NovelToon NovelToon
Tumbal Perawan

Tumbal Perawan

Status: tamat
Genre:Romantis / Horor / Eksplorasi-misteri dan gaib / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: cucu@suliani

IG. suliani_cucu
Warning 18+

Kekurangan harta membuat Aldo rela menjadi pemuja Nyai Ratu, siluman ular hutan terlarang.

Semua terjadi karena sebuah penolakan yang terjadi saat Aldo ingin meminang kekasih hatinya, pak Didi bukan hanya menolak lamaran dari Aldo. Namun, dia menghina dan mencaci maki Aldo yang memang hanya orang biasa.

Akankah dia mendapatkan kebahagiaan dengan cara sesat yang dia tempuh?

Yuk kepoin kisahnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hal Gaib Itu Ada

Reihan begitu sibuk dengan pemikirannya, bahkan dia sampai lupa dengan tawarannya untuk mengajak Arumi makan siang bersama.

Dia terlalu sibuk memikirkan dengan apa yang sebenarnya terjadi terhadap dirinya dan juga Resto miliknya.

Kalau Resto sepi, pengunjung berkurang atau ada yang komplen masalah pelayanan kurang bagus itu tidak masalah.

Tentu yang paling bermasalah menurut Reihan, kenapa tidak ada yang datang sama sekali. Para pelanggannya hanya turun dari mobil, memandang ke arah Resto miliknya, lalu pergi lagi.

Sungguh itu adalah hal yang menurut Reihan sangatlah aneh, dia bahkan sampai berpikir untuk mendatangi Ustadz.

Bisa saja ini terjadi karena ada orang yang iri terhadap dirinya, pikirnya. Karena sejak Reihan datang, aura Restonya terasa sangat gelap.

Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, itu tandanya Arumi sudah keluar dari Rumah Sakit tempat ia bekerja.

Reihan terlihat menepuk jidatnya kala dia mengingat Arumi, rasa bersalah muncul di dalam hatinya, karena dia melupakan janjinya.

Dengan cepat Reihan mengambil kunci mobilnya dan segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam Resto miliknya.

Tiba di parkiran, dia langsung masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

Tiba di Rumah Sakit, Reihan langsung turun dan segera menghampiri security yang berjaga di sana.

"Permisa, Pak. Saya mau tanya, apakah dokter Arumi ada?" tanya Reihan.

Seorang security berusia sekitar empat puluh tahunan itu terlihat menatap Reihan, dia tersenyum hangat lalu dia berkata.

"Dokter Arumi sudah pulang menggunakan ojek online, baru saja." Dia berucap seraya tersenyum ramah.

Mendengar Arumi yang sudah pulang terlebih dahulu, Reihan menjadi merasa sangat bersalah. Dia benar-benar terlalu fokus memikirkan Resto miliknya.

"Ah, terima kasih, Pak. Saya pamit," kata Reihan sopan.

Security tersebut nampak menganggukkan kepalanya, "iya," jawabnya.

Reihan langsung melajukan mobilnya menuju kediaman pak Didi, dia ingin segera bertemu dengan Arumi dan meminta maaf karena dirinya telah melupakan janjinya.

Tiba di kediaman pak Didi, dia langsung memarkirkan mobilnya dan langsung mengetuk pintu rumah pak Didi.

Tak lama kemudian nampaklah Arumi membukakan pintu, Reihan tersenyum lalu dia berkata.

"De, Kakak minta maaf karena siang tadi--"

"Tidak apa-apa, duduklah, Kak!" kata Arumi.

Arumi terlihat berbicara dengan wajah datar tanpa ekspresi, bukan karena benci ataupun kecewa kepada Reihan.

Namun, dia sedang kecewa terhadap dirinya sendiri. Dia merasa tidak beruntung dalam urusan percintaan, dia merasa kesal.

Arumi dan Reihan terlihat duduk berdampingan, mereka saling diam dan tidak ada yang berbicara.

Reihan tersenyum kecut melihat wajah Arumi yang terlihat acuh, ternyata dia memang tidak penting untuk Arumi.

Namun, Reihan yang sudah lama menyukai Arumi, tidak patah semangat. Dia berjanji akan meluluhkan hati Arumi.

"Ehm, om mana?" tanya Reihan membuka pembicaraan.

"Lagi di luar, lagi ngurusin renovasi kostan." Arumi kembali diam.

Dia benar-benar tidak bersemangat, apalagi jika mengingat Aldo. Lelaki yang selalu dia sayang, namun tidak pernah ada restu untuk hubungan mereka.

"Kamu sudah makan?" tanya Reihan.

"Belum," jawab Arumi.

Arumi bahkan tidak makan sama sekali sejak pagi, dia benar-benar tidak berselera untuk makan. Hanya ada rasa sedih dan kecewa yang dia rasakan saat ini.

"Kita makan yu, De. Mau makan di mana? Kakak anterin, Kakak juga lapar soalnya," rayu Reihan.

"Ngga perlu, aku tidak lapar," kata Arumi.

Reihan kembali diam, dia seolah kehabisan kata-kata. Dia benar-benar bingung harus bagaimana berbicara dengan Arumi.

"Aku lelah, aku mau istirahat," kata Arumi lagi.

Reihan langsung menggaruk tengkuk lehernya yang terasa tidak gatal, itu artinya Arumi mengusir dirinya secara tidak langsung.

"Kak!"

Arumi terlihat menatap Reihan dengan tatapan penuh luka, tatapan penuh rasa kecewa dan tatapan benci.

"Ah, iya. Aku akan pergi," kata Reihan.

Reihan langsung pergi setelah mendapatkan tatapan menakutkan dari Arumi, tatapan penolakan untuk dirinya.

Tiba di kediamannya, dia langsung menemui ayahnya, Ridwan. Dia ingin membicarakan masalah Resto yang terasa sangat aneh baginya.

"Ayah!"

Reihan langsung duduk tepat di samping pak Ridwan yang sedang duduk anteng di taman belakang seraya memperhatikan burung piaraannya.

"Ya, ada apa?" tanya Pak Ridwan.

Untuk sesaat Reihan terdiam, dia bingung apakah dia harus menceritakan hal yang terjadi terhadap Restonya tersebut atau tidak. Dia takut pak Ridwan akan sedih.

Pak Ridwan tersenyum lalu dia tatap wajah putranya dengan lekat, dia tahu putranya tidak sedang baik-baik saja.

"Ada apa, Nak? Katakan saja, jangan sungkan!" kata Pak Ridwan.

"Itu, Pak. Anu, hari ini--"

Reihan terlihat menceritakan apa yang terjadi terhadap Restonya hari ini, semua keanehan dan juga hal yang tidak wajar yang dia alami hari ini.

Pak Ridwan tersenyum menanggapi cerita dari putranya, kemudian dia berkata.

"Itu adalah hal yang wajar dalam berbisnis, tapi... Bapak harap kamu tidak akan suudzon. Beribadahlah dengan rajin, perbanyak berbuat amal baik. Sedekahlah, dan selalu rendah hati," kata Pak Ridwan.

Reihan sebenarnya tidak puas dengan apa yang dikatakan oleh ayahnya tersebut, karena keanehan yang dia alami benar-benar tidak masuk di akal menurut dirinya.

"Tapi, Yah--"

"Dengar, Nak! Di dalam Islam memang dikatakan jika sihir itu ada, santet itu ada. Teluh ada dan segala perbuatan jahat itu ada, tapi jika kita beriman dan bertaqwa, selalu berlindung kepada Allah, maka hal-hal tersebut tidak akan mampu menembus dinding keimnan kita," jelas Pak Ridwan.

"Astagfirullah, aku lupa kalau Allah tidak pernah tidur. Allah maha pengasih dan penyayang," kata Reihan seraya mengusap wajahnya.

"Ya, beribadahlah dengan rajin, perbanyaklah beramal baik. Tidak usah menghiraukan hal yang membuat kita tidak nyaman, jika memang ada pelanggan yang datang, segera hampiri dan ajak untuk segera masuk ke dalam Resto kita, jangan menunggu mereka berbalik untuk pergi" kata Pak Ridwan.

Reihan terlihat menelaaah semua perkataan yang keluar dari mulut ayahnya, dia jadi berpikir, jika memang ada yang mengirim hal gaib terhadap Resto miliknya, semoga Sang Pencipta memberikan perlindungan terbaik terhadap dirinya dan usahanya.

"Ayah benar, kalau begitu aku mandi dulu. Sebentar lagi shalat maghrib soalnya," pamit Reihan.

Pak Ridwan tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.

"Ya, pergilah!" kata Pak Ridwan.

Setelah berpamitan kepada ayahnya, Reihan langsung masuk ke dalam kamarnya. Dia segera masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.

Setelah lima belas menit, dia nampak keluar dari dalam kamar mandi. Dia sempat melirik jam yang bertengger cantik di dinding, ternyata waktu magrib masih dua puluh menit lagi.

Reihan memutuskan untuk membaca Al Qu'ran terlebih dahulu, karena rasanya itu akan lebih baik.

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wah gila sih si aldo, numbalin orang ga bersalah, sedih bgt aku bayangin adek nya meli gatau apa2 kehilangan kakak nya, meli juga padahal dia ga punya prasangka jelek ke aldo, bisa ga sih aldo di tempeleng aja sama Yang Maha Kuasa 😤
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bener2 si aldo ga kasian apa sama keluarga nya meli kalo misal nyariin 🥲
Nur Bahagia
wahh Aldo ada turunan bule 🤭
Nur Bahagia
untung Aldo kuat imin nya 😁
ana cahaya
sangat suka 😀😘
🌺 Tati 🐙
yang g bersalah jadi korban
🌺 Tati 🐙
lama2 burung kamu busuk,salah masuk sarang
🌺 Tati 🐙
udah di bobol belum tuh sama si aldo,otak dia kan konslet
🌺 Tati 🐙
emang kalau yg haram bawaanya nikmat sesaat,bikin pikiran konslet lagih
🌺 Tati 🐙
terlalu ketara dan aneh kalau langsung beli apa saja
🌺 Tati 🐙
baru mampir
Cucu Suliani: Makasih Kak🥰
total 1 replies
LinLin
kyknya bakal suka dgn ceritanya 👍
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
eh ternyata aku udah baca deh novel ini, kirain aku, cuma baca di bab awal, ternyata sampe akhir udah baca🙈baru mau maraton ini, hehe
Cucu Suliani: Wkwkwkkwkw
total 1 replies
echa purin
👍🏻
kimiatie
kerana wang tanpa sedar salah langkah
Amril Lukman
senang jd aldo
Gendis bellagendisnur
👌
Sitywasitah Sity123
aneh kmu pak didi giliran c arumi nungguin kamu gak peduli giliran pergi kamu nyalahin
Sitywasitah Sity123
Iya kurang nyambung pdhl dri awal Aldo Anak baik rajin.. cuma dia miskin coba klu di terima mungkin dia gak akan nekat
emma mahriana
mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!