Setiap dari kita mungkin pernah merasa benci kepada diri sendiri, penyesalan, iri dengan yang punya, terganggu dengan penilaian orang lain, hingga membuat kita memilih untuk menutup diri sampai kita sadar bahwa dunia ini indah dan masih ada cahaya yang bersinar untuk kita.
****
Cassie memilih untuk menjauh setelah pernyataan cintanya di tolak dengan cara yang kejam. Lalu menjadi bulan -bulanan teman-teman nya. Namun siapa sangka, Cassie justru bertemu dengan Aaron, yang dijadikan Cassie sebagai pelarian. Ia bahkan mengubah penampilannya demi Aaron. Sementara itu, Aaron justru bersikap ketus kepada Cassie
Di sisi lain, Aaron juga memiliki sifat yang tak terduga oleh Cassie yang melihat cowok ganteng itu kadang perhatian terhadapnya kadang pula acuh tak acuh bahkan cenderung dingin dan ketus sekali.
Namun, semua itu berubah ketika Cassie mengetahui rahasia Aaron, si cowok cantik...
Bagaimana kisah mereka berdua?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Ruang kelas sepuluh B telah terbuka lebar untuk Cassie dan Silvana berjalan keluar melewatinya untuk berbelok ke kanan yaitu tangga menuju ke lantai bawah dengan langkah tergesa-gesa ke arah barat gedung sekolah yang menjadi tempat tujuan mereka setiap jam istirahat siang.
"Cas, kamu jajan apa di kantin untuk isi perutmu di jam istirahat pertama di hari selasa ini? " tanya Silvana kepada Cassie yang sudah duduk di bangku depan meja kantin favorit mereka.
"Siomay aja.. " jawab Cassie sambil melihat hp nya.
Lalu datanglah Kenny Rogers yang telah duduk di bangku kosong di depannya sambil menaruh semangkuk bakso dan segelas es teh manis di meja.
"Ken, tumben kamu tidak gabung dengan teman- temanmu di meja sebelah kanan kantin sekolah kita? " tanya Cassie sambil melirik ke arah kanan mereka kepada Kenny Rogers.
"Bosan ahhh. " jawab Kenny Rogers santai.
"Ouh.. "
Cassie menerima piring siomay dari Silvana di sisi kirinya dengan membawa sepiring batagor di tangan lain yang diletakkan di meja dan kaget melihat kehadiran Kenny Rogers di dekat mereka sekarang ini.
"Ehhh, kok ada Kenny di sini?" ucap Silvana.
"Iya, tuh, mungkin dia ingin dekat denganmu. " bisik Cassie yang membuat Kenny tersedak di saat pemuda remaja itu makan bakso.
"Ehh.. Nih Chaplin asal aja deh.. " batin Kenny.
Silvana tersipu sambil menikmati batagor nya dengan diam -diam melirik ke arah Kenny Rogers yang berusaha untuk makan bakso dengan luar biasa tenang meskipun jantung Kenny Rogers berdetak kencang tidak karuan karena duduk di bangku yang sama dengan bangku yang duduki oleh Silvana.
"Emm, Kak Aaron gimana ya kabarnya hari ini? Hhh, Aku sudah dua hari tidak melihatnya pulang ke rumah O'om Hermanto. " batin Cassie. Gadis itu melihat-lihat medsos milik Aaron Valentino Hermanto melalui hpnya sambil menikmati tiap suapan siomay dari sendok di tangannya sendiri.
Kenny Rogers memerhatikan gerak -gerik Cassie selama jam istirahat sampai mereka bertiga usai menghabiskan makanan mereka lalu bergegas kembali ke kelas mereka di lantai tiga gedung SMA.
*****
Semarang, Jawa Tengah.
Di sebuah kantor yang cukup besar dan bersih terlihatlah Aaron yang sedang mengadakan rapat bersama dengan sejumlah klien yang hadir di kantor itu. Aaron melakukan presentasi di depan para klien dengan menunjukkan ide kerja di layar proyektor yang dihubungkan dengan laptopnya.
"Di sini ada pepohonan yang mengarah ke depan jalan raya dari gedung yang akan kita bangun di daerah kota Semarang dan kita bisa menjual gagang pintu produksi kita kepada mereka para pembangun tersebut. " kata Aaron dengan suara lantang sambil menunjukkan idenya kepada para kliennya.
"Bagus, idemu itu Pak Aaron meskipun usiamu masih sangat muda namun pemikiran kamu amat luarbiasa matang dan sesuai dengan apa yang kita inginkan untuk kerjasama antara dua perusahaan yang memproduksi barang- barang pembangunan. " kata Bosnya yang tersenyum bangga memiliki seorang karyawan tetap dan hebat seperti dia.
"Bagaimana dengan pendapat para Bapak -bapak dan Ibu -ibu mitra kerja mengenai ide Aku tadi? " tanya Aaron ramah menatap lurus para klien di depannya.
"Kami setuju dengan idemu, Pak Aaron. Hanya saja kami ingin Bapak Aaron sendiri yang turun tangan menyelesaikan proyek ini melalui tim kerja di PT. Anugerah Jaya agar proyek ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses untuk kita semua. " jawab para klien yang menoleh kepada Bosnya Aaron yang bernama Bu Selly.
"Gimana Pak Aaron apakah kamu mau terima proyek ini untuk batu loncatanmu sendiri untuk mencapai cita-cita luhur mu dan kesuksesan di usia muda? " tanya Bu Selly yang menghadap ke arah Aaron dengan senyuman percaya dengan kemampuan Aaron.
"Baik, saya mau terima proyek ini. " jawab Aaron tegas sekali.
"Bagus.. Kalau begitu rapat hari ini telah selesai dengan diluar perkiraan kita semua dan semoga hasil kerja kita semua mencapai keberhasilan bersama dengan sempurna. Baiklah, rapat akan Aku tutup sekarang juga. Jadi, siapapun dapat meninggalkan ruangan rapat dengan bebas. " kata Bu Selly yang menutup laptop di depannya lalu merapikan berkas-berkas lalu meninggalkan ruangan rapat tanpa menoleh ke arah Aaron dan para klien mereka.
"Hmm, baiklah Aku juga pamit undur diri dulu ke hotel untuk istirahat. " kata Aaron yang segera meninggalkan ruangan rapat juga usai pamit kepada para klien.
Aaron menaruh semua barangnya di kamar hotel tempatnya menginap lalu berjalan-jalan santai menikmati suasana kota Semarang dengan beli sejumlah souvenir dan oleh-oleh khas Semarang di tempat biasa ia datangi tiap kali ia tugas di kota Semarang.
"Aaron.. " panggil Kimberly yang menenteng tas belanjaan dengan berlarian ke arah Aaron yang membalikkan badan untuk berjalan ke arah lain.
"Heiiii... Tunggu sebentar saja Aaron.. Aku ingin bicara berdua saja denganmu.. " kata Kimberly yang menahan lengan Aaron dari belakang.
"Kim tolong lepasin lengan ku.. Disini tempat umum dan juga kamu sudah mempunyai pacar calon tunanganmu yang rumahnya bersebelahan dengan rumahku.. " pinta Aaron sambil menarik lengannya dari pegangan tangan Kimberly.
"Ehh, ya, ya.. Tapi, kau jangan galak gitu dong.. " kata Kimberly melepaskan tangannya dengan cepat dari lengan Aaron namun sekali lagi gadis itu malah ditinggalkan begitu saja di tepi jalan oleh Aaron.
Aaron akan menyeberangi jalan raya untuk ia bisa kembali ke hotelnya namun seorang gadis dari arah kanan menghampiri dan menyapanya di tepi jalan raya depan ruko pasar kota lama Semarang.
"Hai Aaron.. Maukah kamu menemani aku untuk makan malam di restoran di ujung jalan ini? " sapa gadis rambut panjang yang wajahnya amat cantik dan tubuhnya semanpai bak model iklan shampo.
"Mmm, maaf , Aku mau makan malam bersama teman-teman ku yang sudah menunggu aku di restoran dalam hotel kami. " Jawab Aaron yang tak memberikan gadis itu bicara lebih banyak lagi dengan menyeberang cepat ke hotelnya dan masuk ke dalam hotel tanpa menghiraukan para klien yang menatapnya dengan pandangan mata keheranan karena dia barusan saja menolak tawaran untuk makan malam bersama anak Bos PT Anugerah Jaya sendiri.
"Hebat dia bisa menolak tawaran untuk makan malam bersama dengan anak bosnya sendiri dengan sikap dingin gitu. " kata para klien yang lainnya.
"Iya, dia tipe cowok muda dan ganteng yang luar biasa hebat dalam segala tindakannya yang luar biasa mengagumkan. " puji Bu Selly yang juga melihat Aaron bersikap dingin terhadap putrinya sendiri yang memang dinilainya terlalu manja dan mau menang sendiri alias gadis yang super egois dan memaksakan kehendaknya sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain.
Bersambung!!