CERITA PENUH PENGORBANAN,KEBERANIAN DAN CINTA
NO PLAGIAT,BIARPUN CERITA RECEH GUE GAK RELA DIPLAGIAT
YANG PLAGIAT,MATANYA BISULAN
Nagara,bocah jalanan yang diangkat anak oleh Ilham dan Reina saat dia berusia 9 tahun,kini tumbuh menjadi pria yang mandiri,kuat dan juga sangat menyayangi keluarga angkatnya.Terutama pada putri keluarga Samudera yang merupakan adik angkat sekaligus tuan putri kesayangannya.Bahkan Nagara rela melakukan apa pun untuk gadis itu.
Hingga sikap protektif serta posessife Nagara perlahan lahan membuat sang gadis salah paham dengan semua perlakuannya.
Akankah ikatan persaudaraan mereka tetap terikat kuat,Apa yang akan terjadi saat salah satu dari mereka mengungkapkan perasaannya yang selama ini dipendam.
'Mencintai namun tidak dapat memiliki' akankah kalimat itu akan menjadi kenyataan dalam hidup mereka atau malah sebaliknya.Siapa jati diri Nagara sebenarnya?mampukah dia mengungkap semuanya?
Yuk dibaca aja
SEQUEL dari cerita GEGANA SANG PENJINAK HATI
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sekedar kacung
"Ini jadwalmu seminggu kedepan,perbanyak latihan agar beladirimu tidak kaku."
Nagara menatap datar pada layar tablet yang disodorkan oleh Rodek,pria tua itu ternyata sudah mengatur sedemikian rupa.Nagara hanya melihat tanpa mengeluarkan suara sedikit pun,kedua netra abu abunya terlihat memindai jadwal pertarungan yang akan dia hadapi seminggu lagi.
"Besok kita akan bertemu boss besar!"
Nagara langsung menoleh pada Rodek ketika mendengar ucapan pria tua itu.Boss besar?apa maksudnya?banyak pertanyaan didalam pikiran Gara.Sorot matanya sangat menampakan kalau dia butuh penjelasan saat ini.
Sementara pria tua itu menyunggingkan senyum sinisnya pada Gara yang tengah menatapnya penuh intimidasi.
"Kau pasti kaget ya mendengar ucapanku tadi,oh tenanglah nanti akan aku jelaskan semuanya padamu nak."
Nagara berdecih sembari memalingkan wajahnya kearah lain saat Rodek kembali menampilkan senyum mengejek padanya.Seolah olah Nagara hanyalan bocah kecil yang gampang dia bodohi.
"Jadi bukan kau yang menjadi boss disini hm,ternyata kau tidak lebih dari sekedar kacung seseorang."
Kini giliran Gara yang menatap remeh pada pria yang memiliki peran penting menyiksa hidupnya hingga dia menjadi pria yang pantang untuk mundur.
Mungkin ada baiknya juga Gara hidup dijalanan selama hampir 5 tahun,Dan itu membuat dirinya bisa lebih kuat dan mandiri saat ini.
"Heh,kau pikir aku memiliki tambang emas,sampai aku bisa membangun kembali kelompok ini setelah apa yang dilakukan oleh Ayah angkatmu itu sialan!"
Senyuman mengejek Gara semakin ketara saat melihat wajah geram pria tua itu.Gara yang tadinya duduk dilantai kini bangkit dengan angkuhnya.Kedua tangannya menepuk nepuk bagian belakang tubuhnya yang sedikit kotor.Perlahan dia melangkah mendekat menuju Rodek yang menatap tajam padanya.
Setelah Gara berdiri menjulang tepat dihadapan Rodek,pria berwajah bule itu sedikit mencondongkan wajahnya kerarah telinga Rodek.
"Kalau begitu,bersiaplah dengan segala kemungkinan yang akan datang."
Gara segera menegakan tubuhnya kembali,tidak lupa senyuman tipis yang amat limitide edition kembali menghiasi wajah tampannya.Pria itu memundurkan langkahnya perlahan,masih dengan senyuman mencemooh yang dia tujukan pada Rodek.
Sementara pria tua dengan tatto dilehernya itu terlihat mengepalkan kedua tanganya,sangat ketara sekali kalau saat ini dia tengah menahan rasa kesalnya pada pria yang tengah melambaikan tangan padanya.
"Sialan!"
Nagara terlihat berhenti sejenak dan perlahan menghembuskan nafasnya kasar sesaat setelah dia keluar dari gedung tua itu.Kedua netra abu abunya menatap datar pada dua orang pria yang tengah menjadi palang pintu.Sudut bibirnya sedikit terangkat saat mengingat kembali ucapan Rodek,ternyata pria tua itu hanya sekedar robot yang dikendalikan oleh seseorang dibelakangnya.
"Akan aku buat kau kembali kejalanan!"
Setelah menggumamkan kata kata itu,Gara segera melangkahkan kedua kaki panjangnya menuju mobil Jeep hitam yang terparkir apik dihalaman gedung tua yang tadi dia masuki.
Ting...
Saat Gara hendak menyalakan mesin mobilnya,ponselnya berbunyi menandakan ada satu pesan masuk.Gara segera merogoh kantung celana jeansnya,wajah yang tadinya terlihat biasa kini terlihat memucat setelah membaca pesan yang ada diponselnya.
'Bang,Mami jatuh dari tangga'
Tanpa membalas pesan itu,Gara segera menyalakan mobilnya.Bahkan pria bermanik abu abu itu tidak peduli dengan umpatan orang orang saat dia mengendarai mobilnya dengan ugal ugalan.Saat ini yang ada dipikirannya adalah keadaan sang Mami,walaupun wanita paruh baya itu bukan ibu kandungnya,namun Gara sudah sangat menyayangi Reina seperti ibu kandungnya sendiri.Dan dia tidak ingin terjadi apa apa dengan wanita yang sangat berarti dalam hidupnya selama 19 tahun ini.
"Mam,"
HOLLA MET PAGI EPRIBADEH
WELLCOME TO CRAZY UP TODAY
JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAHNYA
JANGAN JADI PEMBACA GELAP OKE
SEE YOU NEXT PART
MUUAAACCHH
Kayaknya sesuai kebiasaan panggilan authornya, maaf ya thor kalau komenku mengganggu.🙏🤭