Kisah seorang anak yang di buang oleh keluarganya karena memiliki sisik hitam memenuhi sekujur tubuhnya.
Ya, Kania anak itu. Anak yang membuat orang akan takut melihatnya. Akankah dia bahagia atau terpuruk di kehidupan ini. ikuti kisahnya sampai tamat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon akos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. PERTEMUAN KANIA DAN ALEXA.
Kembali pesta berlanjut hingga malam mulai menjemput.
Para pemuda-pemudi sebagian sudah tidak bisa mengendalikan diri akibat pengaruh minuman.
Ada yang duduk sambil tertidur, ada pula yang bergoyang seperti ekor layangan putus.
"Kania, kamu temani Aku ke toilet dong, kebelet nich?," ujar Sonya.
"Baiklah, tapi setelah ini kita pulang, takutnya Ibuku menguatirkanku di rumah,". balas Kania.
"Iya, yuch," Sonya kembali menarik pergelangan tangan Kania menuju kearah Toilet.
"Kamu tunggu di sini sebentar," ujar Sonya saat mereka sudah tiba di depan toilet.
"Iya bawel, cepatlah,".
Sonya pun masuk ke dalam toilet tersebut. Selama Sonya berada di dalam toilet, Kania menyandarkan tubuhnya di dinding bangunan itu dan mengeluarkan handphonya dari dalam tas kecilnya.
Jari-jarinya sangat lihai menulis pesan singkat yang di peruntukkan untuk Bi Desi.
Kembali pintu toilet terbuka dan keluarlah Sonya dari dalam sana sambil melap tanganya menggunakan tissu.
"Ayo kita kembali kesana untuk berpamitan kepada Gabriella sebelum kita pulang,"
Kali ini Kania tidak menjawab, Dia hanya mengangguk kecil.
Kembali keduanya menuju ruang acara muda-mudi itu.
"Kania, kamu tunggu disini dulu biar Aku menemui Gabriella, takutnya jika kamu ikut Dia akan menghinamu lagi seperti tadi,".
"Tapi jangan lama-lama ya," balas Kania mengangguk pelan.
Sonya pun meninggalkan Kania sendiri disana.
Sepeninggalan Sonya, tampak seseorang gadis mendekati Kania.
"Kamu kania bukan?, Anak babu itu. Bisa-bisanya kamu ikut di pesta para anak bangsawan seperti ini. Oh ..Aku tahu, kamu pasti ingin menikmati hidangan yang ada di sini, toh jarang-jarang bukan kamu makan makanan seperti ini jika kamu tidak berpura-pura menjadi anak orang kaya,". Rakhel yang memandang sinis pada Kania sembari menyungginkan bibirnya.
Kania tidak menjawab hinaan Rakhel, Kania malah pergi menjauh. Bukanya Kania tidak bisa meladeni ucapan Rakhel, Kania hanya tidak ingin membuat keributan disana.
"Mau kemana kamu?," tanya Rakhel menarik tas kecil Kania dengan kasar hingga membuat tali tas tersebut putus.
"Kwualitas tas sama si pemilik sama-sama rongsokan ha ..ha," tawa Rakhel masih memegang tas kecil Kania.
"Lepasin gak?," lotot Kania dengan wajah mulai memerah.
"Cie... ada yang marah nich," Rakhel masih tersenyum geli. Gadis itu sepertinya sudah dikendalikan oleh minuman, tercium dari aroma yang keluar dari dalam mulutnya.
"Rakhel lepasin tidak?," kali ini Kania membentaki Rakhel.
"Lepasin sendiri kalau kamu bisa," tantang Rakhel.
"Baiklah, kalau kamu memaksaku berbuat itu," kania memegang pergelangan tangan Rakhel dan memutarnya.
"Sakit...sakit...sakit," ringis Rakhel sambil melepaskan tas milik Kania.
Tas kecil Kania pun terjatuh begitu saja diatas lantai.
"Rakhel, dulu kamu bisa berbuat seenaknya padaku tapi kali ini jangan coba-coba. paham!,". Kania masih terus memegangan dan memutar pergelangan tangan Rakhel.
"Dasar anak babu kurang ajar, berani-beraninya kamu memperlakukan Aku seperti ini, lepaskan tidak, sakit ini,".
"Sakit katamu?, ini belum seberapa di banding apa yang sudah kamu perbuat pada tas ku itu. Makanya jangan mencubit kalau kamu tidak mau di cubit,"
"Apa yang sedang kamu lakukan pada temanku?," dua orang gadis mendekati mereka berdua, ya Gabriella dan Alexa.
"Anak babu ini menyakitiku," Rakhel yang masih meringis dan memegangi kedua tanganya.
"Lepasan dia," mata Alexa mulai memerah dan berkedip hingga membuat tangan Kania terhempas begitu saja akibat dorongan kekuatan yang Kania tidak duga-duga.
"Gadis ini memiliki kekuatan lebih, Dia dengan mudah mengendalikan kekuatan menggunakan matanya," ucap Kania dalam hati dan mengambil tasnya dari atas lantai
"Rakhel, apa kamu kenal anak kumuh ini?," tanya Gabriella.
"Iya, Aku sangat mengenalnya. Dulu Dia dan Ibunya pernah tinggal dirumah kami. Kalian tahu tidak pekerjaan ibunya dulu adalah jongos di rumah kami," Rakhel yang tidak ada tobat-tobatnya menghina Kania.
"Apa?, anak Jongos, masuk ke pestaku kurang ajar," Gabriella mengangkat tanganya ke udara dan ingin menampar Kania tapi tiba-tiba sebuah tangan memegangnya dari arah belakang.
"Sekali kamu menyentuh sahabatku, maka kamu akan berhadapan denganku," genggam Sonya pada pergelangan tangan Gabriella.
"Lepaskan Sonya, hanya karena membela anak babu ini kamu berani menentangku,".
"Aku akan menentangmu kalau kamu berani-berani menyakiti sahabatku," ucap Sonya dengan tegas.
"Walau Aku ini sepupumu?,"
"Tidak ada pengecualian. Lebih baik membela orang lain dari pada membela saudara yang tidak punya hati sepertimu,".
"Kurang ajar kamu Sonya," kembali Gabriella mengangkat tangan satunya untuk menampar Sonya tapi dengan gesit Sonya menangkapnya.
Kedua tangan Gabriella kini ada dalam genggaman Sonya.
Semakin Gabriella mencoba melepas diri semakin kuat pula Sonya memeganginya.
"Sonya lepasin Gabriella?," ucap Alexa.
"Kamu jangan turut campur Alexa, ini adalah urusanku bersama Gabriella, jadi yang lain jangan turut campur,"
"Lepasin tidak," kini suara Alexa mulai meninggi.
"Sekali tidak tetap tidak, Kamu mau apa?,".
Kemarahan Alexa kini memuncak setelah mendengar tantangan dari Sonya. Matanya kembali memerah.
Melihat hal itu sebuah asap kecil keluar dari mata Kania dan mendekat kearah Sonya.
Kembali Alexa mengedipkan matanya tapi tiba-tiba saja kekuatanya memantul dan mengenai dirinya sendiri.
Alexa sedikit terdorong kebelakang dan hampir saja terjatuh. Untung ada Rakhel yang sigap menangkapnya.
"Kamu kenapa Alexa?," tanya Rakhel panik.
"Aku tidak apa-apa," Alexa memegangi dadanya. Dia mencoba berbohong kalau sesunggunya keadaanya saat itu tidak mungkin baik-baik saja karena terkena kekuatanya sendiri.
"Aura kekuatan dalam tubuh Sonya sama sekali tidak ada. Terus siapa yang melindunginya?. Siapa pemilik asap mutiara itu, hingga dengan muda mengembalikan kekuatanku yang kutujukan pada Sonya. Atau jangan-jangan gadis itu yang melakukanya?," Alexa mengalihkan pandanganya kearah Kania dan disambut Kania dengan senyuman tipis.
"Sonya ayo kita pulang," ajak Kania.
"Tapi Aku belum memberikan pelajaran pada anak sombong ini,".
"Sudahlah Sonya, tidak baik membuat keributan," Kania menarik lengan Sonya. Sonya segera melepaskan pegangan tanganya pada tangan Gabriella.
"Ingat, sekali lagi kamu dan teman-temanmu mengganggu sahabatku, Aku tidak akan tinggal diam. Akan kuberi pelajaran yang lebih dasyat dari ini," Sonya menunjuki Gabriella, Rakhel dan Alexa secara bergantian lalu melangkah pergi bersama Kania dari tempat itu.
"Woy tunggu.....," Gabriella mencoba mencegah kepergian Kania dan Sonya tapi segera di tahan oleh Alexa.
"Biarkan mereka pergi, kamu tidak akan sanggup menghadapinya," Alexa mendudukkan tubuhnya diatas kursi dan masih memegangi dadanya yang terasa sakit.
👉 Terus beri like, coment dan vote.
semoga saja tuan Baron bisa dengan cepat menyelesaikan urusan nya
apakah Arnold jodoh nya Kania 🤔
dia si Dewi ular 🐍 anak mu bang🤭
tau gak ya kalau Kania itu anaknya Lidia
semangat kak
sukurin lo nyonya GINA yang sombong
wah bisa seru ini cerita nya
semoga Kania dan bi Desi selalu di lindungi oleh ular raksasa itu
aku lanjut aja ah .... semoga tambah seru
kasian bayi itu dia juga tidak mau keluar dengan kulit yang seperti itu