Ela, karena kelakuannya yang selalu saja susah diatur akhirnya membuat kedua orangtuanya memindahkannya ke rumah si Mbah.
Di rumah peninggalan si Mbah, ternyata menyimpan banyak rahasia kelam masa lalu.
Yuk ndongeng dengan Othor, yang tokoh-tokohnya dari nama para readers setia lagi...
Hihihi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Menginap
"Kalian ini, sudah pada gede-gede masih saja penakut,"
Bik Putri mengomeli Kais dan Depy yang malam harinya berusaha sekuat tenaga menahan Bik Putri agar tidak usah pulang ke rumah,
Bukan hanya Bik Putri, tentu saja Bik Resti juga ikut ditahan agar tak usah pulang.
Tapi, Bik Resti yang tak gampang mengalah tentu saja langsung tetap ngacir pulang tak peduli Depy sampai memegangi ujung belakang baju Ibunya itu,
"Bukannya penakut Bu, ini cuma masih belum terbiasa, jadinya ya Ibu temenin dulu ya Bu, biar Kais biasa dulu,"
Kais kedip-kedip macam kelilipan,
Bik Putri memajukan bibirnya ke arah Kais, lalu melirik Ela yang duduk di kursi ruang depan tampak sibuk dengan hp nya,
Mereka selepas maghrib tadi ada acara baca doa sebentar dengan beberapa tetangga sampai Isya, setelah Isya mereka makan lalu selesai bebenah Ela duduk di ruang depan bersama Depy dan Kais yang begitu Bik Putri dan Bik Resti pamit pulang langsung heboh minta Ibunya jangan pulang dulu,
"Serius amat La?"
Bik Putri jadi mengalihkan kekepoan pada Ela,
Ela yang mendengar Bik Putri bertanya akhirnya menoleh ke arah Bik Putri,
Tampak Ela kemudian menunjukkan layar hp nya, di mana di sana tampak gambar berbagai macam tusuk konde,
"Ada yang mirip dengan tusuk konde yang dikirimkan ke Ela tapi tak tahu milik siapa,"
Ujar Ela,
Bik Putri yang begitu Ela membahas tusuk konde akhirnya kembali ingat soal kain dan tusuk konde di lemari Mbah dulu,
"Oh iya, kain dan tusuk konde yang mirip dengan yang pernah Bibik lihat di lemari, ayok kita lihat untuk memastikan masih ada apa tidak,"
Ujar Bik Putri,
Tapi Kais dan Depy segera kompak menggeleng,
"Ibu tidak ajak kamu dan Depy, tapi ajak Ela,"
Kata Bik Putri,
"Tetap jangan Bu, bagaimana kalau ternyata itu memang milik Mbah, nanti kalau ada hantunya Mbah bagaimana?"
Kata Kais yang tentu saja ditabok Depy dan Ibunya,
"Aduh, kenapa kalian nabok aku?"
Protes Kais kesal,
"Lah kamu ngomong sembarang malam malam mbahas itu,"
Kesal Depy yang sudah takut jadi tambah takut,
"Kalau ada yang dengar nanti pada mikirnya Mbah yang jadi hantu,"
Omel Bik Putri,
"Duh Jangan nyebut nyebut hantu Wak, kata Bapak hantu kalau disebut sebut suka datang,"
Kata Depy,
"Lah kamu ngapain nyebut hantu sih Depy!"
Kais jadi ketakutan,
"Kamu duluan yang nyebut hantu,"
Depy tak terima,
"Aduh, kamu nyebut hantu lagi sih, ngeselin banget."
Kais rasanya sampai pengin nangis saking liarnya bayangannya tentang hantu,
Ya, Kais yang super penakut tapi suka nekat lihat film horor memang akhirnya suka membayangkan sosok hantu yang seperti di film-film,
Padahal hantu tak seekstrim itu, yang merayap di tembok macam spyderman, apalagi mencekek langsung sampai orangnya mati.
"Sudah... sudah... malah ribut kayak anak kecil, sudah, Ibu tidur di sini malam ini, tapi besok pagi langsung pulang,"
Kata Bik Putri akhirnya memutuskan,
Meski ia kelihatannya keras suka mengomel, tapi pada dasarnya memang Bik Putri tidak tegaan.
Keputusan Bik Putri untuk menginap di rumah Mbah malam itu pun tentu saja langsung disambut suka cita oleh Kais dan Depy.
"Tapi cuma malam ini, besok-besok kalian harus temani Ela biar sampai Ela kerasan."
Kesal Bik Putri dengan Kais dan Depy yang belum apa-apa sudah suka heboh duluan.
**--------------**
aku kira endingnya Ratih berterima kasih sama ela, trs dia jadi pendampingnya ela buat menghajar temen2 kampusnya nya ela yg sombong2 itu