NovelToon NovelToon
Pedang Darah Dan Janji Abadi

Pedang Darah Dan Janji Abadi

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Tamat
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ichsan Ramadhan

"Dulu aku hanyalah pemuda biasa tanpa bakat, tanpa kekuatan, dan tanpa tujuan. Dunia terasa abu-abu sampai akhirnya aku bertemu dengannya—cahaya yang menerangi hidupku dan mengajarkanku arti cinta."

Namaku Li Yao. Aku tidak memiliki bakat kultivasi, namun cintaku padanya membuatku rela membelah langit dan bumi demi menjadi kuat. Bersamanya, aku merasakan kebahagiaan yang tak terlukiskan, hingga sebuah malam kelam mengubah segalanya.

Mata keparat merenggut nyawanya di hadapanku. Aku tak berdaya. Aku hanya bisa menangis melihat darahnya menetes. Saat napas terakhirnya berhembus, sebuah sumpah setan terucap:

"Aku akan membasmi mereka semua. Walau harus menjadi iblis, walau harus menyeberangi lautan darah, dendam ini akan kubayar lunas!"

Kini, dunia tidak lagi memiliki Li Yao yang lembut. Yang tersisa hanyalah Pendekar Berhati Es, seorang pembunuh dingin yang pedangnya selalu basah oleh darah musuh. Setiap tebasan adalah doa dendam, setiap nyawa yang melayang adalah persembahan unt

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichsan Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 Pelukan Terakhir di Tengah Kobaran Api

Hujan deras akhirnya mulai reda, berganti menjadi gerimis tipis yang menyedihkan. Namun, di tempat yang dulu menjadi saksi kebahagiaan mereka, kini asap hitam mengepul tinggi menembus langit malam.

Li Yao berjalan dengan langkah gontai dan kaku. Di kedua tangannya, ia membawa ranting-ranting kering dan tumpukan kayu bakar yang banyak. Ia menumpuknya menjadi gundukan besar di tengah lapangan terbuka.

Di atas tumpukan kayu itu, terbaring tenang sosok yang paling dicintainya. Ling Qingyu.

Wanita itu kini terlihat damai, seolah sedang tertidur pulas. Pakaiannya yang putih bersih ia rapikan sebaik mungkin oleh tangan gemetar Li Yao. Wajahnya ditutupi kain sutra putih, menyembunyikan rasa sakit yang terakhir kali ia rasakan, hanya menyisakan keanggunan yang abadi.

"Qingyu..." bisik Li Yao pelan, suaranya serak dan hancur. "Tempat ini terlalu dingin dan lembap untukmu. Kau suka tempat yang hangat kan? Jadi... aku akan membawamu ke tempat yang hangat. Sangat hangat."

Ia mengambil sebuah obor yang sudah menyala. Nyala api itu memantul di mata Li Yao yang kosong dan merah padam. Tidak ada air mata lagi yang bisa keluar. Air matanya sudah kering, berganti menjadi darah yang mengalir di dalam hatinya.

"Yao... tolong... jangan lakukan ini..."

Tiba-tiba, seolah halusinasi atau mungkin arwah yang belum sepenuhnya pergi, Li Yao seakan mendengar suara lembut itu kembali.

Ia menunduk, menatap wajah tenang itu.

"Maafkan aku... Maafkan aku karena tidak bisa menjagamu..." isaknya, air mata akhirnya menetes lagi, jatuh tepat di pipi dingin wanita itu. "Aku tidak punya makam yang megah untukmu. Aku tidak punya upacara kebesaran seperti layaknya putri bangsawan."

Li Yao menghela napas panjang yang bergetar.

"Tapi aku janji... api ini akan membakar semua rasa sakitmu. Api ini akan membebaskanmu dari semua orang jahat, dari semua luka, dan dari semua dendam dunia ini. Kau akan menjadi bebas... menjadi cahaya yang kembali ke langit."

Dengan tangan yang berat bagai dipenuhi timah, Li Yao meletakkan obor itu ke tumpukan kayu kering di sekeliling tubuh Ling Qingyu.

Wusss!

Api langsung menyambar dengan cepat. Kayu-kayu kering itu terbakar hebat, menyala merah menyala, seolah ingin menelan segalanya. Suara cret-cret kayu yang terbakar terdengar seperti rintihan alam.

Panasnya api terasa menyengat kulit, membuat mata perih, namun Li Yao tidak mundur selangkah pun. Justru, ia melangkah maju, berlutut tepat di tepi kobaran api yang dahsyat itu.

"Qingyu!! Lihat aku sekali lagi!!" teriaknya di tengah menderu api. "INGAT INI WAJAHKU! INGAT NAMAKU! LI YAO!"

Api itu semakin besar, mulai menjilat tubuh kain putih itu.

"AKU BERJANJI PADA MU MALAM INI!!" Suaranya melengking, penuh dengan tekad yang gelap dan mengerikan. "SELAGI AKU MASIH HIDUP, AKU TIDAK AKAN PERNAH MELUPAKAN SATU INCI PUN DARI APA YANG TERJADI HARI INI!"

Air mata Li Yao menguap bahkan sebelum menyentuh pipi karena panasnya api.

"DENDAM INI AKAN KUBAWA SAMPAI NERAKA! SIAPA YANG MEMBUNYATMU, SIAPA YANG MENYAKITIMU... AKU AKAN MENCARI MEREKA SATU PERSATU! AKU AKAN MEMBALASNYA DENGAN RATUSAN, RIBUAN KALI LEBIH MENYAKITKAN!"

"Yao... pergilah... panas..." seakan-akan bisikan terakhir terdengar samar.

"TIDAK! AKU TIDAK AKAN PERGI! AKU AKAN DI SINI SAMPAI AKHIR!" Li Yao menggeleng keras. Ia merentangkan tangannya ke arah api, seolah ingin memeluk kekasihnya meski tahu itu akan membakar dirinya juga.

"SELAMAT TINGGAL, CINTAKU... SELAMAT TINGGAL, QINGYU..."

Api unggun pemakaman itu membumbung tinggi ke angkasa, menerangi hutan yang gelap gulita. Di hadapan api suci itu, Li Yao memberikan pelukan terakhirnya dari kejauhan. Pelukan yang penuh cinta, namun juga penuh kutukan.

Saat tubuh indah itu perlahan berubah menjadi abu dan cahaya, sesuatu yang lain di dalam diri Li Yao ikut terbakar habis. Kepolosan itu musnah, digantikan oleh jiwa yang siap membara menjadi api pembalas dendam terbesar yang pernah ada di dunia.

1
T28J
hadiir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!