NovelToon NovelToon
Gadis Milik Tuan Dingin

Gadis Milik Tuan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Helena Fox

Aliora Amerta gadis cantik 19 tahun. Hidupnya berubah ketika pamannya berhutang besar pada Saga. Untuk melunasi hutang itu, Liora dipaksa menikah dengan Saga, pria yang sangat ditakutinya.

Sagara Verhakc berusia 27 tahun. Di dunia bisnis ia dikenal sebagai CEO jenius dan juga kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Helena Fox, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 1

Hujan turun perlahan di sore itu, membasahi halaman kampus yang masih ramai oleh mahasiswa baru. Di antara kerumunan itu, berdiri seorang gadis dengan wajah polos dan mata yang tampak selalu menyimpan rasa cemas.

Aliora Amerta. Yang sering di sapa Lio, atau liora.

Mahasiswi semester satu yang seharusnya sedang menikmati masa-masa indah perkuliahan. Rambut panjangnya diikat sederhana, pakaiannya rapi namun tidak mencolok. Ia bukan tipe yang suka menjadi pusat perhatian. Bahkan, berbicara di depan kelas saja bisa membuatnya gemetar.

Namun hari ini… hidupnya berubah.

“Liora… kamu harus pulang sekarang.”

Suara itu berasal dari pamannya–Benny melalui telepon. Nada bicaranya tidak seperti biasa—terdengar gelisah, bahkan sedikit memaksa.

“Sekarang, Paman? Aku masih di kampus…” suara Liora pelan, ragu.

“SEKARANG!” potong sang paman, membuat Liora terdiam.

Panggilan itu berakhir tanpa penjelasan.

Perasaan tidak enak langsung menyelimuti hatinya.

Setelah menerima panggilan dari pamannya. Liora segera pergi meninggalkan kampus. Sepanjang perjalanan perasaannya tidak enak.

Beberapa menit kemudian. Tak lama ia tiba.

Rumah sederhana itu terasa berbeda saat Liora membuka pintu. Sunyi. Tegang. Udara di dalamnya terasa berat, seolah sesuatu yang buruk sedang menunggu.

Dan benar saja.

Di ruang tamu, duduk seorang pria.

Tinggi. Tegap. Mengenakan setelan hitam yang sempurna. Wajahnya tampan, tapi dingin… sangat dingin. Tatapannya tajam, seperti bisa menembus isi kepala orang lain.

Liora langsung membeku di tempat.

Itu dia.

Sagara Verhakc.

Nama yang sering ia dengar… bukan sebagai pebisnis biasa. Tapi sebagai seseorang yang berbahaya. CEO muda yang kejam… sekaligus sosok yang berhubungan dengan dunia gelap.

“Masuk,” ucap pria itu singkat, tanpa emosi.

Liora menelan ludah. Kakinya terasa berat, tapi tetap melangkah masuk.

Pamannya berdiri di sudut ruangan, wajahnya pucat.

“Liora maafkan paman…” panggilnya pelan, tapi tidak berani menatap mata keponakannya. Liora memang tidak tahu apapun tentang hutang pamannya.

“Ada apa ini, Paman?” tanya Liora, suaranya mulai bergetar.

Tidak ada jawaban.

Justru Sagara yang berbicara.

“Kamu Aliora?”

Gadis itu mengangguk kecil.

“Bagus. Berarti tidak perlu membuang waktu.”

Nada bicaranya datar. Tanpa perasaan.

Liora menggenggam ujung bajunya, mencoba menenangkan diri. “Maksudnya…?”

Sagara berdiri.

Langkahnya perlahan, tapi setiap pijakan terasa menekan. Ia mendekat, membuat Liora tanpa sadar mundur satu langkah.

“Mulai hari ini,” ucapnya pelan, “kamu akan menjadi miliku.”

DEG!

Dunia Liora seperti berhenti.

“A-apa…?” suaranya hampir tak terdengar.

Ia menoleh ke arah pamannya, berharap ini hanya lelucon buruk.

Tapi yang ia lihat justru… rasa bersalah.

“Paman…?” mata Liora mulai berkaca-kaca.

“liora… Paman tidak punya pilihan,” ucap benny lirih. “Paman… punya hutang besar pada Tuan Saga…”

Hutang.

Satu kata yang menghancurkan segalanya.

“Dan sebagai gantinya,” lanjut Sagara, “aku mengambil kamu.”

Liora langsung menggeleng cepat. “Tidak! Aku bukan barang! Aku tidak mau!. Bukan aku yang berhutang!”

Untuk pertama kalinya, suara gadis polos itu meninggi. Campuran takut dan nekat.

Sagara menyeringai tipis.

Menarik. Pikirnya.

“Tidak mau?” ia mendekat lagi, kini jarak mereka sangat dekat. “Kamu pikir ini permintaan?”

Liora gemetar.

Tatapan pria itu… bukan sekadar dingin. Tapi juga mengancam.

“Ini keputusan.”

Sunyi.

Hanya suara hujan di luar yang terdengar.

Liora menggigit bibirnya, menahan tangis. Dunia yang ia kenal—kampus, mimpi, masa depan—semuanya runtuh dalam satu hari.

Ia menatap Sagara dengan mata penuh ketakutan.

Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya…

Liora benar-benar merasa terjebak sekarang.

Di luar, petir menyambar.

Seakan menjadi tanda… bahwa hidup Liora baru saja memasuki bab paling gelap.

Dan pria bernama Sagara Verhakc…

adalah awal dari segalanya.

***

liora masih berdiri kaku di ruang tamu.

“Tidak… aku tidak mau…” suaranya bergetar, hampir seperti bisikan.

Namun Sagara sama sekali tidak terlihat peduli.

“Besok,” ucapnya singkat. “Kita menikah.”

DEG!

“Besok?!” liora langsung menatapnya dengan mata membesar. “Ini gila! Aku bahkan tidak kenal kamu!”

Sagara menatapnya datar.

“Kamu tidak perlu kenal aku. Kamu hanya perlu patuh.”

Kalimat itu seperti tamparan keras.

liora menggenggam tangannya kuat-kuat. “Aku bukan boneka!”

Sagara tiba-tiba mendekat, menarik dagu liora dengan satu tangan.

“Mulai sekarang, kamu adalah milikku.”

liora langsung mendorongnya dengan nekat.

“Jangan sentuh aku!”

Untuk beberapa detik… ruangan menjadi sangat sunyi.

Pamannya sampai menahan napas.

liora sendiri kaget dengan keberaniannya.

Namun… Sagara justru tersenyum tipis. Kemudian pergi meninggal rumah liora.

“Menarik,” gumamnya.

***

Pintu rumah tertutup keras.

BRAK!

Liora berdiri di tengah ruang tamu, napasnya memburu, matanya merah penuh amarah yang selama ini tak pernah ia tunjukkan.

“PAMAN GILA, YA?!” teriaknya, suaranya pecah. “Hutang SEBESAR itu… dan Paman diam saja?!”

Pamannya hanya tertunduk.

Tidak berani menatap. Bahkan untuk menjawab.

“ITU HIDUP AKU!” lanjut liora, air matanya jatuh tanpa bisa ditahan. “Aku ini manusia, bukan barang buat ditukar paman!”

Sunyi.

Tidak ada pembelaan.

Tidak ada penjelasan.

Yang ada hanya rasa bersalah… yang terlambat.

liora tertawa kecil—tawa pahit yang terdengar menyakitkan.

“Baik… kalau begitu…” suaranya berubah dingin, meski tubuhnya masih gemetar, “aku tidak akan tinggal di sini.”

Ia berbalik cepat. Sebelum pamanya mencegahnya.

Melangkah ke kamar, mengambil tas seadanya. Tangannya gemetar saat memasukkan beberapa pakaian, dompet, dan ponsel. Ia buru-buru memastikan kalau tidak ada yang melihat.

Satu pikiran memenuhi kepalanya.

Kabur.

.

.

.

.

.

.

.

.

Bersambung..........................

1
park jongseong
cerita yang menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!