NovelToon NovelToon
PELAKOR SEXY HABIISSSS....

PELAKOR SEXY HABIISSSS....

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Pelakor / Tamat
Popularitas:134.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ayumi

Luna Heart namanya, cantik, sexy dan cerdas. Dibesarkan oleh keluarga kaya semenjak dia ditemukan di depan pintu rumahnya. Semenjak orang tua angkatnya meninggal dia mulai ditindas, diusir, bahkan dibunuh. Tuhan maha besar, dia ditemukan masih bernafas oleh seorang ibu. Kebaikan ibu ini dia tebus dengan cara menjual dirinya ke kota.....

Hallo reader, ini karya baruku. support ya, dalam bentuk, like, comment, gift, vote....trimakasih love you all ♥️♥️♥️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEMATIAN VALERIA

Karangan bunga turut berduka cita berderet panjang memenuhi halaman rumah tante Dessire. Aku tidak bisa nenghentikan tangis yang membasahi pipiku. Kemarin sore, saat Om Abelino datang, Valeria sempat sadar sebentar, kami sangat senang. Rupanya itu adalah saat terakhir setelah itu nafas Valeria berhenti. Aku menangis istris dan pingsan.

Dhevale memelukku menjaga makananku dan segalanya. Aku sangat rapuh setelah banyak mengalami penderitaan.

"Sabarlah, semua akan kembali ke asalnya. Kita doakan supaya Vale mendapat tempat sesuai dengan amal perbuatannya."

Aku menghapus air mataku dengan sedih dan memeluk Dhevale. Walaupun aku sudah tahu hasil akhir dari penderitaan Valeria, aku tetap sedih. Banyak kolega yang mengantar sampai ke peristirahatan terakhir.

Aku menyembunyikan wajahku dari kolega Om Abelino. Jangan sampai ada yang mengenaliku tapi diantara ratusan pelayat ada satu orang teman bisnis Om Abel yang terus mengikuti kami, berusaha ramah kepada aku dan Dhevalee.

"Sudah mau magrib mari pulang, aku akan mengantar kalian." pria yang itu mendekati kami. Aku tidak menoleh bahkan menyapa. Aku larut dalam kesedihan, aku ingat ibu angkat ku yang setahun lalu meninggal. Saat hidup manusia penuh dengan ambisi dan kamulflase, setelah meninggal tidak ada yang membawa apapun. Miris!

"Lun, sudah sepi mari kita pulang." aku sadar setelah menoleh sekeliling, ternyata sudah sepi.

"Ya kita pulang." jawabku sedih.

"Mari saya antar, Om Abel menitipkan kalian kepadaku."

"Trimakasih." kataku tulus.

Mobil Alphard itu melaju tenang dikegelapan malam, membelah keramaian jalan di Nusa Indah. Tidak ada yang berbicara di antara kami bertiga semua sibuk dengan pikiran masing-masing. Aku dengar Dhevalee beberapa kali menatik nafas. Aku Lelah lahir bathin.

"Bagaimana kalau kita mampir ke salah satu restoran untuk mengisi perut?"

"Tidak trimakasih, aku ingin pulang." jawabku cepat.

"Lun, kau jangan menolak. Di rumah belum tentu kita bisa makan. Kau harus jaga kondisimu."

"Aku malas makan, aku ingin tidur."

"Jangan diikuti perasaanmu itu, semua orang sedih, aku sendiri begitu. Tapi kita harus sehat, apalagi tinggal di rumah orang."

"Ya Nona, aku juga sedih.. mau bagaimana lagi, takdir berkata lain. Kita pasrahkan kepada yang di Atas." pria itu ikut berbicara dan prihatin kepadaku.

Akhirnya aku setuju singgah ke restoran walaupun malas makan, tapi aku ikutin kemauan Dhevalee. Dia yang banyak mengurusku, memperhatikan gizi yang masuk ketubuhku.

Disini aku tidak mau egois. Aku duduk disamping Dhevalee. Seperti biasanya dia akan memesan makanan kesukaanku, dia juga akan menjelaskan gizi yang masuk ke tubuhku. Semenjak dia tahu aku hamil, kecerewetannya meningkat.

"Kenalkan aku Dirgantara." kata pria yang berada di depanku. Aku baru menyadari bahwa duduk kami berhadapan, walaupun ada meja makan, situasi ini membuat aku tidak nyaman.

"Aku Dhevalee dan ini Luna, teman sejatiku. kami sudah seperti saudara."

"Aku pikir kalian memang saudara karena wajah kalian mirip."

"Apa kalian masih kuliah atau bagaimana?"

"Aku sudah berkerja, Luna masih mencari kerja." ucap Dheva seenaknya tanpa konfirmasi padaku. Sontak aku menoleh memandang Dhevalee, dia pura-pura lain- lain.

"Luna, apa kamu mau bekerja padaku? menjadi sekretarisku, kebetulan sekretarisku sudah pindah kerja?"

"Tidakk!"

Aku tidak menyangka dia bertanya begitu padaku dan aku juga tidak menyangka menjawab sependek itu. Dhevale menatap aku heran.

"Apa kamu mau gelendotan di rumah sepanjang hari. Kamu harus bangkit, raih kembali apa yang telah hilang."

"Ya Luna, bekerjalah padaku."

"Bagaimana ya, aku belum siap." kataku mau menolak, tapi Dhevalee seolah mendorongku menerima tawaran Dirgantara.

"Kau tahu Lun, lukamu adalah kesedihanku. Jika kau terus ngedekep di rumah pikiranku tidak pernah plong. Kau harus tampil dan tunjukan kau bisa, kau hebat. Kesempatan tidak datang dua kali ingat itu."

"Oke, aku terima. Aku bekerja tidak melulu minta upah, aku punya bstasan dan privasi tolong jangan ikut campur masalahku." kataku menatap dirgantara dengan datar. Dia mengangguk dan tersenyum penuh kemenangan.

"Gitu dong, kamu memang saudara sehati. Siapa lagi yang bisa membahagiakan jiwaku selain kamu."

"Kenapa aku tidak bekerja di kamu?" protesku kepada Dhevalee.

"Karena aku tidak bisa melindungimu, aku akan tetap berjuang untukmu dengan caraku dan aku juga mohon supaya kedepannya Dirgantara bisa menuntaskan persoalanmu."

"Aku merasa kau melempar ku kepada pria ini, apa kau sudah bosan berteman denganku." kataku emosi.

Dheva sudah tahu aku alergi dengan cowok, aku benci dengan yang namanya cowok, tapi kenapa dia seolah menyodorkan aku kepada Dirgantara. Apa maksudnya, aku juga dalam keadaan hamil.

"Luna sayang, kau adalah cintaku selain Valeria. Tidak mungkin aku menjerumuskan mu, aku murni ingin menolongmu. Tidak ada maksud lain." kata Dhevalee memelukku. Dia membelai rambutku. Di antara kami bertiga Dhevalee paling tua umurnya dan pemikiran nya. Ke kayaannya hampir sama denganku.

"Akupun tidak punya niat busuk kepadamu, hanya jalan ini yang aku punya, aku harap kamu berpikiran positif. Suka, duka, mari kita pikul bersama." kata Dirgantara.

"Oke, aku terima." kataku tanpa senyum. Aku tahu mereka bermaksud baik, tapi aku punya filling bahwa pria itu sudah tahu masalahku. Dhevale sekongkel mengerjaiku.

Setelah selesai makan aku diam-diam memperhatikan Dhevalee dan Dirgantara yang saling pandang sering memberi isyarat. Aku tidak mengerti dengan sikap Dhevalee. Tapi aku yakin dia sangat sayang padaku dan Valeria.

Kami langsung pulang, Sepanjang jalan kami diam. Sampai di rumah tante, masih banyak yang datang. Aku diam-diam menyelinap ke kamar Valeria. Ternyata kamarnya sudah bersih tidak ada tanda-tanda bekas kamar orang sakit.

Aku langsung merebahkan diri tempat tidur sambil menangis dan memanggil nama Valeria.

"Luna, mandi dulu nak, tidak boleh datang dari kuburan langsung tidur." kata tante mengagetkanku.

"Maaf tante." tante memelukku dan ikut menangis.

"Aehh.. ada apa ini, ayo keluar. Kalian mandilah, masih banyak orang datang."

"Maaf Om, aku tidak bisa menemui tamu."

"Kamu istirahat saja di kamarmu, jangan tidur disini tidak baik untuk kesehatanmu. ingat minum vitamin."

"Ya Om trimakasih." kataku.

Akhirnya aku menuju kamar, di kamarku sudah ada Dhevalee sedang menangis. Aku melihat dia memakai baju Valeria sambil menangis. Aku juga menangis ingat Valeria tapi aku takut memakai bajunya, terus terang aku takut di ajak ikut mati.

"Mandilah, aku akan ke kamarku." kata Dhevalee keluar dari kamarku.

Setelah mandi aku rebahan, aku mengambil ponselku, menonton youtube. Aku senang menonton American got talent.

"Luna....." tiba-tiba Dhevalee datang dengan nafas memburu. Aku bangun dari ranjang.

"Ada apa, jangan bikin kaget."

"Ada Yudha di luar dan ada Paman Randu serta istrinya. Berarti Pamanmu menguasai Green Hotel. Bukan tante Dewi seperti prasangkamu."

"Mungkin saling berbagi, yang jelas itu masih milikku dan mereka tidak berhak memilikinya."

"Yudha itu kerja apa sih, aku lihat dia keren dan berwibawa. Tidak ada tampang pemerkosa atau takut istri." kata Dhevalee menatapku.

"Itu setan berbulu domba." sahut ku cepat. Dhevalee nyengir.

"Kamu tadi di lihat sama mereka?" tanyaku lagi. Dhevalee menggeleng. Aku tidak mengerti kenapa pamanku kesini, padahal yang berteman dengan Valeria aku. Apa paman ingin mencari informasi tentangku. Atau paman yang mencelakai Valeria?

"Aku malas menyapa mereka, aku juga malas menyapa Yudha, walaupun dia ganteng banget. Aku jadi kesel melihat mereka, bisa tersenyum padahal kau disini menderita." geram Dhevalee.

"Tidak mudah hidup berkalung dosa, mereka akan terus merasa tertekan dan hidup penuh kekhawatiran." kataku optimis bisa melawan mereka.

*****

1
Maghfirah Azizah
aduhhh luna nasibmu, 😭😭
Maghfirah Azizah
yahhhh sayang banget, kok bisa diketemuin lagi sih sama yudha 😣
Maghfirah Azizah
kasihan luna
Maghfirah Azizah
ihhh gedegsama yudha, mulutnya pedes
Maghfirah Azizah
jaga terus luna ya bibi, jangan sampai luna putus asa
Maghfirah Azizah
pengen cubit ginjalnya yuda 😡
❦ ⃟ ⃟🌠༊⃝𖥯ilha࿔⏤͟͟͞R✰͜͡w⃠ঔৣ꧂
Mangat sll kk Yumi
.
lunas kamu harus tetap waspada
.
dasar yudha,, pinter banget ngerayu...
.
yach ketahuan
Maghfirah Azizah
katanya cinta tapi selingkuh hadehhhh gedeg ya
Rini Haryati
bagus
semangat
makasih
sukses
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
pernikahan sakral.di hadapan Tuhan, jangan dibuat permainan
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
pengorbanan dengan mengumpankan diri pas pak Lukas
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
Aku bingung ma luna, klu sama yudha kok jd plinplan yah, jangan lah ke mkn bujukan lelaki, hati org siapa tau, ambil yg pasti2 aja
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
Kwkwkw... Ada drakula noh.. Maka nya leher merah😁
💐
kasian luna🥺sabar ya lun paman nya kejam banget dah🙄
💐
wah luna ada di bali mau juga dong ke Bali🙈
💜⃞⃟𝓛🍌 ᷢ ͩ 🇦 🇷 🇦
ngapain yudha ke rumah valeria????
💜⃞⃟𝓛🍌 ᷢ ͩ 🇦 🇷 🇦
ceraikan saja untuk apa di pertahankan lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!