NovelToon NovelToon
Raja Ruang & Waktu Di Akademi Para Iblis

Raja Ruang & Waktu Di Akademi Para Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Terlahir kembali di dunia yang dipenuhi Iblis dan Malaikat Jatuh bukanlah rencana Saiba Ren. Sebagai mantan Raja Dewa yang pernah mengguncang Alam Ilahi, ia kini harus memulai segalanya dari nol di Akademi Kuoh dengan identitas baru.
​Namun, Ren tidak datang sendirian. Di balik penutup matanya yang misterius, tersimpan kekuatan Six Eyes yang mampu menembus struktur semesta, dan di dalam jiwanya, istri-istri tercintanya masih tertidur dalam dimensi rahasia yang menunggu untuk dibangkitkan. Di dunia di mana Sacred Gear dan garis keturunan adalah segalanya, Ren hadir sebagai anomali yang tidak bisa diukur oleh logika sistem mana pun.
​Saat faksi-faksi besar mulai mengincar kekuatannya, Ren hanya memiliki satu prinsip: "Dunia ini boleh punya aturannya sendiri, tapi akulah yang menentukan kapan aturan itu berlaku bagiku." Bisakah ia membangun kembali kejayaannya sambil menjaga kedamaian haremnya yang perlahan terbangun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3.Kelas 2-B

Pintu kayu besar itu terbuka dengan decitan halus, mengungkapkan sebuah ruangan luas yang dipenuhi aroma kayu jati dan kertas-kertas tua yang tertata rapi. Sinar matahari sore menerobos masuk melalui jendela besar di belakang meja kerja, menciptakan partikel debu yang menari-nari di udara. Di balik meja itu, seorang pria paruh baya dengan kacamata berbingkai tipis menatap Ren dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara rasa ingin tahu dan kewaspadaan yang tertutup rapat.

Ren melangkah masuk. Gerakannya begitu efisien, tanpa suara, seperti predator yang sedang menyamar menjadi tamu terhormat. Ia tidak menunggu dipersilakan; ia menarik kursi kayu di depan meja dan duduk dengan santai, menyandarkan punggungnya sambil menyilangkan kaki. Keangkuhan yang dibawa dari masa kejayaannya sebagai Raja Dewa tidak bisa sepenuhnya ia tekan, meskipun ia mencoba bersikap sopan.

"Saiba Ren-kun, benar?" pria itu berdeham, merapikan dokumen di depannya. "Data kepindahanmu... cukup tidak lazim. Tidak ada catatan sekolah menengah di Jepang, namun surat rekomendasi dari yayasan internasional ini sangat kuat. Hampir terlalu kuat untuk diabaikan."

Ren hanya memberikan senyuman tipis yang tidak mencapai matanya. Ia tahu bahwa sistem telah melakukan tugasnya dengan sempurna dalam menciptakan identitas palsu yang tak tertembus secara administratif.

"Dunia ini luas, Kepala Sekolah. Terkadang, catatan di atas kertas tidak bisa merangkum semua perjalanan seseorang," jawab Ren. Suaranya rendah, tenang, namun memiliki bobot yang membuat pria di depannya merasa seolah-olah sedang berbicara dengan seseorang yang jauh lebih tua darinya.

[SISTEM: Deteksi upaya pemindaian energi dari bawah meja. Kepala Sekolah menggunakan artefak pendeteksi tingkat rendah.]

[REN: Biarkan saja. Berikan dia pembacaan 'Manusia Berbakat' namun tidak berbahaya. Jangan biarkan dia melihat Six Eyes.]

[SISTEM: Pemalsuan tanda energi selesai. Status target: Tertipu.]

Kepala Sekolah itu mengerutkan kening sejenak, menatap sebuah bola kristal kecil yang tersembunyi di balik tumpukan buku di mejanya. Kristal itu tetap bening, menandakan bahwa pemuda di depannya adalah manusia biasa dengan cadangan energi yang sedikit lebih tinggi dari rata-rata, namun masih dalam batas normal. Ia menghela napas lega, ketegangannya sedikit mengendur.

"Baiklah. Akademi Kuoh menyukai siswa berprestasi. Mengingat hasil tes masukmu yang sempurna, aku tidak punya alasan untuk menolakmu. Kamu akan ditempatkan di kelas 2-B," pria itu menyerahkan sebuah map berisi jadwal pelajaran dan kunci loker. "Tapi ingat satu hal, Saiba-kun. Sekolah ini memiliki tradisi yang kuat. Jangan membuat masalah, terutama dengan kelompok... siswa tertentu."

Ren menerima map itu dengan satu tangan. "Kelompok tertentu? Anda maksud Klub Ilmu Gaib atau OSIS?"

Kepala Sekolah tersentak. Pena di tangannya nyaris terjatuh. Ia tidak menyangka murid baru ini akan menyebutkan dua organisasi paling berpengaruh di sekolah itu dengan nada yang begitu santai, seolah-olah ia sudah mengetahui segalanya.

"Hanya... saran umum," Kepala Sekolah menjawab dengan gugup, menghindari kontak mata.

Ren berdiri, merapikan kerah seragamnya yang sedikit berkerut. Ia memasang kembali kacamata hitamnya, menutupi mata biru kristalnya yang mulai berpendar karena kebosanan. "Terima kasih atas sarannya. Saya akan mencoba untuk menjadi murid yang 'baik'."

Saat Ren berbalik untuk keluar, ia merasakan sebuah kehadiran yang sangat kuat mendekat ke arah pintu dari luar. Bukan energi kasar seperti Issei, tapi sesuatu yang lebih halus, elegan, namun sangat dingin. Langkah kaki itu berhenti tepat sebelum Ren menyentuh gagang pintu.

Pintu terbuka dari luar.

Seorang gadis dengan rambut hitam panjang yang mencapai pinggang dan kacamata berbingkai merah berdiri di sana. Aura kepemimpinan terpancar kuat dari dirinya. Sona Sitri, ketua OSIS Akademi Kuoh, menatap Ren dengan tatapan tajam dan analitis.

Dunia seolah melambat bagi Ren. Melalui Six Eyes, ia melihat sirkulasi energi sihir di dalam tubuh Sona—biru jernih seperti air laut, namun memiliki kepadatan yang luar biasa. Ia adalah Iblis Kelas Menengah ke Atas, dan dia jelas tipe yang menggunakan otak daripada otot.

Sona tidak segera masuk. Ia tetap berdiri di ambang pintu, menghalangi jalan Ren. Matanya terpaku pada kacamata hitam Ren, seolah berusaha menembus lapisan gelap itu untuk melihat apa yang ada di baliknya.

"Siswa baru?" tanya Sona pendek, suaranya datar namun penuh otoritas.

Ren menundukkan kepalanya sedikit, sebuah gestur penghormatan yang agak malas. "Saiba Ren. Dan Anda pasti Ketua OSIS yang terhormat."

"Sona Shitori," ia mengoreksi dengan nada dingin. "Kenapa menggunakan kacamata hitam di dalam ruangan? Itu melanggar aturan kerapian sekolah."

Ren maju satu langkah, membuat jarak di antara mereka menjadi sangat dekat. Sona tidak mundur, meskipun ia bisa merasakan tekanan aneh yang keluar dari pemuda di depannya. Ren sedikit menunduk, berbisik tepat di samping telinga Sona, cukup pelan agar Kepala Sekolah tidak mendengar.

"Percayalah, Ketua... jika saya melepas kacamata ini, Anda mungkin akan melihat terlalu banyak hal yang tidak ingin Anda ketahui. Anggap saja ini demi kenyamanan bersama."

Sebelum Sona sempat membalas, Ren sudah melangkah melewatinya dengan gerakan yang luwes, meninggalkan Sona yang mematung dengan ekspresi terkejut yang tertutup rapat oleh wajah datarnya.

[SISTEM: Hubungan karakter dimulai—Sona Sitri. Status: Penasaran / Waspada.]

[REN: Dia menarik. Lebih tajam dari Rias Gremory. Sepertinya hari-hariku di sini akan dipenuhi dengan kucing-kucing yang mencoba mencakar harimau.]

Ren berjalan menyusuri koridor menuju kelas barunya, bibirnya melengkung membentuk senyuman nakal. Ia bisa merasakan tatapan Sona yang masih tertuju pada punggungnya dari kejauhan. Baginya, pertemuan ini hanyalah satu lagi bidak yang jatuh tepat di tempat yang ia inginkan.

1
Chandra
lanjut lagi lebih banyak lagi
Chandra
lanjut mana sih
Chandra
lanjut mana
Chandra
lanjut lagi
Chandra
mana lanjutnya
Chandra
lanjut lagi seru ini
Chandra
lanjut lagi
Chandra
lanjut
Chandra
mana lanjutnya 😭
Chandra
mana lanjutnya
Chandra
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!