NovelToon NovelToon
DI ANTARA DUA PELUKAN

DI ANTARA DUA PELUKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:234.2k
Nilai: 5
Nama Author: Uncle Jo

Masih dalam area bacaan 25 tahun ke atas.



Apa yang terjadi ketika masa pubermu datang, dimana secara psycologi kamu masih labil.

itulah yang dialami seorang pemuda, ketika dalam mencari jati diri, Barno hanyut dalam lingkungan kehidupan yang mengarahkan nya ke petualangan cinta, yang di penuhi gejolak batin.

Dua wanita yang termasuk sepupunya sendiri, Ia terjebak dalam perasaan.

**************

Barno hanya diam, bingung mau menjawab apa. Ia tidak menyangka kalau Suhut akan menagih janjinya beberapa hari yang lalu. Semua itu berawal dari kekesalannya akibat ejekan temannya itu, yang menyatakan kalau dirinya adalah pria cupu dalam hal bergaul dengan wanita.

"Hei, gimana? Kau bilang sudah punya pasangan bebas kemarin. Jadi nggak kita tukar pasangannya," tanya Suhut dengan bibir menukik kebawah, memancarkan sebuah ejekan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uncle Jo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Mohon dukungannya dengan memberikan like, komentar, fav, bunga atau kopi dan juga 🌟🌟🌟🌟🌟

🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️

"Argggghhh, Gila! Apa yang aku pikirkan ini!" gerutu Barno menggelengkan kepala, menyalahkan pikirannya yang kotor.

Tidak ingin larut dengan imajinasinya, Barno pun  bangun dan duduk di sisi ranjang sambil memegangi kepala yang tertunduk. Ia kemudian  berpikir kalau apa yang terjadi antara Liana dan Suhut, tidak ada hubungan dengannya, kalaupun mereka sudah melakukan hubungan s3xsss atau tidak.

Untuk menenangkan diri, Barno pergi ke ruang tengah untuk menonton tv, tapi kemudian ia iseng untuk sekedar melihat ke kamar Butet, apakah mereka sudah tidur atau belum. 

Ketika ia membuka pintu, ia melihat Butet sudah tidur di balik selimut. Namun, mata Barno langsung melotot melihat Liana tidur di samping Butet yang hanya memakai celana da-lam saja. Apalagi ****** ******** begitu tipis, sehingga bentuk vag-nya pun terlihat begitu jelas membelah.

Jakun Barno langsung naik turun, ingatannya kembali tentang perse-tubuhan sepupunya itu sewaktu di kosan. Pasyudhara yang begitu ranum, goyangan pinggul yang begitu liar, des-ahan yang begitu merdu di telinga, semuanya terngiang dalam ingatan Barno. Keinginan untuk merasakan tubuh Lain pun muncul menyelimutinya.

Saat itu juga pensil cair Barno bangun dari tidurnya. Reaksi tersebut menandakan gairah Barno mulai tinggi. Akan tetapi, rasa takutnya masih lebih besar dibandingkan gairahnya. Karena itu ia hanya bisa berdiri didepan pintu, dan memandangi bongkahan pinggul Liana yang putih dan mulus. 

Walau ia sangat ingin meremas dan menamparnya, seperti apa yang dilakukannya kepada Erna, tapi ia tetap mencoba untuk bertahan.

"Kumpretlah! Kenapa aku seperti ini?"  batin Barno, mencoba untuk menghilangkan pikiran kotornya.

Untuk menghindari keinginannya itu, Barno kembali menutup pintu kamar Butet, dan kembali ke kamarnya. Sekuat tenaga ia mencoba  mengendalikan bir -ahinya yang sudah terlanjur tinggi, dan membuang jauh-jauh pikirannya yang ingin merasakan kehangatan tubuh sepupunya itu. Namun, semua sia-sia, akhirnya Barno pun menempuh jalur pintas untuk menekan hasratnya itu, apalagi kalau bukan melakukan olahraga lima jari.

Setelah melakukan itu, tubuh Barno melemas. Lelah menyelimuti diri hingga akhirnya dia tertidur.

 

Pagi harinya Barno bangun dengan perasaan tenang. Olahraga lima jari yang dilakukannya tadi malam, ternyata sangat ampuh mengendalikan pikiran mesumnya terhadap Liana. Terbukti betapa ia sangat tenang ketika  duduk di meja makan berdampingan dengan Liana. Saat melihat wajahnya pun, Barno tidak merasakan apapun, semuanya kembali seperti semula.

….

….

….

"BAR … BAR … BARNO!"

Barno yang sedang berbaring di ruang tamu, langsung beranjak ketika mendengar suara Butet memanggilnya.

"Apa?" tanya Barno saat  sudah berada di depan pintu kamar Butet dengan kepala menunduk malas.

"Apa pendapat kau tentang ini?" tanya Butet menunjukkan bikini yang dipakainya.

Mata Barno pun melotot setelah melihat Butet yang mengenakan bikini, kulit putih mulus, pasyudhara besar, paha yang menggoda, membuat Barno keringat dingin.

"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau berpakaian seperti ini?" ucap Barno ketus.

"Aku mau mengambil kursus renang. Bagaimana pakaian renangku ini? Bagus, kan?" tanya Butet dengan memutar tubuhnya beberapa kali.

"Bagus, sih. Tapi menurutku tidak seharusnya kau menunjukkan padaku!" ujar Barno mengingatkan.

Bagaimanapun, Barno sangat menghormati Butet walau mereka sering ribut tentang hal-hal kecil. Belakangan haru pikirannya selalu kotor, dan penampilan Butet tersebut tidak ingin sesuatu hal yang kotor merasuki pikirannya tentangnya. Oleh karena itulah Barno harus protes.

"Kenapa kau ini? Bukannya kita biasanya pergi berenang bersama." Butet sedikit heran melihat tingkah Barno yang tidak seperti biasanya.

Berpakaian bikini di hadapan Barno bukanlah hal baru, karena selama ini mereka sudah sering berenang bersama. Butet tidak habis pikir, kenapa sekarang sepupunya itu malah protes dengan bikini yang dipakainya.

"Jadi, apa pendapatmu tengah pakaian renangku. Apa ini cukup bagus?" tanya Butet lagi.

"Kursus renang. Emang kau punya waktu untuk itu. Udahlah sibuk kerja, belum lagi nyusun skripsi. Nanti kau bakalan keteteran."

"Aku mengambilnya pada hari libur aja, Sabtu dan minggu!" ujar Butet.

"Tapi bagaimana dengan skripsinya, bentar lagi kau bakalan sidang."

"Skripsi tinggal dikit lagi siap. Jadi kursus renangku nggak bakalan bentrok dengan yang lain," kilah Butet

"Tapi nggak gitu juga, jangan membuat jadwal yang begitu banyak. Kalau kau sakit aku juga yang susah nantinya. Aku bakalan repot mengurusi kau. Ingat, aku itu belum punya pacar, jadi aku butuh banyak waktu luang mencarinya," tutur Barno panjang lebar.

"Sialan. Kalau kau cuman ngoceh aja. Lebih baik kau keluar dari kamarku!" Butet begitu kesal mendengar ocehan Barno.

"Aku hanya mau mengingatkan kau saja. Lagian, kau yang memanggilku ke sini" ujar Barno keluar dari kamar Butet, tapi ketika ia hendak menutup pintu. Barno kembali berkata, "ngomong-ngomong, biki-nimu itu terlalu ketat, khususnya di bagian belakang, terlihat membayang belahannya!"

"Sialan! Keluar kau!" bentak Butet penuh emosi

Barno hanya tertawa kecil melihat kemarahan Butet, ia pun langsung menutup pintu.

........

.......

........

1
Lie AN
MANA SAMBUNGAN NYA
Lie AN
ni
ŕhàďýt
nama kok gukguk kayak anj*ng
vyanf
barno ganteng banget emangny
Nuri Maulidia
ok
Nuri Maulidia
gk lnjut lg jd ny
Mimi Ilham
aamiin
Mimi Ilham
dasar somplakb
Dadan Fajar
tbc
Dadan Fajar
lañjut
Dadan Fajar
ķ
Dadan Fajar
soswit
FollowIG👉 author Three Ono
minta doanya semua, othor kesayangan kita sudah berpulang ke Rahmatullah. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Nya. 🤲🤲🤲
❥␠⃝ ͭ🍁ᴍɪᴍɪ💋🅹🆄🅽👻ᴸᴷ : Innalilahi wa'inailaihi rojiun semoga Husnul khotimah🤲🤲😭😭
total 1 replies
Putriyani Mursalim
innalilahi wa innailaihi Raji'un. selamat jalan @uncle Jo. semoga amal ibadahmu diterima di sisi Allah 🤲
❥␠⃝ ͭ🍁ᴍɪᴍɪ💋🅹🆄🅽👻ᴸᴷ : Aamiin 🤲
total 1 replies
Henny Haerani
ada typo beberapa bang jo
*Argon* , kurus panjang, susan 🙏🙏🙏
BANG Jo GANTENG🤭: makasih kak. udah aku perbaiki.
total 1 replies
𝓜𝓲𝓼𝓼 𝓙 ❥➻📴🌼
jangan mau li 🙈
Anonim
mantap
Anonim
hajar Bar
Anonim
semakin menarik
Anonim
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!