Arfan Malik Adyatma di hadapkan dengan sebuah kenyataan atas kepergian sang Ayah dan perusahaan milik keluarganya yang harus collap. Di usia 23 tahun dia harus mengemban tanggung jawab untuk Bunda dan adiknya serta memperjuangkan perusahaan agar tetap menjadi milik keluarganya.
Di tengah kepelikan cobaan yang dia hadapi, seseorang yang mengaku sahabat sang Ayah mengulurkan tangan bersedia membantu dia menyelesaikan kuliah dan memperjuangkan perusahaan milik sang Ayah namun dengan persyaratan yang membuat dirinya galau untuk menerimanya.
Keputusan apa yang akan Arfan ambil, berjuang dengan tangannya sendiri atau menerima bantuan dari sahabat Ayahnya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deutzyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 21
Nasha dan kedua sahabatnya baru saja selesai mata kuliah pertama, tak terasa dunia perkuliahan sudah mereka jalani selama 4 bulan, dan tepat usia kandungan Nasha masuk usia 6 bulan.
Awal masuk perkuliahan Arfan sempat bersitegang dengan Dhefan karena cowok itu mengusik Nasha yang mendapat perlakukan istimewa. Arfan meminta kompensasi agar Nasha tidak full mengikuti orientasi mahasiswa baru.
“ Lo belum kontrol lagi ya Sha..?” tanya Ayana saat mereka sedang makan siang di kantin kampus.
“ Besok, sekalian ngomong sama dokter Olif rencana babymoon gue.”
“ Kelas Arfan belum selesai ya..?” tanya Eunbie.
“ Paling bentar lagi, tadi dia udah chat nyuruh kita tunggu di sini.”
Hari ini Arfan menemani Nasha untuk kontrol kehamilan. Calon orang tua itu sangat semangat ingin mengetahui jenis kelamin anak mereka. Mom dan Bunda akan ikut bersama mereka, calon nenek yang juga ikut antusias ingin melihat cucu mereka.
“ Sayang, udah siap? Ayo kita turun.” Ucap Arfan memanggil istrinya itu.
“ Ayo Papa..” Nasha keluar dari walk in closet dengan menenteng clutch.
Arfan tersenyum, istrinya itu sangat menggemaskan dengan pipi chubby. Arfan senang Nasha sudah tidak merasakan mual lagi, saat ini dia sudah bisa menikmati makanan tanpa khawatir akan keluar lagi.
Arfan merangkul pinggang Nasha yang saat ini terasa lebih berisi, “ kamu gemesin banget sih..” ucapnya sambil menciumi pipi chubby itu.
“ Aku sekarang gendut, pasti nggak cantik lagi.” Nasha mengerucutkan bibirnya.”
Arfan terkekeh, “ kamu tetap cantik dan akan selalu cantik sayang..”
“ Auch, sayang…” Pekik Nasha saat Arfan menggigit gemas pipinya.
“ Makanya jangan gemasin..”
Arfan dan Nasha keluar dari lift menghampiri Bunda dan Mom, “ Itu pipi Nasha kenapa ada bekas gigitan..?” ucap Bunda melihat ada bekas gigitan di pipi chubby Nasha.
“ Arfan gigit Bund, abis gemasin.” Jawaban jujur Arfan membuat Bunda melayangkan pukulan di lengan putranya itu.
“ Kamu yaa tega bener gigit istrinya..”
Mom terkekeh melihat Arfan pasrah di marahi oleh Bundanya, tubuh Nasha sekarang lebih berisi dengan pipi chubby nya itu jelas Arfan pasti gemas melihatnya.
“ Yuk, kita berangkat sekarang..”
Mereka menaiki dua mobil yang di kendarai oleh Matt dan Mateo. “ Eve, di dekat sini apa ada kedai bakso yang enak?” ucap Nasha pada asistennya itu.
“ Ada Nona, di jalan I Gusti.. di sana jual bakso enak.” Jawab Eve.
“ Habis dari rumah sakit kita ke sana ya.” Pinta Nasha menatap wajah suaminya.
“ Iya sayang..”
Mobil mereka sudah tiba di parkiran rumah sakit, Mom sudah menghubungi dokter spesialis sebelum mereka berangkat, jadi saat tiba di sana Nasha bisa langsung masuk.
“ Selamat pagi..” Sapa dokter Olif melihat Nasha dan yang lain masuk.
“ Pagi dokter..” jawab Nasha.
“ Gimana kabarnya hari ini?”
“ Baik dokter, nggak mual lagi cuma gampang cape aja sekarang.”
“ Iya, semakin besar kehamilan rasa lelah memang sering di alami oleh ibu hamil.. yuk kita cek aja sekarang.”
Arfan membantu Nasha untuk naik ke ranjang, dokter menyingkap dress Nasha dan memberikan gel di perut buncit Nasha.
“ Dedek bayinya sehat, berat badannya juga sesuai dengan umur kehamilan.. kalian mau liat jenis kelaminnya?”
“ Mau dokter, saya penasaran dia cowok atau cewek.” Ucap Nasha.
“ Wah, kayanya dia nggak mau nunjukkin..haha.” ucapan dokter membuat mereka tertawa. Tidak masalah selama baby dalam kondisi sehat.
“ Bulan besok kita coba liat lagi yaa.” Arfan membantu Nasha bangun dari ranjang.
“ Ini foto USG nya, vitaminnya masih ada?” tanya dokter.
“ Masih tapi sudah mau habis, di buatkan resep baru aja dokter.” Jawab Arfan.
“ Sampai ketemu bulan depan ya, kalau ada keluhan jangan ragu buat hubungi saya.”
“ Baik dokter.. terima kasih.”
Nasha dan Arfan keluar dari ruangan dokter, Eve menerima resep yang di kasih dokter untuk dia tebus di apotik. Mom dan Bunda pergi ke kantin selagi menunggu resep obat di tebus oleh Eve. Tadi saat pemeriksaan Arfan dan Nasha juga memberitahukan rencana babymoon Nasha.
“ Ini sayang, Mom beliin kue bolu gulung sama sop buah.” Ucap Mom setelah kembali dari kantin.
“ Ehm enak Mom, nanti kita bikin ya..” ucap Nasha saat merasakan kue bolu itu.
“ Iya sayang.. kamu masih mau makan bakso?” tanya Bunda.
“ Mau Bunda, habis dari sini kita ke sana.” Jawab Nasha.
Arfan keluar dari kamar mandi, dia baru saja selesai mandi. Nasha masih tertidur, tak lama setelah pulang dari rumah sakit dan makan bakso istrinya itu sudah tertidur di pundak Arfan. Bumil itu sangat senang saat menghabiskan dua mangkok bakso polos tanpa mie dan yang lain di tambah dengan jus alpukat. Arfan naik ke atas ranjang, dia menyingkap dress Nasha sampai terlihat perut buncit berisi anaknya itu. “ Anak Papa banyak banget makannya, sehat terus sayang..” dia menciumi perut Nasha sampai gerakan kecil dari anaknya itu membangunkan sang istri.
“ Eughh..”
“ Maaf bangunin kamu..” Nasha mengulurkan tangannya.
“ Kamu baru selesai sholat..?” Arfan menggelengkan kepala.
“ Mau jamahaan..?”
“ Iya, aku mandi dulu..”
Nasha masuk ke dalam kamar mandi, Arfan menyiapkan baju yang akan di gunakan Nasha. Setelah dua puluh menit, Nasha keluar dari kamar mandi. Nasha memakai baju dan mukena yang sudah di siapkan oleh Arfan.
Nasha dan kedua sahabatnya sedang bersantai di taman belakang, sedangkan Arfan dan kedua sahabatnya masuk ke dalam ruang kerja Arfan. Ada projek kerjasama yang akan mereka kerjakan.
“ Bini lo mau nggak kalau jadi modelnya..?” ucap Zayan.
“ Nanti gue bilang dia dulu, kita mau start kapan?” tanya Arfan.
“ Lo rencana mau babymoon kapan? Kita bisa mulai setelah pulang dari sana.” jawab Zayan.
Zayan sedang merintis usaha photoshoot, berawal saat membantu sepupunya yang ingin maturity shoot. Dia yang emang jago dalam bidang fotografi mencoba membantu membuat dekorasi sederhana di taman belakang rumah untuk set foto.
“ Di awal kita fokus di maturity shoot aja dulu, pas banget istri lo lagi hamil.. Gue yakin dia pasti suka.” ucap Zayan.
“ Nanti lo bantu jelasin juga ke dia..btw cafe gimana Tan..?”
“ Alhamdulillah aman terkendali, rencana kita buat tambah lahan juga udah berjalan.”
Dering ponsel di atas meja terdengar, Arfan melihat nama istrinya.
“ Iya sayang..” jawab Arfan setelah menekan tombol hijau.
“ Sebentar lagi aku ke sana.. Iya sayang iyaa.”
Arfan meletakkan ponselnya di atas meja, “ nanti kita lanjutin lagi.. Nyonya gue udah manggil.”
Fattan dan Zayan mengikuti langkah Arfan menuju taman belakang. Di sana para wanita sedang asik bermain air, di pinggir kolam renang maid sedang membakar daging dan frozen food.
“ Papa, sini..” panggil Nasha.
Arfan melepas kaosnya lalu masuk ke dalam air, istrinya itu tadi memintanya ikut berenang. “ kenapa nggak pake baju renang..?” ucap Arfan berdiri di depan Nasha. Istrinya itu masih menggunakan dress tanpa lengan dengan tali spaghetti.
“ Tadinya cuma mau main air aja di pinggir, eh jadi keterusan gara-gara di ciprat air sama Ayana.”
“ Bro, nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan..” ucap Zayan. Mereka berdua melihat di pinggir kolam, Ayana dan Eunbie sedang duduk sambil meminum jus yang di buatkan maid.
Arfan membantu Nasha keluar dari kolam lalu memakaikan kimono mandi di tubuh istrinya itu.
“ Sebelum berangkat babymoon, kita beli baju renang buat ibu hamil ya.. Atau aku boleh pake bikini aja..?” ucap Nasha.
“ Kita beli baju renang baru..” jawab Arfan.
Nasha terkekeh, dia juga tidak berani lagi pakai bikini saat berenang apalagi ada dua sahabat suaminya itu. Tapi kalau hanya berdua dengan suaminya terkadang salah satu koleksi bikini nya akan dia pakai.
“ Eve, buah pesanan aku sudah di buatin maid belum..?”
“ Sudah Nona..” Eve menerima uluran mangkok berisi buah.
“ Kamu ganti baju dulu yuk, nanti masuk angin.” ajak Arfan.
“ Kalian masih mau berenang..?” tanya Nasha pada kedua sahabatnya itu.
“ Habis ini kita juga mau ganti baju..” jawab Ayana.
Arfan dan Nasha masuk ke dalam untuk membersihkan diri, Arfan meminta maid untuk membuatkan teh jasmine. Nasha sudah masuk ke dalam kamar mandi tak lama Arfan menyusul. Dia membantu istrinya mandi setelahnya baru dia sendiri yang mandi.
Nasha sudah rapih dengan dress hamilnya, dia menunggu Arfan yang sedang mandi. Dia membuka olshop untuk mencari referensi baju renang jika tidak ada yang cocok, dia akan mengajak Arfan untuk membeli langsung.
“ Ayo sayang kita ke bawah lagi..” ajak Arfan setelah selesai memakai pakaian santainya.
Acara kumpul di taman belakang berlangsung sampai makan malam, setelah itu Fattan dan Zayan pamit pulang. Dua hari lagi mereka akan berangkat untuk menemani bumil babymoon.
“ Gue tinggal duluan ke kamar gapapa kan..?” tanya Nasha. Dia masih ingin mengobrol dengan dua sahabatnya itu namun semenjak hamil dia lebih cepat untuk tidur. Selain karena tidak biasa tidur malam, Arfan juga sudah menjadwalkan kegiatan dan waktu istirahat istrinya itu.
“ Iya gapapa Sha..Ibu hamil nggak boleh tidur malam, lo juga seharian ini aktif banget.” ucap Eunbie.
“ Yaudah, ayo Papa..”
Sepeninggal Nasha dan Arfan, Ayana dan Eunbie kembali fokus ke drakor yang sedang mereka tonton.
“ Gue seneng banget kalau liat Nasha sama Arfan.. Mereka selalu romantis apalagi Arfan keliatan sayang banget sama istrinya.” ucap Ayana.
“ Iya ya.. gue juga mau kaya gitu nanti kalau udah ketemu soulmate gue.” Eunbie menambahkan.
“ Gue pengen di perlakukan ‘like a queen’ sama pasangan gue.”
“ Iya Ay, lo aja yang suka friendzone ngarepin kaya gitu apalagi gue.” celetuk Eunbie.
Ayana hanya merespon dengan melepar bantal sofa ke arah Eunbie. Arfan yang turun lagi ke bawah untuk mengambilkan puding buat Nasha mendengar obrolan mereka di depan pintu dan dia hanya bisa terkekeh.
TBC..!!
penasaran aku