NovelToon NovelToon
Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Radia Adawiyah

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi adalah kisah Alya, seorang gadis yang lembut dan taat, yang harus menerima takdir dijodohkan dengan Zidan (seorang pemuda yang dikenal bebas dan jauh dari nilai-nilai agama). Tapi di tengah perbedaan itu, Alya berusaha menjalani semuanya dengan sabar dan tetap berpegang pada prinsipnya. Sementara itu, tanpa disadari, kehadiran Alya perlahan mengubah Zidan menjadi dekat dengan Agama.

Novel ini mengisahkan bahwa cinta sejati bukan hanya tentang perasaan, tetapi tentang proses saling memperbaiki, mendekat kepada Allah, dan menerima takdir dengan penuh keikhlasan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Radia Adawiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Dunia yang Berbeda

Keesokkan harinya.

Pagi itu, Alya berdiri di depan cermin kamarnya. Ia merapikan hijabnya dengan hati-hati, memastikan semuanya rapi seperti biasa. Namun, ketika bercermin, ia kali ini teringat ada sesuatu yang berbeda dari sebelumnya, ini bukan soal penampilannya, tapi soal hatinya. Lamaran itu… masih terasa nyata.

Tapi kemudian, Alya menarik napas perlahan, lalu mengambil tas nya dan pergi ke kuliahnya.

“ Bismillah… ” bisiknya pelan.

Hari ini, ia harus kembali menjalani aktivitasnya seperti biasa, kuliah, bertemu teman-teman, dan berusaha bersikap seolah tidak ada yang berubah.Namun nyatanya….. semuanya terasa seolah berbeda.

Setibanya dikampus, Alya merasa pagi Kampus pagi itu cukup ramai. Mahasiswa cukup banyak yang berlalu-lalang dengan kesibukan masing-masing. Suara tawa, obrolan, dan langkah kaki memenuhi suasana pagi itu.

Alya berjalan pelan memasuki area kampus, menjaga pandangan dan langkahnya. Dan kemudian sebuah suara memanggilnya dari kejauhan

“ ALYAAA......! ”.

Alya menoleh kebelakang .Dan ternyata itu Salma dan Hana, dua sahabat dekatnya di kampus, yang berlari kecil menghampirinya.

“ Kamu ke mana aja kemarin? Kita chat nggak dibalas !, ” tanya Salma heboh.

“ Iya, kamu tiba-tiba hilang gitu aja Al,” sambung Hana penasaran.

Alya tersenyum kecil, mencoba tetap tenang.

“ Maaf… kemarin di rumah ada tamu, jadi aku enggak ada lihat hp ” jawabnya pelan.

Salma langsung menyipitkan mata, curiga.

“ Tamu? Tamu siapa ? Penting banget ya dari pada kami berdua ”. Ucap Salma penasaran dan sambil menggoda Alya.

Alya terdiam sejenak. Ia menggenggam tasnya pelan.

" Teman Abi dan Umi . Mereka datang mau melamar aku untuk anaknya ! ” ucapnya lirih.

“ APA ?! ”

Keduanya hampir bersamaan bersuara.

Alya cepat-cepat menoleh ke sekitar, sedikit panik.

“. Ssst… pelan-pelan…”

Salma langsung menarik tangan Alya.

“ Cerita sekarang sama kami ! Gimana ceritanya kamu bisa dilamar ! ”

Mereka bertiga pun duduk di bangku taman kampus.

“ Jadi… kamu dilamar? ” tanya Hana, masih tidak percaya.

Alya mengangguk pelan.

“ Terus kamu jawab apa? ”

Alya menunduk.

“ Aku…Aku....Aku menerima lamaran tersebut.”

Salma dan Hana saling berpandangan dan terkejut tidak menyangka.

“ Serius, Alya ? ”

“ Iya… ”

Kemudian, suasana menjadi hening sejenak.

“ Dia gimana orangnya? Kita kenal nggak sama orangnya?” tanya Hana hati-hati.

Alya terdiam. Bayangan Zidan langsung muncul di pikirannya.

“ Dia…” Alya berhenti sejenak,

“ berbeda.”

“ Berbeda gimana maksudnya? ” tanya Salma makin penasaran.

Alya menghela napas pelan.

“ Aku sebenarnya juga belum benar-benar mengenalnya. ”

Kedua sahabatnya saling berpandangan.

“ Alya… kamu serius ? ” tanya Salma, kali ini dengan nada lebih tegas.

Hana ikut menatap Alya.

“ Kamu bahkan belum kenal dia… tapi sudah menerima dia langsung begitu saja ? ”

Alya menunduk.

“ Alya… kamu yakin ? ” tanya Hana lembut, tapi terdengar khawatir.

Alya tersenyum kecil, meski ada kegelisahan di matanya.

“ Aku nggak tahu ini akan mudah atau tidak… tapi aku ingin mencoba menjalaninya dengan cara yang baik. ”

Salma menghela napas panjang.

“ Bukan kita nggak dukung kamu, Alya..… tapi kita cuma takut kamu kenapa-kenapa nanti sama laki laki yang notabene-nya kamu baru kenal sama dia ” Ucap Salma dengan wajah yang khawatir pada Alya.

Hana mengangguk pelan.

“ Iya… Ditambah lagi kamu tadi juga bilang dia ‘berbeda’. Itu yang bikin kami semakin khawatir sama kamu Alya .”

Alya terdiam sejenak, lalu menatap mereka.

“ Aku paham… makasih ya teman- teman atas perhatiannya. Tapi aku sudah terlanjur, dan mau bilang menerima.”

Suasana kembali hening, tapi kali ini terasa lebih dalam.

1
Ate Ida Rustono
aalur ceritanya bagus
Radiatul Adawiyah: Terimakasih banyak atas komentar baiknya🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!