Arai Zen, seorang pelajar normal yang menduduki bangku sekolah menengah keatas. Ia tak memiliki kelebihan tertentu yang membuatnya tak terlalu terkenal disekolahnya.
Ia lebih suka menyendiri sambil membaca novel di waktu luangnya. Bukan berarti dia anti sosial. Ia masih memiliki teman namun tak terlalu dekat karena sikapnya.
Namun ia memiliki suatu rahasia yang tak diketahui siapapun. Suatu hari, saat ia sedang jogging, ia secara tak terduga tertabrak oleh sebuah truk.
Dan saat ia membuka matanya, ia melihat seorang yang mengaku sebagai dewa, dan ia akan di hidupkan kembali ke dunia lain bersama dengan 2 permintaan yang Zen inginkan.
Bagaimana kelanjutan cerita Zen didunia lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kings Path, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chp 21 : Mimpi Dan Tujuan
Setelah kalah dari seekor slime, Zen pun diajak berbincang dengan gurunya.
"Zen, dunia ini jauh lebih luas dari apa yang kau bayangkan, perjalananmu masih panjang, dan kau juga akan melewati banyak masalah. Jadi Zen, aku akan bertanya dengan serius, apa cita-citamu?"
"Cita-citaku?"
Zen pun bingung, karena selama ini bahkan selama ia masih dibumi ia tak sekalipun memiliki sebuah cita-cita. Itu karena jalur hidupnya sudah ditentukan oleh orang tuanya yang memiliki perusahaan besar dan saat orang tua Zen pensiun maka Zen lah yang akan meneruskan perusahaan itu.
Karena itulah Zen sama sekali tak memiliki cita-cita, mungkin ia memiliki kemauan, namun tak sebesar cita-cita. Dan sekarang jalur hidup Zen sudah bebas, dan ia tak dikengkang lagi untuk menjadi seorang pengusaha. Dan secara tak sadar, Zen mengatakan hal yang tak pernah ia harapkan sebelumnya, suatu hal yang ia dulu ia pendam sendiri.
"Aku akan menjadi orang terkuat didunia ini." Ucap Zen dengan percaya diri.
"Bhahahahaha~" Albert Einstein tertawa mendengar mimpi dari Zen.
"Kenapa kau tertawa pak tua? Apa kai tak percaya?"
"Dengar, jika orang-orang belum menertawakan mimpimu, itu berarti mimpimu belum cukup besar nak. Baguslah jika kau memiliki mimpi setinggi itu, karena seorang murid memang harus melebihi gurunya.
Ingat suatu saat jika dunia jahat kepadamu, maka kau harus menghadapinya sesulit apapun itu, karena tak akan ada seorang pun yang akan menyelamatkanmu jika kamu tak berusaha.
Tidak ada sesuatu di dunia yang terjadi secara kebetulan, semuanya terjadi karena suatu alasan, jadi jika kau ingin menggapai mimpimu, kau harus memiliki kerja keras yang sepadan dengan mimpimu itu."
"Baik guru, tapi apa guru juga masih memiliki mimpi untuk digapai?"
"Hmm, bagiku hidup hari ini saja, aku sudah bersyukur. Namun aku tak ingin mati begitu cepat sebelum melihatmu menggapai mimpimu, jadi mimpiku saat ini adalah melihatmu mencapai puncak dan melampauiku."
"Guru..."
"Hahahaha! Sudahlah, kalau begitu kau jangan malas-malasan, mari mulai lagi latihan mu melawan gummy slime, latihan tak akan selesai sebelum kamu bisa mengalahkannya."
5 Jam kemudian, tepatnya pukul 11 malam.
"Hahhh-hahhh, slime sialan..." Ucap Zen yang tengah terbaring penuh keringat dihalaman rumah gurunya.
"Hahaha, cukup bagus untuk latihan dihari pertama. Walaupun jika dalam pertarungan nyata kau sudah mati 203 kali.
Kalau begitu istirahatlah, latihan selesai disini, sebelum kau pulang bereskan dulu pedang-pedang yang kau patahkan itu ketempat pembuangan dibawah."
Ya, sesuai dengan perkataan Albert. Zen telah duel melawan slime sebanyak 204 kali dengan hasil 203 kalah dan 1 menang. Zen kesusahan dengan peluru super cepat milik slime dan juga kemampuan untuk memecah badannya.
Setiap duel, Zen banyak kalah disaat ia menebas slime tersebut, dan bukannya mati, jumlah slime malah tambah banyak, karena ia bisa memecah badannya menjadi banyak. Dan menyatu kembali.
Di akhir duel, Zen berhasil mengalahkan slime tersebut menggunakan bola api biru miliknya yang dikompres menjadi bola yang sangat kecil, lalu saat ada celah Zen bukan melempar bola tersebut, namun memasukkannya kedalam tubuh slime.
Tubuh slime itu terlihat seperti jelly, namun kenyataanya lebih seperti air yang memiliki bentuk. Jadi Zen bisa memasukkan bola api tersebut kedalam tubuh slime dan meledakkannya menjadi berkeping-keping sehingga slime tersebut tak bisa menyatu kembali dan mati.
Setelah itu, Zen pun membawa pedang-pedang yang patah saat menahan serangan peluru dan bilah angin milik slime menggunakan kain bekas.
Dan Zen pun pergi kedalam rumah, dan masuk keruangan yang bisa bekerja seperti lift, dan Zen oun berkata.
"Turun."
Dan sesaat kemudian, ruangan tersebut pun turun kebawah dan beberapa saat kemudian sampai di ruang bawah tanah.
Zen pun mengikuti arahan yang diberikan oleh gurunya dan pergi keruang pembuangan, sesampainya Zen ditempat pembuangan, Zen melihat sebuah kolam yang cukup besar, kolam tersebut bukan berisi air, namun berisi lava yang sangat panas.
Zen pun langsung membuang pedang yang sudah rusak kelava. Dan setelah itu, ia oun sedikit berkeliling mengelilingi ruang bawah tanah, dan saat ia berkeliling ia melihat sebuah ruangan seperti laboratorium, dimana banyak cairan-cairan aneh, tanaman dan tumbuhan yang tak pernah Zen lihat sebelumnya berada di tempat tersebut.
"Hmm, ruang apa ini? Jangan-jangan ini ruang alkemis?"
Di Ruangan itu, Zen melihat sebuah buku yang tergeletak di meja. Zen pun mengambil buku tersebut, dan saat ia membaca buku itu, isinya adalah informasi mengenai tumbuhan dan tanaman yang ada disana.
Karena gurunya sedang pergi dari sini, Zen pun berinisiatif untuk belajar mengenai alkemis, menggunakan buku yang ia dapatkan saat berhasil membuat sirkulasi mana swordmage.
Dibuku tersebut, banyak resep-resep dan cara pembuatan berbagai potion, pil, bahkan racun mematikan.
Saat sedang melihat-lihat isi dari buku tersebut, Zen dikejutkan oleh notifikasi misi dari system.
[Ding, misi terdeteksi]
______
Misi : Buat mana potion secara sempurna.
Hadiah : Alkemis Eye(B+)
_______
"Heh? Itu memicu misi ya?" Zen pun langsung membuka buku alkemis nya dan mencari resep dan cara pembuatan mana potion.
Saat menemukannya, Zen melihat bahwa untuk membuat mana potion, ia membutuhkan 4 bahan utama, yaitu air, oak leaf, blue stone, mana stone.
Lalu Zen pun memasukkan semua bahan tersebut ke dalam tungku alkemis kecil yang ada diruangan tersebut. Dan Zen pun harus menggunakan elemen apinya untuk memanaskan tungku.
Setelah memasukkan semua bahan yang tertera dibuku, Zen pun langsung menutup tungku alkemis dan menggunakan api biru untuk memanaskan tungku, tertulis bahwa kualitas mana potion tergantung dengan kestabilan api yang digunakan.
Jadi Zen fokus untuk membuat api yang ia keluarkan agar tetap stabil selama 30 menit.
Setelah 30 menit, Zen pun membuka tungku alkemis tersebut, dan melihat kalau bahan-bahan yang ia masukkan sepenuhnya telah leleh dan menjadi cairan berwarna biru.
Setelah itu, Zen pun memindahkan cairan tersebut ke wadah kosong, dan Zen mengalirkan mana kecairan tersebut secara terus menerus bertujuan mengikat mana yang ada disana hingga cairan tersebut dingin agar kepadatan mana didalam cairan tersebut tetap tinggi dan tak menurun.
Setelah proses itu selesai, Zen pun dengan cepat mengambil botol kosong yang di khususkan untuk menyimpan potion, dan memasukkan cairan tersebut kedalamnya secara perlahan dan hati-hati.
[Ding, misi berhasil, mendapatkan skill Alkemis eye]
"Huftt, akhirnya selesai. Tak kukira membuat potion akan sangat melelahkan dan juga butuh kesabaran," Ucap Zen. Setelah itu, Zen pun melihat deskripsi mengenai skill yang barusan ia dapat.
________
[Alkemis Eye]
Rincian : sebuah skill yang akan memberikan petunjuk mengenai pembuatan item alkemis, dengan syarat mengetahui apa yang akan dibuat, dan bahan-bahan yang dibutuhkan. Dan secara otomatis skill ini akan menunjukkan caranya(Saat ini hanya dapat membuat item alkemis tingkat rendah)
________
Bersambung>>
udah lama aku nungguin nih
udara atau langit