NovelToon NovelToon
Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa

Status: tamat
Genre:Contest / Keluarga & Kasih Sayang / Pernikahan Kilat / Ibu Mertua Kejam / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:16.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Trianti Fersa

Haii Readers...

Ini karya Ku yang ke empat semoga kalian suka...

"Dasar wanita ja**ng, aku menyesal menikahimu." Abbas menarik rambutku.

Ppllaakk.
Abbas menampar ku hingga bibir ku mengeluarkan darah segar.

"Mas, maafkan aku. Aku sangat mencintaimu." Aku memegangi lutut suami ku.

"Cepat kamu ceraikan dia, Mommy ngga sudi mempunyai menantu miskin, ja**ng dan mandul seperti dia." Usir Mommy mertua ku.

Air mata ku mengalir deras, Daddy mertua ku hanya diam saja.

Bagaimana kelanjutannya kisahnya?
Kisah ini diambil dari seorang sahabat, bukan plagiat ini kisah nyata. Semoga kalian menyukainya...

Jangan lupa Vote, like dan komentarnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Trianti Fersa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Disangka

Tak lama kemudian, acara selesai. Abbas menarik ku keluar.

Papa, Mama dan Abang Alvan menghadang aku dan Abbas.

"Jadi kalian Benar-benar serius, bukan lagi dramakan?." Papa Ku melihat cincin di jari manisku. Aku menunduk.

"Om, aku serius meminang Alsava menjadi istriku. Mohon Om dan tante memberikan kami restu." Abbas memberanikan diri menghadapi keluargaku.

"Ini baru, boy ku." Papi Mario menepuk pundak Abbas, Papinya Abbas.

"Gimana Sob, akhirnya kita bisa jadi besanan." Papi Mario menyenggol tangan Papa Alvendra.

Mereka dari SMA sudah bersahabat dan bahkan mereka sempat janji akan menjodohkan anak-anak mereka. Namanya sudah takdir aku dan Abbas bersama, tanpa campuran adukkan kedua orangtua kami.

"Lebih baik kita langsung persiapkan pernikahan anak-anak kita. Soal biaya tenang, semuanya aku yang tanggung, kami dan keluarga tinggal duduk manis." Papi Mario antusias.

"Terserah kamu aja, aku ikut aja. Bagi aku yang terpenting kebahagiaan putri dan putra mu." Kata Papa Alvendra.

"Aku suka gaya kamu, ngga pernah berubah. Selalu ngikutin apa yang ku mau. Thank's ya, Sob. Selalu ada untuk aku selama ini." Papi Mario memeluk Papa Alvendra.

"Iya, Sob. Kamu sudah ku anggap sebagian saudara sendiri, cuma kamu yang masih mau menerima aku sebagai sahabatku." Kata Papa Alvendra sedih dan mengingatkan kejadian masa lalu yang kelam.

"Sudahlah, Sob. Itu sudah lama jangan di ingat lagi." Papi Mario menepuk pundak Papa Alvendra.

"Cih! Ini yang bakal jadi menantu ku, dia anak alvendra yang miskin. Aku ngga, apa kata teman-teman ku mempunyai besan dan menantu miskin." Batin Mami Siska, ia menatap sinis mereka yang sedang berbahagia.

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Di rumah kediaman Abbas. Abbas sudah memiliki rumah sendiri, walau tak sebesar rumah orangtuanya.

"Pi, kenapa Abbas harus nikah sama si gadis miskin itu sih?nanti bakalan memalukan keluarga kita." Mami Siska protes.

"Mi, jangan ngomong seperti itu. Alvendra itu sangat berjasa, kalau bukan Alvendra yang tolong Papi mungkin saat ini Papi tidak ada." Papi Mario menduduki sofa.

"Tapi, Pi. Aku ngga mau punya menantu kaya dia." Mami Siska ikut duduk di sofa.

Abbas melihat Mami dan Papinya bicara mengenai Alsava menjadi menantunya, ia berdiri di pintu dapur.

"Mami ngga suka, Pi. Mami sudah menjodohkan Abbas dengan perempuan yang sederajat sama kita, Pi." Mami Siska tak henti-hentinya membujuk Papi Mario.

"Abbas ngga mau, Mi. Abbas mau nikah sama Alsava." Abbas yang langsung menonggolkan diri.

"Abbas itu sangat mencintai Alsava, dia wanita satu-satunya yang akan menjadi ibu dari anak-anak ku." Sambung Abbas.

"Kalian ini sangat keras kepala, Mami ngga akan anggap gadis miskin itu menantu Mami." Mami Siska pergi.

"Sudah, Bas. Biarkan Mami, nanti dia akan tau Alsava itu bagaimana. Kamu duduk dulu sini." Kata Papi Mario menepuk sofa di sebelahnya.

Abbas menghampiri Papi Mario.

"Papi sangat bangga sama kamu, nak. Papi akan mempersiapkan pernikahan kamu, nanti tanya sama Alsava mau konsep seperti apa nanti di pernikahan kalian." Papi Mario merangkul anak tunggalnya.

"Terimakasih, Pi. Alsava itu sangat berarti bagiku, Pi. Aku sudah lama mencintainya, tapi selalu dia menolak ku. Karena dulu aku seorang playboy, itu aku lakukan agar dia menyadari perasaannya kepada ku. Tapi dia malah ngga sadar-sadar malah benci." Abbas menyandarkan kepala di sofa dan mengingatkan sewaktu pertama kali ia jatuh cinta dan menyatakan cintanya kepada Alsava.

1
Noerlina
Biasa
Noerlina
Kecewa
Reni Ajja Dech
Tadi di jelasin kembar 4.kenapa di bilang twins
Reni Ajja Dech
Lebih cantik Reina daripada Alvana
Reni Ajja Dech
Kasih jodoh yg lebih baik thorrr
Nawalia Mohdlekat
cerita kurang menarik
Lasmi Dewina Wati Siregar
ganti peran cewek nya , yg lebih cantik, menawan dan lembut
Asih Prawawati
Sejauh ini berarti Abbas blm tahu bahwa dia yg sebenarnya bermasalah dgn alat reproduksi nya...bahwa dia yg mandul ...
Ririn Santi
Abbas sungguh bodoh, dia yg ngejalang lalu kenapa Al yg dituduh jalang?
Ririn Santi
aseeek...gaaaas plototin terus tuh isi ATM😁😁😁
Ririn Santi
syukurnya papa mario msh realistis
Ririn Santi
mmg karakter aslinya gak bs hilang, tukang main perempuan . syukur deh lgsg talak 3. ntar nyesel nyesel deh sono
Sue Salmi
Wellcome to*
Soraya
menurutku yg slh itu bukan Abbas klo dri awal Alsava sm Mario jujur ceritanya beda lagi ya thor
Soraya
katanya orang terkaya no dua di dunia ms kulkas nya sampe kosong 🤔
Soraya
lah Mario juga aneh bukannya jujur sama Abbas eh malah ditinggal pergi
Soraya
mengejar cinta Alsava butuh waktu empat thn, nikah baru satu tahun dh cerai
Soraya
jgn ada kata untuk kembali bersama ya thor
Soraya
baru komen, hehehe Alsava cari penyakit sendiri
Soraya
mampir dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!