Namaku Aisyah khumayra.
Aku di nikahkan secara diam oleh ibu tiriku.
Aku tidak menyangka kakak ku bernama ibrahim juga bekerja sama dengan ibutiri ku.
Aku sengaja menutup kecantikanku dengan melumuri tubuh menggunakan lotion hitam.
"Aisyah aku ingin memberikan sesuatu padamu ucap pak ardian.Aku harap setelah kau membaca ini kau menyadari posisimu di rumah ini."
Aisyah membacanya dengan seksama.
"Ini tidak mungkiin tuan,aku tidak pernah menyutujui pernikahan ini dengan nada kesal."
"Kau tidak percaya,ini buktinya.Ini adalah surat pernyataan kalau kau siap menikah dengan putraku dan kau telah menandatangi lengkap di atas materai.Apa itu kurang jelas tanya pak ardian dengan suara sedikit menekan."
Aisyah kaget dan dia terjatuh pingsan.
"Neng bangun .. panggil bi isma sembari memberi minyak kayu putih di hidungnya."
Aisyah memeluk bibi isma dengan erat.
"Bi,aku ingin pulang.Aku masih kecil aku belum siap untuk menikah rintih aisyah."
Mendengar itu pak ardian mendekatinya.
"Aisyah..kau tidak perlu melakukan kewajibanmu sebagai istri seutuhnya.Aku hanya ingin kau merawat putra hingga sembuh."
Tiba -tiba arya datang mendekati aisyah dengan kursi rodanya.
Menjijikan .. kalau bukan karna ayah aku tidak sudi menikahimu bisik bathinnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suhada Bintan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sensitif
"Aisyah sini..panggil tania".
"Kau lagi apa?hehm".
"Aku lagi senam.Apa kau tidak lihat".
"Apaaaa senang teriak aisyah.Musikmu terlalu kencang".
Aisyah mematikan musiknya.
"Musikmu terlalu kencang.Apa telingamu tidak waras."
"Sudah sudah.Hari ini aku libur bagaimana kita jalan jalan?."
"Aku setuju..Aku juga suntuk di rumah terus jadi asistenmu?"
"Kau mau makan gaji buta ketus tania"
Wajah aisyah berubah.Sejak kehamilannya mendekati tujuh bulan aisyah menjadi sensitif.
"Sudah sudah jangan nangis dong.Aku mintak maaf ucap tania."
"Aisyah tersenyum.Sejujurnya aku bahagia punya sahabat sepertimu."
Mareka mengunjungi taman ancol.
"Aisyah apa kau tak mau berenang."
"Tidak.Perutku sudah besar nanti aku malah tenggelam di sana.Membayangnya saja aku tidak sanggup."
"Berenang itu baik untuk ibu hamil.Apa kau tak ingin mencobanya".
"hehmmm baiklah.Aku ganti pakaian dulu."
"Kau mau berenang atau kondangan.Emangnya salah polos aisyah."
"Kau berenang menggunakan gamis apa itu tidak berlebihan."
"Coba kau lihat di sekelilingmu.Begitu banyak manusia berbaur antara laki2 dan wanita.Apa kau tak takut dosa?Jika kita berpakaian ketat di khawatirkan timbul fitnah.Sudahlah aku tidak jadi berenang.Kau berenang saja sendiri."
"hehmm mulai deh ngambek."
Aisyah duduk di kursi kosong dekat bawah pepohonan.
"Permisi sapa pria itu".
"Apa aku boleh aku duduk di sini?"
Aisyah melirik pria itu.
"Kursi banyak.Kurasa kau bisa duduk di sana."
"Baiklah.Hehmmm apa boleh aku mintak nomor ponselmu?".
"Apa kau tak lihat aku sedang hamil dengan nada kesal."
"Maaf mbak,aku tidak tahu."
"Ini kartuku.Disitu ada nomorku aku tunggu lho sambil meninggalkan pria itu."
"Ada apa kau senyum senyum sendiri.Sepertinya kau sangat bahagia?".
"Tadi ada pria datang menghampiriku.Dia meminta nomor ponsel ku.Aku sedikit mengerjain nya dengan memberi nomor ponselmu.Bagaimana ide gilaku,baguskan?".
"Apa kau bilang????kau sudah gila aisyah.Kalau dia benar menghubungi ku bagaimana bentak Tania."
"Maafkan aku Tania,please ...aku hanya menghibur diriku sendiri sembari mengusap air matanya."
"Tapi kau terlalu berlebihan aisyah.Sudahlah lupakan saja.Tidak usah menangis lagi.Mudah mudahan pria yang kau bilang itu amnesia jadi dia lupa sambil ketawa renyah."
"Kau benar memaafkanku.Tania aku lapar dari tadi bayiku bergerak gerak terus."
"Baiklah.Tania menggandeng tangan Aisyah."
Mereka menuju ke rumah makan ada di pantai tersebut.Aisyah memakannya dengan lahap.
"Kau tahu bakso ini sangat enak rasanya aku ingin menambahnya lagi ucap aisyah."
"Bukankah setiap makan di rumah makan kau selalu mengatakan enak.Itu lagu lamamu..."
"Jadi kau tak mau membelinya untuk ku.Baiklah kalau gitu aku pulang saja."
Saat aisyah ingin keluar dia tidak sengaja menabrak seseorang.
"Maaf mas,gara garaku bajunya basah.Aku tidak sengaja menabrakmu."
"Tidak apa apa.Bukankah kau gadis yang tadi."
"Maaf aku lupa.kalau gitu aku permisi.."
"Eh tunggu.kenapa kau buru buru."
"Apa kau tak lihat aku bukan gadis lagi.Aku permisi dulu kebetulan temanku sudah menunggu."
"Kenapa kau kembali.katanya mau pulang tanya tania."
"Tak jadi.Tiba tiba perutku lapar lagi.pesan kan satu lagi.Tania tadi ku bertemu dengan pria itu lagi".
"Pria yang mana dengan penasaran".
"Pria yang memakai jas itu.Maksudmu dia ?".
"ehemmm.Aku baru menyadari kalau dia sangat tampan.Apa kau yakin dia akan amnesia.Aku rasa kaulah yang akan amnesia dengan ucapanmu."
berarti status nya masih suami istri dongl?
betul tidak ya🤔🤔🤔🤔🤔
aku terluka mak😭😭😭
lanjutkan cemungut 💪💪👍
arah ceritanya sudah bagus ya kk, tapi penggunaan kaidah bahasanya belum diterapkan. alangkah baiknya kalau tata bahasanya diperbaiki 🙏🙏🙏
maaf sekedar pendapat
cuman percakapan dan ilustrasi kejadiannya kurang merasuk kepembaca