NovelToon NovelToon
Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Perjalanan Cinta Sang Psychopath

Status: tamat
Genre:Petualangan / Contest / Pembunuhan / Psikopat itu cintaku / Istri ideal / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: Yayuk Triatmaja

Sebelumnya baca dulu Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2.

Sension 1 Tamat

Bercerita tentang perjalanan cinta sang psychopath orang tua Max yang bernama Angela dan Zain.

Angela bertemu pertama kali dengan Zain waktu Zain terluka parah dan membawanya ke rumah sakit. Kebaikan Angela terhadap Zain malah menghancurkan kehidupan Angela, siksaan yang di terima oleh Angela karena Zain seorang psychopath. Setelah tahu masa lalu dan sifat Zain, Angela mempunyai misi yaitu berusaha untuk menyadarkan Zain untuk berhenti menjadi seorang psychophat. Apakah misinya berhasil?

Sension 2

Perjalanan cinta Max bertemu secara tidak sengaja dengan seorang gadis di sebuah supermaket dan ingin memilikinya bagaimanapun caranya. Tanpa di duga gadis itu bernama Denisa Taylor anak dari mommy Laras dan daddy Alvonso orang tua angkat Max.

Denisa sangat membenci Max karena Max telah mengambil yang selama ini dijaganya. Akahkan mereka dapat bersatu? ataukah Denisa pergi dari kehidupan Max setelah mengetahui betapa mengerikan Max.

Apakah Denisa akan mengatakan kepada keluarga besarnya?

Ikuti kisahnya perjalanan Cinta Sang Psychophat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kritis

" Tuan pasti sudah lama tahu kalau aku sangat mencintaimu." ucap dokter Diana menggoda sahabatnya.

" Aku tahu dan kamu juga tahu kalau perasaanku sejak dulu hingga sekarang tidak akan pernah berubah. Menganggapmu sebagai sahabat tidak lebih dari itu." ucap Zain tegas

" Ayolah, buka sedikit untuk diriku. Aku juga tidak kalah cantik dan seksi dari istrimu." pinta dokter Diana

" Tidak." ucap Zain singkat sambil berdiri dan membalikkan badannya kemudian berjalan meninggalkan dokter Diana. Zain melihat Hans berdiri menghadap dirinya.

" Hans." panggil Zain

" Iya tuan." jawab Hans

" Bagaimana keadaan Angela." tanya Zain

" Keadaannya kritis." ucap Hans

" Syukurlah dan kuharap dia cepat mati." ucap Zain sambil berjalan meninggalkan Hans

Hans hanya diam, Hans tahu sebenarnya perkataan Zain berlawanan dengan hatinya. Rasa marah dan kecewa membuat Zain berkata seperti itu. Hans membalikkan badannya dan menyusul Zain.

" Tuan mau kemana?" tanya Hans.

" Pulang." jawab Zain

" Tuan tidak menunggu nyonya?" tanya Hans

" Hans, jangan sebut dia dan aku tidak perduli dia hidup ataupun mati." ucap Zain sarkas

" Baik tuan." jawab Hans pasrah

Hans mengirim pesan ke seseorang sambil mengikuti Zain.

" Tuan biarkan saya antar tuan." pinta Hans

Zain hanya diam dan terus melangkahkan kakinya menuju ke tempat parkiran. Hans duduk di kursi pengemudi sedangkan Zain duduk di belakang kursi pengemudi. Tidak ada suara selama dalam perjalanan.

Akhirnya mereka sudah sampai di mansion mereka. Zain dan Hans masuk ke dalam mansion baru beberapa langkah menuju pintu utama ponsel Hans berbunyi, Hans mengambil ponselnya di balik jasnya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya dan setelah mengetahui Hans menggeser tombol berwarna hijau.

Bodyguard : " Tuan keadaan nyonya dan bayinya dalam kondisi kritis, apa yang saya lakukan tuan?"

Hans : " Saya akan ke sana sekarang."

tut tut tut tut

Hans langsung menutup ponselnya dan membalikkan badannya. Hati Zain membeku mendengar percakapan bodyguardnya dengan asistennya Hans, Zain pun menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya.

" Mau kemana Hans?" tanya Zain

Hans membalikkan badannya kembali dan menatap wajah tuannya dengan serius dan penuh kuatir.

" Nyonya dan bayi nyonya bertambah kritis, apakah tuan tidak ingin melihatnya?" tanya Hans

Hans tidak berani mengatakan bayi tuan Zain karena dirinya tahu suasana hati tuannya.

" Aku tidak perduli Hans." ucap Zain

" Apakah tuan tidak mau untuk melihatnya untuk yang terakhir kalinya?" tanya Hans

" Apa maksudnya Hans?" tanya Zain

" Tanpa perlu menjawab tuan pasti tahu maksud saya. Walau tuan sangat membencinya tapi aku mohon lihatlah untuk yang terakhir kalinya, siapa tahu hari ini nyonya dan anak nyonya pergi meninggalkan tuan untuk selama - lamanya." ucap Hans dengan mata berkaca - kaca.

Hans membalikkan badannya dan berjalan menuju ke garasi mobil. Hati Hans sangat sedih melihat kebencian di hati Zain.

" Tunggu Hans aku ikut." ucap Zain

Mereka berdua pergi kembali ke rumah sakit. Hans mengendarai mobil dengan sangat kencang. Hans berharap agar nyonya dan tuan muda kecil selamat.

Hanya 10 menit mereka sudah sampai karena jalanan yang sepi terlebih juga sudah jam 10 malam. Mereka sudah sampai di lobby, Zain langsung turun dan berjalan dengan cepat menuju ke ruangan bayi, dirinya tidak tahu kenapa ingin melihatnya.

Zain melihat seorang bodyguard berdiri di ruangan bayi.

" Tuan syukur datang, dari tadi bayinya menangis tidak berhenti sudah diberi susu tapi tetap menangis dan terakhir bayinya kejang - kejang." ucap bodyguard dengan nada kuatir.

" Kenapa begitu begitu kuatir?" tanya Zain sambil menaikkan satu alisnya.

" Nyonya sangat baik, menghormati dan ramah tuan pada kami semua tuan karena itulah semua penghuni mansion sangat kuatir keadaan nyonya dan tuan muda." ucap bodyguard

" Dia..." ucapan Zain terpotong karena pintu ruangan bayi terbuka

" Apakah ada ayah bayi tuan muda Zain?" tanya seorang dokter

" Saya dokter." ucap Zain tanpa sadar

" Syukurlah tuan datang, mari masuk ke dalam melihat keadaan bayi tuan." pinta dokter tersebut

Zain mengikuti dokter tersebut dan melihat keadaannya. Hati Zain membeku seorang bayi yang sangat mirip dengannya sedang kejang - kejang sambil menatap dirinya seperti ingin digendong. Zain mengulurkan ke dua tangannya untuk menggendongnya.

" Tuan semprot hand sanitzer dulu baru boleh memegang bayinya." pinta dokter tersebut.

Zain melakukan itu kemudian menggendong dengan hati - hati. Hatinya terasa hangat ketika menggendong bayi tersebut. Bayi itupun tidak kejang - kejang lagi, Zain membelai pipi mulus bayi tersebut hatinya sangat senang ketika bayi tersebut menggenggam salah satu jari Zain sambil tersenyum.

" Seperti bayinya sangat merindukan ayahnya, karena ikatan ayah dan anak tidak dapat dipisahkan." ucap salah satu perawat

Zain hanya terdiam mendengarkan ucapan perawat. Setelah puas menggendong Zain menurunkan bayinya ke dalam box. Baru saja di taruh bayi itupun menangis kembali, Zainpun mengangkatnya kembali dan bayipun terdiam kembali.

" Kangen sama daddy ya ?" tanya Zain tanpa sadar sambil mendekatkan wajahnya ke wajah bayinya

Bayi itupun tersenyum melihat Zain dan salah satu tangannya membelai pipi Zain sambil tertawa.

( " ***Kenapa aku merasa bayi ini adalah bayiku?" tanya Zain dalam hati )"

( " Kalau ini benar bayiku aku akan mengambilnya dan mengusir Angela." ucap Zain dalam hati*** ).

Bayi itupun menangis seperti tahu kalau daddynya akan mengusir mommynya.

" Kenapa menangis? apakah kamu tahu apa yang dipikirkan daddy?" tanya Zain

Bayi itu hanya menatap Zain dan Zainpun mengecup kening bayinya.

" Sudah malam tidurlah jangan menangis lagi." ucap Zain lembut

Seakan mengerti bayi itupun memejamkan mata sambil menggenggam salah satu jari Zain. Zain perlahan menurunkan bayinya dan menaruhnya di dalam box. Zain memandangnya sebentar kemudian meninggalkan ruangan bayi tersebut.

Semua tidak luput perhatian Hans hatinya sangat senang tuannya perduli dengan anak kandungnya. Hans semakin yakin kalau Angela hanya di fitnah. Hans akan berusaha agar tuan dan nyonya dapat bersatu kembali.

" Hans kita ke ruangan icu." ucap Zain sambil melangkahkan kakinya

" Baik tuan." ucap Hans dengan senang

" Kamu kenapa Hans? kenapa kamu senang?" tanya Zain

" Aku senang karena tuan menggendong anak nyonya." ucap Hans

" Hans lakukan tes DNA aku ingin tahu apakah dia anakku atau bukan." printah Zain

" Kalau memang anak tuan, apa yang tuan akan lakukan?" tanya Hans

" Aku akan mengambilnya dan mengusir Angela." ucap Zain dingin

Hans hanya menghembuskan nafasnya perlahan betapa keras kepalanya Zain. Kini mereka sudah sampai di ruangan icu bertepatan dengan dokter keluar.

" Bagaimana keadaan istriku dok?" tanya Zain tanpa sadar

" Tambah kritis, sepertinya istri tuan tidak ada semangat untuk hidup, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi istri tuan menyerah apakah tuan ingin melihat untuk yang terakhirnya?" tanya dokter tersebut.

deg

Jantung Zain berdetak kencang rasa ketakutan kembali datang. Zain hanya menganggukkan kepalanya. Zain mengikuti dokter tersebut dari arah belakang.

Hati Zain terasa membeku melihat istrinya sudah mulai kejang - kejang. Dokter dan dua perawat keluar meninggalkan Zain keluar. Perlahan - lahan Angela membuka matanya menatap sendu Zain.

" Ja..ga a..nak ki..ta, aku... sa..ngat men..cintai..mu... maaf...kan a..ku.. yang.. be..lum.. bi..sa.. men..ja..di.. is..tri.. yang... ba..ik un..tukmu." ucap Angela terbata - bata

tutttttttttttttt

" Angela tidakkkkk!!" teriak Zain sambil memeluk istrinya

1
Mirury
bikin jantung aku dag Dig thorr,,Tpi crita mu luar biasa sukses buat karyamu thorr 🥰💪
Yayuk Triatmaja: terima kasih banyak
total 1 replies
Isayanti Hernanur
bagus ceritanya
Yeni Desvita
👍👍👍
Yeni Desvita
bagus
Yayuk Triatmaja: Terima kasih banyak
total 1 replies
Azera Arzam
saya azera from malaysia,semua karya thor bagus bangat.aku baca sume novel nya..
Yayuk Triatmaja: Terima kasih banyak
total 1 replies
Venni Rahmadhani
keren semangat lagikk
Yayuk Triatmaja: Terima kasih banyak
total 1 replies
Nur Hidayati
y benar ini rumah max
Nefertari
novel nya sangat bagus
Welas Trianingsih
keceplosan ngetik denisa y kak 😁😁
Yayuk Triatmaja: hehehehe
total 1 replies
Welas Trianingsih
suka
Yayuk Triatmaja: Terima kasih banyak
total 1 replies
vvvvvv
Bagus thor bagus penulisanmu pas, seneng aku gk alay kyk bocil baru mateng,pasangan tokoh pun cocok
Yayuk Triatmaja: Terima kasih banyak
total 1 replies
* RiBell Chan *
thorrr apa bacanya harus dar seri y pertama ya biar waktu baca ga bingung mikirin nama...
karna asking byknya nama..
wkwkwk
Nefertari
tolong dong perbaikin nama nya ini ada yg keliru gue bingung mana yg bener
Yayuk Triatmaja: Maaf yang mana ya
total 1 replies
Annisa Nurul kamril
anggap saja!!! unik suaranya,,,,😁😁
Mariyati Pasaribu
segenting dan se rumit apa pun masalh rondenya nggak pernah lupa ya apakah thoe jga begitu ???
Mariyati Pasaribu
author hebat genius bisa niat cetita sampai pembaca geleng geleng
Mariyati Pasaribu
satu kata utk thor GOKILLLL
sepsept
kayaknya Zain gak akan berubah deh,.
meli meilia: bersihin kanal, dari Cikini..
salam kenal, dr Cinta Sang Maharanii..😁😁
total 1 replies
sad ending buat zain sama angela😭
wooow woooww woooww bner²
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!