NovelToon NovelToon
Gadis Yang Terlupakan

Gadis Yang Terlupakan

Status: tamat
Genre:Keluarga / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Romantis / Cinta Murni / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.5
Nama Author: Cumi kecil

Ayla tumbuh sebagai gadis yang terasingkan di rumahnya sendiri. Sejak kecil, kasih sayang kedua orang tuanya lebih banyak tercurah pada sang kakak, Aluna gadis cantik yang selalu dipuja dan dimanjakan. Ayla hanya menjadi bayangan, tak pernah dianggap penting. Luka itu semakin dalam ketika ia harus merelakan cinta pertamanya, Arga, demi kebahagiaan sang kakak.

Tidak tahan dengan rasa sakit yang menjerat, Ayla memilih pergi dari rumah dan meninggalkan segalanya. Lima tahun kemudian, ia kembali ke ibu kota bukan sebagai gadis lemah yang dulu, melainkan sebagai wanita matang dan cerdas. Atas kepercayaan atasannya, Ayla dipercaya mengelola sebuah perusahaan besar.

Pertemuannya kembali dengan masa lalu keluarga yang pernah menyingkirkannya, kakak yang selalu menjadi pusat segalanya, dan lelaki yang dulu ia tinggalkan membuka kembali luka lama. Namun kali ini, Ayla datang bukan untuk menyerah. Ia datang untuk berdiri tegak, membuktikan bahwa dirinya pantas mendapatkan cinta dan kebahagiaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3. JEBAKAN KATA-KATA.

Siang itu, matahari menyinari halaman rumah keluarga Arga dengan terik. Di teras depan, seorang pembantu membuka pagar untuk tamu yang datang. Sebuah mobil putih berhenti, dan dari dalamnya keluar Aluna dengan kacamata hitam besar menutupi wajah cantiknya.

Ia melangkah masuk dengan percaya diri, bibirnya tersenyum manis meski hatinya penuh niat tersembunyi.

“Selamat siang, Bu.” Ia menyapa ramah ibu Arga yang kebetulan sedang duduk di ruang tamu.

“Oh, Aluna. Silakan masuk. Arga ada di kamarnya. Panggil saja,” jawab ibu Arga dengan senyum hangat.

Aluna mengangguk sopan, lalu segera menuju kamar Arga di lantai dua. Ia mengetuk pintu beberapa kali.

“Masuk,” terdengar suara Arga dari dalam.

Saat pintu dibuka, Arga tampak sedang duduk di kursi dekat jendela, buku terbuka di pangkuannya. Wajahnya tenang, tapi tatapan matanya penuh jarak ketika melihat siapa tamunya.

“Aluna,” ucapnya singkat.

Aluna tersenyum lebar, berjalan mendekat tanpa ragu. “Arga, aku butuh kamu hari ini. Temani aku belanja, ya? Ada beberapa acara penting, dan aku butuh selera kamu untuk pilih gaun.”

Arga menghelai nafas panjang. “Aluna, hari ini aku ingin istirahat. Besok saja, atau ajak temanmu yang lain.”

Namun, Aluna tidak menyerah. Ia duduk di tepi ranjang, menatap Arga dengan sorot mata penuh manja bercampur tuntutan. “Arga, kamu tahu aku paling nyaman kalau ditemani kamu. Ayolah… cuma sebentar. Aku janji tidak akan lama.”

Arga menutup bukunya, lalu berdiri. “Bukan soal sebentar atau lama, Aluna. Aku memang sedang tidak ingin keluar.”

Rona wajah Aluna seketika berubah. Senyum manisnya memudar, digantikan ekspresi yang lebih licik. Ia tahu, jika terus memaksa dengan cara halus, Arga tetap akan menolak. Maka ia memainkan kartu lain kartu yang sejak awal ia simpan rapat.

“Arga,” panggilnya lirih, berpura-pura ragu. “Kamu sudah tahu soal Alya, kan?”

Mata Arga menajam, tubuhnya sedikit menegang. “Alya? Kenapa dengan dia?”

Aluna menunduk sejenak, lalu menatap Arga dengan ekspresi iba. “Aku kasihan sekali dengan Papa dan Mama. Mereka begitu kecewa. Bayangkan saja, adikku kabur dengan seorang laki-laki, entah siapa. Parahnya lagi, dia membawa perhiasan Mama. Kamu bisa percaya itu? Dia tega sekali.”

Arga membeku. Kata-kata itu masuk seperti duri menusuk jantungnya. Alya gadis yang ia kenal penuh kesederhanaan, yang selalu menjaga harga diri, yang bahkan menolak hadiah kecil darinya dulu karena takut dianggap menyusahkan. Apakah mungkin Alya melakukan hal itu?

“Aluna… apa kamu yakin dengan yang kamu katakan?” suaranya pelan, tapi bergetar menahan emosi.

Aluna buru-buru mengangguk. “Tentu. Aku tidak mungkin berbohong soal ini. Papa dan Mama marah besar, tapi ya… mau bagaimana lagi? Dia sudah memilih jalan itu. Aku hanya berharap kamu tidak lagi memikirkan dia. Tidak pantas, Arga. Alya sudah menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya.”

Arga menggenggam buku di tangannya begitu erat, hingga buku itu hampir kusut. Ada pertarungan sengit di dalam hatinya. Satu sisi, ia mengenal Alya lebih dari siapa pun. Sisi lain, berita yang ia dengar datang dari mulut kakaknya sendiri orang yang mestinya dekat dengan Alya.

Selama ini Arga tidak pernah tau bagaimana perlakuan Aluna dan juga kedua orang tuanya terhadap Alya. karena Alya, tidak pernah bercerita.

Melihat keraguan di wajah Arga, Aluna tersenyum samar. Ia tahu racunnya mulai bekerja.

“Jangan sampai kamu ikut terbawa masalah, Arga. Kamu terlalu berharga untuk itu. Fokuslah padaku… pada kita.” Suaranya lembut, penuh manipulasi.

Arga menutup matanya sejenak. Hatinya menolak untuk percaya, tapi pikirannya goyah. Bayangan wajah Alya muncul mata bening penuh luka, senyum sederhana yang selalu membuatnya hangat. Bisakah gadis itu benar-benar tega melakukan semua tuduhan itu?

Sementara Aluna, dengan penuh kemenangan, meraih tangan Arga. “Ayo, temani aku. Jangan pikirkan dia lagi. Alya sudah memilih jalannya. Biarlah dia hilang bersama pilihan buruknya.”

Arga tidak menjawab. Ia hanya berdiri, menatap kosong ke arah jendela. Namun, hatinya terasa semakin berat antara percaya pada cerita Aluna, atau tetap memegang keyakinannya pada Alya.

1
Fisee
cuiiiiiiiihhhh ciiihhhhhh orang tua laknat semiga cepat mati dan yang tertinggal hanya aluna jalang beracun cap geoeng bauuu🤮🤮🖕🖕
Fisee
cuiiiiiiiihhhh perebut pasangan orang lain di sebut pelakor jalang beracun kutu kupret bau tempijit 🤮🤮🖕
Fisee
aluna musuh dalam selimut kutu kupret dianya🤮🤮🖕
Fisee
cuiiiiiiiihhhh terstai putih buduuk berbenalu tsi b2 🤮🤮🤮🖕
Fisee
cuiiiiiiiihhhh teratai putih bussik berbelatung sampaaahh 🤮🤮🤮🖕
guntur 1609
da sar gak tahu malu
guntur 1609
gak tahu ja kau darma. kalau sam sdh tahu tentang masa lalu kalian. dasar pembokat gak tahu diri
guntur 1609
dasar Arga bodoh. tu hanya tipuan. dan kau masuk ke jebakan aluna
Retno Palupi
apa tuan Surya ayah tuan sam?
Reader
hrsnya dia paham bgt psycho Aluna, masa ga mempertimbangkan...lagi bawa pengawal, asisten kee gitu yaah
echa purin
,👍🏻
Reader
Thor gw maki2 loo klo berakhir Arga-Alya...Napa siih author itu suka masangin tokoh perempuan lewati byk penderitaan ama laki2 yg kerap mengecewakannya
Aisyah Suyuti
seru
Retno Palupi
cowok kok plin plan
Aisyah Suyuti
good
Diana
kasihan Aluna, kebelet banget jadi nyonya dirgantara!!!
kalau levelnya murah ya begitu deh!
Diana
penjahat tidak pernah menang Aluna!
hati-hati dengan perbuatanmu maka engkau akan memulainya.
Diana: menuainya.
total 1 replies
Diana
jalang teriak jalang! hadeuh!!!
dunia terbalik dan jungkir balik! 😄😄
Diana
jadilah pria yang tegas Arga!
Diana
kasihan kamu Aluna wanita pengemis cinta yang tidak dicintai oleh Arga!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!