Kembalinya Gio Adipati Mahendra mengubah semua yang ada di kota A. Gio yang dulunya seorang pria yang lemah sekarang malah menjadi seorang pria yang tidak terkalahkan di kota A dan dinegara mereka.
Gio kembali setelah 5 tahun menghilang karena sesuatu hal tapi dia kembali bukan untuk balas dendam yang pertama dia ingin menemukan istri dan anaknya kira-kira sekitar 5 tahun sekarang dan juga istri cantiknya tidak lupa dia sangat merindukan mereka meski Gio baru pertama kali bertemu dengan Viona tapi dia sudah jatuh cinta denganya, tentu 5 tahun tampa seorang istri banyak godaannya mau bagaimana lagi takdir yang sudah memperlakukan mereka seperti ini.
Bagaimana bisa baru pertama kali, Sudah memiliki anak suatu pertanyaan besar bukan?
Simak cerita selanjutnya di next eps....
Ini Hanya fiksi kesamaan Nama tempat dan lain-lainnya murni ketidak sengajaan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nabbhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20
Disini Elena merasa begitu bersalah, dirinya yang membunuh tuannya yang mendapatkan amukan.
"Tap... " baru saja ingin mengatakan yang sebenernya sudah di potong oleh Gio perkataan Elena.
"Maaf sudah membunuh anak kalian sekali lagi maafkan aku... " Gio yang tau Elena ingin mengatakan yang sejujurnya pun langsung memotong kerkataannya.
"Apa dengan maaf anak kami bisa kembali hidup hah?... hiks... " Memang benar tidak mungkin dengan hanya kata maaf saja anak mereka bisa hidup kembali sehat.
"Aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri... tangkap dia... " Lalu orang-orang yang berpakaian serbah hitam dengan otot-otot yang besar langsung berjalan mendekati Gio.
"He... tunggu... " Elena yang awalnya tadi dibelakang langsung berjalan kedepan Gio sebagai pelindungnya.
"Minggir kamu... kami tidak memiliki urusan denganmu" Mendengar pria salah satu dari pria berotot itu berbicara bukannya takut Elena bahkan tidak bergerak sedikitpun.
"Aku akan mengatakan kebenaran jika... akulah yang membunuh Daniel" Mendengar informasi baru membuat semua orang terkejut.
"Apa yang kamu bicarakan?... " tanya salah seorang tamu undangan bersuara.
"Bukan tampa sebab aku membunuhnya karena dia sendiri yang ingin membunuh Gio"
"Eh jangan bicara sembarangan anak aku itu bahkan tidak berani memukul nyamuk bagaimana bisa dia berniat untuk membunuh Anak tidak berguna itu" Anira berkata demi kian pasti ada alasannya karena dia juga tidak ingin membuat malu keluarganya masa anak orang terkadang berencana membunuh orang lain.
"Aku bisa membuktikannya dengan flashdisk ini..." Elena langsung mengeluarkan flashdisk dari kantong jaket hitam yang Elena pakai.
"Apa yang bisa kamu buktikan dengan itu hah? ... tidak berguna"
Melihat flashdisk yang ditunjukkan oleh Elena Athur dan keluarga Winata lainnya langsung mengremehkan isi dari flashdisk.
Isi dari flashdisk itu adalah kejadian dimana Daniel menelpon Bastian. Disini Elena menyesal karena bertindak begitu ceroboh bisa-bisanya dia salah pukul.
"Maaf sekali lagi... "
"Kata-kata maafmu itu tidak berguna... "
"Vidieo apa ini... " -Batin Elena.
Elena yang ingin mematikan leptopnya tiba-tiba mendapatkan kiriman Video dari Gio. Karena penasaran Elena pun membuka Vidio tersebut.
Videopun diputar dengan suara yang tergolong nyaring mendengar Video yang menujukan kejadian dimana keluarga Winata yang terlihat biasa-biasa saja setelah tau kalo anak mereka meninggal dunia dengan tragis yang ada mereka sudah berniat sejak awal untuk menyingkirkan Daniel.
...Flasback on...
Semua orang yang berada di keluarga Winata, saat ini tengah disibukkan dengan persiapan acara ulang tahun salah satu tertua di keluarga mereka.
"Pokoknya besok itu harus sempurna tidak boleh ada yang kurang" Ucap, Anira yang saat ini tengah menyiapkan acara ulang tahun untuk suaminya itu.
"Iya ibu... " jawab serempak anak-anaknya yang mendengarkan apa yang dikatakan Anira.
"Jangan lupa undang seluruh kota ok"
"Iya... ibu tenang saja"
"Ngomong-gomong dimana Daniel?"
"Aku tidak tau ibu" jawab Bastian berjalan ke arah Anira lalu memeluknya.
"Aduh... udah besar juga dateng-dateng langsung peluk" Anira melepaskan pelukan putra keduannya itu.
"Paling juga lagi pacaran sama Amanda" timpal Region menjawab pertanyaan ibunya, Anira.
"Benar apa yang kak... katakan"
"Yasudah nanti ibu hubungi keluarga Mahendra sekalian ngundang dia"
"Daniel itu kok mau aja ya jadi umpan kita apa anakmu yang satu itu segitu b0dohnya" Arka Suami dari Anira memasuki panggung.
"Benar yang ayah bilang adek... aku satu itu mau-mau aja sampe mau meninggal... ups... " Bastian keceplosan.
"APA YANG KAMU BILANG?" Anira dan Arka bersamaan.
Mau bagaimanapun Anira dan Arka masih orang tua dari Daniel otomotis akan kaget jika anaknya meninggal dunia. Meski Daniel dijadikan alat oleh Clarissa dan mereka berdua sama sekali tidak peduli. Malah senang karena mendapatkan begitu banyak keuntungan.
"Jadi begini... "
Bastian pun menceritakan seluruhnya dari kembalinya Gio Adipati Mahendra. Hingga meninggalnya Daniel di depan rumah Mahendra.
"Astga... masih muda sayang sekali meninggal mana ganteng lagi" ucap salah, satu asisten rumah tangga yang mengintip bersama temennnya.
"Benar sayang sekali umur gak ada yang taunya jadi takut" Saut yang lain lagi (yang ngintip banyak).
"Makanya banyakin amal"
Tentu tidak sampai disitu saja para asisten rumah tangga itu bergosip masih banyak gosip yang mereka bicarakan.
Setelah Bastiaan menceritakan semuanya semua anggota keluarga malah tertawa menertawakan kebodohan Daniel. Seakan mereka semua ingin jika Daniel meninggal.
...Flasback Off...
Keluarga Winata begitu terkejut bagaimana bisa Elena mendapatkan CCTV dari rumah mereka, Pasti ada yang membocorkannya. Anggota keluarga Winata saat ini hanya bisa diam berpikir siapa sebenarnya yang mereka lawan kali ini kenapa bisa membuka rahasia mereka.
Tamu undangan yang awalnya membicarakan Gio kini berubah malah membicarakan keluarga Winata yang tega bahkan tidak menanyakan sama sekali dimana makam Daniel malah tertawa bahagia.
"Kasian sekali Daniel.... "
"Masih muda meninggal... "
"Mana keluarganya kaya gak peduli gitu... "
"Apa mungkin Daniel anak tirinya... "
"Meskipun anak tiri tidak seharusnya memperlakukan manusia begitu... "
"Seharusnya mereka mengirimkan Daniel doa agar bisa di sisi Tuhan yang terbaik... "
"Ini malah ketawa apa segitu bahagianyakah... "
Mereka yang bergosip, tidak sadar kalo mereka juga begitu, jika ada salah satu keluarga yang meninggal mereka akan bahagia karena mendapatkan warisan yang banyak.
Perkataan para penggosip memang sangat menusuk hati satu persatu anggota keluarga Winata.
"DIAM KALIAN SEMUA... " Teriak Athur, dia sangat marah karena mendapatkan hinaan menurutnya.
"Tangkap dia, bawa ke kandang buaya bersama keluarganya" Orang-orang bertubuh besar dan berotot itupun langsung melaksanakan perintah dari Athur.
Tau tuannya akan di tangkap Elena langsung menjadi benteng melawan orang-orang tidak berguna itu. Perkelahian merekapun terjadinya dalam waktu singkat Elena sudah membuat semua orang-orang tidak berguna itu tergeletak di lantai.
Semua orang begitu terkejut melihat perkelahian tersebut. Bagaimana bisa wanita bisa berkelahi dengan laki-laki bertubuh besar dan berotot dan dengan mudahnya bisa menang begitu saja.
"Kali semua tidak berguna... "
Athurpun mengambil pisau buah yang dari tadi tergeletak di dekat buah-buahan lalu dengan cepatan Athur mengarahkan pisau tersebut ke arah Gio.
Zrak....
Jangan menilai org dari luar nya saja .
Karena bisa saja luarnya terlihat dingin ternyata dalamnya hangat