NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Tuan Ares

Istri Rahasia Tuan Ares

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Aliansi Pernikahan / Pengganti / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: SkySal

Kekasih Lyra tiba-tiba menghilang seminggu sebelum pernikahan, membuat Lyra frustrasi apalagi kedua keluarga sepakat mengganti pengantin pria demi mempertahankan keuntungan masing-masing.

Lyra ingin menolak apalagi pengantin prianya adalah Ares-Kakak kekasihnya yang terkenal arogan, licik, penuh tipu muslihat, orang-orang menyebutnya Pangeran kegelapan. Selain itu, Ares juga memiliki kekasih seorang model papan atas. Akan tetapi, baik perasaan Lyra ataupun Ares tidak penting di depan keuntungan kedua keluarga sehingga keduanya terpaksa menikah meski menjadi pernikahan rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Syarat Berikutnya

“Kenapa?”

Lyra melemparkan tatapan menantang pada Ares yang hanya berdiam diri seakan ragu untuk naik ke atas ranjang. “Tenang aja, aku nggak akan ngapa-ngapain kamu. Sini!” Ia menepuk ranjang, seperti merayu anak kecil agar segera tidur. Lyra berseringai puas, berpikir Ares akan kesal dengan tingkahnya.

“Yakin bisa menahan diri?”

Seketika Lyra menelan ludah saat suami penggantinya itu melepaskan jubah mandi yang ternyata menyembunyikan tubuh seksinya, otot perutnya bahkan membuat tangan Lyra gatal ingin merasakannya.

Ares saat ini seperti gigolo yang sedang menawarkan diri dengan suka rela.

Tanpa sadar, Lyra terus memandangi tubuh yang terpahat sempurna itu, seakan tidak ada keindahan lain yang bisa menandinginya.

“Air liurmu menetes,” tukas Ares dengan suara beratnya diiringi senyum mengejek yang sangat merendahkan, membuat Lyra langsung memalingkan wajah sambil mengusap mulut, berpikir benar-benar ada air liur yang menetes. Wajahnya bahkan sudah merah padam karena malu.

“Tunggu!” seru Lyra saat Ares naik ke atas ranjang hanya dengan memakai celana pendek. “Kamu mau tidur telanjang?”

“Terima kasih tawarannya.” Ares menarik selimut dengan tenang lalu menghadap Lyra. “Tapi aku laki-laki yang bermoral, nggak pernah tidur telanjang.”

Lyra menganga saat mengerti Ares salah paham terhadap protesnya. “Aku nggak menawarkan, aku … aku ….” Wanita itu kehabisan kata-kata, tidak mengerti telinga Ares yang mana yang mendengar ia menawarkan pria itu untuk tidur telanjang. “Aku bertanya, bukan menawarkan,” gerutunya tapi Ares sudah menutup mata, tak menganggapinya sedikit pun seakan pria itu sudah tenggelam dalam mimpi.

“Laki-laki bermoral katanya, heh.” Lyra tersenyum miring.

Lyra memunggungi suaminya, ia mencoba menutup mata, berusaha tak terpengaruh dengan keberadaan Ares tapi usahanya sia-sia, apalagi selama ini ia terbiasa tidur sendiri.

Setelah hampir dua jam berlalu, Lyra berbalik badan dan mendapati Ares masih tidur menghadapnya, wajahnya tampak tenang, tak lagi ada kerutan di keningnya. “Bagaimana dia bisa tidur nyenyak di saat seperti ini? Hatinya milik siapa raganya di ranjang siapa. Memang dasar pria.”

Saat fokus memandangi wajah Ares yang tak bisa dipungkiri ketampanannya, perhatian Lyra teralihkan pada notifikasi ponsel pria itu yang berada di atas nakas. Entah apa yang merasukinya karena Lyra tiba-tiba merasa sangat penasaran akan siapa yang mengirim pesan pada Ares di tengah malam. Dengan sedikit ragu, wanita itu mengintip ponsel sang suami saat kembali ada notifikasi masuk.

“Kamar nomor 368 besok malam, ya.”

“Cih!” Lyra berdecih kesal saat membaca isi pesan yang entah dari siapa itu tapi sepertinya bukan dari Liana. “Dasar pria, bisa birahi sama siapa pun.”

*****

“Sarapan Anda, Nyonya.”

Lyra menaikkan ujung alis saat Bi Mia langsung menyuguhkan sarapan tanpa bertanya terlebih dahulu. “Tumben nggak nanya dulu, Bi.”

Sejak menginjakkan kaki di rumah Ares, semua hal selalu Bi Mia tanyakan. Mau sarapan apa, makan malam apa, mau buah apa, bahkan mau seprei warna apa, semuanya selalu ditanyakan membuat Lyra kesal sendiri.

“Tuan Ares sudah mencatatkan menu makanan sehari-hari, Nyonya. Tapi kalau nanti Nyonya ingin yang lain, bisa kasih tahu saya.”

“Oh.” Lyra menanggapi dengan enggan lalu menyantap hidangan yang ada, apalagi perutnya sudah keroncongan sejak tadi. “Ares sudah pergi?”

“Belum, Nyonya. Sepertinya di ruang kerja.”

“Dia nggak sarapan?”

“Tuan Ares tidak mengatakan apa pun, Nyonya. Hanya menyuruh saya menyiapkan sarapan.”

Lyra mengangguk mengerti. Semua orang tahu Ares gila kerja, bahkan ada yang mengatakan meski terjadi gempa bumi, Ares tetap akan melanjutkan pekerjaannya selama ia masih bernyawa.

“Apa Liana nggak bosan punya kekasih yang seperti robot?”

“Oh Tuhan!”

Lyra langsung mendongak saat mendengar pekikan Bi Mia, ia segera menghampiri ART-nya yang tampak menahan sakit itu.

“Ada apa, Bi?”

“Tidak apa-apa, Nyonya. Hanya terkena air panas.”

Lyra memeriksa tangan Bi Mia yang memerah, ia hendak mengobati wanita paruh baya itu tapi ditolak. “Saya mau mengantar kopi Tuan Ares dulu, Nyonya.”

“Biar aku aja, Bibi obati dulu tangannya.”

Bi Mia tampak ragu tapi Lyra meyakinkan bahwa mengobati lukanya adalah yang paling penting.

Saat sampai di depan ruang kerja Ares, Lyra mengetuk pintu tanpa mengatakan apa pun yang langsung dipersilakan masuk oleh Ares.

“Aku kira lagi kerja, ternyata baca majalah.” Lyra tersenyum sinis melihat Ares yang ternyata bisa membaca majalah wanita, tetapi senyumnya pudar saat ia menyadari siapa yang ada di sampul majalah tersebut.

Liana.

“Dasar bucin.”

“Bi Mia ke mana?” Ares meletakkan majalah itu di meja dan Lyra segera mencuri pandang, masih penasaran apa yang Ares lihat dengan wajah serius sejak tadi.

Benar saja, foto-foto Liana karena majalah tersebut memang memuat foto-foto terbaru Liana.

“Tangannya kena air panas, jadi aku yang anterin kopi.”

“Hm.” Ares hanya menggumam lalu menyesap kopinya yang masih mengepulkan asap, Lyra hanya mendelik melihat pria itu yang kembali melihat majalah Liana.

Tanpa mengatakan sepatah kata pun, ia meninggalkan Ares, bahkan menutup pintu ruang kerjanya dengan kasar. Entah kenapa Lyra merasa terganggu dengan apa yang Ares lakukan.

*******

“Kamu cemburu, Beb?”

“Najis,” ketus Lyra sementara Sena terkikik. Saat pertama kali datang ke kantor, wajah sahabatnya itu ditekuk seperti orang yang terlilit hutang. Tentu saja sumber masalahnya pasti Ares.

“Memang nggak mungkin suamimu itu masih suci, liat aja berapa banyak gadis-gadis di sekitarnya. Dari model, aktris, penyanyi.”

Di balik gemerlapnya dunia hiburan memang tersimpan kegelapan yang sudah menjadi rahasia umum. Para publik figure yang menampilkan sosok sempurna bak malaikat terkadang justru menyimpan sisi yang lebih gelap dari iblis. Akan tetapi, Lyra tahu tidak semua orang dari dunia hiburan adalah orang-orang kotor, pasti ada orang yang benar-benar mengejar mimpi dan menjalani semuanya dalam langkah yang bersih.

Adapun Ares …

“Setan pun akan tertawa kalau ada yang merasa dia suci,” sinis Lyra yang langsung disetujui oleh Sena.

“Oh ya, Ra, baju-bajumu yang dipakai Liana sekarang sudah viral tahu.”

“Baju-bajuku?”

Sena menunjukkan gambar baju yang Lyra desain dua tahun lalu, saat ia masih bekerja di perusahaan keluarganya.

“Sekarang semua orang membicarakan desainer dari baju-baju Liana. Seandainya kamu nggak menyerahkan hak cipta desain baju itu sama adekmu yang nggak pintar itu, pasti sekarang kita yang dapat banyak uang, kamu juga akan semakin dikenal sebagai desainer berbakat.”

Lyra memperhatikan setiap baju yang Liana kenakan, memang semuanya adalah baju rancangannya dua tahun lalu.

“Liana memakai baju-baju rancanganmu di majalah terbarunya, semua orang terpukau tapi yang dapat pujian si Cahaya.”

“Nggak apa-apa lah, aku masih bisa mendesain baju yang lebih bagus dari itu.” Lyra berkata dengan senyum tapi matanya menyiratkan kesedihan.

Orang bilang anak kedua seperti bayangan dari anak pertama dan anak terakhir. Awalnya Lyra tidak percaya hal itu, ia yakin kedua orang tuanya menyayangi ketiga anaknya dengan sama besar. Akan tetapi, keyakinan tersebut dipatahkan berulang kali saat orang tuanya mengabaikan Lyra demi kakak atau adiknya.

Aran-sebagai anak pertama selalu mendapatkan perhatian melimpah, apalagi ia adalah anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga sehingga mendapatkan perlakuan seperti Pangeran mahkota.

Sedangkan Cahaya-adik yang hanya berjarak usia dua tahun dari Lyra selalu dimanjakan bak tuan putri, selalu mendapatkan yang terbaik hanya karena status sebagai adik bungsu.

Sementara Lyra … orang tuanya hanya menganggap Lyra sebagai pelengkap dalam keluarga, tanpa perlakuan Istimewa sedikit pun, bahkan berulang kali Lyra harus mendesain pakaian atas nama Cahaya karena adiknya itu tidak berbakat dalam bidang tersebut tapi bersikeras ingin berada di sana.

Dulu Lyra bekerja di perusahaan keluarganya, Crystal Mode. Tapi apa pun yang dia lakukan selalu untuk Cahaya atau Aran.

Lyra seperti bayangan kedua saudaranya yang harus selalu melengkapi mereka tanpa memiliki makna yang berarti. Oleh karena itu, dua tahun yang lalu Lyra keluar dari perusahaan lalu berusaha membangun usahanya sendiri bersama Sena. Awalnya seluruh keluarga tidak mengizinkan, bukan karena khawatir dengan Lyra melainkan karena tidak ada lagi yang bisa menjadi batu loncatan untuk Cahaya, juga tidak ada yang membantu Aran mengurus masalah perusahaan yang tiada habisnya.

“Kalau kamu memang ingin keluar dari perusahaan, Papa izinkan tapi buatkan beberapa desain pakaian untuk adikmu, berikan hak ciptanya pada adikmu. Selain itu, Papa dan seluruh keluarga nggak akan membantu usahamu di luar sana. Kalau memang berani, bangkit saja sendiri.”

Saat itu Lyra langsung menyetujui syarat tersebut, bahkan selama enam bulan Lyra hanya fokus mendesain baju untuk Cahaya demi kebebasannya. Jika gagal di luar sana, Lyra merasa itu jauh lebih baik dari pada terus menerus menjadi bayangan yang tak terlihat oleh siapa pun.

“Udah … udah, nggak usah mikirin ini.” Sena mengambil ponselnya dari tangan Lyra. “Lebih baik sekarang kita berangkat ketemu client. Aku yakin, client yang satu ini akan jadi awal dari kesuksesan kita. Janjiannya di hotel Sky Blue, kan?”

“Hm, Sky Blue, kamar nomor 369.”

Wajah murung Lyra langsung berseri-seri, matanya berbinar terang mendengar apa yang Sena katakan. Saat ini mereka dipercaya untuk merancang gaun pengantin seorang penyanyi terkenal-Zaline. Lyra sendiri tidak tahu bagaimana orang sekelas Zaline bisa meliriknya, bahkan menghubunginya lebih dulu. Bagi Lyra, itu adalah berkah dari langit.

Saat menuju kamar Zaline, tanpa sengaja Lyra berpapasan dengan Ares yang  baru saja keluar dari kamar nomor 368. Seketika Lyra teringat dengan pesan di ponsel suaminya.

“Gila, dari sekian banyaknya hotel kenapa harus hotel yang ini?” Lyra menggerutu dalam hati, tak menyangka kamar tempat suaminya check in bersama wanita itu justru bersebalahan dengan kamar client yang harus Lyra temui.

“Suamimu, Ra,” bisik Sena sambil menyikut Lyra.

“Pura-pura nggak kenal, itu aturan pertama dalam hubungan kita,” balas Lyra yang juga berbisik.

Sesuai perjanjian, Lyra mencoba mengabaikan keberadaan Ares, apalagi saat calon suami Zaline keluar dari kamar dan menyambutnya.

“Apa kalian dari tadi?” tanya pria itu dengan senyum manisnya. “Zaline di dalam.”

“Kami baru sampai.” Lyra membalas senyum dengan ramah.

“Kalau begitu ayo masuk.”

Lyra dan Sena mengangguk tapi saat hendak melangkah masuk, Ares tiba-tiba mencekal tangan Lyra, membuat Sena dan calon suami Zaline langsung melempar tatapan penuh tanya.

“Maaf, ada apa, Tuan?” Lyra berusaha tenang, bahkan menyunggingkan senyum pada Ares.

“Setelah selesai, temui aku di kamar sebelah.”

Lyra langsung melotot tajam, ia berusaha menarik tangannya dari genggaman Ares tapi sia-sia.

Satu kamar untuk dua wanita, gantian, benar-benar hemat, pikir Lyra.

“Sepertinya Anda salah orang.”

“Lily, waktunya membicarakan syarat berikutnya.”

1
Indra Kusuma
kayak nya si Ares ini pemilik dahar harta keluarga jatmika dehhh🤣
Arsyad Algifari.
jadi Ares anak kandung tuan tama
Mei 71
Apakah Ryan anak kandung juga?
Mei 71
Hubungan saling menguntungkan tapi tidak tulus...
🌺 Tati 🐙
wah ternyata ares anak kandung,...sampe sejauh ini belum ketebak alurnya,masih banyak pertanyaan😅
@ˢ⍣⃟ₛåÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝✰
nah kan Ares anak dari tuan Tama,

duh giliran ada gratisan langsung ok hehwhe
Nata Abas
lanjut kak penasaran lanjutan y
Arsyad Algifari.
seperti ada dendam pribadi Ares pada keluarga Ryan
yulithong
tambah penisirin kita....lanjut kak
Milla
Lanjut thorrr cerita mu bagus kok g banyak yang baca yaa ??? 🥺😔 apa belum tau aja para pemirsah pembaca ini yaaaa 😔
Mei 71
Keren Lyra 👍
Kudukung kamu..
@ˢ⍣⃟ₛåÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝✰
ada dendam apa kamu sama kluarga Ryan, kurasa bukan hanya kamu mencintai lyra ,, TPI ada hal lain di balik semua ini
Indra Kusuma
kayak nya novel ini bertema balas dendam yg tersebung dehh ,,, curiga nya GK habis"🤭
🌺 Tati 🐙
yang dikira baik belum tentu baik,yg dikira jahat blm tentu jahat...yg pasti aku penasaran di balik semua ini...lanjut
Arsyad Algifari.
gimana ini ly yang satu suamimu yang satu mantanmu .tapi sebaik baiknya Ryan dia tetap mantanmu
apa iya . hilangnya Ryan hari itu ulah ortunya lira
💥💚 Sany ❤💕
Jangan goyah ya Ly...., ingat apapun dan gimanapun sikap Ryan ke kamu tetap aja dia mantan.
💥💚 Sany ❤💕
Waduh... gawat ni, yang satu merasa masih kekasih Lyra dan yang satu emang suaminya.
💥💚 Sany ❤💕
Lyra dah mulai ada rasa ne ma Ares, cuma blom nyadar aja.
💥💚 Sany ❤💕
Balas aja Ly...., tangan ada nanti Ares rezeki banyak 😂😂😂
💥💚 Sany ❤💕
suka banget ma karakter Sena, enerjik dan lucu 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!