Mengandung konten dewasa *** harap bijak dalam membaca
NOVEL PERTAMA MantanTerindahSeries BY VIIYOVII
Mata mereka kembali bertemu dalam sebuah kerja sama bisnis. Setelah empat tahun mereka berpisah. Semua hanyalah takdir. Ketika Viena Gloria Jovanca, seorang CEO Perusahaan Advertising menerima kontrak kerja sama pembuatan iklan Hotel Prime. Viena sudah yakin kalau pemiliknya adalah mantannya, Dionisius Eltima Prime.
Viena hendak menolak namun sangat menguntungkan bagi perusahaannya. Bagaimana perasaan mereka ketika bertemu? Mengapa Dion sampai hati meninggalkan Viena sedangkan Viena sudah memberikan semua yang diinginkan Dion? apakah Viena masih memiliki rasa? Atau Dion yang kembali menyukainya setelah sudah ada pengganti Viena di hatinya?
Hati hati, kisah cinta ini akan menguras hati dan perasaan anda.
Segala jalan cerita dan plot sampai tempat yang digunakan pure murni imajinasi penulis. Jika ada kesamaan, itu adalah kebetulan semata. Selamat Membaca :)
MantanTerindahSeries by viiyovii present :
1. Mantan Terindah
Dion Prime ❤ Viena Jovanca
Dior Prime ❤ Gracia Andez
Ezekhiel Dimitri ❤ Zefanya Prime
Patrick Kwan ❤ Zhavia Prime
2. Assistant Love Assistant
Leon Janson ❤ Lexa Luxurio
After Marriage
Xelino Janson ❤ Carolyn Delinsky
3. Satu Satunya yang Kuinginkan
Egnor Jovanca ❤ Claudia Gie
Wilson Jovanca ❤ soon
Willy Jovanca ❤ soon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viiyovii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 21
Suara hujan diluar yang kunjung berhenti menjadi saksi pergulatan romansa pasangan itu lagi. Viena menyilangkan tangannya di leher Dion. Dion yang masih menikmati bibir seksi Viena memegang pinggul Viena. Pria itu melumat bibir Viena dengan sangat lembut dan bergairah. Dia juga bingung, mengapa tidak sama ketika dia mencium Pevi. Ketika mencium Pevi dadanya sesak dan terpenjara memikirkan Viena. Ketika mencium Viena, seluruh tubuhnya bergairah, dia ingin melakukan ke tahap berikutnya.
Dion mencoba mengangkat tubuh sintal Viena. Dia menggendong Viena dan menyilangkan kaki Viena kepinggangnya. Dion yang gagah itu membawa Viena ke ranjang besar Viena. Dion menghentikan ciumannya. Dia menatap Viena yang wajahnya sangat menyedihkan. Tersirat wajah Viena yang sungguh haus belaian pria yang dulu sering ia rasakan. Viena merasa sedikit lega dengan permasalahannya ketika Dion menjamah tubuhnya. Mungkin benar kata penelitian itu, sentuhan orang terdekat sangat membantu. Dion sudah mengetahui seluruh tabiat Viena. Viena sudah menyerahkan seluruh jiwa raganya untuk Dion.
Viena melepaskan lilitan tangannya di leher Dion yang mencoba duduk. Dion kembali mencium Viena dan turun keleher Viena. Dion melupakan Pevi, dia ingin kembali bersatu dengan Viena. Viena mengacak ngacak rambut Dion.
"Aahh Dion ... " Desah Viena. Dion mengangkat kepalanya untuk melihat Viena.
"Viena, aku menginginkanmu, sekarang," kata pria yang sudah bergairah itu. Viena tidak menjawab. Viena merasa perlu menyebut nama Pevi tapi tertahan.
Dion mulai melucuti kemeja Viena dan membuka rok Viena dengan cepat. Dion meneguk ludahnya. Tubuh yang dulu sudah dia nikmati berubah menjadi tubuh yang lebih seksi, lebih berisi, lebih sintal dan berbentuk. Viena mendesah parau ketika tangan Dion membentuk garis dengan jariny di antara dada Viena yang masih tertutup penutupnya. Dion sudah sangat ingin melakukannya dan pria itu benar benar melupakan kekasihnya. Dia membuka seluruh penutup bagian bawah tubuhnya dan membuka penutup bagian bawah tubuh Viena. Viena menyapukan bulu bulu halus yang berada di dada Dion. Dion menggenggam tangan Viena dengan mengarahkannya ke semua tubuh Dion.
"Dion lakukan sebelum aku berubah pikiran," kata Viena agak tersadar dengan apa yang mereka lakukan.
"Benarkah kau akan berubah pikiran jika aku melakukan ini?" Senyum Dion menyeringai dan dia memainkan semua milik Viena dengan sangat lihai yang membuat Viena bergairah.
Dan hujan pun berhenti, munculah pelangi, bersamaan dengan Viena dan Dion yang kembali bersatu setelah sekina lama. Dion sangat menikmati Viena, begitu juga Viena. Apa ini semua takdir? Dion sudah mencapai puncaknya dan Dion melepaskannya bersamaan Viena yang sudah mengeluarkan puncak rangsangannya. Dion tersungkur di samping Viena sambil memeluk Viena. Viena memejamkan matanya sambil meminta maav pada Pevi dalam hati. Seketika ponsel Viena berbunyi.
"Viena, kalau kau tidak bisa terbang sekarang kesini, doakan ibumu agar dia selamat dari masa kritisnya," suara ayahnya di sebrang sana membuat jantungnya berdegup sangat kencang. Apa ini akibat dari dosa yang barusan ia perbuat bersama Dion? Viena menutup mulutnya tidak percaya.
"Ibumu sudah tidak ada harapan jika dioprasi, jadi sekarang dokter sedang memberikan imun untuk memperlambat kerja tumornya, berdoalah anakku, sebenarnya aku takut," Viena makin tak karuan. Dion menatapnya pelan dan memegang pundak Viena. Viena tersadar dan menundukan kepala.
"Relakan Dad, dia pasti sangat kesakitan, aku akan terbang secepatnya," panggilan terputus. Dia menghempaskan tangan Dion dan lari ke kamar mandi.
"Keluar dari sini, Dion, kita sudah melakukan kesalahan, kembalilah pada Pevi, aku tidak mau melihatmu, keluar!!" Teriak Viena disambung dengan isakannya. Dion terdiam sesaat ketika mendengar nama Pevi disebut. Benar, mereka sudah melakukan kesalahan, berbeda jika tadinya Dion masih sendiri.
.....
Revo terus menghubungi Viena tapi tidak ada jawaban. Revo menjadi sangat khawatir, pasalnya di luar hujan sangat deras dan Revo baru ingat kalau mobil Viena masih di bengkel. Dia melajukan mobilnya di depan apartemennya, kata sekertarisnya Viena sudah pulang. Ketika Revo hendak turun dari mobilnya, dia melihat Dion turun dari apartemen sambil mengancingkan tangan kemejanya. Revo langsung memikirkan hal yang tidak tidak. Entah mengapa, hati Revo menjadi panas dan kesal. Dipikiran Revo, ternyata Viena sama saja dengan perempuan lain. Dan benar apa kata Marcel, Viena sudah dimiliki dan dinikmati oleh Dion. Revo memukul setiran mobil kencang dan ponselnya berbunyi.
Percakapan telepon Revo - Marcel
Marcel : Revo, kau jangan jadi gila karna Viena, kau harus segera melaksanakan perjanjian kita
Revo : iya aku tahu, besok aku masih ada rapat pengesahan pembuatan iklan setelah itu dibuat
Marcel : kau kerja yang benar, aku sudah memberikan apa yang kau mau
Revo : iya aku mengerti
Panggilan terputus. Ternyata Marcel menggunakan Revo untuk menghancurkan perusahaan iklan Viena. Awalnya Revo ragu untuk melakukannya, tapi Marcel sudah memberikan aset saham yang besar untuk perusahaan minumannya. Revo dan Marcel saudara sepupu. Revo anak yatim piatu yang diangkat oleh Samuel (ayah Marcel). Dia berhutang banyak pada Marcel.
Awal mengetahui Viena, Revo sudah jatuh hati dan beberapa minggu ini berkenalan, Viena ada perempuan yang baik menurutnya. Revo sudah hampir tidak memperdulikan ancaman Marcel. Revo sudah menyukai Viena, ditambah Viena cantik dan seksi bak model. Mengalahkan, kekasih sahnya Isa. Namun, pikiran Revo sekarang berkecamuk. Revo membenarkan, Viena seorang perempuan yang sudah tidak perawan dan masih mengharapkan mantannya yang sudah mempunyai kekasih.
......
Up up next part 22
Apa yang akan dilakukan Revo?
Apa Dion berhasil membuka kedok Revo dan Marcel?
Plis like dan komen 😊 thankyou all
plis jangan donk