cerita ini hanya lucu lucuan saja. jangan pernah pakai logika untuk membaca cerita ini.
kisah Pocong yang jadi pakboy di dunia hantu. berjuang demi istri istrinya, yaitu Kuntilanak dan beberapa hantu cantik dari teror manusia
Rumah Kosong menjadi tempat hunian mereka. Namun semenjak kedatangan Bodong Family. Pocong Family mulai tidak tenang. Keributan mulai terjadi antara Pocong Family dan Bodong Family.
akan kah mereka bisa damai.
Baca Kisahnya...
WARNING...!
JANGAN GUNAKAN LOGIKA UNTUK MEMBACA CERITA INI. AGAR TIDAK MENIMBULKAN PRO DAN KONTRA DI JIWA KALIAN.
SELALU TERSENYUM DAN TERTAWA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jo doang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
"Ohhh... Uyut Encrot.... !" Pocong menggumam.. "Bagaimana Uyut bisa mengetahui kalau anakku lagi sakit...?"
"Hahahahahahah!!" Uyut Encrot tertawa.
"Kau tau anak muda. Aku bisa merasakan aura hitam di sekitarmu. Aura hitam itu adalah milikku sewaktu aku hidup dulu " Uyut Encrot tersenyum.
Pocong mengerutkan kening, ia berpikir tentang perkataan Uyut Encrot tentang aura hitam yang di akuinya adalah miliknya di jaman dia hidup dulu.
"Apa itu artinya kalau keturunan Uyut yang telah membuat Anakku sekarat.?" Tanya Pocong dengan hati hati.
Karena Jika wanita yang ada di hadapannya itu mengetahui tentang penyakit Tuyul, maka Pocong tidak ingin membuat Maslah dengannya.
Sedangkan Uyut Encrot tidak menjawab pertanyaan Pocong, ia malah melanjutkan sebuah kisah.
"Waktu akhir hayat ku. Aku sekarat berkepanjangan karena sebuah penyakit tua. Tapi gara - gara ilmu itu, ajal tidak kunjung juga menghampiriku. Hingga akhirnya aku melepaskan ilmu itu dan memberikannya kepada cucuku." Tutur Uyut Encrot lagi.
"Berarti... Uyut Encrot bisa menolong kami.?"
"Tentu saja.... Tapi sekarang kau pulanglah dulu.. Besok malam aku akan ke rumahmu.. Wajahmu kelihatan sangat letih anak muda...!"
"Tapi Uyut....!"
"Sudahlah... Nggak usah khawatir.. Aku pasti akan menolong kamu.!" Ujar Uyut Encrot seakan mengetahui apa yang mengganjal dibenak Pocong.
"Baiklah Uyut, kalau begitu aku pamit pulang!"
Setelah pamitan. Pocong pulang kerumahnya dengan penuh harapan. Walau Tuyul bukan anak kandungnya. Tapi Pocong sudah berjanji pada diri sendiri, kalau dia akan memenuhi tanggung jawabnya terhadap orang orang yang menyayanginya.. Karena selama masa hidupnya. Pocong tidak pernah sekalipun memenuhi tanggung jawabnya terhadap orang lain, bahkan dirinya sendiri.
¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢
Keluarga Bodong sekarang merasa sangat bahagia dan juga tenang karena mereka tidak lagi menjumpai atau mendengarkan hal hal aneh di rumah mereka.
Bu Bodong dan Pak Bodong, yang telah mengetahui kalau Putra yang sudah mengusir roh jahat dari rumah mereka melalui seorang dukun. Membelikan sebuah hadiah untuk Putra Bodong. Hadiah tersebut berupa satu lusin kaos kaki dan juga sebuah bola kaki yang terbuat dari plastik.
Tentu saja hadiah tersebut membuat Putra Bodong nelangsa.
"Hadiah apaan ini....!!!" Batin Putra Bodong dengan begitu kesal. Wajahnya terlihat lesu.
"Kamu senang kan....?" Tanya Bu Bodong yang tidak memperdulikan wajah Putra yang berubah menjadi lesu.
Dengan berat hati Putra hanya menjawab dengan anggukan.
Bu Bodong memeluk Putra dan mencium keningnya sebagai ungkapan terima kasih.
Kuntilanak dan dua hantu cantik hanya menyeringai melihat kebahagiaan keluar Bodong. Kuntilanak sangat ingin memakan hidung putra Bodong bulat bulat karena marahnya, tapi dia mencoba untuk bersabar, dia tidak ingin menimbulkan masalah baru, sesuai dengan instruksi Pocong.
"Sabar, kak. bakalan ada waktunya memberi pelajaran pada Bocah itu!" Ujar hantu Rocker yang menyadari betapa geramnya Kuntilanak melihat Putra Bodong.
Kuntilanak hanya mendengus.
"Selamat sore para Bidadari!" Ucap Pocong yang tiba tiba muncul.
Pocong muncul dengan wajah sumringah, sebuah berita gembira telah dibawanya. Kuntilanak yang matanya sudah sembab, langsung menghampiri Pocong.
"Bagaimana, apa kamu menemukan Tabib yang hebat mandra guna.?" Tanya Kuntilanak langsung. Ia memegang ujung ikatan pinggang Pocong.
Kuntilanak menatap penuh harap, begitu juga dengan hantu Dangdut dan Rocker.
"Aku sudah menemukannya, kali ini Tuyul bakalan sembuh.!" Ujar Pocong. ia memberikan senyuman imutnya pada Kuntilanak.
"Beneran bang. Terus Tabibnya mana.!" Tanya hantu Dangdut.
"iya... mana Tabibnya. Dia ikutan ke sini, kan?" Kuntilanak juga ikutan bertanya.
Pocong tidak langsung menjawab. dia duduk di samping Putra Bodong yang lagi menatapi hadiahnya dengan raut wajah kecewa.
"Jangan bilang kalau Abang lupa membawanya" Ucap hantu Dangdut.
mendengar perkataan hantu Dangdut tersebut. Kuntilanak menatap Pocong dengan kesal.
"Jadi Abang nggak membawa Tabib itu!?"
"Yang bilang aku nggak bawa tuh Tabib siapa? kalian suka kali main tuduh tuduh.....!"
"Jadi!"
"Tuh Tabib bilang, besok dia kesini. ada urusan yang penting yang mau diurusnya dulu.!"
"Tapi bang anak kita udah mulai kritis nih. kenapa Abang nggak maksa dia aja untuk ikut, kita bisa nggak nunggu lebih lama lagi, kalau Roh tuyul menghilang bagaiman, aku nggak sanggup untuk kehilangan dia bang, aku bisa bunuh diri nantinya....!" Cecar Kuntilanak panjang lebar dan tanpa Logika.
Bahkan Pocong serta hantu Dangdut dan Rocker hanya melongo mendengar perkataan Kuntilanak. Pemikiran mereka bertiga sama sama membayangkan satu hal, yaitu bagaimana caranya hantu bisa bunuh diri hingga mati lagi.
"Ahhhh... Kenapa wanita secantik itu pikirannya jadi sangat Absurd, ya!" Batin Pocong seraya memandangi Kuntilanak yang masih nyerocos panjang lebar.
"Kak.. Stop kak.. sabar... sabar... ini ujian kak!" Ujar hantu Rocker. Dia mencoba menenangkan Kuntilanak.
Putra Bodong meninggalkan ruangan bersama dengan orang tuanya, dia berjalan dan menembus Kuntilanak.
"Ini semua gara gara bocah bangsat ini. aku akan membunuhnya... aku nggak akan tenang jika masih melihat wajahnya.!" Kuntilanak mengangkat kedua tangannya untuk mencengkram leher Putra Bodong.
Hantu Dangdut dan juga Rocker, langsung mengapit Kuntilanak dan memegangi tangannya agar tidak mencengkram Putra Bodong. Pocong juga langsung melompat untuk menghadang Kuntilanak.
"Sayang... Sabar sayangku... Ki.....!"
"Nggak ada sayang sayang... Pokoknya aku harus membunuhnya hari ini juga. MINGGIR!" Kuntilanak membentak.
"Sayang... ingat.. membunuh itu dosa besar!" Pocong terus berusaha menenangkan Kuntilanak denga kata kata lembut.
"Nggak ada dosa dosa lagi ak..... !"
cuppppppp...!
Pocong langsung mencium bibir Kuntilanak. Kuntilanak sangat terkejut, matanya melotot. Begitu juga dengan hantu Dangdut dan Rocker. yang masih memegangi tangan Kuntilanak. Mereka berdua hanya melongo menyaksikan Pocong mencium bibir Kuntilanak.
Amarah Kuntilanak seketika itu juga mereda. Tapi sangat disayangkan, wajah Kuntilanak tidak bisa memerah. Kalau tidak pasti pocong pasti akan tau kalau Kuntilanak merasa malu. Dan sangat sangat di sayangkan juga, Kuntilanak tidak memiliki Jantung, jika tidak, Pocong pasti akan merasakan bagaimana berdebarnya jantung Kuntilanak saat itu.
Ketika hantu Dangdut dan Rocker melihat Kuntilanak memejamkan matanya, mereka berdua melepaskan tangan mereka dari lengan Kuntilanak. Dan apa yang terjadi... Kuntilanak langsung merangkul leher Pocong.
Kedua hantu cantik tersebut pun, langsung membelakangi Pocong dan Kuntilanak. mereka merasa risih untuk menyaksikan pemandangan tersebut.
"Giliran ci po kan, langsung reda tuh amarah!" Bisik hantu Dangdut sambil menahan tawa.
"Namanya juga cinta Dut!" Tutur hantu Rocker.
hantu Dangdut menghela nafas. "Jadi pengen!" Ujarnya menggumam.
"Makanya cari pacar. biar bisa ngerasain!'
"Iya ya.. aku juga jadi penasaran. Gimana ya rasanya berciuman setelah menjadi hantu. apa rasanya tetap sama dengan ciuman waktu jadi manusia.!"
Hantu Rocker hanya menggeleng mendengarkan gumaman hantu Dangdut. Apalagi saat melihat mata hantu Dangdut yang sudah menerawang menatap ke atas langit langit rumah.
"hmmm... hmmm.. hmmm. hmmmm."
Hantu Dangdut dan Rocker langsung berbalik badan setelah mendengar suara hmmm..hmmm dari belakang mereka.
"Oh... udah selesai ya kak, bang.!" Ujar Hantu Dangdut seraya mengerlingkan sebelah matanya ke arah Kuntilanak.
"Apaan sih!" Kuntilanak mengangkat tangan seakan ingin memukul hantu Dangdut. Kemudian dia berlari menuju kamarnya yang juga merangkap sebagai gudang. Kuntilanak terus berlari seraya menutupi wajah dengan kedua tangannya.
"Kirain dia kagak malu!" Ujar hantu Rocker.
"Abang nggak gitu juga. lari sambil malu malu?" Tanya hantu Dangdut pada Pocong.
"Bodo ah!" Pocong tersenyum dan pergi meninggalkan hantu Dangdut dan Rocker yang tertawa lebar.
"EEEEHHHH.... YANG JAGA TUYUL SIAPA "
Teriak kedua hantu cantik tersebut dengan serentak.
✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓
maaf kalau kurang lucu dan banyak typo..
dukung tersu ya.
kasih bintang 5 juga ..like.. vote
Terakhir liat postingan engkau telah pergi 😭😭😭😭😭
mampir thor
yg biasa berperan menjadi hantu yg fenomenal seperti kunti pocong dllnya
Hai kak, aku mampir lg, msh dicicil bacanya, semangat terus ya kak💪
Salam dari silence 🤗
Hai kak, aku mampir lagi nih kasih dukungan utk kakak. Masih di cicil dulu bacanya😊
Semangat terus ya💪salam dari silence🤗