Berawal dari bermusuhan kemudian menjadi teman dekat. Rahma Dewanti dan teman-temannya memutuskan melanjutkan kuliah ke ibu kota setelah lulus SMA. Untuk meraih mimpi mereka.
Setelah sampai di ibu kota, ternyata Rahma tidak sengaja bertemu dengan ayah kandungnya. Selain itu dia juga menjadi korban pemerkosaan oleh teman dekat sendiri.
Kisah ini dibumbui dengan kisah cinta anak muda yang menguras emosi dan air mata.
Sanggupkah Rahma menjalani hidupnya setelah terjadi pemerkosaan? Akankah dia bisa menggapai mimpinya untuk menjadi orang sukses? Yuk baca kisah selengkapnya di Menggapai Mimpi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Kado yang pertama kali diterima berisi kotak musik, kado yang kedua berisi boneka beruang berwarna pink. Kado ketiga berisikan jaket warna abu-abu. Selain ketiga barang itu, Rahma juga sering mendapatkan kotak hadiah dengan ciri yang sama, selalu menggunakan inisial Frahma.
Rahma masih memakai jaket itu, dia memasukkan tangannya ke saku jaket setelah membereskan semuanya. Saat tangan kanannya masuk ke saku, tidak sengaja mendapatkan sebuah kertas terselip di sana. Rahma langsung menarik keluar kertas itu, seperti sebuah amplop.
Rahma mulai meneliti amplop berwarna biru langit dengan gambar dua hati saling bertaut. Rahma pun penasaran dan membuka amplop itu karena diantara ketiga kado yang diterima hanya kado terakhir yang berisikan amplop.
Di dalam amplop itu terdapat selembar surat tulis tangan rapi.
Dear Rahma...
Happy sweet seventeen dears
Wish you all the best.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini aku juga berikan bingkisan. Semoga kamu menyukainya...
Mungkin saat kamu membaca tulisan ini, kita tidak bisa bertemu lagi. Atau mungkin juga kita akan dipertemukan di waktu yang lama. Kita tidak tahu kapan kita akan bertemu lagi. Aku hanya tahu pasti bahwa...
Pertama kali melihatmu saat acara ospek, jantungku berdebar, hatiku bergetar menyentuh kalbu hingga ulu hati.
Apa yang aku lihat di tubuh itu adalah aku, sebuah refleksi ketika aku melihatmu.
Jika aku membencimu rasanya seperti aku membenci diri sendiri. Jadi aku tidak bisa membencimu, aku tak suka ujaran benci.
Aku adalah seorang pemimpi, dari banyak mimpi yang aku inginkan. Kamu adalah salah satu mimpi yang sulit aku gapai. Mungkin juga tidak dapat kugapai.
Rahma... Aku mencintaimu...
Sebagaimana aku mencintai diriku sendiri.
Maaf bila selama ini aku terlalu banyak menorehkan luka di hatimu...
Maaf juga karena aku mencintaimu tanpa berani mengungkapkan perasaan ini secara langsung...
Terima kasih sudah membuat aku merasakan hal-hal yang aku pikir tidak akan pernah bisa aku rasakan.
Hanya satu pintaku, kejarlah mimpimu. Teruslah berusaha menggapai mimpi hingga mimpi itu berada dalam genggaman.
With Love 💞
Pengagum Rahasia
(Author gak bisa buat kata-kata romantis, jika tidak berkenan di hati kalian para readers, author mohon maaf. Author hanya manusia biasa yang kaku dan tidak romantis sama sekali 🙈)
Rahma tidak tahu harus bagaimana, apakah dia harus bahagia atau bersedih. Dia tidak tahu siapa yang telah mengirimkan kado di setiap hari jadinya. Rahma sangat menyukai semua barang yang diterimanya dari pengagum rahasia.
Rahma akhirnya menyimpan ketiga barang itu dalam satu kotak, tidak ketinggalan surat itupun dia masukkan juga. Dia meletakkan kotak itu di dalam lemari bagian bawah.
*
*
*
Semoga Dia menyukainya! Aku sudah tidak sabar melihatnya memakai jaket itu. Apakah kebesaran atau kekecilan atau pas tepat membalut tubuhnya? Hah...
Padahal baru beberapa jam berpisah dengannya, rasanya seperti sudah bertahun. Bagaimana nanti kalau aku ke ibukota, kuliah di sana dan lama tidak pulang ke sini? Rahma oh Rahma...
Engkau adalah mimpi yang sulit aku gapai. Apakah apa yang aku rasakan ini sama dengan apa yang kamu rasakan saat ini?
Aku dengar dia masih kerja kutip berondolan pagi hingga tengah hari. Pulangnya dia masih harus mencuci dan menyetrika pakaian tetangganya. Kenapa dia tidak mau menerima tawaranku bekerja sambil kuliah?
Aku harus mencari cara agar Dia bisa kuliah sambil kerja. Aku harus minta tolong pada siapa?
Frans gelisah karena nasib sang pujaan hati. Dia mondar-mandir antara balkon dan kamarnya. Sudah berulangkali kali berjalan mengitari tempat itu tapi rasa gelisah itu masih bercokol kuat dalam hati dan pikirannya.
Akhirnya Frans pun memutuskan untuk bermain musik untuk menghilangkan kegundahan hatinya. Frans mulai mengambil gitarnya dan mulai memainkan lagu cinta.
Sementara itu, di tempat lain Tiara sedang bersungut-sungut karena sejak tadi tidak bisa menghubungi nomor Frans. HP Frans dalam mode silent, jadi Frans tidak mendengar ada panggilan masuk.
Tiara pun semakin curiga jika Frans lebih menyukai Rahma temannya.
"Angkat dong Frans!" ucap Tiara sambil melakukan panggilan ke no HP Frans.