NovelToon NovelToon
Pendekar API Dan ES

Pendekar API Dan ES

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Terlahir dengan dua elemen sekaligus, Yan Bingchen justru harus menanggung kutukan yang membuatnya kesulitan mengendalikan kekuatannya sendiri.

Dianggap berbahaya bahkan oleh keluarganya, ia tumbuh dalam kesepian dan penolakan sejak kecil.

Namun, ketika kesedihan dan amarahnya mencapai puncak, Yan Bingchen memilih meninggalkan klannya. Pada saat itulah, kekuatan sejatinya akhirnya bangkit sepenuhnya.

Kini, di dunia yang memandangnya sebagai ancaman, mampukah ia membuktikan bahwa dirinya bukanlah bencana … melainkan calon yang akan berdiri di puncak kekuatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Mo Ran

​Setelah menghabiskan remah terakhir dari roti hasil redistribusi tersebut, Yan Bingchen bangkit berdiri.

Ia membersihkan debu dari jubahnya yang lusuh dengan gerakan elegan, seolah-olah ia masih seorang tuan muda di kediaman klan.

Tanpa sepatah kata pun, ia melangkah pergi menyusuri keramaian pasar, meninggalkan pemuda malang itu di belakang.

​Namun, harapannya untuk kembali dalam kesunyian segera sirna.

​"Hei! Tunggu dulu, Kakak Berambut Dua!"

​Suara cempreng itu menggema, diikuti bunyi langkah kaki yang terburu-buru.

Pemuda penipu tadi—yang kini tampak babak belur dengan memar kebiruan di pipinya—berlari menyusul sambil terengah-engah. Ia tidak menyerah meski baru saja dihajar massa.

​Yan Bingchen tidak berhenti. Langkahnya tetap lebar dan tenang. "Jangan mengikutiku. Aku tidak punya uang untuk kau tipu."

​"Tipu? Ah, kau terlalu kasar, Kawan! Sebut saja itu 'negosiasi kreatif'!" pemuda itu menyamakan langkahnya, berjalan mundur di depan Yan Bingchen dengan kelincahan yang aneh bagi seseorang yang tidak bisa bela diri. "Namaku Mo Ran. Aku yatim piatu sejak kecil, hidup dari belas kasihan langit dan kebodohan orang-orang yang terlalu kaya. Dan kau ... kau baru saja memakan satu-satunya harapan makanku hari ini!"

​Yan Bingchen melirik sekilas. Mo Ran memiliki wajah yang sebenarnya cukup Bagus jika tidak tertutup debu, dengan mata bulat yang selalu bergerak lincah mencari peluang.

​"Kau tidak punya energi Qi sedikit pun di tubuhmu," gumam Yan Bingchen dingin. "Berani menipu di kota sebesar ini tanpa kemampuan bela diri adalah cara tercepat untuk menemui ajal."

​Mo Ran tertawa lepas, sebuah tawa yang terdengar tulus meski situasinya menyedihkan. "Bela diri? Kultivasi? Ah, itu untuk orang-orang hebat seperti kalian. Aku? Aku punya teknik 'Langkah Seribu Bayangan'—yang sebenarnya hanyalah lari secepat mungkin sambil berteriak minta tolong! Tapi hei, teknik itu menyelamatkanku selama tujuh belas tahun ini, kan?"

​Mereka melewati sebuah jembatan batu yang melengkung di atas sungai jernih. Matahari mulai condong ke barat, membiaskan cahaya jingga yang memantul pada rambut unik milik Yan Bingchen.

​"Jadi, siapa namamu, Tuan Pendekar yang Dingin tapi Lapar?" tanya Mo Ran sambil mencoba mencuri pandang ke arah pedang tumpul yang tergantung di pinggang Yan Bingchen.

​Langkah kaki Yan Bingchen melambat sejenak. Menyebutkan nama lengkapnya terasa seperti memanggil kutukan masa lalu yang ingin ia kubur dalam-dalam. "Panggil saja aku ... Bingchen."

​"Hanya Bingchen? Singkat sekali. Baiklah, Kakak Bingchen! Karena kau sudah berhutang nyawa (dan roti) padaku, aku memutuskan untuk menjadi pemandumu di Benua Tiandi ini. Kau terlihat seperti orang asing yang akan tersesat bahkan di jalan lurus," celoteh Mo Ran tanpa henti.

​Yan Bingchen mendengus, namun sudut bibirnya hampir terangkat—sebuah reaksi yang sangat jarang terjadi.

Di Benua Binghuo, setiap kali ia mendekat, orang-orang akan lari ketakutan atau menatapnya dengan kebencian.

Namun, pemuda di sampingnya ini, yang tidak memiliki kekuatan apa pun, justru terus menempel padanya seperti lem meski tahu betapa berbahayanya Yan Bingchen.

​Ada kehangatan aneh yang mulai menjalar di dada Yan Bingchen, sesuatu yang lebih lembut daripada api dan lebih cair daripada es.

Inikah yang dinamakan teman? Seseorang yang tetap bicara meskipun kau mengabaikannya?

​"Aku tidak butuh pemandu," ujar Yan Bingchen, meski ia tidak benar-benar mengusir pemuda itu.

​"Oh, kau sangat butuh! Lihat pakaianmu, kau terlihat seperti pendekar hebat yang baru saja kalah perang melawan sekawanan monyet. Kau butuh tempat menginap, pakaian baru, dan yang terpenting ... kau butuh teman bicara agar tidak menjadi gila karena kesepian!" Mo Ran melompat ke atas pagar jembatan, berjalan di atasnya dengan keseimbangan yang luar biasa.

​"Kau sangat berisik, Mo Ran."

​"Dan kau sangat tampan tapi menyeramkan, Kakak Bingchen! Kita adalah kombinasi yang unik, bukan? Si Tampan yang Mematikan dan Si Miskin yang Menawan!"

"Di puji tampan oleh laki-laki terdengar aneh."

​Yan Bingchen menghentikan langkahnya tepat di ujung jembatan. Ia menatap langit Benua Tiandi yang luas.

Perjalanan panjang masih membentang di depannya, penuh dengan ancaman dari klan asalnya dan misteri dari benua asing ini.

Namun, saat ia melirik ke arah Mo Ran yang sedang mencoba melakukan atraksi konyol dengan koin tembaga di jarinya, beban di pundak Yan Bingchen terasa sedikit lebih ringan.

​Mungkin, memulai segalanya dari nol di benua ini tidak akan seburuk yang ia bayangkan. Setidaknya, kini ia tidak lagi berjalan sendirian dalam bayang-bayang.

​"Cepat turun dari sana sebelum kau jatuh dan membuatku harus menolongmu lagi," ujar Yan Bingchen sambil melanjutkan langkahnya.

​"Hehe, siap bos! Tunggu aku!" Mo Ran melompat turun dan mengejar dengan tawa yang memenuhi udara sore itu.

1
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa
Ibad Moulay
Lanjutkan. 🔥🔥🔥
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos lanjut terus Thor
Ibad Moulay
Uraa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Abil Amar
iy in kyk dicerita dlegenda pendekar sabit yan bingchen bntu shan luo wktu mau dbnuh ayahny mau rebut kristal leluhurny yg dbnuh yan bingchen ayahnya shan feng
Abil Amar
emmmmmm kyk pernah dengar y klu g slah ceritanya ad dbgian menolong shan luo dlegenda pendekar sabit
Arken: satu Dunia
total 1 replies
Ibad Moulay
Merah
Ibad Moulay
Langit
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Surianto Tiwoel
bantai abis,, mantap Ferguso
Marsahhayati
justru yg tidak waras adalah orang yg apa adanya.,👍
Ibad Moulay
Pedang Darah
Ibad Moulay
Sekte
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!