NovelToon NovelToon
AKU Bukan Lagi PUTRI

AKU Bukan Lagi PUTRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:533.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: pipik sukirno

Kisah seorang gadis yang demi menyelamatkan orang lain harus rela kehilangan ingatannya termasuk identitas dirinya namun justru membuatnya mendapatkan identitas baru yang kemudian merubah hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipik sukirno, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode. 20

Natal tahun ini telah berlalu meninggalkan kenangan yang tak mampu dilupakan bagi setiap insan yang melewatinya. Tahun baru pun dimulai. Imlek datang disambut semua penduduk negeri ini. Lagi-lagi Lin Fengyin selalu menyempatkan waktu agar bisa melewati semua momen itu hanya di rumah sakit bersama Putri.

Musim semi musim yang dinantikan semua orang, dimana bunga-bunga bermekaran, cuaca yang cerah dengan semerbak harum bunga yang memenuhi indra penciuman, angin yang berhembus dengan sejuknya, tidak mungkin Lin Fengyin lewatkan begitu saja.

Setelah mendapatkan izin dari rumah sakit, Lin Fengyin membuat mini garden didalam ruang rawat Putri. Dimulai dari bunga Aster, Tulip, Peach Blossom sampai bunga Peony.

Warna-warni bunga yang bermekaran menghiasi kamar yang didominasi warna putih itu. Beberpa dokter dan suster sampai berdecak heran dan kagum melihat kesungguhan dan ketulusan dari Lin Fengyin. Terlebih Lin Fengyin yang merasa bangga dan puas dengan apa yang sudah dilakukannya.

Begitu banyak waktu telah mereka berdua lalui bersama, banyak hal yang terjadi menjadi sebuah ingatan baru yang hangat. Seiring dengan waktu yang terus berputar, kesibukan, kebahagiaan, kesedihan, semangat, dan kegagalan, semua berkumpul menjadi sebuah kalimat yang dimaknai orang-orang " Hidup ".

***

Jauh didalam sebuah mimpi panjang seorang gadis yang terjebak didalamnya tanpa ingatan dari dunia diluar mimpi, ia berlarian, melompat dan menari, bermain dihamparan bunga yang membentang sejauh mata memandang dan hanya ada beberapa pohon bunga yang rindang sebagai peneduh.

Sekali waktu saat ia berlarian mengejar kelinci tanpa sengaja ia memasuki sebuah hutan lebat dimana hanya berisikan pepohonan besar dan tinggi. Semak belukar disekitar menambah kesan gelap dan menyeramkan. Cuaca dan udara ditempat itu sangat tidak dapat diprediksi, terkadang terasa sangat panas sampai serasa berada dibawah terik matahari, terkadang sangat berangin, dan tak jarang tiba-tiba turun hujan disertai angin dan petir yang saling menyambar. Tidak dapat dipastikan kapan sianh, kapan malam. Sangat berbeda dengan ditaman bunga yang sangat cerah dan sejuk disiang hari tapi hangat dimalam hari

Gadis itu terus berjalan dan berlari mencoba menemukan jalan keluar dari hutan tersebut. Meski telah berhari-hari, namun ia tak kunjung menemukan jalan keluar dari hutan tersebut. Seperti hanya berputar-putar ditempat yang sama saja.

Gadis itu tidak pantang menyerah. Dia terus berlarian dan bertahan hidup disana dengan memakan buah-buahan yang dia temukan. Meski tidak pernah sekalipun bertemu atau melihat hewan buas didalam hutan itu, namun bukanlah ide bagus jika harus tinggal didalam hutan yang gelap dan menyeramkan itu.

Gadis itu terus berlari sampai kakinya tak sanggup ia angkat lagi meski hanya sebuah langkah kecil. Tak mampu menopang tubuh, akhirnya ia jatuh tersungkur ditanah. Pandangannya kabur dan gelap. Gadis itupun tak mampu menjaga dirinya tetap tersadar dan pingsan pada akhirnya.

" Hangat..."

Itulah yang dirasakan gadis itu setelah beberapa saat ia pingsan. Hidungnya mengendus membaui aroma yang sangat menggoda jiwa kelaparannya. Dia mencoba membuka kedua matanya dengan harapan bahwa ia sudah keluar dari dalam hutan lebat itu.

Saat ia membuka kedua matanya, samar-samar terlihat dedaunan rimbun dan batang-batang kayu besar diatas kepalanya. Harapannya seketika jatuh dan sirna.

" Ah, masih disini rupanya. " Batinnya.

Sayup-sayup dia mendengar suara api yang tengah melahap ranting dan dedaunan kering yang memberikannya kehangatan.

" Bau ini lagi. " Gumamnya.

Dia menolehkan kepalanya kesisi kanan, tidak ada apa-apa, hanya rumput dan pepohonan yang menjulang tinggi. Ditolehkannya lagi kesisi sebaliknya, barulah terlihat api unggun dengan ranting kayu yang menjulur diatasnya seperti sedang membakar sesuatu.

" Sudah bangun ?"

Terdengar suara yang lebih berat dari suaranya. Seperti dia tau namun tidak tau apa sebutannya. Diikutinya arah ranting kayu itu sampai terlihat sebuah tangan yengah memegangi ranting kayu itu. Dilanjutkannya lagi pandangannya, nampaklah seseorang dengan tampilan yang sangat berbeda dari dirinya.

" Ha ?! Siapa kamu ?!" Teriak gadis itu kaget sambil berusaha bangun namun tubuhnya masih terlalu lemah.

" Tak perlu takut, saya manusia sama sepertimu. Saya menemukanmu 2 hari lalu pingsan disekitar sini, jadi saya membawamu kemari untuk merawatmu. " Jawab orang itu.

" Tapi kau tampak berbeda denganku. Maksudku, tampilanmu jauh berbeda denganku. " Tanya gadis itu dengan polosnya.

Pria itu meletakkan ranting kayu yang tengah ia gunakan untuk membakar umbi-umbian keatas daun besar dimana sudah ada umbi lain yang telah dibakarnya.

Kemudian pria itu berdiri dan mendekat ketempat gadis itu. Meski berusaha menghindar, namun gadis itu tak mampu berbuat apa-apa saat pria itu mengangkat tubuhnya agar bisa bersandar pada batang kayu dibelakangnya.

" Apakah yang kau maksud berbeda adalah secara fisik ?" Tanyanya sembari menyodorkan tangannya yang menggenggam umbi bakar ditangannya.

" Em.. " Jawab gadis itu mengangguk sambil menerima umbi bakar itu.

" Makanlah. " Kata pria itu ramah. " Kita berbeda karena aku adalah pria, dan kau adalah wanita. Perbedaan jenis kelamin kita yang membuat fisik kita juga berbeda. " Ujarnya lagi.

" Hemm hem.. " Gumam gadis itu yang telah memenuhi rongga mulutnya dengan umbi bakar tadi.

" Hahahaha... Santai saja makannya, tidak ada yang akan merebutnya darimu, disini masih ada banyak. " Ledek pria itu.

Gadis itu hanya menyengir sambil melahap umbi bakar itu dengan semangatnya. Jelas saja, selama berada didalam hutan itu dia hanya memakan buah-buahan yang hanya banyak mengandung air, dan vitamin mungkin, namun tidak dengan karbohidrat. Tentu membuat tubuhnya menjadi lebih cepat lelah.

" Apa kau tersesat ?" Tanya pria itu.

Gadis itu hanya mengangguk pelan.

" Bagaimana kau bisa masuk kedalam hutan ini ? Tidakkah kau melihat bahwa tempat ini sangat berbahaya ? Kenapa nekat sekali ?" Tanyanya penasaran.

Gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya lalu menunduk sedih.

" Saya tak tau. Saya juga tak ingat. Yang saya ingat saya sudah berada dihamparan bunga yang luas. Dan saaft saya bermain dengan mengejar kelinci, tanpa sadar saya sampai dihutan ini. Saya inhin kembali, tapi tidak pernah menemukan jalan keluarnya. Lalu bagaimana kau ada disini ? Apakah kau penghuni hutan ini ?" Katanya balik bertanya.

" Saya sama denganmu. Saat saya terbangun dari tidur, saya sudah berada ditempat ini. Entah bagaimana sayapun tidak ingat. Tapi sepertinya saya tau dimana taman bunga yang kamu maksudkan itu. " Jawabnya lembut.

" Kamu.. Kamu benar-benar tau dimana taman bunga itu ?" Tanya gadis itu dengan mata berbinar-binar penuh semangat.

" Ya. " Jawab pria itu spontan.

" Kau, tak punya maksud lainnya kan ? Seperti... Seperti menculikku, menyekapku lalu.. Lalu.. Menjualku.. " Tanya gadis itu khawatir.

" Kau berfikir terlalu jauh. " Jawab pria itu tersenyum ramah.

" Aku tidak percaya !" Tolak gadis itu tegas.

" Kenapa ?" Tanya pria itu heran.

" Apa ?"

" Dihutan ini selain kita berdua, sepertinya hanya akan ada binatang buas yang siap menerkammu kapanpun saat mereka menemukanmu. " Jawab pria itu dengan wajah mengancam.

" Aku... Aku tidak ingat sudah berapa lama disini, tapi aku yakin tidak pernah sekalipun bertemu dengan satu binatang pun. Terlebih binatang buas. " Jawab gadis itu meyakinkan dirinya sendiri.

" Mereka sedang mengintaimu.. Menunggu saat-saat kau kehabisan tenaga. Sehingga nanti tidak ada lagi kekuatan untuk melawan. Hanya bisa pasrah. " Kata pria itu lagi menambah ketakutan dihati gadis itu.

" Bagaimana kau bisa yakin ?"

" Yah, hanya itu kemungkinannya. "

" Emm.. Kau hanya sedang menakutiku saja kan ?"

" Baiklah jika kai tidak mau mempercayainya. Saya akan pergi sendiri. Semoga kau bisa menemukan jalan keluarnya sendiri. "

Setelah mengatakan itu pria itupun pergi meninggalkan gadis itu sendirian dalam ketakuta. Gadis itu nampak bingung kemana ia harus pergi. Karena tidak tau harus kemana akhirnya dia memilih untuk diam-diam mengikuti pria tadi dari kejauhan.

Seakan tau bahwa ia sedang diikuti, sesekali pria itu menoleh kebelakang untuk memastiknnya. Namun gadis itu cukup lincah untuk segera bersembunyi dibalik pohon tu dintara semak belukar yang ada. Sadar akan hal itu, pria tersebut hanya tersenyum kecil.

" Shraak shraak.. "

Terdengar suara-suara dari balik rerumputan yang membuat gadis itu harus terus waspada, khawatir jika tiba-tiba akan ada binatang buas yang keluar dari sana.

" Sshraak shraakk !"

Kali ini suaranya semakin terdengar dengan jelas.

" Aaaaaaaaaaaaa !!"

Gadis itu saking takutnya ia berlari kedepan tanpa memperhatikan jalanan didepannya. Sampai akhirnya berhenti karena tubuhnya menabrak sesuatu.

" Bruukk "

Suara jatuhnya cukup keras untuk dikatakan jatuh ringan. Namun bukan suatu benda keras yang ditabraknya itu. Karena masih dalam keadaan takut, gadis itu hanya bisa memejamkan matanya.

" Hei... "

Suara panggilan itu terdengar dari arah yang sangat dekat dari gadis itu. Nampaknya seperti berada didepan telinganya sendiri. Namun gadis itu tidak memiki keberanian untuk membuka matanya.

" HEI !!" Panggil suara itu lagi dengan nada yang lebih tinggi.

Mendengar suara itu, perlahan gadis itu membuka kedua matanya. Ternyata suara itu berasal dari suara pria tadi yang kini sedang berada dekat didepan wajahnya. Bukan.. Lebih tepatnya berada dibawah tubuhnya.

Alih-alih beranjak dari posisinya, gadis itu malah begong terpesona oleh ketampanan pria itu.

" Apakah sebegitu nyamannya kau berbaring diatas tubuhku ?" Tanya pria itu menghancurkan lamunan dari si gadis.

Sadar akan situasi yang sedang terjadi, gadis itu segera bangkit dari posisinya dan segera berdiri.

" Maaf, aku nggak sengaja. " Kata gadis itu malu. " Bukannya sengaja karena aku mengikutimu, tapi tadi ada suara-suara dari balik rerumputan jadi aku lari tidak memperhatikan depan, makanya bisa tidak sengaja menabrakmu. " Katanya lagi yang panik takut ketahuan bahwa ia mengikutinya.

" Jadi, kau mengikutiku diam-diam, tapi ada suara dari balik semak-semak, jadi kau berlari mengejarku, laku tidak sengaja menabrakku, begitu ?" Tanyanya menohok.

" Iya. Eh.. Bukan.. Bukan begitu.. Tadi cuma sembarang jalan saja. Aku mana tau kalau ternyata arah yang ku ambil menuju ketempatmu. " Jawab gadis itu mencoba menyangkal.

" Yaaa, baiklah baiklah.. Saya percaya saja. Tolong bantu saya berdiri. Tubuh saya sakit sekali karena menahan berat badanmu. " Kata pria itu mengulurkan tangannya.

Gadis itu segera menarik tangan pria itu untuk membantunya berdiri.

" Jadi sekarang kau mau kejalan mana ?" Tanya pria itu sembari menepuk-nemuk bajunya yang kotor.

" Kesana. " Jawab gadis itu sembarang menunjuk.

" Baiklah, saya akan kesana kalau begitu. " Jawab pria itu menunjuk kearah sebliknya.

Kemudian pria itu berjalan menuju arah yang dipilihnya. Sementara si gadis menuju jalan yang dipilihnya dengan sembarang.

" Eee tunggu dulu. " Teriak gadis itu sambil mengejar pria tadi.

" Apa ? Kenapa ? Bukannya kau tidak mempercayaiku ?" Tanya pria itu.

" Iya, benar. Sekarang pun masih tidak percaya. " Jawab gadis itu.

" Lalu mengapa mengikutiku ?"

" Aku tidak mau sendirian. " Jawab gadis itu terus terang.

" Baiklah, kau boleh ikut. " Ujar pria itu.

" Sungguh ?"

" Iya. "

" Terima kasih.. Disini sangat menakutkan dan gelap. " Kata gadis itu sembari menggandeng tangan pria tersebut.

Keduanya pun berjalan bersama menyusuri hutan itu bersam-sama.

Ikuti terus ceritanya ya sobat readers.. Jangan lupa subscribe agar mendapatkan notifikasi episode-episode berikutnya 😘😘😘

1
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
Wkwkwk 😂😂😂😂😂😂😂😂😂
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
Gkgkgk 😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
Hahaha 😂😂😂😂😂😂😂😂😂
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
hiro😼
Bikin aku kesel deh ama si lin tuh huh greget aku bacanya pengen gw getok kepalanya huh
hiro😼
Kapan ya nunggu episode shasha cuekin fengying?
hiro😼
Lin fengying ini bagaimana sih? Bilang aja dia malaikat kecil tapi haishhhhh dhlh bikin kesel
hiro😼
Aku semua aja soalnya kaya masuk akal
hiro😼
D dan E
hiro😼
Pasti kaget dan ga nyangka sih thor
hiro😼
Manisss sekaliii andai saja aku bisa seperti mereka😭
hiro😼
Aaminnn thor
hiro😼
Iseng sekali dia, aku aja hampir tidak bisa menahan ketawa🤣
hiro😼
Kok sama😭
hiro😼
Aku dikit dikit paham tapi yah kalau ga paham aku skip aja, semangat thor
hiro😼
Kapan sih sadarnya☹️😭
hiro😼
Ini apalagi, jubaidah?
Erina Munir
waduuh thoor...jangan gitu dòong...masa mentang2 amnesia trud makannya apa aja boleh...itukan haram...
Erina Munir
akuuuuuh....😊
Arlyn
mampir kka, ceritanya sangat menarik😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!