Namaku Sheila,Aku bekerja di perusahaan Andre.Dan Aku menjabat sebagai sekretaris di sana.
Dengan niat untuk membalas dendam kepada Bos Ku.
Karena hampir setiap hari, Aku selalu di marahi tanpa alasan yang jelas.
Dengan ambisi Ku itu,Aku menaruh, obat perangsang di dalam minuman nya, dengan niat memberikan pelajaran kepada Bos ku.
tapi ternyata hal yang tidak terduga pun terjadi.
Bagaimana kisah nya... Cokodot lah.😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riski iki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21
Kemudian Andy dan Andrea pun segera pergi meninggalkan Apartemen Sintia.
Sementara Mang Koko yang sedang menunggu di luar Apartemen, Ia terlihat begitu khawatir memikirkan bagaimana keadaan Andy dan Andrea saat ini.
Tetapi kekhawatirannya segera sirna disaat dirinya melihat Andy dan Andrea keluar dari dalam Apartemen itu dalam keadaan baik-baik saja.
Iapun segera berlari kecil, untuk menghampiri kedua saudara kembar itu yang berjalan dengan santai, bahkan sesekali terdengar suara canda tawa dari keduanya.
" Pangeran kecil kau baik-baik saja," ucapnya kepada Andy sambil memeriksa seluruh tubuh Andy dengan seksama.
" Aku baik-baik saja," ucap Andy datar.
Sementara Andrea yang melihat Mang Koko yang lebih mengkhawatirkan Andy dari pada dirinya, terlihat sedikit cemburu.
" Mang Koko, kenapa kau mengkhawatirkan dia saja, sedangkan aku tidak," ucap Andrea.
" Oh...iya, kenapa aku sampai lupa, kalau Ratu kecilku juga sedang berada di sini," ucap Mang Koko cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Sudahlah, kau jangan mempermasalahkan hal sekecil ini, begitu saja kau sudah cemburu," ucap Andy.
" Aku tidak cemburu Kak," ucap Andrea sambil melipat kedua tangannya dan membuang mukanya kesamping.
" Hum...! Kakak percaya dengan ucapan mu, tetapi lihatlah ekspresi wajahmu, terlihat sekali kalau saat ini kau sedang dalam mode cemburu," ucap Andy.
Andrea yang mendengar perkataan Kakaknya, sudah tidak bisa lagi berkata apa-apa, sebab apa yang di ucapkan Kakaknya itu benar adanya.
Sedangkan Mang Koko yang berada di depan kedua saudara kembar itu, segera menghentikan perdebatan kecil antara Andy dan Andrea.
" Sudah dong, Pangeran kecilku, Ratu kecilku, kalian jangan berdebat lagi, lebih baik kita pulang sekarang juga, Aku takut kalau Bunda kalian menyadari bahwa kalian berdua sedang tidak berada di rumah, bisa-bisa urusannya tambah runyam," ucap Mang Koko.
" Baiklah Mang Koko, mari kita pulang," ucap Andy dan Andrea secara bersamaan.
*****
Sementara itu, Sheila yang sedang berada di halaman Rumahnya dan saat ini Ia sedang merapikan beberapa tanaman hias, tiba-tiba di kejutan dengan kedatangan Andre dan asistennya yang bernama Udin.
Dengan kemarahan yang sangat luar biasa, Sheila pun langsung menghampiri Andre yang baru saja mau menginjakkan kakinya dihalaman rumah itu.
" Ada keperluan apa kau kemari," ucap Sheila dari arah belakang Andre, dan menatap kearah Andre dengan sinis.
Dengan refleks, Andre yang mendengar suara Sheila dari arah belakang seketika membalikkan badannya dan menatap Sheila dengan tajam.
" Aku kesini hanya untuk menjemput Putra dan Putriku," ucap Andre datar.
Sementara Sheila yang mendengar ucapan Andre, bagai tersambar petir di siang bolong, Ia hanya bisa menundukkan kepalanya, seakan keberanian yang di tunjukkan sebelumnya untuk menghadapi Andre kian meredup.
Tetapi, dengan sekuat tenaga Iapun kembali mengumpulkan keberaniannya, dan seketika Iapun mendongakkan kepalanya kearah Andre, sebab Ia tidak mau menunjukkan kalau saat ini Ia sedang dalam mode ketakutan.
Ya ketakutan kehilangan kedua anak kembarnya.
Dengan mengumpulkan kembali keberaniannya, Sheila pun mendekat kearah Andre.
" Kau sungguh berani, tiba-tiba datang ke Rumahku, dan mengaku-ngaku sebagai Ayah dari anak-anakku, hebat....! kau sungguh hebat," ucap Sheila sambil bertepuk tangan.
Andre yang melihat sikap Sheila yang seperti itu, kembali menyunggingkan senyum termanisnya.
" Kau butuh bukti," ucap Andre datar sambil memegang tangan Sheila.
" Lepaskan tanganmu, aku tidak sudi di sentuh oleh laki-laki bejat seperti dirimu."
" Oh...! rupanya mantan Sekretaris ku ini sudah lupa dengan kejadian tujuh tahun yang lalu, tapi aku sama sekali tidak pernah melupakannya walau hanya sedetik pun."
Sheila yang mendengar perkataan Andre kini mulai menutup mata, sembari menarik nafas dalam-dalam, seolah-olah Ia sedang menerawang jauh kemasa lalu, dimana yang pada saat itu Ia sedang memohon balas kasih dari Andre, tetapi Andre dengan teganya berbuat yang tidak Ia inginkan sama sekali.
Dengan mengumpulkan sisa kekuatannya Iapun kembali mendorong tubuh kekar Andre, agar menjauh darinya, tetapi bukannya semakin jauh kini malah sebaliknya, Andre semakin mendekat bahkan sampai memperkuat cengkraman tangannya.
Disaat Andre sedang mencengkeram erat tangan Sheila, tiba-tiba terdengar suara Mobil memasuki halaman rumah.
Yang ternyata itu adalah Andy dan Andrea yang baru pulang menyelesaikan misi rahasia mereka.
Mereka berdua pun turun dari dalam Mobil kemudian menghampiri sang Bunda.
Sementara Andre yang melihat Andy dan Andrea menghampiri Sheila, seketika melepaskan cengkraman tangannya, dan Ia terlihat sedikit salah tingkah, sebab Andy dan Andrea sejak tadi tidak melepaskan pandangan mereka dari arah Andre.
" Apa yang sedang terjadi disini? dan kau Pak Andre, kenapa kamu bisa berada disini?" ucap Andy.
Lagi pula apa sebenarnya tujuan anda datang mengunjungi kami?" ucap Andrea berdecak kesal.
Tanpa menggubris pertanyaan Andy dan Andrea, seketika Iapun mengibaskan tangannya dan menatap tajam kearah asistennya si Udin.
Seolah-olah si Udin yang sudah tau apa yang sedang di rencanakan oleh Bosnya.
Kemudian Iapun mendekat kearah sang Bos.
" Gotong," perintah Andre terhadap si Udin.
" Baik Bos."
Si Udin pun langsung mendekat kearah Andy dan Andrea dan mulai mengangkat kedua tubuh mungil itu ke atas punggungnya.
Andrea yang berada di atas punggung si Udin seketika melayangkan kakinya menuju ke arah pusaka si Udin.
Dan sekali tendangan si Udin pun langsung tumbang, dan tergeletak di atas tanah, sehingga pegangan tangannya pun terlepas dari Andy dan Andrea, kemudian saudara kembar itupun menghampiri sang Bunda dan memeluknya.
Kini si Udin hanya fokus pada pusakanya saja, sebab ia merasakan sakit yang teramat luas biasa.
" S....s...s.. sakit Bos," ucap si Udin dengan terbata-bata.
Andre yang mendengar ucapan si Udin, bukannya menolongnya malahan ia berteriak tak karuan.
" Bangun kau Udin, kalau tidak gajimu akan aku potong bulan ini," teriak Andre.
Sementara si Udin yang mendengar ucapan Bosnya, seketika membulatkan matanya, dan menatap Andre tak percaya.
" Dasar Bos tidak ada akhlak, aku sakit seperti ini karena ulahmu," batin si Udin sambil berdiri dengan cara yang sulit di jelaskan.
Sheila yang sejak tadi berdiri didepan Andre dan melihat interaksi antara Bos dan asistennya itu, segera mendekat kearah Andre.
" Dasar Bos tidak ada akhlak, sudah jelas-jelas kau melihat asistenmu merasa kesakitan, bukannya menolongnya kau malah balik mengancamnya, benar-benar kau ya...?" geram Sheila.
" Apa kau bilang, aku Bos tidak ada Akhlak, ini semua karena dirimu," ucap Andre sambil menarik paksa Andy dan Andrea yang sedang memeluk sang Bunda.
" Apa yang kau lakukan, cepat lepaskan tanganmu dari anak-anakku," ucap Sheila.
" Diamlah, aku akan membuktikan kebenarannya sekarang juga, kalau Andy dan Andrea ini adalah anak-anakku juga," ucap Andre.
di sumbersari
Syukurlah, semua berakhir dengan bahagia. Aku lega tidak ada yang jadi korban keras kepalanya si Sintia. Selamat untuk Andre dan Sheila! Semoga, kebahagiaan selalu memayungi keluarga kalian, ya! Aamiin ...!
salam dari Hati Terbelah Di Ujung Senja 😊