NovelToon NovelToon
PESAN KEMATIAN

PESAN KEMATIAN

Status: tamat
Genre:Dunia Lain / Rumahhantu / Thriller / Roh Supernatural / Hantu / Iblis / Horor / Tamat
Popularitas:128.9k
Nilai: 5
Nama Author: Novi putri ang

Juara 2 Lomba Novel Horor 2023.

Season 1 Desa rawa belatung.
Season 2 Penelusuran gaib rania.
Season 3 Tumbal panti jompo.

Berawal dari ditemukannya buku catatan di sebuah kamar kost. Kamar yang dulunya di tempati oleh seorang gadis lugu. Ia merantau dari desa untuk bekerja di pabrik garment. Sejak ia ditemukan tewas di bangunan kosong yang tak jauh dari kostnya, banyak kejadian misterius yang terjadi di kost itu. Satu persatu teman-teman satu kost nya mendapatkan pesan misterius, yang berisi peringatan atau semacam ancaman. Pesan yang berupa selembar surat ataupun pesan singkat melalui ponsel, tiba-tiba dikirimkan untuk mereka.

Jika mereka tak melakukan apa yang dituliskan di pesan tersebut, maka mereka akan celaka dalam waktu yang sudah ditentukan di pesan tersebut. Sebuah pesan kematian yang akan mengantar mereka yang mendapatkannya bertemu dengan malaikat maut.

Tak ada yang tau siapa pengirim pesan kematian tersebut. Mungkinkah roh gadis itu gentayangan untuk membalas dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi putri ang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 ANAK KEMBAR?

"Sebenarnya ada apa? Kenapa kalian jadi seperti ini? Dan aroma apa ini, kenapa kau bau comberan gini sih?" Wanita berhijab hitam itu penasaran, ia memaksa Arum untuk mengatakan yang telah terjadi namun ia hanya diam dengan menundukkan kepala.

"Ya sudahlah, sana kau bersihkan badanmu dulu." Imbuhnya dengan menutupi hidung.

Arum melangkah pergi, ia ke toilet hanya untuk mengguyur pakaiannya yang berlumuran air comberan. Ia tak memiliki pilihan lain, dan tetap mengenakan pakaian yang sama. Tak lama setelahnya, Kara mendatanginya dan memperingatkan supaya ia tak mengadu pada siapapun. Supaya ia terbebas dari amarah Anita.

"Kalau lu cerita ke orang lain, jangan nyesel kalau Anita bakal lebih marah ke lu! Cegah Putri buat ngomong ke orang lain, bilang aja lu udah maafin gue sama Anita! Paham kan?" Bentak Kara dengan mencengkeram pergelangan tangan Arum.

Terlihat raut wajah Arum ketakutan, ia langsung menganggukkan kepala di depan Kara. Ia kembali ke ruang kesehatan untuk melihat kondisi Putri. Ternyata Putri sudah hampir sadar, ia mengedarkan pandangan seraya memegangi keningnya. Wanita berhijab hitam itu bangkit dari duduknya menghampiri Putri.

"Bagaimana kondisi mu Put? Apa kepalamu masih sangat sakit?"

"Mbak Nur? Kenapa aku ada disini mbak?" Ucap Putri setengah meringis seraya menyenderkan tubuhnya ke tembok.

"Loh, kok malah nanya aku sih Put? Tadi kau pingsan di depan pabrik, dengan kening mu yang berdarah. Sebenarnya ada apa? Kenapa kau dan temanmu dalam keadaan kacau seperti itu?" Tanya Nur mengaitkan kedua alis mata.

"Hmm itu... Tadi aku..." Jawab Putri tak melanjutkan kata-katanya, karena rasa pusing tiba-tiba menyeruak.

Arum langsung masuk ke dalam, ia memberikan penjelasan jika keduanya terjatuh.

"Putri kepleset mbak, kepalanya kebentur jalan. Aku yang mau menolongnya malah kepleset dan nyebur ke got, makanya badanku bau comberan!" Ucap Arum dengan memilin ujung pakaiannya.

"Loh... Rum..." Putri tercekat mendengar penjelasan temannya.

"Udah gak apa-apa Put, bagaimana kondisi mu sekarang?" Arum berkata dengan menggelengkan kepala, memberi tanda dengan gestur tubuh supaya Putri tak mengatakan yang sebenarnya.

"Bener kayak gitu Put?" Nur nampak kurang yakin dengan penjelasan Arum. Namun Putri terpaksa menganggukkan kepala, karena ia tak tega melihat raut wajah Arum yang dipenuhi rasa takut.

"Mbak aku langsung pulang aja ya, udah mau magrib nih. Makasih udah dibantu, maaf kita bicaranya dilanjutkan besok saja ya?" Putri bangun dari ranjang, dibantu Arum yang memegangi tangannya.

Nur menatap punggung Putri dengan penasaran. Ia jadi teringat wajah mendiang teman dekatnya, ketika ia berada di dekat Putri.

"Put, apa aku boleh menginap di kost mu dan minjem pakaian mu. Jam segini udah susah banget dapet angkutan, dan kalaupun ada pasti lama nunggu nya. Sementara aku udah capek banget, tapi kalau gak boleh juga gak apa-apa kok aku ngerti." Ucap Arum terus menundukkan kepala. Namun tanpa mengatakan apapun, Putri mengiyakan permintaan temannya.

Mereka sudah sampai di Kost Melati. Pemilik kost itu sedang berada di teras rumah, Putri hanya menyapa dengan menyunggingkan senyumnya.

"Kau mandi dulu sana, badanmu bau banget tau!" Putri menutupi hidungnya karena ia sudah tak tahan dengan aroma menyengat yang menempel pada tubuh Arum.

Putri merebahkan tubuhnya, lagi-lagi ia memejamkan mata meski sebentar lagi adzan magrib berkumandang. Nampak sosok Ayu datang, dan berusaha membangunkan adiknya. Namun usahanya sia-sia, sepertinya ada kekuatan besar yang sudah menguasai dirinya. Putri tak akan bisa melakukan ibadahnya, karena disetiap waktu menjelang shalat ia pasti akan tertidur ataupun sibuk dengan kegiatannya yang lain. Seakan ada iblis yang menguasai dirinya untuk melupakan ibadahnya. Dan di dalam mimpi, ia melihat beberapa wujud yang pernah ia lihat sebelumnya.

Seorang wanita berpakaian bangsawan jaman dulu tengah berdiri mengambang, di depannya ada dua orang yang sedang berlutut dengan menyatukan kedua tangan. Melihat dari kedekatannya, sepertinya mereka sepasang suami istri. Mereka mendapatkan hadiah sepasang anak kembar lelaki dan perempuan. Melalui anak-anak itu, mereka akan mendapatkan kekayaan dan kesejahteraan dalam hidup. Dengan persyaratan, jika mereka harus menumbalkan salah satunya ketika mereka berusia dua puluh lima tahun. Tak hanya itu, jika mereka ingin awet muda dan terus berkelimpahan, mereka juga harus mempersembahkan beberapa jiwa sebagai persembahan. Ada ritual tertentu untuk memberikan persembahan itu. Ketika bulan purnama bertepatan dengan malam jumat kliwon. Dan malam-malam itu hanya ada beberapa kali disetiap tahunnya. Sepasang suami istri itu terlihat bersujud sebagai bentuk terima kasihnya. Tak berselang lama sang wanita dengan pakaian bangsawan itu melesat ke arah pasangan tadi. Ia menyentuh perut si wanita dengan komat-kamit seakan membaca mantra. Hanya dalam sekejap mata, bagian perut wanita itu langsung membuncit layaknya wanita hamil sembilan bulan.

"Setelah kepergian ku dari sini, kau akan melahirkan anak kembar. Kedua anak itu murni anak kalian berdua, aku hanya mempercepat kelahiran nya saja. Tapi salah satu di antaranya akan mewarisi darah hitam, karena sebagian kekuatanku bersemayam di dalam tubuhnya. Jadi kalian jangan heran, jika kelak anak itu yang akan mewarisi tahta dari generasi penerus kalian berdua." Ucap sang Ratu, sebelum bersiap pergi menggunakan kereta kencana nya.

Sepasang suami istri yang tak terlihat wajahnya saling memeluk. Apalagi ketika kereta kencana itu melesat pergi, banyak koin emas yang berjatuhan dari atas sana. Keduanya tersenyum bahagia dengan saling merangkul.

"Kelak merekalah yang akan mensejahterakan hidup kita sayang." Ucap sang suami seraya mengusap lembut perut istrinya, dan sang istri hanya menganggukkan kepala.

Di dalam tidurnya, nampak Putri sangat gelisah. Apalagi setelah mendengar suara lelaki yang tak asing di telinganya. Wajah-wajah mereka tak terlihat dengan jelas, seakan ada tirai hitam yang menutupi wajah. Putri berjalan mengendap, supaya ia dapat melihat wajah lelaki itu. Namun suara lain terdengar nyaring di telinga nya.

"Put bangun Put... Lu kenapa? Kepala lu sakit ya?"

Putri mendapatkan kesadarannya kembali. Ia melihat Febi ada di depan matanya, sementara Arum juga ada di sampingnya. Keduanya nampak panik, dengan menggoncangkan tubuhnya.

"Loh Febi... Kenapa kau ada di kamarku?" Tanya Putri dengan raut wajah kebingungan.

"Tadi aku lihat wanita ini masuk ke kamarmu, katanya dia teman kerjamu. Dia bilang lu jatuh, dan kepala lu luka. Nah pas kita ngobrol depan pintu, kita dengar lu teriak kayak orang kesakitan. Makanya gue panik, dan bangunin lu. Tapi lu susah dibangunin, sebenarnya lu kenapa Put?" Jawab Febi dengan pertanyaan.

Putri hanya diam dengan mengaitkan kedua alis mata. Kenapa ia terus bermimpi hal-hal yang tak masuk akal. Lantas siapa sepasang suami istri itu. Kenapa suara salah satu dari mereka mengingatkan nya pada seseorang. Hanya ada berbagai pertanyaan di dalam batinnya, kenapa dan siapa orang-orang itu. Orang yang tak terlihat wajahnya, namun suaranya seakan tak asing bagi dirinya.

1
Sri Wiludjeng
pendek banget cerita nya ...
tapi tetep keren dan bagus kok ceritanya /Smile/ /Good/
Farrah Rah Zarrah
Luar biasa
Else Widiawati
smangatttttt
Else Widiawati
kapan cerita selanjutnya ini kak novi....sekian purnama blm nongol juga
Salwaapilia Nuraeni
Kira" apa yah yang terjadi di kamar kost bekas ayu apakah ada yang aneh /Slight/
🥀princes_novel❤️🥀
akhirnya Rania muncul seneng banget lw ada Rania ,Adit dan mbak ayu🤭🤭🤭
Ridho Widodo
cerita yg membosankan..ending g jelas dan pemeran sok detektiv tp goblok..
Leo: yaudah si/Shy/
total 3 replies
Ridho Widodo
goblok putri
kok gue curiga sama bapaknya.
Kasih ibu sepanjang masa.
Dewintan New
bguss
ashieeechan
/Smile//Smile//Smile/
ashieeechan
/Panic//Panic//Panic//Panic/
Levha
mampir👣👣
Sisca Yakub
😭
FiaNasa
makin gak suka sama sikap putri nih,,udah gak pernah melaksanakan ibadah nya,,hanya penasaran terus yg ada untuk membongkar misteri kematian kakaknya,,trus klau makan apa gak baca bismillah dulu ya,,makanya gampang terkena pengaruh mereka
FiaNasa
mungkin Bu melati yg bikin putri slalu lalal dlm.ibadahnya,,mungkin kena mantra saat makan bersama Bu melati itu,,bukankah roh ayu sudah mengatakan jgn makan apapun ditempat Bu melati tp putri gak menuriut
FiaNasa
bodohnya si putri,,knp gak menuruti pesan ayahnya..
ㅤㅤ
see you kak..
ku tunggu novel baru.ny tentang wati..
XoffeLatte
apa mawar ini anak bapak nya putri sama bu melati 🥲
Woro Setiyani: iya spertinya..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!