NovelToon NovelToon
Gaji Untuk Suami Pengkhianat

Gaji Untuk Suami Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

​"Saat Setya membuang Arumi demi wanita muda yang lebih cantik, ia lupa bahwa rezekinya tertitip pada doa sang istri sah. Kini, setelah jatuh miskin dan dipecat, Setya terpaksa kembali bersimpuh hanya untuk mengemis pekerjaan di gudang milik Arumi—wanita yang kini menjadi bosnya sendiri."

Selamat membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sumpah di Bawah Kaki Langit

Malam itu, setelah pulang dari rumah Mbak Sarah dengan hati yang hancur berkeping-keping, Arumi hanya bisa terduduk di lantai kamar yang dingin.

Di sampingnya, ketiga anaknya sudah terlelap, tidak tahu bahwa dunia ibunya baru saja kiamat. Arumi menatap langit-langit kamar yang kusam, mencoba mencerna kenyataan bahwa suaminya telah menikah siri dengan Raya—gadis yang merupakan keluarga mereka sendiri.

​Rasa sakit itu bukan lagi sekadar air mata, tapi sudah berubah menjadi sesak yang mencekik. Arumi menunggu. Ia menunggu kepulangan Setya dengan perasaan yang campur aduk antara benci dan sisa-sisa harapan yang mulai mati.

​Hampir tengah malam, suara motor Setya terdengar berhenti di depan rumah. Pria itu masuk dengan langkah ringan, bahkan bersiul kecil seolah-olah ia baru saja memenangkan lotre. Saat melihat Arumi masih duduk di kegelapan ruang tengah, Setya hanya mendengus.

​"Belum tidur? Sudah kubilang jangan mulai drama dengan wajah mendung begitu," ujar Setya santai, sambil melempar kunci motornya ke meja.

​Arumi bangkit perlahan. Tubuhnya gemetar, suaranya serak namun tajam. "Darimana, Mas? Dari merayakan pernikahan sirimu di rumah Mbak Sarah?"

​Setya mematung. Langkahnya menuju kamar terhenti. Ia berbalik dengan wajah yang seketika mengeras. "Jadi kamu menguping? Dasar wanita tukang intip! Iya, benar! Aku sudah menikah dengan Raya. Lalu kamu mau apa?"

​Pertanyaan "lalu kamu mau apa" itu adalah belati terakhir yang menghujam jantung Arumi.

Keberanian yang sejak sore ia kumpulkan akhirnya meledak. Arumi melangkah maju, menatap lurus ke mata pria yang dulu ia puja itu.

​"Apa mauku? Aku mau keadilan, Setya! Aku banting tulang, jualan dari subuh, mengurus tiga anakmu, sementara kamu berpesta pora dengan wanita lain di rumah sepupumu sendiri? Di mana hatimu?!" teriak Arumi.

​"Hati? Hatiku sudah mati sejak kamu berhenti merawat diri dan hanya tahu bau bawang!" Setya balas membentak, tangannya menunjuk kasar ke arah daster Arumi. "Raya itu muda, cantik, dan keluarganya mendukungku! Mbak Sarah dan Tante Ratna setuju karena mereka tahu aku butuh istri yang pantas mendampingi jabatanku!"

​Mendengar nama Sarah dan Tante Ratna disebut dengan bangga oleh Setya, Arumi merasa seluruh darahnya mendidih. Ia tidak bisa lagi menahan diri di dalam rumah ini. Arumi berlari keluar rumah, menuju jalanan yang sepi, suaranya menggema ke rumah-rumah tetangga. Ia tidak peduli lagi soal aib.

​"Dengarkan aku, Setya! Dengarkan kalian semua, pengkhianat!" Arumi berteriak ke arah rumah Mbak Sarah yang hanya beda beberapa bangunan.

"Kalian pikir kalian bisa membangun istana di atas air mataku? Demi Allah yang Maha Melihat, aku menyumpahi kalian satu per satu!"

​Setya mencoba mengejar dan membungkam mulut Arumi. "Diam, Arumi! Malu dilihat tetangga!"

​"Biar mereka lihat! Biar dunia tahu kelakuan kalian!" Arumi meronta, air matanya tumpah dalam kemarahan yang luar biasa.

Ia menengadah ke langit malam yang pekat. "Ya Allah, aku tidak rela! Aku menyumpahi Mbak Sarah agar suaminya melakukan hal yang sama padanya! Aku menyumpahi Raya agar ia merasakan kehancuran yang lebih hebat dariku! Dan kamu Setya ... demi tetes keringatku yang kau khianati, aku minta pada-Mu ya Rabb, cabutlah semua nikmat yang kau titipkan padanya!"

​Setelah teriakan yang memilukan itu, Arumi tidak sanggup lagi berdiri. Ia berlari dengan sisa tenaganya menuju satu-satunya tempat yang ia anggap aman: rumah ibu kandung Setya, Bu Aminah.

​Ia ambruk di teras rumah ibu mertuanya dengan tangisan yang meraung.

​"Ibuuu! Tolong Arumi, Bu! Mas Setya jahat, Bu!"

​Pintu terbuka lebar. Bu Aminah keluar dengan wajah panik, diikuti Nia, kakak perempuan Setya. Mereka mendapati Arumi dalam kondisi yang sangat mengenaskan—hancur secara fisik dan jiwa.

​"Arumi? Ya Allah, Nak! Ada apa?" Bu Aminah memeluk menantunya erat-erat.

​"Mas Setya, Bu ... dia sudah nikah siri sama Raya. Mbak Sarah yang bantu, mereka nikah di rumah Mbak Sarah..." Arumi mengadu dengan napas yang tersenggal-senggal.

​Tak lama, Setya muncul dengan napas terengah dan wajah penuh amarah. "Ibu, jangan dengarkan wanita gila ini! Dia hanya mau cari perhatian!"

Sebelum Setya bisa mendekati Arumi, Bu Aminah berdiri. Wajah wanita tua itu tampak mengerikan dalam kemarahannya. Plakkk! Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Setya, membuat pria itu terhuyung.

​"Anak tidak tahu malu!" suara Bu Aminah menggelegar. "Kamu khianati istri sebaik Arumi demi bocah itu? Dan kamu melakukannya di rumah Sarah? Kalian semua sudah gila!"

​"Bu, Setya cuma mau bahagia—"

​"Bahagia di atas penderitaan istrimu? Pergi kamu dari sini!" Bu Aminah menunjuk ke arah gerbang dengan tangan gemetar.

"Bawa semua pakaianmu, bawa wanita itu! Jangan pernah injakkan kakimu di rumah Ibu lagi. Kamu bukan anakku sampai kamu sadar betapa bejatnya kelakuanmu!"

​Setya terpaku, tidak menyangka ibunya akan sekeras itu. Ia menoleh ke arah Nia, berharap bantuan, tapi Nia justru menatapnya dengan pandangan yang paling menghina. "Pergi, Setya. Kamu sampah," desis Nia.

​Setya akhirnya pergi dengan membawa dendam, sementara Arumi masih terisak di pelukan Bu Aminah. Saat itulah, adegan yang paling krusial terjadi.

​Bu Aminah bersimpuh, memegang kedua tangan Arumi yang kasar. "Arumi, Ibu mohon, Nak ... jangan tinggalkan Ibu. Ibu tahu Setya biadab, tapi Ibu dan Nia akan selalu ada di pihakmu. Tetaplah tinggal di sini, Nak. Ibu yakin, doa orang terzalimi seperti kamu akan segera dijawab. Tolong, tetaplah di sini sebagai anak Ibu, bukan sebagai istri pria pengkhianat itu."

​Nia pun ikut memeluk Arumi. "Benar, Rum. Kamu adikku. Biarkan Setya jadi gelandangan di luar sana dengan dosanya. Tapi kamu, tetaplah di sini untuk kami dan anak-anakmu."

​Arumi menatap dua wanita yang sangat tulus itu. Di tengah kehancuran dunianya, ia menemukan alasan untuk bertahan. Bukan karena ia masih mengharapkan Setya, tapi karena ia memiliki dukungan dari keluarga yang benar-benar menghargainya.

​"Baik, Bu. Arumi akan tetap di sini," jawab Arumi dengan nada yang kini berubah menjadi dingin dan beku. "Arumi akan bertahan untuk melihat ... bagaimana satu per satu orang yang menyakiti Arumi mendapatkan balasannya."

​Malam itu, perjanjian baru ditandatangani oleh air mata. Arumi tidak lagi menangis karena cinta, tapi ia sedang menyiapkan diri untuk menyaksikan keadilan langit yang ia panggil melalui sumpahnya.

1
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
biarkan dia bahagia sndri setya
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
kerja dimana aja kalau kek gtu tetep direndahkan
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
setya msh ada hati juga ini ga memperpanjang
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
hukuman buat sarah
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
masih kurang nih karma dia
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
akhirnya dia kena batunya si setya
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
gpp, biar dia tau rasa
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
kasian arumi. pasti dia sakit hati banget😭😭😭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
smaa" perempuan tapi ga punya hati mereka terutama sarah
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
arumi kamu kuat
@Yayang Risa Couple Happy
Valerie pasti cuma memanfaatkan Raya
@Yayang Risa Couple Happy
Arumi hati hati ada Valerie
@Yayang Risa Couple Happy
Setya jangan menjelekkan Arumi
@Yayang Risa Couple Happy
Setya kamu bikin ibumu masuk rumah sakit
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴢʜͫᴀᷴɴͫɢᷴ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
kasian kalian tpi itu karma
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴢʜͫᴀᷴɴͫɢᷴ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
setya ga sadar diri dia yg salah😔😔😔
𑇛ʜᴇ ʏᴇ ǫɪᴀɴ
cinta ga bisa dipaksa loh
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴢʜͫᴀᷴɴͫɢᷴ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
setya bnr" iya ulahmu bikin menderita
𑇛ʜᴇ ʏᴇ ǫɪᴀɴ
gila setya, dia mau fitnah arumi😭
𑇛ʜᴇ ʏᴇ ǫɪᴀɴ
kamu yg ninggalin keluargamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!