. Apakah...-"

"Adis sedang memandikan Rian. Tunggu sebentar lagi. Sebaiknya tuan Galih ke kamar Adis karena saya melihat Adis memandikan putranya di kamar mandinya sendiri," ucap Dina memberi informasi kepada si tampan itu.

"Terimakasih." Galih memencet bel kamar dan tidak lama kemudian, Adis sudah membuka pintu kamar itu. Galih melihat ke dalam kamar di mana Rian sudah berpakaian tapi belum menyisir rambutnya.

"Silahkan masuk tuan...! Sebentar lagi kami selesai."

"Selamat pagi jagoan uncle..!" mengambil sisir dari tangan Adis dan menyisir rambut Rian.

"Uncle tampan sekali. Apakah uncle juga akan mengajak mamaku berkencan?" goda Rian membuat Galih tersedak dengan liurnya sendiri.

"Ayo ...! Kita sarapan. Mama sudah lapar," ucap Adis mengalihkan godaan putranya pada Galih yang terlihat sangat malu saat ini.

"Mau di gendong sama uncle?" tawar Galih dan Rian mengangguk setuju karena ia masih malas untuk bergerak.

Adis menutup pintu kamarnya dan berjalan beriringan dengan Galih menuju pintu lift. Walaupun Adis menutup wajah sembabnya dengan makeup tipis, namun Galih masih melihat bekas jejak air mata di sana.

Pintu lift terbuka, Rian minta di turunkan ketika melihat anak-anak sebayanya berlarian ke sana kemari. Galih menggenggam tangan Adis agar tidak bersentuhan dengan tamu hotel lainnya yang sedang berjalan berdekatan dengan mereka.

Rian menjadi perhatian anak-anak bule lalu menyapanya dengan ramah. Rian yang tidak begitu mengerti bahasa Perancis namun ia tahu cara berkomunikasi entah dengan apa membuat ketiga teman barunya mengajak Rian bermain dengan mereka.

Dua anak lelaki lebih tua dari Rian sementara ada gadis kecil yang seusia dengan Rian. Galih dan Adis tetap mengawasi Rian sambil berjalan menuju restoran hotel.

Kedua orangtuanya ketiga anak itu menghampiri Galih dan Adis. Mereka berkenalan satu sama lain lalu membuka obrolan biasa.

"Putra kalian sangat tampan. Apakah kalian baru memiliki satu anak?" tanya Nyonya Gwen.

Deggggg.....

Adis terperangah namun Galih yang menjawabnya sambil mengeratkan genggaman tangannya pada Adis.

"Kami sedang mengusahakannya untuk memberikan putra kami seorang adik," santai Galih tanpa beban. Adis tercengang dengan mata melebar, namun Galih tersenyum padanya sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Apaaa....?" sentak Adis membatin sambil menatap wajah Galih.

1
Arwondo Arni
siapa ayah adis blm dijetahui
Suyatno Galih
perkataan sll byk dlm hati, gak memuaskan, dsr biji
mbulet kyk kentut
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼🙏🏼
pipi gemoy
vote Thor,✌🏼
pipi gemoy
jodoh nya si panjul karena sdh tobat👻
pipi gemoy
wow Thor
alurnya susah ditebak 👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼☕
pipi gemoy
Lidia belum kena karma ini😤
pipi gemoy
Rian👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼🌹
pipi gemoy
happy wedding Gilang Adis n Andre Dina 🌹
pipi gemoy
kena mental si Panjul 😆👻
pipi gemoy
ternyata mama galih = mama Panjul kelakuannya 👻👻👻👻
pipi gemoy
dina memang badas🌹
mampus kau panjul👻😆
pipi gemoy
ini para asisten cerdas semuanya baik Andre maupun Rendy 👍🏼👏🏼🌹
pipi gemoy
good Rendy👍🏼🌹, emang setres si Panji 👻
pipi gemoy
sepertinya si mantan pecandu lagi eror
kangen katanya 🤦
hei dulu kemana kamu woiiii😤
pipi gemoy
Dina smart 🌹
noh Gilang seharusnya kamu berterimakasih sama Dina yg bisa membujuk Adis jd model 😎
pipi gemoy
Tuhan sudah membuka jalan, si Adis malah terlalu byk pertimbangan 🤦🤦🤦😁
pipi gemoy
hedeh si Panji mungkin masih eror 😆👻
pipi gemoy
datang langsung marah n memaki, ini pasti karena hasutan paman Panji 👻
pipi gemoy
mampir Thor
hedeh si Panji sdh di tolong disembuhkan dari kecanduan, malah menggigit orang yang menyembuhkan nya👎🏼😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!