NovelToon NovelToon
Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya

Status: tamat
Genre:Duniahiburan / Duda / Beda Usia / Tamat
Popularitas:286.6k
Nilai: 5
Nama Author: T. L. Handayani

Arabella gadis belia berusia 16 tahun yang harus menjadi dewasa sebelum waktunya karena suatu keadaan.

Dia masih duduk di bangku SMA dan terpaksa harus bekerja di diskotik pada malam hari.

Pekerjaannya mengenalkan dia kepada seorang pria bernama Roger, duda berusia 32 tahun yang merupakan seorang pengusaha di Jakarta yang bisa membawa Bella keluar dari dunia malamnya bahkan kelak akan menjadi pendampingnya.

Bagaimana kisah Arabella dan apa yang menyebabkan dia harus menjadi dewasa sebelum waktunya? Ikuti kisahnya di sini....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T. L. Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berhutang budi

"Vira Nadila" Bella membaca nama yang tertera pada KTP tersebut.

Tak berselang lama , ponsel tersebut bergetar.

Drrrrttt....drrrttttttt....

"Bu ada telpon masuk?" kata Bella.

"Cepat angkat nak, siapa tahu pemiliknya sedang mencari tas itu.." jawab Bu Rini.

"Hallo..." dengan hati hati Bella mengangkat telpon tersebut.

"Hey.. Vio.. apa kabar... kamu memang awet muda ..terdengar suaramu masih seperti gadis belia.." kata orang di seberang telpon.

"Maaf, apa anda mengenal pemilik ponsel ini?" tanya Bella.

"Maksud kamu apa? kamu bukan Viona?" seseorang pemilik suara laki laki itu bertanya balik.

"Bukan, saya menemukan ponsel ini di jalan.. jika anda kenal dengan pemilik ponsel ini tolong sampaikan pada beliau.." kata Bella.

"Ya sudah, nanti biar aku suruh teman ku memberitahunya... " panggilan tersebut terputus.

"Gimana bel? apa sudah ketemu pemiliknya?" tanya bu Rini.

"Belum bu, katanya pemilik ponsel ini bernama Viona.. berbeda dengan nama di dalam KTP" jawab Bella yang mulai bingung.

"Apa perlu kita laporkan saja ke polisi nak?" tanya bu Rini lagi.

"Di tunggu satu hari lagi aja bu, kalau sampai besok malam tidak ada yang menghubungi ponsel ini , baru kita serahkan kepada polisi" jawab Bella kepada ibunya.

Hari sudah semakin sore, Bella masih belum juga mendapat petunjuk apapun.

Hingga akhirnya ketika hari mulai gelap, ponsel tersebut kembali bergetar.

Drrtttt....dddrrrrrrrttt....

"Cepat angkat bel, dari siapa telpon itu??" kata bu Rini.

"Namanya Silvia bu, Bella angkat ya..." kata Bella meminta pendapat ibunya.

Bu Rini menganggukkan kepala.

"Halo...." jawab Bella dengan sopan.

"Haloo... apa kamu yang nemuin ponselku? dimana alamat kamu? aku datang ke sana sekarang.." kata seorang wanita di dalam telepon.

"Iya, aku juga menemukan dompet dan sebuah tas" jawab Bella.

"Tas? dompet? betul itu semua milikku, cepat katakan dimana alamat kamu?" perempuan di seberang telpon itu terdengar memaksa.

"Maaf, bukannya saya tidak percaya... tapi saya hanya ingin memastikan agar saya tidak salah memberikan barang.. tolong sebutkan apa isi tas ini dan atas nama siapa KTP serta alamat yang ada di dalam dompetnya?"kata Bella.

"Oke.... aku sebutkan... KTP itu atas nama Vira Nadila domisili Makassar Sulawesi, isi tas tersebut uang satu milyar..." jawab wanita itu.

"Iya betul...betul... betul jawaban kamu... baiklah akan aku kirim alamatku lewat pesan.." jawab Bella lalu mematikan panggilan dan segera memberikan alamatnya kepada si penelpon.

Dua puluh menit kemudian datangnya sebuah mobil ke rumah Bella.

Dari mobil itu turunlah seorang wanita berpakaian seksi dengan kulit putih.

"Permisi" kata perempuan itu.

"Iya silahkan masuk" jawab bu Rini.

"Benar ini rumah Bella, saya mau ketemu Bella"nkata wanita itu.

"Saya Bella" Bella juga ikut keluar menghampiri tamunya.

"Saya Viona, langsung saja... dimana tas saya... ??saya sangat membutuhkannya..", jawab wanita itu.

Di situlah awal perkenalan Viona dan Bella.

"Ada di dalam, mari masuk..." ajak Bella.

Dengan perlahan Viona memasuki rumah Bella yang sedikit kumuh.

"Maaf rumahnya berantakan, mari silahkan duduk..." kata bu Rini sambil memberikan kursi plastik yang agak berdebu kepada Viona.

"Ini tas nya tante..." kata Bella.

Viona segera menerima tas tersebut dan memeriksa isinya. Masih lengkap tanpa ada yang kurang.

"Terima kasih... terima kasih ya dek... ternyata di dunia ini masih ada orang baik seperti kamu... mungkin uang ini akan raib di tangan orang yang tidak baik...aku sangat berhutang budi sama kamu..." kata Viona yang sangat senang mendapati tasnya kembali.

"Sama sama tante... ponselnya masih aku isi daya karena tadi baterainya tinggal sedikit" jawab Bella.

1
Atmita Gajiwi
/Grin//Rose//Rose//Rose//Heart/
Ani Ani
ya cerita yang matap
Ani Ani
dia tak sabar dengan bela
Ani Ani
apa2 tu
Ani Ani
ada aja
Ani Ani
cakap terua terang baru dia faham
Ani Ani
tau marah
Ani Ani
mahu tapi malu
Ani Ani
satu lagi kejutan
Ani Ani
kenapa ia
Ani Ani
rumah baru ke tu
Ani Ani
dia datang
Ani Ani
dah rasim ke ni
Ani Ani
tak dabis2denki
Ani Ani
kejutan lah tu
Ani Ani
sama2keras kepala
Ani Ani
tenang kan fikiran
Ani Ani
suka bagi dia sakit hati
Ani Ani
ada yang marah nanti
Ani Ani
suka menakat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!