NovelToon NovelToon
Memilikimu Dalam Hati 2

Memilikimu Dalam Hati 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:118k
Nilai: 5
Nama Author: Lhanly

"Memilikimu Dalam Hati 2" merupakan kelanjutan kisah Velix dan Jesi pada novel "Memilikimu Dalam Hati" sebelumnya. Dalam kisah ini, cinta Velix dan Jesi pun kembali diuji meski mereka sudah hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga yang bahagia. Dibandingkan dengan versi 1, di versi ini akan lebih banyak konflik yang menguras emosi pembaca.
Nanti keseruan ceritanya... Dan selalu tunggu updatenya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lhanly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kota M

Setelah lebih sepekan Jessi dan Velix berada di kota asal mereka, kini mereka kembali ke kota M. Alasan nya karena Velix dan Jessi harus kembali bekerja seperti semula. Terlalu banyak pekerjaan yang tertunda saat mereka berada di kota asal nya. Itulah alasan yang mereka katakan pada ayah Velix dan ibu nya Jessi.

Namun selain itu, alasan yang sesungguh nya adalah Velix harus memulihkan tanda memar di wajahnya akibat pertengkaran dengan Wandy waktu itu. Mereka sengaja kembali karena tidak ingin diketahui oleh ayah Velix dan Ibu Jessi.

"Selama memar diwajah mu belum hilang, kau juga belum bisa ke kantor." Ucap Jessi.

"Hanya tinggal sedikit memar, tapi keadaan ku sudah baik baik saja. Aku sudah bisa beraktivitas seperti biasa." Jawab Velix.

"Tapi bagaimana kalau orang kantor melihat nya?" Tanya Jessi.

"Walaupun mereka melihat nya mereka tidak akan berani bertanya pada ku." Jawab Velix.

"Ya sudah, terserah kamu saja." Jawab Jessi.

"Kalau begitu, aku juga sudah bisa mulai masuk kerja kan?" Sambung Jessi.

"Silahkan saja, asalkan si brengsek itu tidak akan mencari perhatian mu lagi." Jawab Jessi.

Jessi hanya menggelengkan kepalanya saat mendengar kata kata itu dari mulut Velix.

Sudah dua hari semenjak Velix dan Jessi kembali masuk kerja, mereka tidak pernah bertemu Wandy di kantor. Jessi yang berada satu ruangan dengan Wandy juga tidak tahu di mana keberadaan manager nya saat itu. Padahal yang mereka tahu Wandy sudah kembali lebih dulu ke kota M.

"Sudah dua hari ini Wandy tidak pernah berada di kantor. Kata pegawai yang satu devisi dengan ku, semenjak kembali ke kota asal Wandy belum pernah datang ke kantor." Ucap Jessi pada Velix.

"Bukankah dia sudah tiba lebih dulu sebelum kita? Seharusnya dia juga sudah lebih dulu masuk kantor kan?" Jawab Velix juga merasa bingung.

"Apa tidak sebaiknya kau menghubunginya sayang?" Tanya Jessi.

"Aku sudah pernah menghubunginya kemarin, tapi ponselnya tidak aktif." Jawab Velix.

"Atau kau cari dia di apartemennya saja bagaimana? Aku khawatir dengannya, tidak biasanya Wandy menghilang tanpa kabar seperti ini. Walau bagaimanapun, dia adalah sahabat mu kan?" Jawab Jessi.

"Baru baru ini dia pindah di apartemennya yang baru. Dan aku belum sempat ke sana. Jadi aku tidak tahu alamat apartemennya yang baru itu sayang." Jawab Velix.

"Ya ampun. Lalu kita harus bagaimana?" Tanya Jessi mulai merasa cemas.

"Aku akan coba ke apartemennya yang lama, siapa tahu aku bisa dapat informasi dari situ." Jawab Velix.

"Dddrrrrttt.... dddrrrrttt..." Ponsel Velix berdering.

"Ahh... si brengsek ini ternyata panjang umur juga. Sebentar sayang, ini dia meneleponku." Kata Velix sambil menunjukkan layar ponselnya pada Jessi.

"Hei Manager brengsek, akhirnya kau menghubungi ku juga." Sahut Velix saat menjawab ponsel nya.

"Ada apa, apa kalian sangat merindukan ku?" Jawab Wandy sedikit meledek Velix.

"Bukan begitu, tapi kau sudah kebanyakan libur. Kau mau bertingkah seperti seorang direktur?" Jawab Velix.

"Kau pikir hanya karena kau direktur kau bisa liburan seenaknya?" Jawab Wandy.

"Ahh, sudahlah aku tidak mau berdebat dengan mu." Di mana kau sekarang? Istriku ini sangat sulit menyelesaikan pekerjaan nya karena kau tidak berada di kantor." Jawab Velix.

"Itu hanya alasan nya saja. Sebenarnya Jessi itu rindu dengan ku, dan ingin bertemu aku. Apa kau tahu itu, hahaha." Jawab Wandy.

"Diam kau." Jawab Velix kesal sambil menutup ponsel nya.

"Bagaimana sayang?" Tanya Jessi setelah menyadari suaminya itu sudah tidak berbicara di telepon lagi.

"Orang yang sangat kau khawatirkan itu baik baik saja. Bahkan dia menertawakan aku saat tahu kau sedang membutuhkan nya." Jawab Velix.

"Kenapa juga harus bilang seperti itu?" Jawab Jessi tersenyum.

"Kalau saja kalian tidak sedang mengerjakan proyek dari tuan Erick, mungkin aku sudah memecatnya. Atau ku kembalikan saja dia ke kantor ayah." Jawab Velix kesal.

"Kalau begitu setelah pekerjaan dengan tuan Erick selesai, pindahkan saja lagi dia ke kantor ayah. Aku juga sudah bosan melihat kalian berdua selalu bertengkar sepertj anak kecil." Jawab Jessi sambil meninggalkan Velix.

"Kau mau ke mana?" Tanya Velix.

"Tidur." Jawab Jessi.

"Kau tidak mau menemaniku menonton bola?" Tanya Velix.

"Tidak, aku ngantuk." Jawab Jessi dan menghilang di balik pintu kamar nya.

"Hmmm.... anak itu sudah mulai bisa membantah." Ucap Velix pelan sambil menggelengkan kepala nya.

"Ddrrrtt... dddrrrrttt..." Ponsel Jessi berdering memecahkan keheningan di dalam kamar saat Jessi sudah bersiap untuk tidur.

"Hallo..." Sahut Jessi.

"Hallo Jes, ini aku Sesil. Maaf mengganggu waktu mu." Jawab Sesil.

"Tidak apa apa Sil, ada apa?" Tanya Jessi.

"Tadi aku main ke rumah mu, tapi kata ibu Robiyah kalian sudah kembali ke kota M. Apa benar?" Tanya Sesil.

"Iya, aku dan Velix sudah kembali sejak tiga hari yang lalu. Memang nya ada apa Sil?" Tanya Jessi.

"Oh, tidak apa apa. Hanya saja aku menunggu mu datang bersama Velix untuk menjalani program kehamilan kalian. Karena tidak ada kabar, aku pikir lebih baik aku datang untuk mengunjungi kalian saja di rumah. Tapi ternyata kalian sudah pulang." Jawab Sesil.

"Iya, maafkan aku Sil. Kita mendadak pulang karena ada sesuatu yang terjadi." Jawab Jessi.

"Oh, aku pikir kau marah pada ku karena kejadian di caffe itu. Karena itu aku ingin minta maaf secara langsung pada mu." Jawab Sesil.

"Sama sekali tidak, Velix sudah menjelaskan semua nya pada ku. Jadi, kau tidak perlu khawatir." Jawab Jessi.

"Syukurlah kalau begitu, aku ikut senang. Tapi, apa itu berarti kalian tidak jadi ikut program kehamilan dengan ku?" Tanya Sesil.

"Sebenarnya aku masih sangat ingin mencoba nya Sil, tapiii.... bagaimana caranya untuk bertemu dengan mu." Jawab Jessi.

"Bagaimana kalau kalian mulai dengan memeriksakan kondisi kesehatan kalian secara keseluruhan. Riwayat kesehatan kalian adalah faktor penentu tingkat persentase keberhasilan program kehamilan ini." Jawab Sesil.

"Baiklah, akan ku usahakan untuk melakukannya." Jawab Jessi.

"Selain itu, aku juga membutuhkan daftar obat atau suplemen apa saja yang sedang kalian konsumsi tiga bulan terakhir ini. Jika obat obatan itu bisa menghambat faktor kehamilan mu, aku akan mencari kan solusi nya." Jawab Sesil.

"Baiklah, akan ku kirimkan pada mu." Jawab Jessi.

"Oh ya Jess, apa Velix juga tidak memiliki anak dengan pernikahan sebelum nya?" Tanya Sesil.

"Maaf, jika pertanyaan ku sedikit sensitif." Sambung Sesil.

"Iya, mereka tidak memiliki keturunan." Jawab Jessi.

"Apa mungkin masalah kehamilan mu ini ada pada Velix suami mu?" Tanya Sesil.

"Apa maksud mu?" Tanya Jessi.

BERSAMBUNG...

1
CebReT SeMeDi
lanjut
CebReT SeMeDi
next ya
CebReT SeMeDi
semangat berkarya
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
like
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
lanjut
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
next
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
like
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
lanjut
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
next
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
lanjut
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
next
🎀ᵀᵗᵇ'ˢ 80'™
udah end kah?🤔🤔
Shen月呀: halo kak jangan lupa mampir juga di karyaku 🙃
total 1 replies
CebReT SeMeDi
lanjut kak
CebReT SeMeDi
cemburu ya
CebReT SeMeDi
semangat
CebReT SeMeDi
lanjut
CebReT SeMeDi
jesyy dih
💕
Semangat thor
🎀ᵀᵗᵇ'ˢAni Rhoma❤️
semangat berjuang vina 😍 kamu pasti bisa mendapatkan Wandy 💪
Shen月呀: halo kak jangan lupa mampir juga di karyaku 🙃
total 1 replies
T!@n9α£it
samawa buat jefri dan sesil😍

trs semangat ka Lhanly🤗😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!