NovelToon NovelToon
Tabir Pernikahan

Tabir Pernikahan

Status: tamat
Genre:Pelakor / Angst / Romansa / Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Ibu Tiri / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.7
Nama Author: Susanti 31

Ig: Tantye 005

Juara Favorit pembaca Air mata Pernikahan 2

Menikah karena perjodohan membuat Harun membutuhkan waktu lama untuk mencintai istrinya-Haura. Di hari Aniversarry mereka yang pertama, pria itu berencana mengatakan cintanya pada Haura.

Namun, kebenaran tentang wanita itu membuat Harun mengurungkan niatnya. Alih-alih mengatakan cinta, Harun malah mengusir Istrinya dari rumah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 3 ~ Tabir Pernikahan

"Haura!"

Merasa namanya di panggil oleh seseorang, Haura lantas bangkit dari duduknya lalu membuka pintu kamar. Mengerjap perlahan melihat Elena berada di depan kamarnya. Raut wajah wanita itu tidak sesinis tadi, bisa dikatakan sedikit lunak.

"Kenapa Bunda?"

"Ini bunda ada arisan sama teman-teman, tapi tidak bisa datang soalnya perut bunda sakit banget. Tolong wakilin ya Nak," bujuk Elena sambil mengelus perutnya dan sesekali meringis.

"Ta-tapi Bunda, aku tidak terlalu kenal sama teman-teman Bunda. Takutnya juga nanti malah ...."

"Datang saja buat wakilin setelah itu pulang." Elena sedikit memaksa, membuat Haura yang tidak tegaan pada orang lain lantas menyetujui keingin mertuanya.

Sebenarnya Haura takut dan sedikit gugup jika harus bertemu tengan teman-teman mertuanya yang sedikit pedas jika membicarakan orang lain. Namun, tidak ada pilihan untuknya, hanya ini yang bisa dia lakukan agar tidak mendapatkan bentakan dari Elena.

"Baiklah, aku siap-siap dulu." Wanita itu masuk ke kamarnya untuk bersiap-siap dan berpakaian lebih tertutup lagi daripada dirumah.

Tidak ada salahnya membantu mertuanya yang sedang tidak enak badan. Meski mendapat perlakuan tidak baik, bukan berarti Haura harus membalasnya bukan?

"Alamatnya jangan lupa kirim ke aku ya Bunda," ucap Haura ketika akan meninggalkan rumah.

"Sudah bunda kirim."

"Baiklah."

Sambil menunggu taksi yang dia pesan, Haura mengotak-atik ponselnya untuk menghubungi sang suami. Jika keluar rumah biasanya Haura selalu meminta izin pada suaminya. Terlebih seorang istri yang sholeha tidak boleh keluar rumah tanpa izin dari suaminya, meski jika yang meninggal orang tua sekalipun.

Baru saja dia akan mendial kontak Harun, ponselnya sudah direbut oleh Elena. Haura lantas menatap mertuanya bingung. "Kenapa bunda mengambil ponselku? Aku ingin mengabari mas Harun dan ...."

"Tidak perlu mengabari Harun, lagian dia pulang malam. Nanti bunda yang mengatakan kalau kamu pergi mewakili bunda!" Cegah Elena dengan raut wajah tidak suka. Menurutnya Haura itu terlalu cari perhatian pada Harun.

"Tapi Bunda, seorang istri tidak pantas keluar rumah tanpa izin dari suaminya."

"Ck, bawel banget sih kamu. Keburu teman-teman bunda pada pergi. Sana buruan!" Suara Elena naik satu oktaf.

Haura menghela nafas panjang dan akhirnya mengalah. Wanita cantik itu meninggalkan rumah tanpa izin dari sang suami.

Ini pertama kalinya Haura keluar rumah tanpa izin dari Harun.

Semoga mas Harun mengerti nanti.

Haura naik ke taksi yang akan mengantarnya ke alamat yang akan di tuju. Lama wanita itu di atas taksi karena drama macet yang berkepanjangan sebelum akhirnya sampai di sebuah hotel yang cukup ramai akan pengunjung.

Terlihat sangat sederhana untuk ukuran ibu-ibu sosialita seperti Elena.

"Apa alamatnya sudah benar? Masa arisan di hotel?" gumam Haura terus memperhatikan hotel yang sepi akan pengunjung.

Haura lantas menghubungi mertuanya untuk memperjelas sesuatu, dan jawaban Elena tetap sama.

Alamatnya sudah benar, kamu masuk saja apa susahanya!

***

Jam 7 malam, akhirnya semua pekerjaan Harun di rumah sakit telah selesai. Pria itu bersiap-siap untuk pulang bertemu istrinya.

Menjadi pemilik rumah sakit tidak membuat Harun bekerja sesuka hati di rumah sakit Edelweis, terlebih tanggung jawabnya sebagai seorang dokter harus dia laksanan.

"Mau pulang bro?" sapa Ezra di lobi rumah sakit.

"Hm." Menganggukkan kepalanya.

"Makan malam dulu kita!" ajak Ezra.

"Nanti sama istri aku!"

Harun lantas meninggalkan Ezra dilobi rumah sakit sendirian, mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah untuk bertemu istri tercinta.

Kening Harun mengkerut setelah sampai di rumah dan tidak mendapati suara orang mengaji di kamarnya.

"Bunda, Haura kemana?" tanya Harun ketika sudah mencari istrinya di dalam kamar.

Elena yang ditanya segera berdiri bersama Vivian. Kedua wanita itu menampilkan wajah sok tidak tahu. Padahal jelas-jelas Elena yang menyuruh Haura pergi tapi tidak kunjung kembali sampai sekarang.

"Tadi siang bunda lihat dia keluar rumah terburu-buru setelah menyuruh Vivian mengantar makanan, dan sampai sekarang dia belum pulang juga Nak. Bunda juga sebenarnya khawatir sama Haura, terlebih dia wanita yang baik hati dan sedikit polos." Memperlihatkan ekspresi seolah-olah khawatir di depan Harun, hanya untuk mengambil simpati saja, juga menghindari rasa curiga.

"Ponselnya tidak aktif," keluh Harun cemas. Pria itu mengusap wajahnya kasar.

"Iya kak, aku juga sudah telpon kak Haura sejak tadi, tapi tidak aktif. Aku takut kak Haura kenapa-napa."

Harun menghela nafas panjang, tanpa menganti baju pria itu akhirnya meninggalkan rumah untuk mencari istrinya yang entah pergi kemana.

Sementara Elena dan Vivian tersenyum sangat lebar setelah kepergian Harun. Keduanya bertos ria dan berteriak kegirangan.

"Sebentar lagi akan ada bencana di rumah ini, Bunda!" Vivian memekik senang.

"Pastinya, dan kitalah yang diuntungkan. Pasti malam ini Harun akan mengusir Haura dari rumah. Kasian banget anak pembantu itu!"

"Aku sudah tidak sabar menikah dengan kak Harun, Bunda."

Vivian mencak-mencak seperti anak kecil sakin bahagianya. Kedua wanita licik itu sudah mempersiapkan semuanya sejak pagi dan dengan mudahnya Haura masuk ke perangkap yang mereka pasang.

1
Titi Ati
sesabar itukah Haura,duch. JD iri kepingin JD orang sabar n pemaaf
ayu cantik
suka
itin
satu hal yang jangan diambil dari cerita ini adalah sikap berhematnya haura!! pliss jangan. meski tanpa mimpi yg dilakukan dia juga berbahaya. agak ga masuk akal hamil besar jiarah sendiri pulak
itin
ketabrak kan kan haura sih terlalu hemat tanpa memikirkan kandungannya yang besar. harusnya hamil besar jgn ke kuburan juga tau
itin
dia om om yang dijodohkan sama kamu dian 🤭😄🤣
Tri Lestari Endah
adanya diaplikasi mana thor
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: fizz*o kak
total 1 replies
Tri Lestari Endah
novel agas ada di noveltoon kan thor
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: tidak ada kak
total 1 replies
mahira
makasih
mahira
terima kasih atas ceritanya author di tunggu cerita Diana dan erza
Annie Soe..
Ga sabar pengin tau reaksi ezra-diana begitu ketemu sebagai pacar pura2nya..
Annie Soe..
Aaa,,
So sweet plus so sad.. /Cry/
nia nimpiari
lanjutan kisah Diana dan dr ezra gak ada ya?
Alifah Azzahra💙💙
Aku suka sikAp Haura yg tegas🥰🥰
Alifah Azzahra💙💙
Aku harap Haura tidak akan menerimamu lagi Harun
Alifah Azzahra💙💙
😭😭😭😭
Alifah Azzahra💙💙
Haura😭😭😭
Alifah Azzahra💙💙
mampir yah Thor 🥰
Bundanya Pandu Pharamadina
Erza otak Harus mesti getok pake palu
Bundanya Pandu Pharamadina
dua benalu tuh di depanmu (Harun) orang berduit tp bukan nya menyelidiki dulu kebenarannya
Bundanya Pandu Pharamadina
karakter wanita yg mudah tertindas, harusnya rumahnya ada CCTV
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!