Direnggut, dianggap remeh dan dihancurkan. Semua itu sirna saat diriku mengalami kebangkitan. Ingatan yang diwariskan akan menjadi saksi bisu untuk mengembalikan kehormatanku. Apa yang ditakdirkan untukku akan kembali padaku. Langit dan bumi, seluruh penjuru dunia, akan kuukir sebuah kisah, kisah tentang reinkarnasi sang dewa naga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sam Ilfar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
XYD 21 - Garis Darah Surgawi
XYD 21 - Garis Darah Surgawi
“Kau menghancurkanku?” Tan Huan menatap Xiao Yang dengan sangat tajam dan memeriksa kondisi tubuhnya.
Xiao Yang tersenyum tipis dan mengeluarkan seluruh energi Qi miliknya yang dibatasi Dunia Bulan Darah.
“Apa kau belum menyadarinya?” ujar Xiao Yang kepada Tan Huan.
Kondisi tubuh Tan Huan sangat hancur. Setengah badannya lenyap karena tapak yang dilepaskan Xiao Yang. Hal ini membuat Tan Huan menyadari jika Xiao Yang adalah orang yang dimaksud Tang Feng.
‘Ah, jadi ini kemampuan orang yang dimaksud beliau...’ Sebuah senyuman tipis terpancar diwajah Tan Huan.
Tentu yang dilakukan Tan Huan membuat Xiao Yang mengerutkan keningnya karena menyadari musuhnya itu belum kehilangan semangat bertarung.
“Teknik Bulan Darah...” Tan Huan menggunakan segenap kemampuannya dan teknik tertinggi miliknya, “Garis Darah Surgawi!”
Setelah menggunakan teknik terkuatnya, setengah badan Tan Huan secara perlahan menyatu kembali saat darah ditubuhnya membentuknya kembali.
Bukan hanya itu saja, energi spiritual disekitar Tan Huan lebih besar dan pekat dua kali lipat. Dengan tatapan tajamnya, Tan Huan menatap Golok Naga Emas yang menurutnya tidaklah berguna dan membuangnya kearah Xiao Yang.
“Aku tidak membutuhkannya!” ujar Tan Huan dan membuat Xiao Yang tertawa pelan.
“Kau lebih kuat dari yang kuduga! Sepertinya Tang Feng memiliki banyak cecunguk yang berguna!” ucap Xiao Yang dan membuat Tan Huan murka.
“Jaga mulutmu itu, bocah sialan!”
Setelah itu Tan Huan melepaskan aura tubuhnya dengan jumlah yang besar. Dengan menciptakan sebuah tombak yang dipenuhi qi, Tan Huan menghunuskan tombak tersebut ketubuh Xiao Yang.
Secepat kilat Xiao Yang menghindari tusukan tombak Tan Huan dan menciptakan sebuah pedang untuk menangkisnya. Sesaat setelah Xiao Yang menangkis, tombak yang digunakan Tan Huan memancarkan cahaya kemerahan sebelum cahaya itu berubah menjadi api yang melapisi tombak tersebut.
Dengan keterampilannya dalam memainkan tombak, Tan Huan berhasil menyudutkan Xiao Yang dan memberikan beberapa luka tusukan.
“Gunakan golokmu itu! Kau jauh lebih kuat saat menggunakan itu bukan?!” ujar Tan Huan kepada Xiao Yang.
“Tidak perlu. Aku sama sekali tidak perlu menggunakan golok itu mengalahkanmu.” Xiao Yang tersenyum tenang sebelum mengolah pernafasan dengan sangat tenang.
“Seni Nafas Naga Surgawi...” Dalam satu kali tarikan nafasnya, udara disekitar Xiao Yang mendadak menjadi terasa dingin dan mencekam, “Bentuk Keenam - Es.”
Ekspresi Tan Huan berubah saat melihat hal itu dan langsung menjaga jarak dari Xiao Yang, namun serpihan es yang menyentuh kedua kakinya membeku dan menjalar keseluruh tubuhnya.
Xiao Yang mempersingkat jarak dan mengeluarkan Aura Dewa Naga dengan sangat besar. Tidak sampai sedetik pedang yang ia genggam memancarkan cahaya berwarna emas sebelum akhirnya cahaya itu berubah menjadi warna hitam pekat.
“Teknik Pedang Naga...” Sekilas disekitar Xiao Yang terlihat seekor Naga berwarna hitam yang seperti akan mengamuk, “Bentuk Keempat - Murka Raja Naga!”
Tan Huan tidak berkutik sedikitpun saat mencoba menghalau serangan Xiao Yang. Walaupun dapat memanipulasi darah, kondisi Tan Huan sekarang jauh lebih buruk dari sebelumnya.
“Apa ini? Api ini tidak bisa padam?!” Tan Huan terkejut saat mencoba menumbuhkan kembali kedua tangannya dengan darah yang ia manipulasi, namun api yang membakar lengannya tidak bisa padam dan membuatnya tidak dapat menggunakan tekniknya itu.
“Api itu tidak akan bisa padam! Aku akan mengakhirinya!” Xiao Yang mengibaskan pedangnya yang berhasil memotong kedua tangan Tan Huan dan berjalan mendekati musuhnya itu.
“Tidak mungkin?! Aku adalah anggota Perintah Sembilan Dewa! Aku tidak boleh berakhir disini!” Tan Huan yang tidak terima dengan semua ini menatap Xiao Yang penuh kebencian.
“Aku akan membalas perbuatan mu dan membunuh semua orang-orang yang kau lindungi itu!” ujar Tan Huan dan membuat Xiao Yang mengayunkan pedangnya yang dilapisi api berwarna biru.
Tubuh Tan Huan terbelah menjadi dua bagian sebelum terpotong-potong menjadi beberapa bagian. Namun setelah menghabisi Tan Huan, Xiao Yang tidak menemukan jantung milik pria tersebut dan membuatnya berdecak kesal.
“Kau pikir dapat melarikan diri dariku?!” Kedua mata Xiao Yang menatap sebuah batu berwarna merah darah yang dipenuhi energi spiritual.
“Teknik Pedang Naga...” Xiao Yang memusatkan serangannya pada batu berwarna merah darah tersebut sebelum ia mengayunkan pedangnya, “Bentuk Pertama - Gravitasi Naga Bumi!”
BOOOMMM!!!
“Tidak! Aku tidak terima dengan semua ini! Argh!”
Batu berwarna merah darah itu hancur diiringi suara teriakan Tan Huan yang menggema di Dunia Bulan Darah. Seiring hancurnya batu berwarna merah darah, dunia dimensi pun runtuh dan lenyap dengan sendirinya.
Setelah berhasil keluar dari Dunia Bulan Darah, Xiao Yang menemukan Li Xing yang terkejut melihatnya. Secara perlahan sebuah portal yang membawanya ke dunia dimensi menghilang dan membuat Li Xing menatap tajam dirinya.
“Apa yang terjadi?! Kenapa kau yang keluar dan bukan Tan Huan?!” ujar Li Xing tidak percaya dengan apa yang barusan dirinya lihat.
“Kenapa?” ucap Xiao Yang sambil memperlihatkan pedangnya yang berlumuran darah kepada Li Xing.
“Bukankah sudah jelas...” Dengan santainya Xiao Yang mengibaskan pedangnya dan tersenyum dingin, “Aku sudah membunuh rekanmu itu!”
BOOOMMM!!!
Ledakan energi Qi dari Li Xing menghancurkan apapun disekitar pria itu. Ledakan itu menghancurkan apapun namun Xiao Yang dapat melindungi dirinya dengan mudah dan tidak terkena dampaknya.
“Jadi kau telah membunuh Tan Huan?” Li Xing dengan kemampuannya yang dapat menciptakan apapun menggunakan energi qi langsung menyerang Xiao Yang.
“Aku akan membunuhmu!”
Sekitar seribu pedang dengan bilah dipenuhi api berterbangan diudara. Seribu pedang api itu langsung bergerak menyerang Xiao Yang dengan kehendak Li Xing.
Reaksi Li Xing tentu tidak terduga dan membuat Xiao Yang menjadi waspada mengambil tindakan. Kematian Tan Huan membuat Li Xing mengeluarkan segenap kemampuannya untuk menghadapi Xiao Yang.
“Aku tidak menyangka kau akan semarah ini! Kupikir kau tidak terlalu akrab dengan rekanmu itu! Sungguh mengejutkan!” ujar Xiao Yang dengan santai sambil menangkis serangan pedang api disekitarnya.
Li Xing mengerutkan keningnya dan terlihat murka, “Memang benar aku tidak terlalu mengakrabkan diri dengan mereka! Tetapi kematian salah satu dari kami akan mencoreng nama baik Perintah Sembilan Dewa!”
Melihat Xiao Yang menghancurkan setengah pedang api yang ia ciptakan, Li Xing menciptakan seribu tombak petir dan seribu jarum beracun yang berterbangan diudara.
“Aku marah karena membiarkan Tan Huan terbunuh! Aku marah karena takut pada beliau jika mengetahui Tan Huan telah mati!” Li Xing menatap dingin Xiao Yang yang sudah berhasil menghancurkan seluruh pedang api yang dirinya ciptakan, “Apapun itu, semua ini salahmu!”
Dengan kecepatan tinggi seribu pedang petir yang ada diudara mengincar Xiao Yang. Kali ini serangan Li Xing berbeda dari sebelumnya dan membuat Xiao Yang menghindari semua tombak petir yang berusaha menghunus tubuhnya.
Setelah seribu tombak petir tersebut tertancap ditanah, Li Xing menjentikkan jarinya dan membuat Xiao Yang langsung menyadari ada kejanggalan dalam serangan barusan.
“Kau terlambat menyadarinya!” Li Xing tersenyum dingin saat seluruh tombak petir meledak, “Matilah!”
BOOOMMM!!!
Dengan dirinya yang berada ditengah-tengah tombak petir, Xiao Yang benar-benar masuk kedalam jebakan Li Xing. Namun berkat kesadarannya walaupun terlambat sedetik, Xiao Yang berhasil menyelamatkan diri.
ROOOAAAARRR!!!
Ditengah ledakan yang besar itu suara raungan makhluk buas terdengar diiringi bayangan Naga yang menyapu asap ledakan. Setelah itu bayangan tubuh Xiao Yang yang terbakar api berwarna biru terlihat dan membuat Li Xing mengerutkan keningnya.
“Tidak kusangka kau masih hidup!”
Selanjutnya seribu jarum beracun terbang kearah Xiao Yang. Sekitar seratus jarum beracun itu menancap ditubuh Xiao Yang sedangkan sisanya berjatuhan karena tidak mampu melawan tekanan gravitasi milik Xiao Yang.
“Apa ini?” Xiao Yang merasakan kepalanya sangat pusing dan secara perlahan pandangannya mulai kabur, “Kau...”
Li Xing tertawa keras dan tersenyum lebar melihat Xiao Yang terkena efek jarum beracun miliknya itu. Sebenarnya Li Xing tidak terlalu berharap namun ia tidak menyangka Xiao Yang akan tertancap seratus jarum beracun yang dirinya ciptakan.