Cerelia Park, selebriti terkenal yang kini sedang terlibat skandal dengan pria beristri. Tidak ingin rumor tentangnya makin menyebar luas, Cerelia memutuskan menikah kontrak dengan pria yang bekerja sebagai cleaning service di hotel tempatnya menginap.
Tanpa diduga, pria yang bernama Kang Seok Joon itu adalah putra kedua dari konglomerat terkenal di Korea. Anak buah ayahnya berhasil menemukan Seok Joon yang bernama asli Lee Kang Joon.
Lee Kang Joon akhirnya kembali ke rumah besar keluarganya dengan membawa Cerelia sebagai menantu kedua di keluarga Lee.
Akankah pernikahan Joon dan Cerelia bertahan meski keluarga Lee menentang?
*Kisah ini berlatar di Korea Selatan, anggap saja kalian sedang menonton drakor, hehe
Jangan lupa dukungannya utk karyaku yg satu ini.
Terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pinkanmiliar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketulusan Cinta Joon
Setelah lama berpelukan di depan gedung kantor NT Entertainment, akhirnya Joon dan Celia masuk ke dalam mobil dan mulai membelah jalanan kota. Tempat pertama yang Joon datangi adalah sebuah restoran. Joon tahu jika Celia butuh asupan banyak untuk kesehariannya.
"Kita makan dulu ya! Setelah itu kita ke rumah sakit."
Celia mengangguk dengan ide Joon. Celia juga tidak menolak karena dirinya juga sangat lapar.
Mereka duduk saling berhadapan dengan banyaknya menu yang ada di meja mereka. Joon memanggang daging sapi kualitas terbaik untuk Celia. Lalu dengan telaten meletakkan daging yang telah siap dimakan itu di mangkuk milik Celia.
"Kau harus makan yang banyak. Mi Ran pasti akan sedih jika kau sakit."
Celia tersenyum dengan semua sikap hangat Joon. Sungguh pria ini adalah pria yang luar biasa.
"Terima kasih. Kau juga makan yang banyak." Celia mengambilkan beberapa lauk pauk untuk Joon.
Usai makan malam, Celia dan Joon kembali ke rumah sakit untuk menemui Mi Ran. Gadis kecil itu sangat gembira ketika bertemu dengan Joon dan Celia.
Mi Ran bahkan merentangkan tangannya dan menyambut kedatangan Joon. Dengan senang hati pria itu menyambut pelukan Mi Ran.
"Ayah..."
Hati Joon terhenyak mendengar Mi Ran memanggilnya 'ayah'.
"Apa aku boleh memanggilmu, Ayah?" Mi Ran bertanya karena Joon tidak merespon. Pastinya Joon masih kaget dengan panggilan barunya itu.
"Tentu saja. Kau boleh memanggilku ayah. Karena aku memang ayahmu!" Joon menciumi wajah Mi Ran dengan gemas. Hingga membuat gadis kecil itu tertawa geli.
Dari jarak dekat, Celia tersenyum haru melihat kedekatan Mi Ran dan Joon. Sang Mi mengusap pelan lengan putrinya.
"Kau lihat sendiri kan? Mi Ran sangat bahagia jika bersama Kang Joon. Kuharap kau juga bisa menerima dia seperti Mi Ran."
Celia hanya diam dan tidak menanggapi. Sebenarnya hatinya lega melihat Mi Ran bisa tertawa lepas begitu. Besok adalah hari pertamanya melakukan kemoterapi. Celia memutuskan untuk mengambil cuti agar bisa menemani Mi Ran.
...***...
Setelah kemarin Ae Gyo memintanya untuk memeriksakan kondisinya, kini Hye Ri tidak memiliki pilihan lain selain bicara dengan Kang Moon. Siang ini, Hye Ri sengaja datang ke kantor Kang Moon untuk mengajaknya makan siang sekaligus membicarakan soal program kehamilan.
Sebenarnya Hye Ri ingin bicara di rumah, tapi sayangnya mereka tak sempat bicara karena pulang dalam keadaan sudah lelah dan ingin beristirahat. Hye Ri juga tidak mau mengganggu suaminya istirahat. Alhasil, Hye Ri memilih siang hari untuk bicara dengan Kang Moon.
Hye Ri melangkah dengan anggun di depan para karyawan suaminya. Mereka semua menyapa Hye Ri dengan ramah. Meski setelahnya mereka membicarakan Hye Ri dibelakang, hehehe. Ternyata imej Hye Ri tidak bisa disebut bagus di kalangan para pekerja Lee Ni Grup.
Hye Ri mengetuk pelan pintu ruangan suaminya dan bergegas masuk. Dulu Hye Ri sering mengunjungi Kang Moon di kantor. Tapi karena sekarang dirinya juga sibuk, Hye Ri sudah jarang berkunjung ke kantor Kang Moon.
"Sayang, maaf aku masuk tanpa menunggu izin dari..." Hye Ri berhenti bicara dan menatap dua orang pria yang sedang berdiskusi tentang pekerjaan.
"Hye Ri? Kau datang?" tanya Kang Moon yang melihat Hye Ri mematung.
Hye Ri dibuat syok saat melihat sosok yang sedang bersama dengan suaminya.
"Moon Jae Joong? Bagaimana bisa dia ada disini?" batin Hye Ri. Rasa gugup dan canggung mulai menghantuinya.
"Ada apa? Kenapa diam saja?" tanya Kang Moon lagi.
"Ah, aku..."
"Kalau begitu saya permisi dulu, Tuan, Nyonya." Jae Joong memilih keluar dari ruangan bosnya. Tentunya ia takut mengganggu momen kebersamaan si bos dan istrinya.
"Hye Ri! Kau ini kenapa?" Kang Moon mulai kesal.
"Ah, begini sayang. Aku ingin mengajakmu makan siang." Hye Ri berusaha menetralkan degup jantungnya.
"Oh, baiklah. Akan kuselesaikan pekerjaanku dulu. Kau tunggulah di sofa."
Hye Ri mengangguk dan duduk. "Em, sayang. Siapa pria tadi? Apa dia sekretaris barumu? Bukankah sekretarismu seorang wanita?"
"Ah, dia adalah Moon Jae Joong. Dia sekretarisku yang baru."
Hye Ri mengangguk paham. "Lalu, kemana Nona Byun?"
Sekretaris lama Kang Moon bernama Byun Eun Hee. Hye Ri masih penasaran kenapa Eun Hee digantikan oleh Jae Joong.
"Oh, Nona Byun dia sedang hamil muda, makanya dia mengundurkan diri dari perusahaan."
Hye Ri tidak bertanya lagi. Ia memilih menunggu sampai pekerjaan Kang Moon selesai.
Hye Ri mengajak Kang Moon makan disebuah resto yang cukup terkenal. Setelah memesan menu makanan mereka masing-masing, mereka mengobrol ringan.
"Umm, sayang. Sejak kapan sekretarismu ganti?" tanya Hye Ri dengan hati-hati dan penuh selidik.
Kang Moon mengernyitkan kening. "Sekitar tiga bulan lalu."
"Ah begitu. Kenapa kau memilih dia diantara para pelamar lain? Aku yakin pasti banyak pelamar yang menginginkan posisi itu, bukan?"
Kang Moon mulai jengah. "Jadi, kau meminta untuk makan siang bersama hanya untuk bicara tentang sekretarisku?"
"Eh? Bu-bukan! Sama sekali bukan! Sebenarnya aku ingin bicara mengenai ibumu..."
"Ibuku? Ada apa dengan Ibuku?"
"Sayang, Ibumu kemarin bilang padaku jika kita harus segera memiliki bayi. Jika tidak bisa saja Kang Joon dan selebriti itu yang memiliki anak lebih dulu."
"Apa?! Kenapa Ibu bicara begitu? Apa Ibu merestui hubungan mereka?" Kang Moon terlihat marah.
"Sayang... Maka dari itu kita harus konsultasi secepatnya ke dokter. Kita..."
Kang Moon terlihat tidak berselera untuk makan siang. Persaingannya dengan Joon membuatnya naik pitam. Kang Moon tak suka jika Joon harus memiliki anak lebih dulu dibandingkan dirinya.
Kang Moon pergi meninggalkan Hye Ri begitu saja.
"Sayang! Sayang!" Hye Ri berteriak memanggil Kang Moon, tapi pria itu tetap pergi meninggalkannya.
"Argh! Sial! Ini semua karena Eun Chae! Dia selalu saja mengacaukan semua rencanaku!" geram Hye Ri.
...***...
Hari ini, Mi Ran menjalani kemoterapi pertamanya di temani oleh Joon dan Celia. Ketiga orang ini membuat iri para perawat dan pasien yang melihatnya. Mereka layaknya keluarga harmonis yang dipenuhi oleh cinta.
Mi Ran selalu mengulas senyumnya karena merasa sangat bahagia. Rasa sakit yang dideritanya sama sekali tidak ia rasakan.
Mi Ran kembali ke kamar rawatnya dan harus beristirahat.
"Istirahatlah! Ayah dan Ibu akan berjaga di luar." Joon membelai puncak kepala Mi Ran.
"Ayah... Bisakah kau menjadi ayahku untuk selamanya?"
Pertanyaan Mi Ran membuat Joon dan Celia saling pandang.
"Tentu saja! Bujuk Ibumu agar mau menikah dengan Ayah!" Joon mengulas senyum manisnya.
"Ibu... Ayo menikah dengan Ayah!" Suara Mi Ran membuat Celia dilema.
"Tapi, Nak..." Celia bingung.
"Cerelia Park, ah tidak! Park Eun Chae, mari kita menikah! Bukan pernikahan kontrak seperti yang pernah kita lakukan. Aku, Lee Kang Joon, meminta Park Eun Chae untuk menjadi mempelai wanitaku!"
Joon berlutut di depan Celia dengan mengeluarkan sebuah kotak cincin berlian yang entah kapan direncanakan olehnya.
Kali ini baca drakor 😂😂😂 alhamdulillah gak perlu bawa tisue 😊😊😊😊
kasian Mi Ran ya harus tau keyataan ini 🥺🥺