NovelToon NovelToon
Lumpuhkan Aku Di Ranjangmu, Tuan!

Lumpuhkan Aku Di Ranjangmu, Tuan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Persaingan Mafia / Sugar daddy
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Na-Hyun

Gwen rela menjadikan tubuhnya sebagai jaminan demi menyelamatkan nyawa ayahnya yang terlilit utang kepada pemimpin mafia paling kejam.

Tak disangka, Raymon, pemimpin kejam itu, ternyata lumpuh akibat ulah keluarganya sendiri yang ingin menggulingkan kekuasaannya.

Demi menjaga stabilitas, ia membutuhkan seorang istri untuk meredam gosip tentang dirinya yang masih lajang dan belum memiliki keturunan sebagai pewaris kekuasaan.

Masa terapi pemulihan kakinya diperkirakan berlangsung selama enam bulan. Selama itu pula, Gwen harus berpura-pura menjadi istri yang mencintai Raymon di hadapan semua orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na-Hyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kita Sepakat

Seorang gadis datang membawa minuman, meletakkannya di meja di depan Raymon, lalu tanpa menatapnya langsung berbalik dan buru-buru kembali ke dapur.

Raymon menyapu pandangan ke sekeliling, memperhatikan taplak meja yang kusam dan kursi-kursi yang tidak serasi. Tempat ini berantakan. Tutup bulan lalu, dan itulah alasan dia memilihnya untuk pertemuan ini.

Suara ponsel berdering memecah keheningan.

“Mereka sudah datang,” kata Troy dari posisinya di belakang. “Dia datang sama Papanya.”

“Biarkan gadisnya masuk. Papanya tunggu di luar.”

Raymon meneguk wiski, lalu memusatkan pandangannya ke pintu kaca di seberang ruangan.

Terdengar ketukan. Anak buahnya yang berjaga di pintu membukakan, membiarkan gadis itu masuk. Entah kenapa, Raymon membayangkan dia akan lebih tinggi.

Gadis itu kecil, tidak lebih dari sekitar satu setengah meter. Rambut hitam panjangnya dikepang dua di sisi wajah. Kalau mengabaikan lekuk tubuhnya, dia bisa saja dikira remaja. Pakaiannya pun seperti itu, jeans hitam robek, hoodie hitam, dan sepatu boots hitam seperti yang sering dipakai anak emo.

Raymon memejamkan mata sejenak dan menggeleng. Ini tidak akan berhasil.

Dia hampir menyuruh Troy untuk mengusir gadis itu saat gadis itu menoleh ke arahnya, dan kata-kata itu langsung mati di tenggorokannya.

Wajah itu masih memiliki ciri yang sama seperti di video, tapi kesan kekanak-kanakannya sudah hilang. Pipi bulatnya tidak lagi dominan.

Yang berdiri di depannya sekarang adalah seorang perempuan yang sangat cantik, menatapnya dengan sesuatu yang mirip kemarahan. Tatapan mereka bertemu, dan alis hitamnya terangkat, menantang.

“Nona Ducker,” kata Raymon sambil menunjuk kursi kosong di seberang meja. “Silakan duduk.”

Dia mengira gadis itu akan gentar, mungkin dia akan mundur. Tapi tidak ada tanda-tanda itu.

Gadis itu mendekat, tetap menatap Raymon tanpa putus. Dia tidak mengambil kursi seperti yang diminta, melainkan berdiri tepat di depan Raymon dan menatapnya.

Raymon sengaja memusatkan perhatian pada wajahnya, menunggu reaksinya saat melihat kursi roda.

Tidak ada.

“Kamu gak seperti yang aku bayangkan, Tuan Frost,” katanya.

Raymon harus mengakui, gadis ini punya nyali.

“Maksudnya?”

“Aku kira kamu berusia delapan puluh tahun.” Dia mengerucutkan bibir.

Raymon mengamatinya. Tenang, nyaris tanpa celah. Apakah ini dirinya yang asli, atau hanya akting lagi?

Kalau ini akting, dia sangat meyakinkan.

“Umur aku tiga puluh lima.” Raymon menyesap minumannya. “Sekarang itu sudah jelas, kita bahas bisnis. Papa kamu sudah jelasin apa yang diharapkan dari kamu?”

“Sudah. Dan aku punya beberapa pertanyaan.”

Dia memainkan ujung kepangnya, melilitkannya di jari. Jadi tidak setenang yang dia tampilkan.

“Dan karena kita menyebut ini transaksi bisnis, aku punya satu syarat.”

“Syarat? Kamu nggak ada posisi buat nego, Nona Ducker. Tapi silakan.”

“Kamu harus ngelepasin Papa aku. Transaksi ini cuma antara aku sama kamu.”

“Oke. Akan aku pikirkan. Sekarang pertanyaannya.”

“Kenapa kamu butuh istri palsu?”

“Itu bukan urusanmu. Dan ini bukan pernikahan palsu. Pertanyaan berikutnya.”

Dia menyipitkan mata. “Setelah enam bulan, apa yang terjadi?”

“Kamu bakal dapet surat cerai dan kamu bebas.”

“Pernikahannya gimana? Kita cuma datang dan tanda tangan?”

Raymon bersandar di kursinya, menatapnya lebih lama. “Kita harus lurusin satu hal, Nona Ducker. Aku nggak butuh istri cuma di atas kertas. Kalau ada yang curiga ini cuma sandiwara, Papa kamu akan mati. Dan kamu juga akan menyusul.”

Gwen berkedip, kebingungan jelas terlihat di wajahnya.

“Kamu mau kita tinggal bareng selama enam bulan?”

“Jelas. Gimana lagi orang mau percaya?”

Akhirnya ada sesuatu yang menggoyahkan dirinya. Dia hanya berdiri di sana, menatap Raymon dengan mata melebar, tidak berkata apa-apa.

“Akan ada pesta hari Sabtu,” lanjutnya. “Kamu datang sama Papamu. Kita ketemu, pura-pura jatuh cinta. Malam itu aku bawa kamu pulang, dan kita nggak keluar dari kamar aku selama dua hari.”

Gwen menatapnya. “Jadi aku harus tidur sama kamu?”

Dia mengatakannya dengan suara tenang. Tapi Raymon melihatnya jelas di matanya, ketakutan yang ditahan.

Mungkin orang lain tidak akan menyadarinya, karena dari luar Gwen tampak begitu tenang dan terkendali. Tapi menanamkan rasa takut pada orang lain adalah sesuatu yang sudah biasa dilakukan Raymon, dan dia mengenalinya dengan sangat jelas.

Gadis itu ketakutan.

“Gak,” kata Raymon, lalu memutuskan untuk sedikit mengguncangnya. “Kecuali kalau kamu mau, tentu saja.”

“Terima kasih atas tawarannya, Tuan Frost, tapi aku harus nolak.”

Gwen melepaskan kepangnya dan memasukkan tangan ke saku belakang jeansnya. Raymon sudah menduga dia akan menolak, tapi entah kenapa, jawaban itu tetap terasa mengganggu.

“Terus kita bakal ngapain dua hari di kamarmu, Tuan Frost?”

“Di mata orang lain, kita bakal sibuk banget… ya, kamu tahu.” Raymon mengangkat tangan santai. “Padahal kamu bebas ngapain aja. Nonton Netflix, main teka-teki silang, terserah kamu. Aku juga harus kerja.”

“Menarik. Terus setelah dua hari ‘maraton’ itu?”

“Aku bakal kelihatan tergila-gila sama kamu. Kita nikah beberapa minggu kemudian.”

Raymon mengangkat bahu.

“Setelah itu, kamu tinggal mainin peran sebagai istri yang jatuh cinta sama aku. Di waktu luang, terserah kamu, asal kamu tetap jalanin peranmu.”

“Terus? Cuma itu?”

“Itu aja.”

“Kamu serius mikir kalau orang bakal percaya?”

“Itu tergantung kamu, Nona Ducker. Nyawa Papamu taruhannya.”

“Kalau kamu? Kamu bisa jalanin peran kamu?”

“Peran yang mana?”

“Jadi laki-laki yang tergila-gila sama istrinya. Soalnya kamu nggak kelihatan seperti tipe cowok kayak gitu.”

Raymon tersenyum tipis. “Kayaknya kamu harus lihat sendiri nanti.”

Dia menatap Gwen lebih dalam. “Jadi, kita sepakat, Nona Ducker?”

Raymon hampir bisa melihat pikirannya bekerja, menimbang pilihan, mencari celah, jalan keluar. Tapi tidak ada. Dan mereka berdua tahu itu.

Raymon menangkap momen saat Gwen akhirnya menerima keadaan. Hanya perubahan kecil di rahangnya, mengeras saat dia mengatupkan gigi.

“Kita sepakat, Tuan Frost.”

1
Agnes💅
kalo udah nikah kuras harta nya aja sekalian🤣
Agnes💅
wah seru cerita nya 😍
Neng Anne
lanjut thoooorrrr
Neng Anne
Padahal ceritanya bagus. susunan kata-katanya, bahasanya dan tentu ceritanya. tetap semangat thor,,, jangan menyerah... aku padamu😘🫶🫰
Na-Hyun: terimakassi kk 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!