Adella Mahendra, gadis cantik dengan segudang prestasi. Kehidupannya bagaikan salah naik angkot, oper sana oper sini, pindah sana pindah sini.
Bagi sebagian orang, mungkin akan merasa senang jika berada di posisi Adel, tetapi tidak bagi Adel yang membuat dirinya harus di putar putar karena memiliki tiga orang tua yang sangat menyayanginya. Ditambah lagi dengan seseorang yang telah lama mencintainya dan begitu posesif terhadapnya.
Lanjut baca yuk, gimana jungkir baliknya Adel tetapi dengan sejuta pesona nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menang
"Apalagi dengan siswi yang bernomor punggung 2 itu" tunjuk Pak Budi kepada Adella, dan seketika mata Pak Chandra juga mengarah ke siswi yang bernomor 2 di belakang kaosnya
Pak Chandra menatap Pak Budi, seakan meminta penjelasan, ada apa dengan siswi bernomor punggung 2 itu
"Namanya Adella, saya rasa dia murid yang berprestasi, disamping bisa bermain bola volly, saya juga melihat prestasi prestasinya sewaktu SMP sangat membanggakan, dan cukup membuat saya kagum"
Pak Budi cuma menjelaskan tentang prestasi Adella, tetapi tidak menjelaskan latar belakang siapa Adella sebenarnya, karena sesuai permintaan Papi Surya tentunya.
"Dia lulusan SMP dari Jerman, dan saya bermaksud ingin mengikutsertakan Adella untuk lomba Mata Perlajaran Matematika bulan depan, dengan salah satu kakak kelasnya"
Pak Chandra mengangguk, dia sebenarnya sudah tau tentang prestasi Adel dan mengakui kalau Adel memang gadis yang pandai, tapi Pak Chandra pura pura tidak tau saja dan mendengarkan semua cerita Pak Budi mengenai Adella, teman hatinya.
"Cantik, pintar dan juga berbakat" ucap Pak Chandra dan langsung seketika mendapat senyuman dari Pak Budi
"Dan juga tidak sombong"
"Bapak tau banyak ternyata soal siswi yang satu itu?" tanya Pak Chandra menyelidik
Sedangkan Pak Budi tersenyum dan menunjuk pada segerombolan siswa dengan spanduk bertuliskan nama Adella dan juga teriakan teriakan nama Adel di sana
"Saya tidak tau banyak, tetapi dengan perlakuan siswa siswa yang seperti itu, itu sudah menunjukkan gimana sikap Adella sebenarnya"
"Mereka tidak berani berbuat seperti itu, jika Adella tidak bersikap ramah padanya" lanjut Pak Budi
Memang hatiku tidak salah pilih kamu Del, mata Mamahku aja yang sudah dibutakan oleh harta, andai kamu berasal dari orang berada, kita pasti sudah bersatu, batin Pak Chandra
Baik Chandra maupun keluarga nya sampai sekarang belum mengetahui latar belakang keluarga Adella Mahendra, karena sewaktu di Jerman, Adel hanya memakai nama Adella saja, dan sengaja tidak memakai nama belakang
"Pak Chandra nantinya akan mengajar Matematika kelas X kan? dan sekaligus juga Wali Kelas X Ipa 5"
"Iya Pak, saya juga sudah mendapatkan jadwalnya, dan kebetulan lusa jam ke 3,4 saya masuk kelas X Ipa 5"
"Oh Bagus kalau begitu, berarti Anda bisa dengan cepat berinteraksi dengan siswa Anda, tetapi maaf, untuk struktur organisasi kelas kebetulan sudah di bentuk kemarin dengan dampingan anak anak Osis, bapak tidak apa apa kan??"
"Tidak apa apa Pak, malahan saya senang dan berterima kasih dengan anak anak Osis"
"Dan nanti saya minta tolong kepada Pak Chandra, untuk ikut membimbing Adella dan juga Bintang yang nantinya akan mengikuti lomba Matematika"
"Dan kebetulan Adella juga berada di kelas X Ipa 5, kelas yang bapak walini" ucap Pak Budi panjang dan lebar
"Iya Pak, nanti saya akan bimbing mereka, terutama Adella, karena saya wali kelasnya"
Saat kita bertemu, aku akan menjelaskan semuanya Del, semuanya, batin Chandra
"Kalau begitu, saya permisi dulu Pak Budi, sampai bertemu lusa"
Pak Chandra langsung meninggalkan Pak Budi, tetapi pandangan matanya terus memperhatikan Adella.
Pertandingan selesai, dan seperti harapan suporter dan fans berat Adella, tim kelas X memenangkan pertandingan kali ini.
Semuanya bersorak sorai senang, menyambut kemenangan dari tim idolanya, bahkan ada yang dengan sengaja merekam detik detik disaat Adel bermain cantik dengan bola volly di tangannya
Adel yang sudah lelah,.menghampiri sahabat sahabatnya yang kebetulan masih berada di sekitar lapangan.
Melihat langkah kaki Adel, Gilang kemudian berdiri dan langsung memberikan minuman untuk Adel, dan tepat bersamaan pula Bintang juga ingin memberikan minum untuk Adel, tetapi sudah keduluan Gilang
"Makasih yank" Bella merebut botol minuman yang masih ada di tangan Bintang, dan seketika Bintang langsung pergi meninggalkan lapangan
"Tunggu Bin...." teriak Bella dan langsung ikut meninggalkan lapangan
Maya yang melihat kemudian menyenggol lengan Marcel "Gak di kejar Kak Bintangnya yank?? kasian"
"Gak perlu, dia cuma butuh waktu sendiri, nanti juga baikan kok" jawab Marcel
Sedangkan Gilang sendiri sibuk membukakan botol minuman untuk Adel
"Lo hebat mainnya" ucap Gilang dengan menyerahkan botol minumannya, kemudian mengacak rambut Adel karena gemas
~
Sudah hampir seminggu Dokter Vikky menghadiri seminar di kota Bandung. Dan hari ini adalah hari terakhirnya berada di kota Kembang itu
Dokter Vikky dari tadi memegang ponselnya dan membuka galery, dan nampak disana foto pujaan hatinya sedang tersenyum
Dokter Vikky juga sudah tau jika Adella sudah kembali ke Indonesia
"Han....aku kangen, kangen banget, tau gak aku sudah lama merindukanmu?"
Masih memandang foto Adel, foto yang sengaja di minta oleh anak buahnya Dokter Vikky yang sengaja di tugaskan untuk menguntit Adel sekaligus melindungi Adel.
"Besok Mas pulang sayang, dan langsung melamarmu, Mas takut, banyak kucing garong di mana mana, apalagi kamu sekarang tambah cantik"