Hantu Istriku Balas Dendam
(Season 1)
Ketika seseorang di butakan CINTA, dan pria itu hanya menyukai satu orang untuk selamanya, Lala Kesuma.
Arika, sahabat Lala yang telah jatuh hati lebih dulu dan memendam perasaan 7 tahun pada Bram Agung, suami Lala.
Setelah kematian tragis sahabatnya, dia bertekad memiliki pesona Lala, pesona orang mati, agar memikat Bram untuk menjadi suaminya.
Berhasilkah Arika?
Cerita ini telah tamat. Untuk kelanjutannya silahkan membaca season kedua.
❤️❤️❤️❤️
Hantu Istriku kembali
(Season 2)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eouny Jeje, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Akan Menikah Lagi
Lala masih mengambang di udara bak balon yang terlihat sulit terbang, dan napasnya terlihat terengah-engah karena rasa kenyangnya.
"Apakah aku telah menghabiskan 666 energi?"
Zayn menanggukan kepala.
"Bantulah aku dan kempeskan badanku, Zayn!" pinta Lala yang terasa mulai sesak.
Zayn terkekeh, dan membuka telapak tangannya, dan munculah satu jarum emas dalam telapak tangannya, "Aku bisa menolongmu, dengan menusuk perutmu. Setelah itu, setiap ruh yang kau telan, akan keluar begitu saja, dan yang kau lakukan sia-sia!"
Lala mengerutkan alisnya menjadi saling menumpuk, dan diapun segera menggelengkan kepala, dan menyahut Zayn, "Aku akan terbiasa dengan tubuh gendut seperti ini."
Zayn tersenyum dan menepuk pundak Lala, "Setelah hari ini, kau akan terbiasa lapar. Kau akan menjadi hantu sadis. Energimu akan meningkat!"
Lala terkekeh mendapatkan petunjuk mangsa di depannya, "Apakah aku boleh menelanku, Zayn?"
Zayn pura-pura bergindik dan memasang ekspresi ketakutan, "Jangan menelan aku yang baik hati ini."
Lala terkekeh. Tetapi, kekehan Lala langsung hilang begitu saja. Dalam sekejap Zayn membawanya kembali ke apartemen Sachy.
Malam ini, kamar apartemen Sachy terlihat kembali bernuansa hitam. Tiga lilin besar tampak menyala berada di atas meja, dan terdapat secangkir kopi hitam di atas meja. Namun, wanita indigo itu terlihat terbaring di atas tempat tidurnya dengan riasan gothic dan pakaian serba hitamnya.
Zayn mendekat ke sisi ranjang, dia mendengar dengkur halus kekasih manusianya.
"Hei wanita in--" Lala membuka suara ingin membangunkan Sachy. Namun, kalimatnya putus ketika sepasang mata Zayn terlihat melarangnya, dan jari telunjuk Zayn menempel pada bibirnya sendiri, dan pria itu mendesis dengan suara batinnya.
Sssst ... jangan berisik! Biarkan dia tidur!
Lala menganggukkan kepala, dan dengan suara batin dia bertanya pada Zayn.
Aku hanya ingin bertanya padanya. Aku telah menyelesaikan perintah dia berikan. Menjadi gendut seperti ini. Lalu, kapan dia akan membantuku?
Zayn menghindar untuk menjawab, dia memilih mengacuhkan Lala, dia memilih tidur di sisi wanitanya. Ujung telunjuknya terlihat menyentuh kening Sachy, dengan tenaganya dia menembus dinding pikiran Sachy. Dia menerobos masuk ke dalam mimpi wanita itu, dan sekejap ruh Zayn hilang dan masuk ke dalam alam pikiran Sachy.
Lala tercengang ketika melihat ruh Zayn hilang begitu saja, hanya tersisa suara batin yang memperingati Lala, menggema dalam ruangan.
Kau berjalan-jalan saja menjadi hantu jalanan di luar sana. Kami sedang memadu kasih! Jangan menganggu kami lagi.
Lala tersedak sementara pikrannya teringat bagaimana dia telah menjadi lalat yang mengganggu Zayn dan Sachy. Lala tersenyum sendiri, dan membawa jiwa gendutnya segera menghilang, dan berpindah-pindah secara acak ke semua tempat. Dia berjalan mengambang di udara menyeret jiwa dengan perut buncitnya, hanya untuk melihat setiap keluarga yang bercengkrama harmonis,berganti dengan tempat lain melihat pertengkaran suami istri yang terlihat sang isteri melemparkan semua pakaian sang suami ke tanah, helm , dan beserta jaket dan mendorong tubuh sang suami pergi.
"Pergi, dan jika kau ingin kembali ke rumah. Maka matilah kau lebih dahulu!" teriak sang isteri.
Sang suami meringis dan menjawab, "Tak memiliki salah. Namun, di usir!"
"Tidak ingat salah! Lebih baik mati! Kau chit-chat wanita lain setiap malam, dan menghadiahkan mereka banyak hal! Tetapi untuk isi kulkas, kau bilang tak punya uang."
Tidak lama terdengar suaran blam! sang isteri menutup pintu, dan klek! sang isteri terdengar mengunci pintu.
Lala terkekeh melihat pertengkaran tersebut, dan hidungnya mencium pikiran kotor dari sang suami, dan menyedotnya.
Ternyata dia hobi main serong! Lala menggelengkan kepala seraya mengusap pikiran kotoran pria itu.
Sang suami terlihat segera menggedor pintu. Tok!Tok!Tok!
"Sayang, buka pintu! Jika aku mati. Apa kau tak rindu padaku?" rengek suaminya di depan pintu.
Lala termenung dua kalimat terakhir sang suami. Seakan pertanyaan itu menyinggung dirinya. Jika aku mati. Apa kau tak rindu padaku?
"Kau jadi hantu. Aku akan menikah lagi!" jawab sang dengan setengah berteriak.
Mendengar jawaban sang isteri. Rambut Lala segera berkibar merak. Dia teringat akan sosok Arika yang telah tidur bersama Bram.
Apakah Bram akan menikahi Arika? Aku tidak rela, batin Lala menelan pahit kenyataan yang terjadi antara dirinya dan Bram. Dua dunia. Dua wujud. Hantu dan manusia.
"Kau berani menikah lagi! Aku akan menggentayangimu seumur hidup!" seru sang suami dengan mengetok pintu dengan suara seperti palu menghancurkan batu. Tokkkk!
Lala menganggukan kepala, dan sekata dengan pria paruh baya tersebut. Akan mengnatui jika berani menikah lagi.
"Kau jadi hantu pun , aku tidak takut!" teriak sang isteri dari dalam rumah. Sang suami hanya mendenguskan napas kasar di depan pintu, dan memungut pakaian dan helm miliknya. Lalu, naik kendaraan dan meninggalkan asap hitam yang mengepul seiring motor tersebut melaju.
"Lihat saja! Aku doakan kau mati, dan aku menikah lagi! Aku tidak takut hantu siapapun!" sungut sang isteri dengan sepasang mata yang terlihat berkaca-kaca.
Mendengar perkataan wanita patuh baya itu. Lala tersulut marah, bayangan Arika akan menikah dengan Bram, membuat dirinya segera naik pitam.
"Kau tidak takut hantu siapapun! Bagaimana jika aku muncul di depanmu!" geram Lala. Hitungan detik selanjutnya. Lala bersembunyi dekat jendela kamar wanita paruh baya itu.
Wanita itu terlihat sedang memegang kipas di tangannya. Sekali-kali dia mengayunkan kipas itu, untuk menciptakan angin yang menyejukkan dirinya yang gerah.
Lala menyeringai usil, dan dia mengeluarkan suara menangis pilu di sisi jendela.
"Huuuuu ... huuuuu ... huuuu!"
"Jangan menipuku! Aku tidak takut hantu manapun!"
Pletak! sebuah kipas tangan di lemparkan ke arah jendela, mengejutkan Lala. Lala terkesiap merasa kesal.
Apa aku kurang horor? tanya Lala pada dirinya sendiri. Dia tersenyum menyeringai lagi, menampakkan gigi taringnya, dan dia menjulurkan kepalanya dengan leher yang memanjang, menerobos masuk dengan cara menembus dinding.
"Hi ... hi ... hi ...." kikik Lala dengan senyum lebar.
"Kau tidak bisa meni--" Wanita paruh baya itu menghentikan kalimatnya. Tangannya yang akan melempar guling, terjatuh begitu saja karena seluruh raganya bergetar, dan seluruh bulu tubuhnya meremang, dan tekuknya mulai merasakan hawa dingin yang luar biasa menusuk-nusuk hingga tulangnya.
"Han-han-hantu ...," jerit wanita itu terbata,dan segera bangun dari kasurnya, berniat segera keluar dari kamarnya. Namun, kepala Lala lebih dulu berputar-putar bak gasing yang berkeliling mengitari tubuh wanita paruh baya tersebut.
Kau tidak takut hantu, kan! Aku datang menakutimu!
Suara Lala bergema di dalam ruangan, memperingati wanita tersebut yang telah merembeskan air kuning membasahi celana tidurnya, membanjiri lantai, dan menciptakan bau pesing.
......................
Bersambung ...
Jangan mengumpat hantu yah, bisa saja ada hantu usil dan menakutimu ... Biar nggak mimpi buruk, jangan lupa berdoa sebelum tidur yah 😚