NovelToon NovelToon
Aku Pergi Mas

Aku Pergi Mas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Re _ ara

Ani, seorang istri yang selama ini menganggap pernikahannya bahagia dan harmonis, tanpa sengaja menemukan ponsel suaminya, Dimas, yang tertinggal di rumah saat ia pergi bekerja. Rasa penasaran dan firasat buruk mendorongnya membuka kunci layar dan membaca isi pesan di dalamnya.

Hatinya hancur lebur saat menemukan rangkaian percakapan mesra, janji temu, dan ungkapan kasih sayang yang Dimas kirimkan kepada seorang wanita lain bernama Rina, rekan kerjanya sendiri. Di sana tertulis jelas bahwa hubungan itu sudah berlangsung berbulan-bulan, bahkan Dimas sering menjelek-jelekkan Ani dan kehidupan rumah tangga mereka di depan wanita itu, seolah-olah ia hidup dalam penderitaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Re _ ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

"Kenapa, Mas?" tanya Ani pelan, suaranya hampir tak terdengar. Air matanya kini mengalir deras tak terbendung. "Apa kurang ku? Aku sudah berusaha jadi istri yang baik, mengurus mu, mengurus rumah, memenuhi semua kebutuhanmu... Apa yang kurang sampai kamu mencari wanita lain?"

Dimas tertawa sinis, tertawa yang terdengar begitu mengejek dan menyakitkan baginya. Ia mendekat kembali ke tepi ranjang, menatap Ani dengan pandangan yang penuh kekecewaan, seolah Ani lah yang menjadi penyebab semua ini.

"Kamu bertanya apa yang kurang? Kamu itu terlalu polos, Ani! Terlalu sederhana, terlalu membosankan!" ucap Dimas dengan kasar. "Setiap hari yang kamu bicarakan cuma rumah, masakan, cucian. Tidak ada obrolan yang menarik, tidak ada hal baru. Hidup di sampingmu rasanya seperti hidup di dalam kuburan yang tenang. Tidak ada gairah, tidak ada semangat. Sedangkan Rina? Dia cerdas, dia mengerti aku, dia bisa diajak bicara apa saja. Bersama dia, aku merasa hidupku berwarna kembali."

Setiap kata yang keluar dari mulut Dimas terasa seperti pisau yang berputar di dalam luka di hati Ani. Ia tak pernah menyangka bahwa semua pengabdian dan kesederhanaannya justru menjadi alasan suaminya berpaling. Ia yang berusaha menjaga keharmonisan rumah tangga, ternyata dianggap sebagai beban yang mengekang kebebasan suaminya.

"Lima tahun, Mas..." bisik Ani lirih, tangannya meremas seprai kasur sekuat tenaga. "Lima tahun aku mencoba membahagiakanmu. Aku pikir kesederhanaan ini adalah kebahagiaan kita. Aku pikir kepercayaan yang aku berikan kepadamu akan kau jaga baik-baik. Ternyata... aku salah besar."

Dimas terdiam sejenak, mendengar ucapan itu ada sedikit kilas ragu di matanya, namun secepat itu pula hilang, digantikan kembali oleh keteguhan hatinya yang sudah terbagi. Ia menghela napas panjang, lalu berbicara dengan nada yang lebih rendah, namun tetap tegas.

"Sudah lama sebenarnya aku ingin membicarakan ini, tapi aku tidak tega menyakiti hatimu," kata Dimas, seolah-olah dialah yang paling berkorban di sini. "Aku sudah tidak mencintaimu lagi, Ani. Perasaanku padamu sudah mati sejak lama. Kalau pun aku masih di sini, hanya karena aku masih ragu dan belum berani mengambil keputusan. Tapi sekarang kamu sudah tahu semuanya, jadi lebih baik kita bicarakan ini sampai selesai."

Ani mengangkat wajahnya, menatap lurus ke manik mata suaminya. Di sana tak ada lagi cinta, tak ada lagi kasih sayang. Yang tersisa hanyalah rasa bosan dan keinginan untuk lepas. Di detik itu, Ani sadar bahwa pertahanan terakhir rumah tangganya sudah runtuh sepenuhnya. Orang yang ia cintai ternyata sudah pergi jauh, meninggalkannya jauh sebelum kebenaran ini terungkap.

"Jadi... apa rencanamu sekarang?" tanya Ani dengan susah payah, berusaha mengumpulkan sisa-sisa keberaniannya. "Apa yang mau kamu lakukan pada kita, pada pernikahan ini?"

Dimas menundukkan pandangannya sejenak, lalu menjawab dengan tegas dan dingin, "Aku ingin berpisah, Ani. Aku ingin hidup bersamanya. Aku sudah cukup menderita hidup dalam kebohongan ini."

Dunia Ani kembali runtuh untuk kedua kalinya hari itu. Di ruangan itu, di hadapan laki-laki yang menjadi suaminya, Ani menyadari bahwa ia tidak hanya kehilangan kepercayaan, tetapi juga kehilangan seluruh masa depan yang pernah ia impikan bersama.

Keheningan kembali menguasai ruangan, namun kali ini terasa lebih berat dan menyakitkan dari sebelumnya. Kata-kata "Aku ingin berpisah" yang baru saja meluncur dari mulut Dimas seakan menggema berulang kali di telinga Ani, menembus jauh ke dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Ia menatap wajah suaminya, mencari sedikit saja tanda penyesalan atau keraguan, namun yang ia temukan hanyalah keteguhan hati yang sudah tertanam kuat.

Air mata Ani sudah tak lagi mengalir. Rasanya seluruh cairan di tubuhnya sudah habis terbuang sejak pagi tadi. Ia merasa kaku, dingin, dan hampa, seolah nyawanya perlahan dicabut paksa dari raganya. Lima tahun waktu yang mereka lalui bersama dari awal perkenalan, masa pacaran, hingga naik ke pelaminan semuanya terasa sia-sia belaka. Semua janji manis, sumpah setia, dan mimpi masa depan yang mereka bangun bersama, ternyata hanyalah bangunan pasir yang runtuh hanya karena satu gelombang kenyataan pahit.

"Kamu serius... Mas?" tanya Ani pelan, suaranya terdengar lemah dan bergetar. Tangannya meremas ujung baju tidurnya sendiri, berusaha menahan gemetar yang hebat di seluruh tubuhnya. "Kita sudah melewati banyak hal bersama. Susah senang kita jalani berdua. Apa semudah itu kamu membuang semua itu demi wanita yang baru kamu kenal beberapa bulan saja?"

Dimas mengalihkan pandangannya, menatap lantai seolah ada sesuatu yang sangat menarik di sana. Ia tidak lagi berani menatap mata istrinya yang basah dan penuh luka.

"Bukan soal mudah atau susah, Ani," jawab Dimas dengan nada yang lebih tenang, namun tetap dingin. "Perasaan itu tidak bisa dipaksakan. Kalau sudah hilang, ya sudah hilang. Bertahan hanya karena kenangan masa lalu itu tidak adil buat aku, tidak adil buat kamu, dan juga tidak adil buat Rina. Aku sudah tidak bahagia di sini, dan memaksakan diri tetap tinggal hanya akan membuat kita berdua makin menderita."

"Dan kamu pikir aku bahagia sekarang?" seru Ani tiba-tiba, suaranya meninggi karena emosi yang meluap. Ia bangkit berdiri, menatap tajam ke arah suaminya. Rasa sakit hatinya kini berubah menjadi kemarahan yang perlahan membara. "Kamu pikir aku bahagia tahu bahwa suamiku ternyata membagi hatinya untuk wanita lain? Kamu pikir aku bahagia membaca kata-kata buruk yang kamu tulis tentang aku di belakang punggungku? Dimas, aku ini istrimu! Bukan orang asing yang bisa kamu buang semau kamu!"

Dimas mengangkat wajahnya, matanya kini kembali menatap Ani dengan sorot mata yang sulit diartikan campuran antara rasa bersalah dan rasa kesal.

"Karena kamu istriku, makanya aku jujur sekarang," jawab Dimas tegas. "Dari pada aku terus berbohong dan menyakiti kamu diam-diam, lebih baik kita akhiri saja. Ini lebih baik buat semuanya. Aku sudah siap mengurus semuanya. Rumah ini boleh kamu tinggali, aku tidak akan menuntut apa-apa. Aku hanya minta kebebasan aku kembali."

Kalimat itu seolah menjadi pukulan telak terakhir bagi Ani. Laki-laki di hadapannya ini ternyata sudah memikirkan segalanya, sudah merencanakan semuanya jauh hari sebelum kebenaran ini terungkap. Ia bukan sekadar tergoda sesaat, melainkan sudah berniat meninggalkannya sejak lama. Ani sadar, berdebat atau memohon pun tak akan ada gunanya lagi. Hati Dimas sudah tertutup rapat untuknya.

Pikirannya melayang pada berbagai pandangan orang lain. Apa kata tetangga yang selama ini selalu memuji keharmonisan rumah tangganya? Apa kata orang tuanya yang selalu bangga memiliki menantu sebaik Dimas? Apa kata teman-temannya? Rasa malu dan takut sempat merayap masuk. Bagaimana jika ia bertahan saja? Berpura-pura tidak tahu, membiarkan Dimas tetap ada di sini meski hatinya di tempat lain? Asalkan statusnya tetap sebagai istri sah, asalkan ia tidak harus berpisah...!

bersambung ,,,,

1
partini
very good ani👍👍👍
partini
yah lagi penasaran ini Thor
Re _ ara: terimakasih sudah mampir ya KA 🙏🙏🙏
total 1 replies
partini
ayo ani to tunjuk kan taring mu bikin mereka nangis darah karena malu
Re _ ara: siap ka😄😄😄
total 1 replies
reza atmaja
sangat bagus .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!