Raden Ayu Gendis atau bisa dipanggil gendis,
don't plagiat
semoga kalian suka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunirahma2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bertemu
Minggu menyapa, gendis terbangun dikala mendengar alarm waktu menunjukan pukul empat lewat tiga lima, gendis terbangun dan melakukan rutinitas sebagai seorang muslim,
ia menangis dan bersimpuh ketika sendiri, dia benci kesendirian benci keheningan, jika diluar ia akan bersikap seolah konyol tapi tidak dirumah atau saat sendiri dirinya rapuh. ia benci dengan keadaan saat dia rapuh.
" aku kangen ibu ayah," rancaunya dalam doa.
.
pagi hari dia ingin ke jogging track yang ada di perumahan belakang kontrakannya, semua yang melihat menyapanya, Andri menghampiri
"gendis kamu kemana aja seharian kemaren?? Abang khawatir sama kamu" gendis menaikan alisnya bukannya orang ini pergi dengan pacarnya seperti biasa..
"gendis ada bang nggak digondol kucing kok"
" iya tapikan Abang khawatir pas bilang jangan ke londry karna mama mau pergi kamu gada balas pesan lagi"
"nggak apa bang, gendis duluan" gendis hendak pergi, ia melihat fadlia sang kekasih Andri melihat dirinya dengan tatapan nyalang dan Andri belum melihat nya namun saat gendis pergi tangannya ditahan
" kamu kenapa sih jaga jarak sama Abang??" dia bertanya seperti itu tidak sadarkah bahwa dirinya telah memiliki kekasih yang posesif dan lebih parahnya gendis pernah diberitahu dan dicap sebagai perebut pacar orang
" ada Lia tuh dibelakang abang, gendis gamau sampai dilabrak dan dibilang perebut pacar orang" gendis menarik lengannya dan pergi, Andri tahu fadlia tidak menyukai gendis dengan berbagai alasan Andri tidak menyukai situasi seperti ini. bisakah ia mundur dari fadlia dan mengikis jarak dengan gendis??
.
gendis berjalan terus sambil ditemani earphone dengan lantunan musik favorit ya. namun karna tak berhati hati ia menabrak seseorang
brrruuggghhh
awwwass . lututnya berdarah karna ada batu krikil runcing dibawah, ia hanya peduli dengan kakinya yang sakit
" sorry sorry saya nggak sengaja" suara pria yang meminta maaf dan panik melihat gendis meringis menahan sakit karna luka
"yaampun kamu berdarah" gendis menengok ke arah pria tsb ingin tahu siapa yang menabraknya dan pria tersebut kaget
"gendis"
gendis bingung siapa pria tsb. kenapa dia mengenalnya apakah salah satu fans nya dia mengingat gendis bisa dibilang cewek yang memiliki banyak fans karna cantik dan humble.
"mas nya kenal sama gendis??" gendis bertanya dan pria itu membantu mengangkat badannya
"ayo gw bantu duduk sini, sebentar gw ambil sesuatu dimobil" ucap pria tsb dan gendis masih meniup lutut yang sakit dan pedih. ternyata pria tsb mengambil kotak p3k miliknya, perlahan dia mengobati dengan sabar dan telaten namun gendis meringis dan mengeluarkan air mata
"duh perih"
" kita kerumah sakit ya takut infeksi" gendis menarik lututnya "nggak usah lebai. ntar juga ilang sakitnya. emang mas siapa kenal gendis??" gendis masih penasaran dengannya
" gw Aldi. senior Lo di tunas bangsa" dia tahu SMA tempatnya bersekolah dahulu
" Aldi siapa??" beo gendis
" cowok paling ganteng dan satu satunya badboys yang elo tolak waktu elo kelas satu" gendis berpikir dia kakak kelasnya artinya dia tahu dulu dia Badas dan galak dengan cowok yang coba kurang ajar dengannya. gendis diam mematung, memang dulu ketika SMA, gendis tipe cewek yang galak karna sering di-bully namun itu hanya sampai lulus SMA. gendis ini tipe yang misterius
" gw ga nyangka elo tambah cantik nggak kaya dulu waktu kelas satu SMA" jelas berbeda dulu kelas satu hidup sulitnya baru dimulai sering mengantar pesanan orang dengan berpanas panasan.
" gendis duluan ya" gendis tidak mau ada yang tahu kelakuannya dulu. ia sudah mengubur sifat asli dia.
" gw anter ya" tangan gendis di tahan namun ditarik lagi
" gausah makasih" gendis terlalu takut sifat aslinya keluar lagi. susah payah ia membangun karakter barunya
" elo terlalu misterius gendis" monolog Aldi melihat kepergian gendis
.
tbc