NovelToon NovelToon
Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Obsesi
Popularitas:812
Nilai: 5
Nama Author: nupitautari

Warning!!!!!!

Shenina Valerie Arous hanya menginginkan satu hal—cinta yang tulus.
Namun, pria yang ia cintai justru memberinya kasih sayang karena rasa kasihan.

Saat hatinya hancur, seorang pria berbahaya muncul dalam hidupnya.
Arsen Erzaquel Lergan—pewaris keluarga ternama yang terbiasa mendapatkan segalanya, termasuk dirinya.

Obsesi Arsen bukan cinta. Itu lebih seperti penjara yang tak terlihat.

Di saat yang sama, Andrew Kyle hadir sebagai satu-satunya pria yang tulus, rela melakukan apapun demi kebahagiaannya.

Di antara cinta, obsesi, dan pengkhianatan—
pilihan Shena akan menentukan apakah ia akan diselamatkan… atau justru hancur lebih dalam.

Dan ketika sebuah rahasia besar terungkap, segalanya tak akan pernah sama lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nupitautari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Ayahnya menoleh ke arah Shena, ia meletakkan piring di meja dan mengajak Shena sarapan. "Aku memesan sarapan, ayo makan bersama" suaranya terdengar kaku.

Shena sadar dari keterpakuannya. Ia sedikit kikuk dan canggung. "Ahh, ayah membelinya". Ia melangkahkan kaki menuju meja makan. "Kalau begitu aku akan makan".

Ayahnya mengambilkan satu potong sandwich dan sosis panggang lalu menaruhnya di piring Shena lalu menuang saus dan mayones di atasnya. Ia lalu mengisikan piringnya juga.

"Ini cukup enak" ucap Shena di sela sarapan yang sangat sunyi ini untuk sedikit mencairkan suasana dingin ini.

Ayahnya diam dan Shena juga tidak berbicara lagi. Sekitar setengah makanan yang masuk ke dalam perut Shena, ayahnya mengeluarkan selembar foto. Itu adalah pria. Dan yang membuat mata Shena melotot karena terkejut adalah orang yang ada di dalam foto itu adalah pria semalam yang melangkahi tubuhnya ketika terjatuh. Shena melihat ayahnya dengan pipi yang menggembung kiri kanan lalu bertanya. "Apa maksudnya?"

"Dia adalah anak dari majikanku. Pewaris tunggal" ucap ayahnya datar.

"Lalu?" Sahut Shena bingung.

"Dia kurang bisa bersosialisasi dengan baik di sekolah. Gurunya bilang dia hanya menghabiskan waktu di kelas dengan tidur. Bertemanlah dengannya. Bantu ia untuk lebih bersemangat belajar di sekolah. Dia anak yang cerdas". Lanjut ayahnya.

Shena menolehkan matanya ke kiri dan tersenyum kikuk. "Ahhh... Berteman ya. Emm.. aku usahakan, tapi tidak berjanji".

Ayahnya menatap Shena menjadi lebih serius dan tajam. Ia berkata dengan dingin. "Ini adalah tugas. Kau bisa masuk ke sekolah itu karena alasan ini. Jangan banyak membantah".

Shena langsung terdiam mematung. Ia mengangguk dengan patuh.

Ayahnya merasa cukup puas dengan anggukan itu. Ia melanjutkan. "Lindungi dia lebih dari kau melindungi dirimu sendiri. Ada banyak orang yang menginginkan ia terluka".

Ekspresi Shena langsung cemberut dan mengiyakan dengan pelan. "Apa ia tidak khawatir aku terluka..." Batin Shena.

Shena tidak berselera makan lagi dan langsung pamit untuk berangkat sekolah.

.

.

.

"Woaaaa...."

Mulut Shena terbuka menganga sangat lebar ketika takjub melihat sekolah di depannya. Sekolahnya sangat bagus bergaya klasik dengan bangunan 3 tingkat. Bahkan ada beberapa gedung terpisah dari bangunan 3 tingkat itu. Ini sangat besar. Banyak murid yang datang di antar dengan mobil mewahnya. Dan yang lebih mengagumkan, siswa dan siswinya begitu cantik dan tampan.

.

.

Ruang kelas sudah ramai dengan para murid. Ada yang sedang bergosip ria. Ada yang sedang bermake-up. Ada yang sedang belajar. Ada juga yang sedang bermain game dengan taruhan. Bahkan ada yang sedang tidur. Ahh, mereka semua paket komplit.

Namun bukan itu yang menjadi perhatian. Mereka banyak mengenakan barang branded. Bisa di bayangkan bahwa mereka rata-rata berasal dari golongan atas.

"Semuanya silahkan duduk di tempat masing-masing". Sang ibu guru masuk dan langsung mengambil alih suasana kelas. Semua murid langsung duduk.

"Semuanya tolong perhatikan kedepan. Kita kedatangan teman baru hari ini". Ucap guru itu melanjutkan.

"Bu guru, bagaimana dia bisa masuk di tahun ke-3? Apa dia anak orang berpengaruh?" Tanya siswi yang duduk di bagian depan tak percaya dan meremehkan.

"Entah bagaimana dia bisa masuk ke sekolah ini, ibu berharap kalian bisa membantunya beradaptasi dan berteman baik". Lanjut Bu guru Mariot.

"Silahkan masuk" perintahnya pada Shena.

Shena melangkahkan kakinya perlahan karena gugup. Ia tersenyum senang melihat teman sekelasnya. Apa lagi ketika ia melihat Ello duduk di kursi depan dan menatapnya. Ah, dia sangat gembira bisa satu kelas dengan Ello.

"Silahkan perkenalkan dirimu" pinta ibu Mariot.

Shena mengangguk, lalu melambaikan tangannya. "Hai, teman-teman. Perkenalkan namaku Shenina Valerie Arious. Kalian bisa memanggilku Shena. Aku berasal dari kota Tikan. Senang bisa bertemu dengan kalian. Kuharap kita bisa berteman baik". Ucapnya sedikit malu-malu.

"Apa orang tua mu sangat kaya sampai kau bisa masuk ke sekolah ini di tahun ke-3?" Tanya seorang siswi perempuan sinis yang bernama Jennifer Lewis, tertulis di name tag nya.

Shena menjadi kikuk dan bingung harus menjawab apa. Ia takut salah bicara. Ayahnya pernah berkata, sekolah ini mengerikan dari dalam. Tapi tidak tau seperti apa bentuk mengerikan itu. Ayahnya hanya berkata pendek dan Shena malas bertanya lebih jauh. Ia menjawab dengan kikuk. "Ku rasa tidak juga. Emm, mungkin".

Siswa lain mencemooh dan menyahut. "Heh, apa kau sedang berusaha rendah diri" ejeknya.

"Sudah-sudah. Silahkan duduk di kursi kosong sebelah sana". Ucap ibu Mariot menengahi.

Shena menoleh ke arah kursi yang di maksud. Itu ada di pojok kanan paling belakang. Ada satu siswa laki-laki yang sedang tertidur di sana. Di samping pria itu ada sebuah kursi kosong. Shena langsung melangkahkan kakinya menuju kursinya.

Ia duduk di kursinya ketika sampai. Semua mata menatapnya dengan harap seperti menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya ketika Shena benar-benar duduk. Shena merasa bingung di tatap seperti itu. Ia menoleh ke teman sebangkunya dengan pelan. Tepat ketika ia duduk, teman sebangkunya terbangun dan mulai menegakkan badannya. Ketika ia menoleh ke arah Shena dan wajah itu terlihat sepenuhnya oleh Shena, Shena langsung terkejut. Mulutnya terbuka. Tunjuknya mengacung ke wajah pria itu. "Ka.. kau.."

Dia adalah pria semalam yang melangkahi tubuhnya sekaligus pria di foto yang ayah tunjukan padanya. Bukankah paginya begitu sial harus bertemu pria ini di hari pertamanya dan yang lebih di sialkan adalah ia teman sebangku. Shena menolak untuk percaya dan ia mengeraskan dahinya menahan diri untuk tidak memberi tinju lima jarinya pada pria ini.

Pria itu melihat Shena dan mengingat wajahnya. Dia adalah wanita manis semalam yang marah-marah padanya karena ia melangkahinya. Lihat ekspresi wajah kembungnya itu seperti hidungnya keluar asap karena tak suka dan merah. Itu cukup lucu. Tidak ada yang berani marah-marah dengannya. Dia adalah penguasa sebenarnya dari sekolah ini. Sementara wanita ini berusaha untuk mengintimidasi dan marah-marah padanya. Itu cukup menghibur bagi pria ini yang tak lain bernama Arsen Erzaquel Lergan.

Shena menyipitkan matanya dan menatap Arsen tajam dengan penuh intimidasi. "Hah, kita bertemu lagi. Aku akan memberimu pelajaran berharga" ucapnya menekan nada suaranya.

Arsen bersedekap tangannya di depan dada dan mencondongkan tubuhnya ke arah Shena. Ia berbisik ke telinga Shena menantangnya. "Silahkan. Aku tidak sabar menunggu pelajaran darimu".

*Hi readers. Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian pada novel ini dengan cara berikan komentar terbaik kalian, kasih like dan vote novel ini ya. Akan ada banyak keseruan yang kalian dapatkan. Happy reading all 🙏

1
Queen Rose
kalian jangan lupa kasih dukungan ya guys....
Queen Rose
kalian jangan lupa ya kasih komentar dan like kalian buat author, jujur aja aku sebagai penulis baru sering overthinking mau menekuni dunia nulis ini karena takut gagal. tapi aku coba buat selalu semangatin diri dan berpikir positif. aku selalu nanemin ke diri aku kalau ini bagian dari proses aku
Queen Rose
guys aku mau bilang sama kalian semua kalo di akun author, setiap bab itu udah siap tayang pukul 20.00 ya. Semua bab udah di kirim dengan waktu terjadwal, jadi semua bergantung sistem untuk cepat atau lambatnya perilisan setiap bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!