NovelToon NovelToon
Layu Sebelum Mewangi

Layu Sebelum Mewangi

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Single Mom / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: miss tiii

" Dua puluh tahun terkurung. Sebuah pernikahan tanpa suara. Dan seorang pria yang lebih memilih diam dari pada berjuang.

Arumi mengira ia akan mekar setelah menikah. Ternyata , ia hanya berpindah ke sangkar yg lebih dingin. Ketika kehidupan hidup mulai mencekik dan suaminya tetap membatu, Arumi menyadari satu hal : Untuk bisa bernafas lagi, ia harus merelakan segalanya. Termasuk status yg selama ini di anggap suci."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miss tiii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gema Di Ruang Hampa

Hujan deras mengguyur atap seng kontrakan, menciptakan suara bising yang memekakkan telinga. Namun, di dalam ruangan itu, keheningan tetap terasa lebih keras. Listrik sudah dipadamkan sejak sore tadi karena tunggakan dua bulan. Arumi duduk di sudut dipan, hanya diterangi sebatang lilin yang mulai meleleh pendek.

Baskara berbaring di sampingnya, menatap langit-langit yang remang-remang. Ia tidak tidur, tapi ia juga tidak bergerak.

"Mas," suara Arumi serak karena terlalu banyak menangis dalam diam. "Besok pemilik rumah datang. Dia bilang kalau kita tidak bayar setengahnya saja, barang-barang kita akan dikeluarkan."

Baskara bergeming. Hanya napasnya yang terdengar teratur.

"Mas, dengar tidak?" Arumi mengguncang bahu suaminya. Kulit Baskara terasa dingin, sedingin hatinya. "Aku sudah coba jual cincin kawin kita tadi siang, tapi harganya tidak cukup. Mas punya simpanan lain? Tolong, Mas... bicara!"

Baskara akhirnya menoleh. Cahaya lilin memantul di matanya yang datar. "Sudah kubilang, aku tidak ada uang. Cari saja pinjaman ke orang tuamu."

Arumi tertawa getir, tawa yang terdengar seperti pecahan kaca. "Orang tuaku? Mas tahu sendiri Ayah tidak akan mau bicara denganku setelah aku memutuskan ikut Mas! Baginya, aku sudah 'lunas'. Aku tidak punya siapa-siapa lagi selain Mas!"

"Ya sudah," gumam Baskara pendek. Ia membalikkan badan, membelakangi istrinya. "Tidur saja. Besok dipikirkan lagi."

"Besok dipikirkan lagi?" Arumi meledak. Ia menarik selimut yang menutupi punggung Baskara. "Itu jawabanmu setiap hari, Mas! Besok, besok, dan besok! Tapi Mas tidak pernah melangkah ke mana pun! Mas cuma diam, kerja seadanya, pulang, lalu membisu!"

Baskara tetap tidak bangkit. Ia hanya menarik kembali selimutnya dengan perlahan.

"Mas, lihat aku!" Arumi berteriak di tengah suara petir. "Apa aku ini cuma pajangan di rumah ini? Apa aku ini cuma beban? Kenapa Mas nikahi aku kalau Mas tidak mau berusaha seujung kuku pun untuk hidup kita?"

Keheningan kembali merayap. Satu menit. Dua menit. Hanya suara air hujan yang bocor dari sela plafon, jatuh ke lantai dengan bunyi tik... tik... tik... yang menyiksa saraf Arumi.

"Mas!" Arumi memukul kasur dengan frustrasi. "Jawab aku! Marahi aku! Bentak aku! Lakukan sesuatu supaya aku tahu kalau Mas itu masih hidup!"

Baskara menghela napas panjang, seolah-olah teriakan Arumi hanyalah nyamuk yang mengganggu tidurnya. "Kamu terlalu berisik, Arumi. Aku lelah. Jangan tanya lagi."

Arumi terdiam seketika. Dadanya sesak, seolah ada tangan tak kasat mata yang meremas jantungnya. Berisik. Kata itu menghantamnya lebih keras daripada tamparan.

Ia menatap lilin yang hampir padam di atas lantai. Ia menyadari bahwa suaminya bukan tidak bisa mendengar, suaminya hanya tidak peduli. Pria berusia tiga puluh sembilan tahun di depannya ini adalah lubang hitam yang menghisap seluruh cahaya dan harapan yang tersisa di dalam dirinya.

"Aku mengerti sekarang," bisik Arumi, suaranya mendadak tenang, ketenangan yang mengerikan. "Mas tidak sedang lelah. Mas memang sudah mati sejak lama. Dan Mas sedang menyeretku untuk ikut mati bersamamu."

Baskara tidak menjawab. Ia tetap membisu, membiarkan Arumi hancur sendirian di kegelapan. Malam itu, Arumi tahu, akarnya sudah benar-benar busuk. Ia tidak akan pernah mewangi di rumah ini.

1
Diana Bellusi
bagus ceritanya q suka💪
miss tiii: halooo kakk, jangan lupa vote yaaa , salam kenalll🙏🤭
total 1 replies
Emily
dah baskara gak usah harap Arumi lagi pigi kerja jadi kuli buat ngisi perutmu
Emily
kerja baskara jangan ngintipin arumi aja
Emily
lha baskara itu pernah berjuang apa
Emily
nah gitu dong Rumi
Emily
ah ngomong aja kau Rumi..makin banyak kau ngomong makin mentiko lakikmu
Emily
si Arumi kan udah pernah ngomong begitu jgn sampe berkali kali ngomong begitu tapi tetap masih mengharap laki mokondo
Emily
lha Arumi di tinggal saja laki begitu..malah balik lagi
Emily
baskara kerja apa kok modelnya begitu.. bpak nya Arumi juga salah kenapa menjodohkan anaknya dgn leleki gak jelas
Emily
semangat
Yuli Yanti
sbetulnya nama anaknya Bayu apa Kinan. bingung aku
miss tiii: Kinan Buu , episode berapa yg masih nama Bayu biar saya ganti , makasihh atas komentarnya 🙏😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!