NovelToon NovelToon
Misi Rahasia Si Kembar

Misi Rahasia Si Kembar

Status: tamat
Genre:Komedi / Action / Petualangan / Misteri / Keluarga & Kasih Sayang / Anak Kembar / Tamat
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Ria Diana Santi

Sebuah misi yang di emban oleh dua saudara kembar tak identik. Namun, mereka memegang misi yang berbeda-beda. Bahkan, mereka pun terpisah oleh sebuah tragedi yang menimpa mereka semasa kecil.

Lalu, akankah mereka kembali di pertemukan oleh takdir yang saling berkaitan?

Apa jadinya bila seorang kakak kandung mencintai kembarannya sendiri?

Semua itu akan tersaji dalam sebuah kisah 'Misi Rahasia Si Kembar'.

Selamat membaca!
Terima kasih atas idenya pembaca setiaku!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ria Diana Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perempuan Tangguh

Demi memuaskan batin sang ayah, Mi Kyong rela berubah jadi seorang perempuan yang berbeda. Ya, sangat-sangat jauh berbeda.

Derap langkahnya pun mulai menjadi tangguh. Mengisyaratkan akan rasa yang menggebu di dada. Ia kian lama kian menjadi batu. Diam tetapi terus berjalan.

Air mata yang tadinya membuncah, seakan kembali masuk dengan sendirinya. Bagaikan tersihir sorot mata Mi Kyong menjadi tajam dan menusuk. Tatapan mata itu, seakan mampu menembus siapa saja yang menghampirinya.

Tak tanggung-tanggung, perubahan itu ia lakukan dalam hitungan detik saja. Sama halnya seperti mengedipkan mata.

“Dohyeon-a, junbidwaess-eo. Eodiseo hunlyeon-eul sijaghalkkayo?” ucapan yang menyiratkan tanya Mi Kyong berikan pada Do Hyun.

{Do Hyun, aku sudah siap. Kita akan mulai pelatihannya di mana?}

“Agassi, dangsin-eun dangsin-i wonhaneun gos-eseo seontaeghal su issseubnida,” jawab Do Hyun dengan ekspresi sedikit kaget, ketika ia melihat penampilan nona nya.

{Nona, kau bisa menentukan di mana pun yang kau inginkan,}

“Geuleom deonjeon-eseo yeonseubhaja. Naneun geugos-ui bun-wigileul deo joh-ahanda. Appaga donglyodeul-eul salojabneun gos,” sarannya yang keluar begitu saja tanpa aba-aba.

{Kalau begitu kita latihan di ruang bawah tanah saja. Aku lebih suka suasana di sana. Tempat di mana ayah menawan kolega-koleganya,}

“Hajiman, Agassi--”

{Tapi, Nona--}

“Seodulleo! Hajima, nae sigan-eul nangbihajima!” seru Mi Kyong yang semakin mempercepat langkahnya.

{Cepatlah! Jangan, membuang waktu ku!}

“Joh-a, Agassi.”

{Baik, Nona.}

Perasaan kacau balau tengah bersemayam di rongga dadanya. Mi Kyong seakan kehilangan jati dirinya. Ia benar-benar berubah seratus delapan puluh derajat dari sebelumnya.

Jangan tanya bagaimana wajah Do Hyun!

Pria itu sesekali menatap ke arah nona nya. Tapi, dengan mimik muka yang tertekan pula. Ingin bertanya, ia merasa segan. Bila di diamkan suasana jati tak nyaman.

Serba salah!

“Hajima, chyeodabogo ibeon-eneun na-ege mul-eobwa! Gwichanhge hago sipji anh-a.” ucap Mi Kyong dengan nada sendu dan pilu.

{Jangan, menatap dan mencoba untuk bertanya padaku saat ini! Aku sedang tidak ingin di ganggu.}

Ternyata, diam-diam Mi Kyong tahu bahwa Do Hyun menatapnya. Walaupun itu hanya sekedar lirikan saja. Sungguh, mata elang Mi Kyong mampu menafsirkan yang tak di ungkapkan.

Do Hyun salut melihat perubahan sikap Mi Kyong. Bibirnya sudah gatal ingin berbicara, akan tetapi telah lebih dulu di cegah. Apalah daya, Do Hyun hanya bisa patuh dan pasrah.

“Joh-a, Agassi.” akhirnya kata itulah yang keluar dari bibirnya pada sang nona.

{Baik, Nona.}

...----------------...

Gelombang pasang surut kehidupan, menghancurkan setiap diri yang tak bisa bertahan.

Salah satu yang tak dapat bertahan itu adalah Mi Kyong. Dia memulai sesi latihan dengan derai air mata, yang mengucur deras dari balik bola matanya.

“Agassi, neomu ganghangayo? Uliga meonjeo woming-eob-eul haess-eoya haessda. Wae, Agassi yeojeonhi jeugsi yeonseub-eul jujanghabnikka?” ujar Do Hyun yang tak tega melihat keadaan Nona nya.

{Nona, apakah itu terlalu kuat? Seharusnya, kita pemanasan terlebih dulu. Mengapa, Nona tetap saja memaksa untuk langsung latihan?}

“Geugeos-eun jung-yohaji anhseubnida. jal jinaeyo. Ppalli dasi gyesoghasibsio. Deo sege ttaelyeola! Geugdoui gotong-eul neukkige hasoseo. Najung-e naega igeos-eul gyeongheomhamyeon. Naneun gotong-eul gyeondil su issseubnida.” titah Mi Kyong dengan nafas yang tersengal-sengal, sebab menahan sakit di relung hatinya.

{Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja. Cepat lanjutkan lagi. Pukul lebih keras lagi! Biarkan aku merasakan sakit yang teramat sangat. Agar kelak jika aku mengalami hal ini. Aku dapat menahan rasa sakitnya.}

Bukanlah sakit akibat pukulan yang membuat Mi Kyong sampai menangis. Melainkan karena hatinya hancur bagai teriris-iris.

Bayangan wajah Joon Woo, selalu terputar di otaknya. Bagaimana keras dan egois yang merajai di hati sang ayah terhadap dirinya. Tak dapat ia lupakan begitu saja.

Brukkk ....

Pada akhirnya pertahanan Mi Kyong pun runtuh. Ia tidak dapat lagi menyeimbangi posisi berdiri. Tubuhnya tergeletak tak berdaya.

Perlahan-lahan pandangannya menghitam dan kelam. Dan ia pun tak sadarkan diri.

“Agassi, il-eona! Agassi... Agassi... eottaeyo?” jerit Do Hyun yang menatap nanar dan panik.

{Nona, sadarlah! Nona... Nona... Bagaimana ini?}

Do Hyun mengangkat tubuh Mi Kyong dan membawanya ke sebuah ruang, yang di khususkan untuk pengobatan.

Begitu telatennya Do Hyun merawat Mi Kyong. Ia tak meninggalkan nona nya yang tak berdaya. Justru, di sinilah terlihat betapa besar rasa cinta itu ada.

Sadar atau tidak, Do Hyun mulai memperlihatkan rasa cintanya terhadap sang nona. Tapi, ia masih saja menyangkalnya.

“Dohyeon... il-eona! Dochwidoeji maseyo. Geue daehan gamjeong-eul jehanhal su iss-eoya habnida. Gieoghada! Geuneun dangsin-ui goyongju-ibnida. Dangsingwa hamkke hal jeog-imjaga anibnida. Dangsin-ui segyeneun daleubnida.” omelnya pada diri sendiri.

{Do Hyun... Sadarlah! Jangan terbawa suasana. Kamu harus bisa membatasi perasaanmu padanya. Ingat lah! Dia itu adalah majikan mu. Bukan orang yang cocok untuk bersamamu. Dunia kalian berbeda.}

Perlahan-lahan, Mi Kyong mengerjapkan netranya. Ia memegang tulang rahangnya yang terkena pukulan sejurus Do Hyun.

“Agassi, ajigdo apayo?” tanya Do Hyun dengan nada lembut penuh kasih.

{Nona, apakah masih sakit?}

“Geugeos-eun jung-yohaji anhseubnida. Naneun ajigdo seo iss-eul su issseubnida. Ja, dasi yeonseubhaja!”

{Tidak apa-apa. Aku masih bisa berdiri. Ayo, kita latihan lagi!}

Mi Kyong bangkit dari posisi berbaring dan lekas berdiri. Do Hyun tak mungkin membiarkan Mi Kyong bertingkah seperti itu lagi. Ia tak ingin sesuatu yang buruk terjadi lagi pada nona nya.

Sudah, cukup!

Tidak akan lagi ada yang kedua kalinya!

“Anida! Ibeon-eneun nae mal-eul jal deul-eojuseyo, Agassi. Jebal, Agassi nonjaenghaji maseyo! Agassiga dachyeoss-eoyo. Geuligo ... da na ttaemun-iya. naneun deo isang miseuui myeonglyeong-e bogjonghaji anh-eul geos-ida.

{Tidak! Kali ini tolong patuhi ucapan saya, Nona. Tolong, Nona jangan membantah! Nona terluka. Dan ... itu semua karena saya. Saya tidak akan menuruti perintah Nona lagi.}

Kata demi kata telah di ucapkan. Do Hyun berjalan dan berpaling meninggalkan Mi Kyong.

Kejadian itu membuat Mi Kyong terperangah. Ia tak pernah berpikir bahwa Do Hyun akan sebegitu pedulinya. Bersikap selayaknya seorang kekasih yang siap mati demi membela sang belahan jiwa.

Berlebihan?

Ya, memang seperti itulah adanya.

...----------------...

Hembusan angin menyapa lembut pipi Habib. Hari ini, Habib tak lagi mendapatkan kunjungan rutin dari Mi Kyong. Biasanya, gadis itu akan senantiasa hadir dengan sendirinya.

Rindu?

Sepertinya satu kata itu benar telah memaksa masuk ke dalam dada Habib.

Aneh?

Ya, memang sangat aneh!

Bisa-bisanya seorang Habib yang tak pernah merindukan, satu orang perempuan mana pun sebelumnya. Kini dengan tanpa permisi, rasa itu hadir bagaikan sebuah misteri.

“Habib, apa yang kamu pikirkan, hah?! Sadarlah ...! Tidak baik memikirkan seseorang yang bukan mahram mu. Astaghfirullah ....”

...----------------...

1
Roro
jangan terlalu cuek hib, nanti kamu suka
Roro
langsung ku subscribe ini bagus soalnya
Roro
Habibah kah
Leli Noer Octavia
Terima kasih buat cerita APIK ini kakak author 😍👍🏻.Aku sungguh terkesan dengan tulisan yang kakak tulis.Aku harap kakak dapat membuat karya yang jauh lebih baru dan tambah apik 😉.Dan nasihat yang di tulis tadi,berusaha belajar 😁.

yang terakhir adalah Aku Mencintaimu dan Menyukai Semua Bab Awal-Akhir 😍😘😘👌🏻
Leli Noer Octavia: sama-sama kakak author 😍👍🏻
total 2 replies
Leli Noer Octavia
beneran langsung cepat-tanggap,tapi dengan izin terlebih dahulu.terima kasih mama pauline 👍🏻
Leli Noer Octavia
ya ampun aku ketawa bagaimana mungkin,habib yang notabene memiliki latar belakang yang tak perlu lagi diragukan.terutama terhadap pria dan wanita,apa ini yang dinamakan rezeki tidak boleh di tolak.maksudku ini perasaan tentang seorang kakak dan adik 😲
anan
aku hadir k👋
Bayangan Ilusi
Udah ditinggal kabur ku tuuh😂
Bayangan Ilusi
Hahaha.. untung paman supirnya baik ya, Bib.. 😆
Bayangan Ilusi
hihi.. belum bisa berbahasa Korea ya habib?
sama donk kitaa😅
Bayangan Ilusi
hahah... masih gatot lagi, sabar ya Mikyoung🤭
Bayangan Ilusi
biasa kalo cewe mah gitu, orangnya udah gak ada juga msih ngedumel😂
Nindira
Mereka adalah keluarga kamu Mi kyong, ini adalah flash back kamu saat kamu masih kecil
Nindira
Mereka adalah keluarga kamu Mi kyong, ini adalah flash back kamu saat kamu masih kecil
Nindira
Do Hyun cepat sembuh ya Joon woo sangat mengkhawatirkanmu, dia bahkan menyayangimu seperti anak kandungmu sendiri
Nindira
Pak ae ri kaya anak kecil jingkrak2kan gitu
Elisabeth Ratna Susanti
taburan like 👍
Elisabeth Ratna Susanti
taburan like 👍👍
Noviyanti
wah mi kyong dah tamat... terharu mereka akhirnya bisa di pertemukan.
Noviyanti
apakah hasil Dna nya.. sudah pasti mi kyong anak pauline
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!