NovelToon NovelToon
Anak Genius: Memburu Ayah Konglomerat

Anak Genius: Memburu Ayah Konglomerat

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Anak Genius / CEO / Mafia / Tamat
Popularitas:381.9k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

"Bos! Keamanan perusahaan kita dibobol seseorang!" Seorang karyawan terlihat tergesa-gesa.

Sedangkan seorang pria berpakaian rapi memijit pelipisnya sendiri. Bukannya apa-apa, seseorang yang meretas jaringan komputer perusahaannya hanya meninggalkan pesan.

'Ayah br*ngsek! Aku akan mengambil sumsum tulang belakang milikmu!'

CEO perusahaan besar, itulah dirinya. Anak? Bagaimana mungkin dirinya memiliki anak. Tapi hanya sejenak dirinya kembali menelan ludah mengingat malam yang dilewatinya dengan seorang wanita buta.

Sedangkan sang anak manis mengenakan pakaian taman kanak-kanak terbatuk-batuk, mengeluarkan darah dari mulutnya. Dirinya mengidap leukimia. Bagaimana pun caranya dirinya harus berhasil mencuri sumsum tulang belakang ayah kandungnya. Anak yang sejak lahir memang dingin dan badas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kakak

...Hamparan air bagaikan kristal terkena cahaya matahari. Itulah yang aku lihat dalam dirimu....

...Bagaikan angin dan daun, itulah kita....

...Cangkang? Itulah aku yang ingin selalu melindungimu. Tidak peduli pada apapun....

...Terikat dengan hubungan darah, saling menjaga tidak ada benci yang tersisa. Hanya sebuah kata maaf......

...Dari kakakmu......

Triton.

POV Triton.

Segalanya berawal ketika aku membawanya pergi. Dia adikku Sesilia, benar-benar cantik bagaikan malaikat. Begitulah kami sering disebut.

Dititipkan pada paman yang tinggal di negara ini. Tapi ada yang aneh dengan paman kami, dia sering mencoba menyentuh adikku, karena itu aku merasa ada yang tidak benar dengannya.

Karena itu juga saat orang itu sedang tidak sadarkan diri. Aku membawa Sesilia melarikan diri dari rumah ini. Ayah kami warga negara Thailand, sedangkan ibu juga mempunyai bisnis di negara lain, walaupun berasal dari negara ini. Kami dititipkan pada paman, aku tahu alasannya, mereka hanya tengah mencari pasangan. Sudah dalam tahap perceraian, setidaknya itulah yang sering aku dengar kala mereka bertengkar.

Paman yang aneh pernah meminta adikku membuka pakaiannya. Dari sanalah aku tau pandangan iblis itu. Karena itulah aku pergi sejauh mungkin. Kami yang dianggap secantik malaikat oleh banyak orang sekali melihat, tapi tetap saja tidak ada artinya di mata kedua orang tua kami yang akan bercerai.

Tidak ada artinya sama sekali. Setidaknya itulah yang aku ketahui, hingga mereka cukup gila untuk menitipkan kami pada seorang paman tidak waras yang berniat melecehkan anak berusia 3 tahun.

Tidak membawa apapun, hanya menarik tangan adikku yang bahkan belum lancar bicara, adalah hal yang aku lakukan. Tanah basah kami pijak, ibuku adalah orang dari negara ini. Karena itu aku tahu bahasanya, walaupun aku lebih fasih menggunakan bahasa Thailand. Berbeda dengan adikku yang hanya bisa menggunakan bahasa Thailand, sekali lagi adikku Sesilia saat itu sudah dapat bicara tapi belum lancar sama sekali.

Tidak memiliki tujuan, perutku benar-benar terasa lapar. Aku yakin adikku yang baru berusia 3 tahun juga demikian.

Mataku menelisik ada banyak anak jalanan di sekitar kami. Ada yang bernyanyi di dekat lampu merah demi mendapatkan sedikit uang. Sedikit uang? Itulah yang aku butuhkan, hanya untuk membeli sebungkus roti.

Tapi apa yang mereka lakukan? Hanya bernyanyi bukan? Perut adikku lapar. Kehidupan kami yang bagaikan tuan putri dan pangeran dari keluarga kaya sudah berakhir. Karena itu aku hanya dapat menahan malu. Mengambil botol minum bekas, kemudian bernyanyi asal di lampu merah, lagu yang bahkan aku bingung harus mengartikannya bagaimana. Yang aku tau hanya lagu berbahasa Thailand, tempat tinggal ayah kami.

Astaga! Apa yang aku lakukan? Ingin rasanya aku menangis. Tapi adikku duduk di pinggiran trotoar dengan memegangi perutnya. Mereka memberikan receh, benar-benar receh. Tapi kenapa jumlahnya besar sekali?

Aku kira akan mudah menjalani hidup untuk beberapa hari dengan nominal uang 5000 rupiah. Tapi setelah sampai di toko kelontong kecil, aku tertegun kecewa, ternyata angka yang aku sangka besar, di negara ini sangat rendah. Bagaimana untuk makan malam kami? Sedangkan siang ini kami hanya mendapatkan dua bungkus roti dan air keran taman yang kami minum.

Namun, aku sudah cukup dewasa untuk mengetahui apa yang akan dilakukan pamanku lagi jika kami kembali. Karena itu, hal yang aku lakukan sekarang hanya dapat membawa adikku entah kemana. Adikku yang biasanya didandani bagaikan putri, kini kotor. Hanya bisa berkomunikasi denganku menggunakan bahasa Thailand. Syukurlah aku sering diajarkan bahasa negara ini oleh ibuku.

Ibu yang akan segera berpisah dengan ayah. Pasangan suami-istri yang telah sama-sama memiliki kekasih lain. Kami berdua hanya sepasang anak yang terbuang kala foto pernikahan itu hancur.

"Di (bunyi Enak dalam bahasa Thailand)," Itulah yang diucapkan oleh adikku yang kelaparan ini. Roti yang terasa keras di bilang enak? Malaikat kecil yang paling berharga, itulah adikku. Aku hanya dapat menangis sambil memeluknya.

"Mae lakh pkh (bunyi ibu dan ayah dalam bahasa Thailand)?" Pertanyaan dari adikku yang bahkan tidak begitu lancar bicara, merindukan orang tua kami.

Air matanya mengalir. Aku hanya bisa menjelaskan pelan-pelan ibu dan ayah kami sudah mati. Kakak yang kejam bukan? Tapi bagaimana aku dapat menjelaskan pada Sesilia kami sudah dibuang pada saudara ibu yang gila? Ibu dan ayah mereka keduanya telah memiliki kekasih.

Sesilia hanya memelukku, kami yang berpakaian rapi bak putri dan pangeran, kini berpakaian kotor. Menyatu dengan gelandangan, tapi tetap saja, kala menatap melalu kaca jendela etalase, dimata orang-orang wajah kami bagaikan malaikat.

Ada beberapa orang yang berbelas kasih memberikan makanan. Aku sadar kami sudah seperti pengemis, tapi sebagai seorang kakak aku tidak berdaya.

Hingga, beberapa poster pencarian kami disebar. Jemari tanganku mengepal, aku tidak dapat membiarkan Sesilia kembali pada paman. Orang tua kami benar-benar sudah gila. Perlahan aku membenci kedua orang tuaku. Apa aku anak yang buruk? Selama ini aku selalu membanggakan mereka, Sesilia yang masih kecil tidak pernah rewel. Apa kesalahan kami? Apa kami yang meminta kepada Tuhan agar terlahir menjadi anak kalian?

Disaat seperti ini, terkadang aku berfikir. Mungkin sebaiknya kami tetap ada di sisinya. Tidak diturunkan ke dunia ini sebagai anak mereka.

Karena itu, keputusan terakhir aku ambil. Membawa adikku menumpang truk ekspedisi yang akan berangkat ke pulau lain. Tujuan kami, adalah panti asuhan, tempat untuk menampung anak-anak yang mungkin memiliki nasib serupa dengan kami.

Cahaya bintang malam ini begitu terang. Tidak mudah menjaga anak berusia 3 tahun. Tapi aku tetap melakukannya, tujuanku hanya satu, ini demi kebahagiaan adikku.

*

Belasan tahun berlalu, cukup banyak hal yang terjadi. Bagaimana kami tumbuh? Adikku tumbuh mempesona benar-benar cantik.

Sedangkan aku? Melihat cermin dari sudut manapun aku tetap tampan. Mengumpulkan uang tanpa mengutamakan pendidikan itulah yang aku lakukan. Apalagi dengan insiden yang menimpa adikku, kala tengah melakukan pertunjukan piano, lampu sorot jatuh padanya. Pecahan yang masuk ke mata merusak korneanya. Benar! Adikku tercinta kini tidak bisa melihat.

Kala itulah aku berjanji akan melakukan apapun untuknya termasuk menyerahkan nyawaku. Hanya Sesilia yang aku miliki di dunia ini. Tidak ingin mencari informasi atau mendengar berita tentang kedua orang tua kami lagi.

"Kakak, selamat datang!" Ucap Sesilia yang ada di belakang meja kasir. Toko bunga yang sengaja aku desain untuknya.

"Selamat datang, pria paling tampan di dunia ini ingin bertemu wanita tercantik..." Begitulah caraku menghibur adikku, aku tau dia kesepian setiap aku mencari uang dengan melakukan pekerjaan remeh.

Seorang detektif pembantu, benar! Aku bukan seorang detektif. Jika detektif asli aku pasti sudah kaya. Profesiku sejatinya menangani kasus yang tidak dapat diselesaikan sang detektif. Dengan pembagian bayaran dari klien 60:40, aku yang bekerja keras tapi hanya kendala ijin dan pendidikan, pembagiannya lumayan kecil.

Jadi jangan fikir aku kaya. Aku miskin walaupun sudah bekerja keras. Tapi satu rahasia, sampai sekarang adikku masih mengira bahwa kami penduduk asli negara ini.

"Bisa saja! Aku mual karenamu! Kapan kakak akan menikah? Sudah banyak wanita yang ingin mengantri!" Gerutu Sesilia.

"Aku akan menikah ketika kamu sudah dapat melihat." Ucapku mengecup pucuk kepala adikku. Apa janji itu dapat aku tepati? Entahlah.

"Kalau aku selamanya tidak dapat melihat?" Sesilia mengenyitkan keningnya.

"Maka selamanya aku tidak akan menikah. Aku akan mati sebagai perjaka yang hanya mencintai adiknya di sepanjang hidupnya."

1
Nur Hayati
Makasiiiihhh banyaaaakkk Thor... cerita nya selaluuuu luarrr biasa
Nana Niez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣anak yg ber 1iq tinggi,, model Chucky,,, 🤣🤣🤣🤣
Imas Karmasih
terimakasih buat semua karyamu yg keren
Imas Karmasih
dasar bocil licik 😂😂😂
Imas Karmasih
ya ampun pada masuk perangkap semua 🤣🤣🤣
mimief
setiap orang selalu punya alesan untuk membenarkan kesalahan nya
apapun itu ttp hidup itu sebuah pilihan bukan
othor yg selalu bisa membolak-balik hati para readers 🤣🤣
menjadi baik atau jahat tergantung sudut pandang
tapi....bila ending kita dikenang sebagai penjahat, sebanding ga si sama semua rasa sakit kita??
dan...apakah rasa sakit itu akan menghilang??00
mimief
hanya jika
jika kau adalah tanah yg menampung tetesan hujan
menampung segala cinta dari sang hujan
yang selalu memberikan cinta tanpa syarat
aku...
akulah hanya semilir angin
yg bisa mengintip kalian dr jauh
yang berbahagia ketika kalian bahagia
yg bersedih ketika kalian menangis

hanya jika
jika diperbolehkan menyapa dalam nyata

hanya jika
jika aku bisa mengungkapkan sekali saja
semilir angin ini akhirnya menghilang juga ga masalah
aku pasti akan bahagia
mimief
takut dia🤣🤣
jujurly aku juga ga mau terjebak di tengah keluarga aneh
mimief
mantu Ama mertua 11 12😭😭
mimief
jgn macem macem deh Thor
traveling ni jadinya
kan rada rada 🤣🤣
mimief
dibilang...DNA itu menyeramkan bukan?
mimief
iru lu.. bang
lu
wkwkwkkw
kyk sinetron drama ukan terbang yaa
saingan ku office boy di rumah sakit ku
mimief
iru lu.. bang
lu
wkwkwkkw
kyk sinetron drama ukan terbang yaa
saingan ku office boy di rumah sakit ku
mimief
inget jaman dulu
yg nunggu nomer kalau abis orang baru bangun ,ngimpiin angka nonggol🤣🤣
mimief
dengan tempo yang sesingkat-singkatnya yaaa Thor?
🤣🤣🤣
mimief
salah Thor
sesil belum ayang 🤣🤣
mimief
wkwkwkwk
mimief
makanya...mau tampil rupawan shining simmering and spleding juga mang mesti ada modal
maney's talk woi🤣🤣🤣
mimief
wkwkwkkw
pencitraan
mimief
wkwkkwkw

takut matahari terbit dr barat yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!