NovelToon NovelToon
Madu

Madu

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fantasi / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Noktafia Diana Citra

Aisyah, seorang gadis yang memilih berhijrah dan menutup wajah nya dengan selembar kain (cadar) semenjak SMA. Gadis yang membuat banyak laki-laki ingin menikahi nya, namun lagi-lagi ditolak oleh nya.

Kemudian, hatinya terperangkap oleh seorang pemuda bernama Fatih, yang ternyata adalah dosen baru di Kampusnya. Meneguk manisnya rumah tangga, hingga akhirnya harus berpisah dengan Fatih suaminya dengan cara yang sangat menyakitkan.

Cerita lengkapnya akan temen-temen baca di novel "MADU" ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noktafia Diana Citra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

Aku duduk dimeja riasku setelah melaksanakan shalat isya. Sedang mas Fatih belum pulang dari shalat berjamaah dimasjid. Aku menempel bedak kewajahku tipis-tipis, dan sedikit lipstik berwarna nude di bibirku. Aku harus terbiasa menyambut kedatangan mas Fatih suamiku dengan kondisi yang enak dipandang.

"Assalamualaikum,". Terdengar ucapan salam dan ketukan pintu.

"Waallaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh,". Aku tergopoh-gopoh menuju pintu depan. Mas Fatih sudah pulang. Aku membuka pintu rumah dan melihat sosok suamiku yang begitu menawan dengan baju koko berwarna putih dan celana bahan hitam.

Aku menyambut mas Fatih dengan mencium tangannya. Meskipun aku masih sedikit gugup.

"MasyaAlloh tabarakallah. Indahnya di sambut oleh bidadari secantik ini,". Ucapnya seraya menutup pintu rumah dan merangkul bahuku

"Jazakallahkhoyr mas,". Ucapku tersenyum.

"Cantik sekali kamu dik Aisyah. MasyaAlloh.. Jazakillahkhoyr sayang, sudah menyambut mas. Adik sudah siap-siap?,". Tanyanya lagi.

"Alhamdulillah sudah mas, tinggal pakai cadar aja sebentar sama kaos kaki,". Ucapku.

"Yasudah, diselesaikan dulu siap-siapnya ya. Mas mau mengeluarkan mobil dari garasi, sekalian manasin mesinnya,". Ucap mas Fatih seraya mengelus kepalaku.

"Iya mas, Aisyah segera menyusul kedepan,". Aku melanjutkan aktifitasku, dan segera menuju kegarasi mobil. Tak lupa aku mengunci semua pintu rumah.

"Mas, Aisyah sudah siap,". Ucapku.

"Sebentar,".

Tiba-tiba mas Fatih menghampiri pintu mobilku dan membukakannya untukku, masuklah dik,". Ucapnya.

"Jazakillahkhoyr mas. Lain kali biar Aisyah buka sendiri saja,". Ucapku sambil memasuki mobil. Aku melihat suamiku hanya tersenyum manis kepadaku dan menutup pintuku setelah aku masuk kedalam mobil. Dan bergegas masuk kedalam mobil pula.

Dia menstater mobilnya meninggalkan rumah, dan melaju menuju kesuatu tempat yang aku sendiri tidak tahu akan dibawa kemana malam ini.

"Mas Fatih?,". Tanyaku padanya.

"Iya dek Aisyah?,". Jawabnya sambil melirik ke arahku sekilas.

"Sebenarnya Aisyah mau mas bawa kemana?. Aisyah jarang keluar semalam ini,". Tanyaku pada mas Fatih yang masih fokus mengendarai mobilnya.

Semenjak hijrah, aku benar-benar merubah semua kebiasaan burukku, merubah seluruh hidupku, termasuk hampir tidak pernah keluar semalam ini. Bahkan, ketika ada tugas kuliah yang harus dikerjakan kelompok, aku lebih sering menyuruh teman-teman untuk mengerjakan dirumahku, ketimbang nongkrong-nongkrong diluar sana.

"Beli sesuatu untuk dimakan dik,". Jawabnya sambil tersenyum melirikku.

Belum sempat aku bertanya lagi, tiba-tiba layar handphoneku memancarkan cahaya. Itu artinya ada notifikasi yang masuk. Aku lalu membuka handphoneku dan benar saja, ada notifikasi masuk, chatt WhatsApp rupanya. Kulihat chatt dari Azizah.

Azizah WA:

"Hallo pengantin baru, sombong amat. Hampir seminggu ngga ada kabar dan tidak chatt dengan sahabatnya yang imut ini,".

Aku tersenyum melihat isi pesan WhatsApp dari Azizah. Bahkan aku tertawa kecil dibuat nya.

"Pesan dari siapa dik?,". Tiba-tiba mas Fatih menanyakan pesan yang membuat istrinya tersenyum dan tertawa sendiri.

"Oh, ini pesan dari Azizah mas,". Jawabku jujur.

"Memang apa isinya?, sampe kamu senyum dan tertawa sendiri,". Tanya mas Fatih yang kepo.

"Ini mas, katanya aku sombong. Sudah seminggu tidak chatt dan tidak ada kabar ke dia,". Aku menjelaskan isi chatt dari Azizah kepada mas Fatih.

"Hehe... yasudah, jawablah pesannya. Mungkin temanmu itu merasa kehilangan kamu dik,". Jawab mas Fatih yang menyuruhku untuk membalas pesan WhatsApp dari Azizah.

"Iya mas, ini mau Aisyah balas pesannya,". Jawabku sambil mulai sibuk memencet tombol keyboard handphoneku.

To Azizah WA:

"Hallo teman cerewet. Maaf ya aku belum sempat chatt ke kamu. Bukannya sombong, tapi hari ini aku baru selesai mengurus pindahanku kerumah suamiku,".

Pesan masuk dari Azizah:

"Oh ya ya ya, aku mengerti kok kesibukan pengantin baru. Hahaha..., lagi ngapain Syah?, pasti lagi bulan madu ya?,".

Aku tersenyum membacanya. Belum aku balas pesan dari azizah tiba-tiba mas Fatih menepikan mobilnya kedekat tenda orang jualan. Aku baca tulisannya ternyata orang jualan nasi goreng.

"Honeymoon?, engga lah. Ini aku lagi diajak makan malam sama mas Fatih,". Aku membalas pesan WhatsApp dari Azizah.

"Ayok turun sayang,". Pinta mas Fatih kepadaku, yang dengan sigap sudah membukakan pintu mobil untukku. Aku turun dan digandeng olehnya menuju ketukang nasi goreng.

"Pak satu porsi ya nasi gorengnya. Jangan pedas-pedas. Sama Es tehnya satu ya pak,". Mas Fatih memesan makanan dan minuman.

Kalo memang mau beli nasi goreng, kenapa harus jauh-jauh begini?, kenapa tidak beli di persimpangan jalan yang dekat rumah saja?, mana belinya cuman satu bungkus lagi. Astaghfirullah. Rasanya pengen protes, masa mas Fatih hanya beli satu bungkus saja. Padahal aku sudah menahan lapar dari tadi siang hanya demi untuk makan malam dengannya. Aku menggerutu dalam hati. Tapi tak berani bilang apapun kesuamiku.

Bukannya aku tidak mau bersyukur, hanya masa ga mampu beli nasi goreng 2 bungkus?, apa dia lupa kalau dia sudah punya istri yang harus dikasih makan juga?, Esnya juga hanya beli satu porsi doang.

Aku duduk sambil menunggu mas Fatih selesai memesan.

Setelah mengantri dan menunggu sekitar 10 menitan aku melihat mas Fatih menghampiriku dengan membawa keresek ditangannya.

"Dik ayok, mas sudah selesai beli makannya. Ayok masuk mobil,". Ucapnya sambil membukakan pintu untukku.

"Sekarang mau kemana mas?, kenapa tidak dimakan ditempat saja?,". Tanyaku yang masih menyembunyikan rasa kesalku.

"Nanti kamu juga tau sayang. Ngga lama kok bakal sampainya,". Jawabnya sambil tersenyum.

Aku hanya diam dan memandang kearah samping jendela mobil. Aku menunggu balasan chatt dari Azizah tapi tak kunjung datang. Setidaknya aku sedikit lega.

"Alhamdulillah sudah sampai dik,". Ucapku. Mas Fatih yang bergegas membukakan pintu untukku. Aku menurut dan turun dari mobil.

"Loh?, kok ke restoran?, kan udah beli nasi goreng mas?,". Tanyaku bingung. Secara itu restoran yang terkenal enak dan pastinya mahal. Aku sendiri belum pernah merasakan makan ditempat ini. Secara, dari parkirannya saja, banyak sekali mobil-mobil mewah yang berbaris dengan rapih.

"Iya dik, kita makan nasi goreng direstoran ini, Ayuk,". Mas Fatih menggandeng tanganku menuju kedalam ruangan.

Astaghfirullah, rasanya pengen nangis. Maksud mas Fatih apa?, kenapa dia membeli nasi goreng dan es teh hanya satu bungkus. Dan sekarang akan makan itu semua direstoran yang mahal ini. Lihat saja, disana banyak sekali tamu-tamu yang sedang duduk menunggu makanan yang enak-enak. Apa dia mau mempermalukan aku?, tapi kenapa?, aku ini istrinya, kenapa harus seperti Ini caranya?. Aku menahan air mataku, aku menahan rasa kesalku. Astaghfirullah sabar Aisyah. Ini ujian pertama dalam pernikahan kamu. Ucapku lirih.

Aku melangkahkan kakiku mengikuti mas Fatih, yang kemudian duduk di tengah-tengah para tamu yang lainnya. Aku duduk didepannya persis. Entahlah, aku sedang berusaha menahan air mataku. Aku melihat mas Fatih mengambil keresek hitam tadi.

Tapi tiba-tiba...

Gelap semuanya gelap. Astaghfirullah. Ada lagi saja ujiannya. Sekarang malah mati lampu, batinku. Aku merasakan tangan mas Fatih menggenggam tanganku.

"Dik, jangan takut ya. Itu petugasnya lagi mau nyalain genset,". Ucapnya seolah-olah menenangkan aku, mungkin takut kalau-kalau aku ini punya trauma dengan yang namanya gelap. Aku tidak merespon, aku masih terbawa kesal. Astaghfirullah.

Lama sekali, kenapa?, ada apa dengan genset nya?, kenapa restoran sebesar ini tidak di pikirkan matang-matang tentang kejadian yang tidak diinginkan seperti saat ini?. Banyak pertanyaan yang berkecamuk di pikiranku. Rasanya ingin cepat-cepat pulang, ke kamar mandi, menangis, dan ambil air wudhu.

Aku mendengar suara mas Fatih membuka bungkusan nasi goreng itu. Aku mencium bau aroma khas dari nasi goreng. Astaghfirullah, suamiku ini tipe orang seperti apa ya Allah?, kenapa sudah banyak sekali menguji kesabaran Aisyah?, sudah tau sedang gelap begini, kenapa masih sempat-sempatnya membuka bungkus nasi goreng dan akan memakannya?.

Aku merasakan tangan mas Fatih menyingkap cadarku dan menyuapiku nasi goreng itu dengan tangannya langsung. Aku kaget. Tapi aku tetap membuka mulutku. Aku tidak mau membuat kecewa mas Fatih. Jujur, aku masih kaku dan sangat malu diperlakukan seperti itu.

Aku semakin bingung dengan sikapnya. Di satu sisi dia sangat membuat kesal dan menguji kesabaran ku, tapi di sisi lain dia sangat romantis kepadaku. Aku semakin bingung di buat nya. Astaghfirullah ya Allah, Aisyah bingung, ucapku lirih.

Tiba-tiba lampu menyala. Aku masih menyesuaikan jarak pandangku. Aku mengedarkan pandanganku kekiri dan kekanan, kedepan juga ke arah belakang. Sepi, hanya ada aku dan mas Fatih di sini. Kemana semua tamu-tamu tadi yang sedang menunggu?, apa mereka semua marah dan meninggalkan restoran?, sedang aku tak menyadarinya karena gelap dan masih terbawa kesal?.

"Jangan bingung gitu dik, mas sudah merencanakan ini semua untuk kamu. Tamu-tamu tadi sebenarnya hanya orang-orang yang mas suruh pura-pura untuk menjadi pelanggan direstoran ini,". Mas Fatih seperti membaca rasa kaget dan bingung dari tatapanku.

"Lalu mati lamp,". Tanyaku masih shock.

"Termasuk drama mati lampu tadi, mas juga sudah merencanakan nya. Pun dengan nasi goreng dan es teh ini sayang. Kamu tau dik?, mas ingin makan nasi goreng ini, sebungkus berdua dengan kamu, juga es teh ini, pun mas ingin meminumnya berdua bersama kamu, bukan mas tidak mampu membeli makanan mewah untukmu, hanya mas ingin kita hidup belajar sederhana dan tidak selalu dengan kemewahan, mas ingin mengajarkan ke istri mas yang cantik, bahwa dengan kesederhanaan kita masih bisa bahagia,". Mas Fatih mengucapkan itu semua dengan menatap lekat mataku. Aku melihat dia menahan air matanya.

Sungguh, aku telah berdosa kepada suamiku, aku telah suudzon kepadanya, ampuni Aisyah ya Allah. Aku sudah tidak mampu lagi membendung air mataku. Aku menangis, tangisku pecah, aku sangat bahagia hari ini.

"Jazakallahkhoyr suamiku sayang,". Ucapku pada mas Fatih ditengah isak tangisku. Ini kali pertamanya aku memanggil mas Fatih dengan panggilan suamiku dan panggilan sayang.

"Wa anti jazakillahkhoyr istriku. Maafkan mas ya, sudah biki kesal. Sebenarnya mas sudah tau itu dari tadi. Mas mencintaimu dik Aisyah,". Ucap mas Fatih seraya bangun dan mengecup keningku. Tangisku semakin tak terbendung. Aisyah sangat bahagia ya Allah.

"Mas, maafkan Aisyah. Tadi Aisyah sempat berpikirah jelek ke mas Fatih. Aisyah mohon, maafkan Aisyah mas. Aisyah sudah berdosa kepada mas Fatih,". Ucapku yang masih menangis.

Aku merasakan tangan mas Fatih dengan lembut mengusap air mataku.

"Jangan menangis dik, jangan meminta maaf juga. Sudah jangan nangis terus. Ayok makan. Mas sudah lapar. Hehe..., mas juga pengen disuapin nasi goreng ini dengan tangan istri mas langsung,". Ucap mas Fatih kepadaku.

Aku langsung menyuapi mas Fatih langsung dari tanganku tanpa menggunakan sendok atau garpu, meski gerogi dan gemetaran. Aku bisa melakukannya. Aku dan mas Fatih saling menyuapi satu sama lain langsung dengan tangan kami secara bergantian.

"Dik, lihat kearah samping tempat duduk kamu sayang, dibawah,". Ucap mas Fatih sambil memberikan isyarat dengan kepalanya.

Aku mengikuti instruksinya, dan masyaAlloh tabarakallah, ada bucket bunga mawar yang sangat indah disana. Aku membaca note yang tertera dikertas kecil yang terselip diantara bunga-bunga.

"Aku bahagia menikahi bidadari secantik dan sesolihah kamu dik Aisyah istriku,".

Aku menangis lagi, aku benar-benar bahagia. Teramat sangat bahagia. Seumur hidup, baru pertama kali aku diperlakukan seindah dan seromantis hari ini.

"Jazakallahkhoyr mas Fatih. Semoga Allah senantiasa menjaga rumah tangga kita. Semoga Aisyah bisa menjadi istri yang taat pada mas Fatih dalam kebaikan, istri yang bisa menjadi penyejuk jiwa dan pandangan Mas Fatih. Aamiin ya Allah ya Rabb,". Ucapku pada suamiku.

"Wa anti jazakallahkhoyr sayang, Aamin ya Allah,". Ucapnya sambil memandangku dengan sangat lekat aku sampai malu dan menundukkan kepalaku.

1
Elisabet Sembiring
memang nyebelin, gondok, tapi namanya cerita ya ibu, mau nyebelin author nulis ceritanya, ya tetap baca. weleh weleh.
author semangat menulis dan readers semangat membaca./Smug/
Elisabet Sembiring
awal baca, hasil sholat istikhoroh nya agak meragukan. nggak terlalu mendalam, ya kan thor
Elisabet Sembiring
jujur dong ke suami.
kata ibu mertua, harus poligami
dasar novel, bikin greget.
lanjut aku baca
Elisabet Sembiring
Luar biasa
Ciankk Arumi Kirana
nyimak
Yayuk Nuri
thor pokok nya jg pisah kn aisah ama fahmi tor aq gk trima pokok nya klu di pisah kn
Yayuk Nuri
jagan pisah kan
Yayuk Nuri
jg pisah kn aisah sama fahmi thor
Yayuk Nuri
ya kenapa fahmi tidak mau nerima panjelasan nya aisah
Yayuk Nuri
lanjut seru nih
TongTji Tea
cerai nya kapan?
TongTji Tea
telan aja sedih mu ,Syah .Aneh banget sih ini
Annasya Saila
karya yang bisa di ambil pelajaranx untuk kita menghadapi setiap ujian di dunia ini. belajar tentang sabar, ikhlas dan ridho akan setiap rencana yg Allah berikan.
Annasya Saila
sungguh tulus cinta Fahmi untuk Aisyah. di dunia di uji dg begitu dahsyatx dan kelak di akhirat akan mendapatkan kebhgiaan. pasangan dunia akhirat Fahmi dan Aisyah.
amalia gati subagio
o a lahhh, bajigur basi oroknya iblis, yach turunan gen setan he
amalia gati subagio
ye kok metong sich? bikin pesta 7hr 7mlm aza, unjuk suka cita utk hasil bajigus basi pd madu1 yg kini otw bangun dari koma o on ogeb pasrahnya jd budak nafsu lu 😁
amalia gati subagio
he? mulai menggugat taqdir neh? ojo nesu2 la bojo anyarnya sempurna toh? jalang++++ suami na bajigur tengik, klop!! yach madu 1 sih mang o on ogeb culun naif halu
Sulati Cus
innalillahi kok jd mewek begini sih pdhl udh pernah baca
amalia gati subagio
perempuan ini munafik bercadar, penipu dgn sertifikatnya bintang 100, tobatnya tobat sambal he
amalia gati subagio
kereb!!!! perempuan dewasa berpendidikan berilmu cukup, sengaja menjatuhkan harga dirinya sd -0sen, terus n terus terperangkap dlm neraka demi syurga yg tak dirindukan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!